LKPDPertemuan 7Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Membaca dan Menganalisis 'Hikayat Lubuk Larangan'

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Membaca dan Menganalisis 'Hikayat Lubuk Larangan'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Membaca dan Menganalisis 'Hikayat Lubuk Larangan'

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Nilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Membaca dan Menganalisis 'Hikayat Lubuk Larangan'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikNilai-Nilai dalam Cerita Rakyat: Membaca dan Menganalisis 'Hikayat Lubuk Larangan'
Alokasi Waktu90 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menganalisis informasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam teks cerita rakyat 'Hikayat Lubuk Larangan' dengan menjawab pertanyaan pemahaman secara tertulis.
  2. Murid mampu menyampaikan pendapat dan perasaan secara tertulis tentang aturan adat Lubuk Larangan dalam cerita menggunakan kalimat yang jelas dan santun.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah seluruh instruksi dengan saksama sebelum mengerjakan.
  • Kamu akan membaca cerita rakyat 'Hikayat Lubuk Larangan' dan menganalisis nilai-nilai di dalamnya.
  • Tulislah jawabanmu dengan kalimat lengkap dan rapi.
  • Kerjakan secara mandiri terlebih dahulu, lalu diskusikan dengan teman jika diminta.
  • Nikmati proses belajarmu dan temukan hikmah dari cerita rakyat Nusantara!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Membaca dan Memahami Hikayat Lubuk Larangan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 6 (halaman 69-70)
  • Alat tulis
  • Akses internet atau smartphone untuk memindai QR code (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan cerita 'Hikayat Lubuk Larangan' yang tersedia di Buku Siswa halaman 69-70 dengan saksama.
  2. Jika memungkinkan, pindai kode QR atau akses tautan untuk membaca cerita versi lengkap dari buku 'Jagapati Bumi'.
  3. Tandai bagian-bagian penting dalam cerita: tokoh, tempat, aturan adat, dan akibat yang terjadi.
  4. Setelah membaca, lengkapi tabel informasi berdasarkan pemahamanmu terhadap cerita.

Pertanyaan:

1. Di mana letak Lubuk Larangan yang diceritakan dalam hikayat ini?

2. Apa yang dimaksud dengan Lubuk Larangan menurut cerita yang kamu baca?

3. Lengkapi tabel berikut berdasarkan cerita 'Hikayat Lubuk Larangan'!

Ruang tabel jawaban

Untuk nomor 1-2: tulis jawabanmu dalam 1-3 kalimat lengkap di bawah setiap pertanyaan. Untuk nomor 3: lengkapi tabel dengan 3 kolom (Pantangan Lubuk Larangan | Akibat Melanggar Pantangan | Manfaat Aturan Adat Lubuk Larangan). Isi setiap kolom dengan informasi yang kamu temukan dari cerita.

Kegiatan 2: Menganalisis Nilai-Nilai dalam Cerita

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Pengalaman dan pengetahuan tentang daerahmu

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Renungkan kembali cerita 'Hikayat Lubuk Larangan' yang sudah kamu baca.
  2. Pikirkan nilai-nilai positif apa yang dapat kamu pelajari dari cerita tersebut.
  3. Nilai-nilai bisa berupa sikap, perilaku, atau pelajaran hidup yang baik.
  4. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur berdasarkan pemahamanmu.

Pertanyaan:

1. Menurutmu, nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam cerita 'Hikayat Lubuk Larangan'? Sebutkan minimal 3 nilai dan jelaskan!

2. Bagaimana sikap masyarakat Mandailing Natal terhadap aturan adat Lubuk Larangan? Apa yang membuat mereka mematuhi aturan tersebut?

3. Apakah di daerahmu ada aturan atau kearifan lokal yang mirip dengan Lubuk Larangan? Ceritakan!

Tulis jawabanmu dalam bentuk paragraf untuk nomor 1-2 (minimal 3-5 kalimat per jawaban). Untuk nomor 3, siapkan ceritamu untuk didiskusikan dengan teman sebangku atau kelompok kecil. Tuliskan poin-poin pentingnya di kolom jawaban.

Kegiatan 3: Menyampaikan Pendapat dan Perasaan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kreativitas dan kejujuran dalam mengungkapkan perasaan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya kamu menyampaikan pendapat dan perasaanmu tentang aturan adat Lubuk Larangan.
  2. Gunakan kalimat yang jelas, santun, dan lengkap.
  3. Ungkapkan dengan jujur apa yang kamu rasakan dan pikirkan setelah membaca cerita ini.
  4. Kamu boleh setuju, mengagumi, atau bahkan bertanya-tanya tentang aturan tersebut.

Pertanyaan:

1. Bagaimana perasaanmu setelah membaca cerita 'Hikayat Lubuk Larangan'? (Misalnya: kagum, terinspirasi, penasaran, bangga, atau perasaan lainnya)

2. Apa pendapatmu tentang penetapan aturan adat Lubuk Larangan? Apakah menurutmu aturan seperti ini penting? Mengapa?

3. Jika kamu adalah warga di daerah Lubuk Larangan, apa yang akan kamu lakukan untuk mendukung pelestarian aturan adat tersebut?

Tuliskan jawabanmu dalam bentuk paragraf (minimal 4-6 kalimat per jawaban). Gunakan bahasa yang sopan dan jelas. Kamu boleh menambahkan contoh atau pengalaman pribadi untuk memperkuat pendapatmu.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari dari cerita 'Hikayat Lubuk Larangan' hari ini?

2. Bagaimana cerita ini mengubah cara pandangmu tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghormati kearifan lokal?

3. Apa yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-harimu setelah mempelajari nilai-nilai dari cerita rakyat ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.