LKPDPertemuan 21Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menulis Bagian Tengah (Konflik dan Puncak Masalah) Teks Cerita Rakyat Berdasarkan Imajinasi dengan Kosakata Konotatif

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Menulis Bagian Tengah (Konflik dan Puncak Masalah) Teks Cerita Rakyat Berdasarkan Imajinasi dengan Kosakata Konotatif".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menulis Bagian Tengah (Konflik dan Puncak Masalah) Teks Cerita Rakyat Berdasarkan Imajinasi dengan Kosakata Konotatif

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 Pertemuan 21

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menulis Bagian Tengah (Konflik dan Puncak Masalah) Teks Cerita Rakyat Berdasarkan Imajinasi dengan Kosakata Konotatif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenulis Bagian Tengah (Konflik dan Puncak Masalah) Teks Cerita Rakyat Berdasarkan Imajinasi dengan Kosakata Konotatif
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menulis teks sederhana cerita rakyat berdasarkan imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif
  2. Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif dalam tulisan cerita rakyat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi kerja dan contoh yang disajikan dengan saksama.
  • Gunakan daya imajinasimu untuk merancang kejadian menegangkan dalam cerita rakyat.
  • Manfaatkan kosakata bermakna konotatif yang tersedia untuk memperkuat penggambaran suasana dan emosi tokoh.
  • Rangkaikan kalimat-kalimatmu menjadi kalimat kompleks menggunakan kata hubung yang tepat (seperti: ketika, sehingga, meskipun, karena).
  • Kerjakan secara mandiri atau diskusikan ide bersama teman sebangku sesuai arahan guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Kosakata Konotatif dan Rangkaian Kalimat Kompleks

Estimasi: 15 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis/lembar kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan 4 kosakata konotatif berikut: 'gelap mata' (sangat marah hingga lupa diri), 'kebakaran jenggot' (panik luar biasa), 'lapang dada' (ikhlas menerima), dan 'bermuka dua' (tidak jujur/berkhianat).
  2. Buatlah 1 kalimat kompleks untuk masing-masing kosakata tersebut yang menggambarkan situasi menegangkan dalam cerita rakyat imajinasimu.
  3. Gunakan kata hubung bertingkat (misalnya: 'ketika', 'karena', 'meskipun', 'sehingga') pada setiap kalimat.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 1 kalimat kompleks menggunakan kosakata konotatif 'gelap mata' untuk menggambarkan tokoh yang sedang menghadapi masalah!

2. Tuliskan 1 kalimat kompleks menggunakan kosakata konotatif 'kebakaran jenggot' untuk menggambarkan kepanikan tokoh!

3. Tuliskan 1 kalimat kompleks menggunakan kosakata konotatif 'bermuka dua' untuk menggambarkan pengkhianatan dalam cerita!

4. Tuliskan 1 kalimat kompleks menggunakan kosakata konotatif 'lapang dada' untuk menggambarkan sikap tokoh dalam menghadapi ujian!

Tuliskan jawaban pada format daftar bernomor 1 sampai 4 di lembar kerja masing-masing dengan garis bawah pada kosakata konotatif yang digunakan.

Kegiatan 2: Menyusun Kerangka Konflik dan Puncak Masalah Cerita Rakyat

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Format tabel kerangka cerita pada lembar kerja
  • Pensil/pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan kelanjutan cerita rakyat yang sedang kamu kembangkan berdasarkan imajinasi.
  2. Rancang bagian tengah cerita yang memuat: (1) pemicu konflik, (2) masalah yang mulai memanas, dan (3) puncak ketegangan (klimaks).
  3. Lengkapilah tabel perencanaan kerangka cerita dengan menyertakan rencana penggunaan kosakata konotatif pada setiap tahap masalah.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel rancangan kerangka bagian tengah cerita rakyat (konflik hingga klimaks) sesuai imajinasimu dengan menyertakan kosakata konotatif yang akan digunakan!

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 3 baris dengan kolom: (1) Tahapan Cerita (Pemicu Konflik, Masalah Memanas, Puncak Masalah), (2) Peristiwa Imajinasi, (3) Kosakata Konotatif yang Dipilih, (4) Rencana Kalimat Kompleks.

Kegiatan 3: Menulis Bagian Tengah Teks Cerita Rakyat Berdasarkan Imajinasi

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar bergaris LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kembangkan rancangan kerangka dari Kegiatan 2 menjadi teks utuh bagian tengah cerita rakyat (konflik dan puncak masalah).
  2. Tulisan terdiri atas 2 sampai 3 paragraf dengan kriteria:
  3. 1. Berisi rangkaian kalimat kompleks secara kreatif (minimal 3 kalimat bertingkat dengan kata penghubung seperti: ketika, sehingga, karena, walaupun).
  4. 2. Menggunakan minimal 2 kosakata konotatif secara tepat untuk menghidupkan suasana cerita.
  5. 3. Memuat peristiwa yang menunjukkan ketegangan masalah secara runut.
  6. Selesaikan tulisan dan lanjutkan dengan menjawab pertanyaan refleksi pada 10 menit terakhir.

Pertanyaan:

1. Tuliskan bagian tengah cerita rakyat (konflik dan klimaks) hasil imajinasimu dalam 2-3 paragraf dengan memenuhi kriteria kalimat kompleks dan kosakata konotatif!

Tuliskan karangan 2-3 paragraf pada lembar garis yang disediakan dengan memberi tanda garis bawah pada kosakata konotatif dan tanda kurung siku [ ... ] pada kata hubung kalimat kompleks.

REFLEKSI

1. Bagaimana penggunaan kosakata konotatif membantumu menggambarkan ketegangan atau emosi tokoh dalam cerita rakyat yang kamu tulis?

2. Bagian mana dari pembuatan kalimat kompleks dalam cerita tadi yang paling menantang bagimu? Mengapa?

3. Apa hal baru yang kamu rasakan saat menyusun cerita berdasarkan imajinasimu sendiri hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.