LKPDPertemuan 6Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Membaca Fasih Kata Pola Kompleks Tiga Suku Kata atau Lebih dalam Kalimat Teks Cerita Rakyat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Membaca Fasih Kata Pola Kompleks Tiga Suku Kata atau Lebih dalam Kalimat Teks Cerita Rakyat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Membaca Fasih Kata Pola Kompleks Tiga Suku Kata atau Lebih dalam Kalimat Teks Cerita Rakyat

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Membaca Fasih Kata Pola Kompleks Tiga Suku Kata atau Lebih dalam Kalimat Teks Cerita Rakyat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase Fase C / Kelas 6
TopikMembaca Fasih Kata Pola Kompleks Tiga Suku Kata atau Lebih dalam Kalimat Teks Cerita Rakyat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari teks sastra cerita rakyat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap teks cerita rakyat dan daftar kata yang disediakan dengan saksama.
  • Latih kelancaran membaca secara mandiri terlebih dahulu sebelum membaca berpasangan bersama teman sebangku.
  • Fokuskan perhatian pada kelancaran dan kefasihan membaca setiap kata berpola kompleks tanpa tersendat atau mengeja.
  • Gunakan lembar centang yang tersedia untuk mencatat hasil pengamatan membaca bersama teman.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal dan Melatih Kata Berpola Kompleks Cerita Rakyat

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks daftar kata kompleks cerita rakyat
  • Alat tulis/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati daftar 6 kata berpola kompleks (tiga suku kata atau lebih dengan kombinasi konsonan rangkap/vokal rangkap) yang diambil dari cerita rakyat Nusantara berikut: 1. Mengkhianati, 2. Menyembunyikan, 3. Kemasyhuran, 4. Mempersilakan, 5. Kebijaksanaan, 6. Kesengsaraan.
  2. Ucapkan dan baca secara mandiri tiap kata secara berulang hingga lancar.
  3. Bacakan keenam kata tersebut secara lantang dan bergiliran di hadapan pasanganmu.
  4. Berikan tanda centang (V) pada tabel pengamatan apabila temanmu membaca kata tersebut dengan fasih (lancar langsung dalam satu kali baca tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu).

Pertanyaan:

1. Bacakan daftar 6 kata berikut kepada pasangan belajarmu:

  1. Mengkhianati,
  2. Menyembunyikan,
  3. Kemasyhuran,
  4. Mempersilakan,
  5. Kebijaksanaan,
  6. Kesengsaraan. Tuliskan hasil keterbacaan fasih temanmu pada tabel yang disediakan!
Ruang tabel jawaban

Tabel 3 Kolom: Kolom 1 (No: 1-6), Kolom 2 (Kata Kompleks: Mengkhianati, Menyembunyikan, Kemasyhuran, Mempersilakan, Kebijaksanaan, Kesengsaraan), Kolom 3 (Ketercapaian Membaca Fasih: Beri tanda centang [V] Lancar Tanpa Mengeja / tanda silang [X] Masih Mengeja atau Terbata-bata).

Kegiatan 2: Membaca Fasih Kata Kompleks dalam Konteks Kalimat Cerita Rakyat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kutipan kalimat teks cerita rakyat
  • Buku catatan dan pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 4 kalimat kutipan cerita rakyat berikut secara mandiri:
  2. Kalimat A: 'Patih itu dituduh berniat mengkhianati titah sang raja demi kekuasaan pribadi.'
  3. Kalimat B: 'Putri Tandampalik berusaha menyembunyikan kesedihannya di tepi danau yang sunyi.'
  4. Kalimat C: 'Kemasyhuran pendekar bijak itu terdengar hingga ke seluruh penjuru pelosok negeri.'
  5. Kalimat D: 'Para pengawal istana segera mempersilakan tetamu agung memasuki ruang perjamuan.'
  6. Secara bergantian, bacakan setiap kalimat dengan lantang di depan pasanganmu, pusatkan kefasihan pada kata-kata berpola kompleks yang bergaris bawah.
  7. Tandai pada lembar catatan apakah kalimat dan kata target terbaca utuh dan fasih.

Pertanyaan:

1. Bacakan Kalimat A dan Kalimat B dengan fasih di hadapan pasanganmu tanpa mengulang kata target yang bergaris bawah!

2. Bacakan Kalimat C dan Kalimat D dengan fasih di hadapan pasanganmu tanpa mengulang kata target yang bergaris bawah!

Format isian verifikasi teman: Tuliskan nama pembaca, lalu tuliskan status pembacaan untuk Kalimat A, B, C, dan D dengan memilih opsi: 'Fasih/Lancar' atau 'Perlu Latihan Ulang' berdasarkan kelancaran pelafalan kata kompleks.

Kegiatan 3: Tantangan Membaca Fasih Paragraf Kisah Nusantara

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks paragraf cerita rakyat nusantara
  • Pena/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah paragraf cerita rakyat berikut dalam hati terlebih dahulu: 'Raja Datu Malingling memerintah dengan penuh kebijaksanaan sehingga rakyat terbebas dari jerat kesengsaraan. Suatu hari, seorang saudagar datang menyembunyikan kabar buruk tentang musuh yang berniat mengkhianati sumpah perdamaian. Namun, berkat kemasyhuran pasukannya, baginda dengan tenang mempersilakan utusan musuh datang untuk berunding secara damai.'
  2. Lakukan pembacaan nyaring secara bergiliran di hadapan guru atau teman kelompok.
  3. Pastikan seluruh 6 kata berpola kompleks (kebijaksanaan, kesengsaraan, menyembunyikan, mengkhianati, kemasyhuran, mempersilakan) terbaca mengalir dan fasih.

Pertanyaan:

1. Lakukan pembacaan nyaring seluruh paragraf di atas secara langsung. Berapa jumlah kata berpola kompleks dari keenam kata target yang berhasil kamu baca dengan fasih dalam satu kali percobaan tanpa pengulangan?

Format isian skor pembacaan: Tuliskan angka jumlah kata target yang terbaca fasih (... dari 6 kata) dan catat kata mana yang masih membutuhkan pengulangan bacaan.

REFLEKSI

1. Kata berpola kompleks mana dalam cerita rakyat tadi yang paling mudah kamu baca dengan fasih?

2. Kata berpola kompleks mana yang masih terasa menantang untuk dibaca lancar dalam satu tarikan napas?

3. Apa yang membantumu bisa membaca kata panjang dan berkombinasi konsonan rangkap secara fasih tanpa mengeja?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.