LKPDPertemuan 17Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menggunakan Kosakata Baru Bermakna Konotatif dalam Kalimat Situasi Emosional Cerita Rakyat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Menggunakan Kosakata Baru Bermakna Konotatif dalam Kalimat Situasi Emosional Cerita Rakyat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menggunakan Kosakata Baru Bermakna Konotatif dalam Kalimat Situasi Emosional Cerita Rakyat

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 Pertemuan 17

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menggunakan Kosakata Baru Bermakna Konotatif dalam Kalimat Situasi Emosional Cerita Rakyat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenggunakan Kosakata Baru Bermakna Konotatif dalam Kalimat Situasi Emosional Cerita Rakyat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif dan konotatif dalam tulisan cerita rakyat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa dan tuliskan identitasmu sebelum mulai mengerjakan lembar kerja.
  • Perhatikan kosakata yang disediakan dalam kotak kata serta situasi cerita rakyat yang menjadi latar latihan.
  • Gunakan kosakata bermakna denotatif (makna sebenarnya) dan konotatif (makna kiasan) secara tepat dalam menyusun kalimat tulisan cerita rakyat.
  • Bekerjalah dengan teliti dan tanyakan kepada gurumu bila ada petunjuk yang belum jelas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyusun Kalimat Denotatif dan Konotatif Berpasangan

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis/lembar kerja cetak
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati 3 kosakata yang disediakan: 'bergetar', 'membakar', dan 'gelap'.
  2. Untuk setiap kata, buatlah 2 kalimat berbeda dengan latar peristiwa cerita rakyat: satu kalimat menggunakan makna denotatif (makna lugas/sebenarnya) dan satu kalimat menggunakan makna konotatif (makna kias/emosional).
  3. Tuliskan kalimat buatanmu pada baris yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Gunakan kata 'bergetar' ke dalam: (a) 1 kalimat tulisan cerita rakyat bermakna denotatif, dan (b) 1 kalimat tulisan cerita rakyat bermakna konotatif!

2. Gunakan kata 'membakar' ke dalam: (a) 1 kalimat tulisan cerita rakyat bermakna denotatif, dan (b) 1 kalimat tulisan cerita rakyat bermakna konotatif!

3. Gunakan kata 'gelap' ke dalam: (a) 1 kalimat tulisan cerita rakyat bermakna denotatif, dan (b) 1 kalimat tulisan cerita rakyat bermakna konotatif!

Format isian untuk masing-masing butir nomor 1 sampai 3: baris bertanda (a) Kalimat Denotatif: [tulis kalimat di sini], baris bertanda (b) Kalimat Konotatif: [tulis kalimat di sini].

Kegiatan 2: Melengkapi Bagian Cerita Rakyat dengan Kosakata Konotatif

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis/lembar kerja cetak
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah kata konotatif yang tepat dari kotak pilihan kata berikut: [darah tinggi, berlapang dada, berat hati, buah bibir, makan hati].
  2. Gunakan kata-kata tersebut untuk melengkapi kalimat-kalimat situasi cerita rakyat di bawah ini agar menggambarkan suasana batin/emosi tokoh dengan tepat.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah rumpang kalimat situasi cerita rakyat berikut: 'Dengan perasaan ..................., sang prabu harus melepas kepergian putranya menjelajahi hutan terlarang.'

2. Lengkapilah rumpang kalimat situasi cerita rakyat berikut: 'Mendengar perlakuan semena-mena dari saudagar pelit itu, warga desa hanya bisa menahan rasa marah dan ...................'

3. Lengkapilah rumpang kalimat situasi cerita rakyat berikut: 'Keberanian pemuda desa menaklukkan naga penjaga telaga seketika menjadi ................... di seluruh pelosok negeri.'

4. Lengkapilah rumpang kalimat situasi cerita rakyat berikut: 'Meski kehilangan seluruh ladangnya yang terendam air telaga, Kyai Pasir berusaha ................... menerima takdirnya.'

Tuliskan kata pilihan yang tepat pada titik-titik rumpang di masing-masing butir kalimat nomor 1 sampai 4.

Kegiatan 3: Menulis Rangkaian Kalimat Cerita Rakyat Menggunakan Kosakata Konotatif dan Denotatif

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja bergaris
  • Pulpen dan penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan adegan menegangkan atau mengharukan dalam cerita rakyat yang pernah kamu pelajari (seperti kisah Kyai dan Nyai Pasir atau cerita rakyat lainnya).
  2. Tuliskan sebuah paragraf pendek berisi 4-5 kalimat untuk menggambarkan situasi adegan tersebut.
  3. Di dalam tulisanmu, WAJIB menggunakan: (1) minimal 1 kosakata bermakna denotatif yang jelas, dan (2) minimal 2 kosakata bermakna konotatif yang menggambarkan emosi tokoh/suasana.
  4. Garis bawahi kosakata denotatif dengan 1 garis lurus, dan garis bawahi kosakata konotatif dengan 2 garis lurus.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 1 paragraf adegan cerita rakyat (4-5 kalimat) yang menggunakan minimal 1 kata bermakna denotatif dan minimal 2 kata bermakna konotatif sesuai petunjuk!

Format lembar tulisan: 1 kotak paragraf bergaris (4-5 kalimat). Di bawah paragraf, sediakan keterangan: Kata Denotatif yang digunakan = [....], Kata Konotatif yang digunakan = [...., ....].

REFLEKSI

1. Bagaimana caramu membedakan saat sebuah kata digunakan dengan makna sebenarnya (denotatif) atau makna kiasan (konotatif) dalam sebuah kalimat cerita?

2. Menurutmu, mengapa penggunaan kosakata bermakna konotatif membuat cerita rakyat yang kamu tulis terasa lebih hidup dan menyentuh perasaan pembaca?

3. Kosakata konotatif mana yang paling kamu sukai saat menulis latihan tadi? Tuliskan alasanmu!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.