LKPDPertemuan 9Bab 4Fase CSemester 2

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menganalisis Nilai Ketekunan dalam Teks Nonsastra Visual Mengenai Inovasi Profesi dari Hobi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Menganalisis Nilai Ketekunan dalam Teks Nonsastra Visual Mengenai Inovasi Profesi dari Hobi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menganalisis Nilai Ketekunan dalam Teks Nonsastra Visual Mengenai Inovasi Profesi dari Hobi

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 4 Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menganalisis Nilai Ketekunan dalam Teks Nonsastra Visual Mengenai Inovasi Profesi dari Hobi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenganalisis Nilai Ketekunan dalam Teks Nonsastra Visual Mengenai Inovasi Profesi dari Hobi
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks nonsastra berwujud teks visual mengenai inovasi profesi dari hobi

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Cermati infografik visual 'Dari Hobi Merakit Bubu Tradisional Menjadi Inovator Alat Tangkap Modern' yang disajikan pada LKPD secara saksama.
  • Kerjakan setiap tugas secara bertahap bersama teman kelompokmu sesuai petunjuk kerja.
  • Tuliskan hasil analisis informasi dan nilai-nilai ketekunan pada kolom atau format ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukenali Informasi Tersurat dan Tersirat dalam Teks Visual

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks visual/infografik pada lembar LKPD
  • Alat tulis (pulpen/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati teks visual/infografik berikut: [BAGAN INFOGRAFIK VISUAL: Perjalanan Pak Arya] - Panel 1 (Masa Kecil): Gambar anak laki-laki merakit perangkap bambu (bubu) di sungai. Keterangan: 'Hobi masa kecil membuat perangkap bambu tradisional untuk menangkap ikan air tawar.' - Panel 2 (Tantangan): Gambar bambu rapuh dimakan arus deras dan hasil tangkapan sedikit. Keterangan: 'Alat tradisional cepat rusak dan jangkauan tangkapan terbatas.' - Panel 3 (Proses Inovasi): Gambar bengkel kerja penuh sketsa, uji coba kawat baja anti-karat berulang kali, dan pencatatan hasil. Keterangan: 'Melakukan 15 kali uji coba bahan jaring baja ramah lingkungan selama 2 tahun.' - Panel 4 (Hasil & Profesi Baru): Gambar nelayan modern memasang perangkap otomatis bertenaga surya di kapal besar. Keterangan: 'Kini menjadi inovator dan perancang alat tangkap modern yang dipasok ke ratusan kelompok nelayan Nusantara.'
  2. Diskusikan dengan teman kelompok untuk mengurai data dan informasi penting pada teks visual tersebut.
  3. Jawab pertanyaan nomor 1 dan 2 pada format isian yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks visual di atas, tuliskan perubahan bentuk alat tangkap ikan dari masa awal hobi Pak Arya hingga menjadi profesi inovator modern!

2. Tantangan apa yang dihadapi Pak Arya saat masih menggunakan alat tradisional, dan bagaimana tindakan nyata yang dilakukannya untuk mengatasi tantangan tersebut berdasarkan infografik?

Tuliskan jawaban pada baris isian terstruktur: Pertanyaan 1 (2 baris penjelasan perubahan alat), Pertanyaan 2 (4 baris penjelasan rincian tantangan dan tindakan penyelesaian).

Kegiatan 2: Menganalisis Bukti Nilai Ketekunan dan Inovasi dalam Teks Visual

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks visual/infografik Pak Arya
  • Penggaris dan alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati kembali detail tindakan tokoh pada Panel 2, 3, dan 4 infografik Pak Arya.
  2. Analisis nilai ketekunan yang tercermin melalui tindakan nyata tokoh beserta dampak perubahan dari hobi menjadi profesi.
  3. Lengkapi tabel analisis nilai pada ruang jawaban yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel analisis nilai ketekunan berikut berdasarkan bukti visual dan keterangan pada teks infografik!

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 3 kolom berikut:
| Aspek Nilai Ketekunan | Bukti Tindakan Tokoh dalam Teks Visual | Penjelasan Dampak bagi Perubahan Hobi Jadi Profesi |
| 1. Sikap Pantang Menyerah | ... | ... |
| 2. Sikap Inovatif/Belajar | ... | ... |
| 3. Hasil Ketekunan | ... | ... |

Kegiatan 3: Menganalisis Hubungan Kausalitas antara Ketekunan, Inovasi, dan Peluang Profesi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan dalam kelompok pertanyaan penalaran analitis mengenai hubungan ketekunan dan keberhasilan inovasi.
  2. Rumuskan simpulan analisis kelompok mengenai bagaimana ketekunan mengubah hobi biasa menjadi profesi berdampak luas.
  3. Tuliskan hasil diskusi pada kotak simpulan analitis yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Mengapa ketekunan menjadi faktor kunci yang mengubah hobi merakit perangkap ikan Pak Arya menjadi sebuah profesi baru yang diakui masyarakat? Jelaskan kaitan logisnya berdasarkan teks visual!

Tuliskan hasil analisis diskusi dalam bentuk paragraf simpulan terstruktur (5-6 kalimat) pada kotak berbingkai 'Kotak Analisis Hubungan Kausalitas'.

REFLEKSI

1. Informasi penting apa yang paling membuka wawasanmu dari teks visual tentang perjalanan hobi menjadi profesi hari ini?

2. Nilai ketekunan apa yang ditunjukkan tokoh yang menurutmu paling menantang untuk diterapkan saat kamu mengembangkan hobimu sendiri?

3. Bagaimana caramu membiasakan diri agar tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan saat mengerjakan sesuatu yang kamu sukai?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.