LKPDPertemuan 4Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Membaca Fasih Kata Pola Kombinasi Konsonan Bergabung (kl-, pr-, tr-) dalam Teks Cerita Rakyat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Membaca Fasih Kata Pola Kombinasi Konsonan Bergabung (kl-, pr-, tr-) dalam Teks Cerita Rakyat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Membaca Fasih Kata Pola Kombinasi Konsonan Bergabung (kl-, pr-, tr-) dalam Teks Cerita Rakyat

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Membaca Fasih Kata Pola Kombinasi Konsonan Bergabung (kl-, pr-, tr-) dalam Teks Cerita Rakyat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMembaca Fasih Kata Pola Kombinasi Konsonan Bergabung (kl-, pr-, tr-) dalam Teks Cerita Rakyat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari teks sastra cerita rakyat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bekerjalah bersama teman pasanganmu secara bergantian untuk menyimak dan melatih kefasihan membaca kata.
  • Fokuskan latihan pada kelancaran membaca kata tanpa mengeja, tanpa jeda terputus, dan tanpa mengulang kata.
  • Gunakan lembar kerja ini untuk mencatat ketercapaian membaca fasih bersama teman.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Melatih Kefasihan Membaca Kata Pola kl-, pr-, dan tr-

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Daftar kata pola kl-, pr-, tr- pada lembar LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan daftar 9 kata yang memuat kombinasi konsonan kl-, pr-, dan tr- di bawah ini.
  2. Duduklah berpasangan. Murid A membaca kata-kata tersebut secara nyaring, dan Murid B menyimak kelancarannya.
  3. Lakukan bergantian: Murid B membaca seluruh kata, dan Murid A menyimak kelancarannya.
  4. Beri tanda centang (V) pada lembar jika kata dibaca lancar langsung dalam satu kali baca tanpa mengeja dan tanpa mengulang.

Pertanyaan:

1. Bacalah secara nyaring daftar 9 kata berikut bersama teman pasanganmu:

  1. klasik,
  2. klarifikasi,
  3. kliring,
  4. prajurit,
  5. prasasti,
  6. prabu,
  7. tradisi,
  8. tragedi,
  9. terompet/trompet. Tuliskan jumlah kata yang berhasil dibaca dengan fasih (lancar dalam satu kali baca tanpa mengeja dan tanpa mengulang) olehmu dan pasanganmu pada tabel pengamatan.
Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Daftar Kata: klasik, klarifikasi, kliring, prajurit, prasasti, prabu, tradisi, tragedi, trompet), Kolom 2 (Hasil Bacaanku: Fasih / Belum Fasih), Kolom 3 (Hasil Bacaan Teman: Fasih / Belum Fasih).

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menemukan dan Membaca Fasih Kata dalam Kalimat Cerita Rakyat

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks kalimat cerita rakyat pada LKPD
  • Pensil/pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cuplikan kalimat-kalimat dari kisah cerita rakyat nusantara berikut ini secara mandiri terlebih dahulu di dalam hati.
  2. Temukan kata yang memuat kombinasi konsonan kl-, pr-, atau tr- dalam masing-masing kalimat, lalu tuliskan kata tersebut.
  3. Bacakan kalimat tersebut dengan nyaring dan fasih di hadapan teman pasanganmu tanpa terbata-bata pada kata berkombinasi konsonan tersebut.

Pertanyaan:

1. Temukan kata yang memuat kombinasi huruf kl-, pr-, atau tr- pada kalimat cerita rakyat berikut, lalu bacalah kata tersebut dengan fasih: Kalimat A: Sang Prabu duduk di singgasana mendengarkan laporan para pengawal. Kalimat B: Pasukan prajurit berbaris rapi menjaga gerbang istana. Kalimat C: Upacara tradisi penyerahan pusaka diadakan setiap tahun. Kalimat D: Klenting Kuning berjalan menuju tepi sungai sambil membawa bakul. Tuliskan keempat kata tersebut ke dalam tabel dan tandai status kelancaran membacanya.

Tabel 4 baris: Baris Kalimat A, B, C, D dengan 3 kolom: (1) Kalimat, (2) Kata Pola Konsonan Ditemukan, (3) Keterangan Membaca (Lancar/Fasih atau Terbata-bata).

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Membaca Fasih Paragraf Utuh Cerita Rakyat

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kutipan teks cerita rakyat pada lembar LKPD
  • Format ceklis pengamatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan cerita rakyat 'Kisah dari Negeri Seberang' berikut ini secara saksama.
  2. Teks bacaan: 'Pada zaman dahulu, seorang Prabu yang bijaksana memimpin sebuah kerajaan makmur. Seluruh rakyat menjunjung tinggi tradisi leluhur. Ketika musim panen tiba, para prajurit ikut membantu warga desa. Suatu hari, terdengar kabar tentang klenteng tua di perbukitan yang menyimpan prasasti kuno. Sang Prabu mengutus utusan terbaik untuk menjaga peninggalan tersebut dengan penuh tanggung jawab.'
  3. Lakukan unjuk membaca nyaring bergantian secara berpasangan.
  4. Simak kefasihan temanmu ketika melafalkan kata-kata: Prabu, tradisi, prajurit, klenteng, dan prasasti.

Pertanyaan:

1. Bacalah paragraf cerita rakyat di atas secara nyaring bersama pasanganmu. Tuliskan 5 kata berkombinasi konsonan (kl-, pr-, tr-) yang terdapat pada paragraf tersebut dan berikan penilaian kefasihan membacanya berdasarkan pengamatan pasanganmu!

Ruang tabel jawaban

Tabel pengamatan membaca paragraf berisikan 5 baris kata: (1) Nomor, (2) Kata yang Dibaca, (3) Ceklis Kefasihan Membaca (Fasih: tanpa jeda/mengeja | Kurang Fasih: terbata-bata/mengeja). Diikuti kolom catatan pengamat sebaya.

REFLEKSI

1. Kata dengan kombinasi konsonan mana (kl-, pr-, atau tr-) yang menurutmu paling mudah dibaca dengan fasih?

2. Bagian mana yang masih membuatmu ragu atau terbata-bata saat membaca kata berkombinasi konsonan, dan bagaimana caramu melatihnya kembali?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.