LKPDPertemuan 23Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menyempurnakan Teks Sederhana Cerita Rakyat Hasil Imajinasi dengan Rangkaian Kalimat Kompleks dan Kosakata Pilihan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Menyempurnakan Teks Sederhana Cerita Rakyat Hasil Imajinasi dengan Rangkaian Kalimat Kompleks dan Kosakata Pilihan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menyempurnakan Teks Sederhana Cerita Rakyat Hasil Imajinasi dengan Rangkaian Kalimat Kompleks dan Kosakata Pilihan

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 Pertemuan 23

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menyempurnakan Teks Sederhana Cerita Rakyat Hasil Imajinasi dengan Rangkaian Kalimat Kompleks dan Kosakata Pilihan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenyempurnakan Teks Sederhana Cerita Rakyat Hasil Imajinasi dengan Rangkaian Kalimat Kompleks dan Kosakata Pilihan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menulis teks sederhana cerita rakyat berdasarkan imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif
  2. Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif dalam tulisan cerita rakyat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi kerja dengan cermat dan saksama.
  • Gunakan kosakata bermakna denotatif (arti sebenarnya) dan konotatif (makna kiasan) yang telah dipelajari pada bab ini.
  • Susunlah cerita rakyat imajinasimu dengan merangkaikan kalimat kompleks (menggunakan kata hubung bertingkat atau setara seperti: ketika, karena, meskipun, sehingga, lalu).
  • Tuliskan hasil karyamu dengan rapi pada ruang kerja yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Kosakata Denotatif dan Konotatif untuk Cerita

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 6 Bab 2
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 3 pasang kosakata yang disediakan: 'lubuk' (denotatif & konotatif), 'cangkang' (denotatif & konotatif), dan 'masyhur' (denotatif & konotatif).
  2. Tuliskan masing-masing 1 kalimat kompleks imajinatif untuk cerita rakyat menggunakan kata berpasangan makna tersebut.

Pertanyaan:

1. Buatlah satu kalimat kompleks imajinatif untuk cerita rakyat menggunakan kata 'lubuk' dalam makna denotatif (bagian sungai yang dalam) dan satu kalimat kompleks lain dengan 'lubuk' dalam makna konotatif (lubuk hati / perasaan terdalam)!

2. Buatlah satu kalimat kompleks imajinatif untuk cerita rakyat menggunakan kata 'cangkang' dalam makna denotatif (kulit keras pelindung hewan) dan satu kalimat kompleks lain dengan kata 'cangkang' dalam makna konotatif (pelindung diri / kungkungan sifat kaku)!

3. Buatlah satu kalimat kompleks imajinatif untuk cerita rakyat menggunakan kata 'masyhur' dalam makna denotatif (terkenal/dikenal luas) dan satu kalimat kompleks lain yang memadukannya dengan kata 'buah bibir' sebagai makna konotatif (menjadi bahan pembicaraan)!

Format isian pada lembar kerja berupa 3 kotak bernomor; tiap nomor memuat 2 baris jawaban: baris (a) Kalimat Kompleks Makna Denotatif dan baris (b) Kalimat Kompleks Makna Konotatif.

Kegiatan 2: Mengembangkan Rangkaian Kalimat Kompleks Cerita Rakyat

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kembangkan sebuah adegan cerita rakyat hasil imajinasimu ke dalam rangkaian kalimat kompleks.
  2. Rangkaikan setidaknya 3 gagasan peristiwa menjadi 3 kalimat kompleks yang saling terhubung secara runtut menggunakan konjungsi (seperti: ketika, saat, walaupun, karena, sehingga, setelah).
  3. Sertakan sedikitnya 1 kata bermakna denotatif dan 1 kata bermakna konotatif pada rangkaian kalimat tersebut.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 3 kalimat kompleks berurutan yang menggambarkan peristiwa penting dalam cerita rakyat imajinasimu (mengandung tokoh khayalan, sebab-akibat atau urutan waktu, serta memuat kosakata denotatif dan konotatif yang telah dipilih)!

Format uraian bergaris 5-6 baris dengan panduan penandaan: garis bawahi kata hubung (konjungsi) kompleks, beri tanda bintang (*) pada kata bermakna denotatif, dan tanda pagar (#) pada kata bermakna konotatif.

Kegiatan 3: Menulis dan Menyempurnakan Teks Sederhana Cerita Rakyat Imajinasi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tuliskan sebuah teks cerita rakyat sederhana hasil imajinasimu secara utuh (terdiri atas 1-2 paragraf padu).
  2. Gunakan seluruhnya rangkaian kalimat kompleks (minimal 4 kalimat kompleks dalam teks).
  3. Gunakan minimal 2 kosakata bermakna denotatif dan 2 kosakata bermakna konotatif yang tepat di dalam alur cerita.
  4. Pastikan tulisan memuat unsur tokoh imajinasi dan alur kejadian imajinatif.
  5. Selesaikan tulisan, lakukan pemeriksaan mandiri, lalu jawab pertanyaan refleksi pada akhir lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Tuliskan teks sederhana cerita rakyat hasil imajinasimu dengan rangkaian kalimat kompleks yang kreatif serta memadukan kosakata denotatif dan konotatif pilihan!

Kolom berbingkai 'Pojok Cerita Rakyat Imajinasi' sepanjang 1 halaman bergaris untuk menuliskan judul cerita dan narasi teks cerita rakyat.

REFLEKSI

1. Bagaimana cara kamu memilih kosakata denotatif dan konotatif agar cerita rakyat imajinasimu terasa lebih hidup dan menarik?

2. Bagian mana dari merangkai kalimat kompleks yang paling menantang bagimu saat menyusun cerita tadi, dan bagaimana kamu menyelesaikannya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.