LKPDPertemuan 13Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Makna Denotatif dan Konotatif: Penerapan dalam Menulis dan Berbicara tentang Cerita Rakyat Nusantara

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Makna Denotatif dan Konotatif: Penerapan dalam Menulis dan Berbicara tentang Cerita Rakyat Nusantara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Makna Denotatif dan Konotatif: Penerapan dalam Menulis dan Berbicara tentang Cerita Rakyat Nusantara

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 13

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Makna Denotatif dan Konotatif: Penerapan dalam Menulis dan Berbicara tentang Cerita Rakyat Nusantara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMakna Denotatif dan Konotatif: Penerapan dalam Menulis dan Berbicara tentang Cerita Rakyat Nusantara
Alokasi Waktu70 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menggunakan kosakata bermakna denotatif dan konotatif secara tepat dalam revisi tulisan cerita rakyat yang telah dibuat sebelumnya. (elemen: Menulis)
  2. Murid mampu mempresentasikan cerita rakyat sederhana yang telah ditulis di depan kelas dengan ekspresi dan pilihan kata yang indah dan menarik. (elemen: Berbicara dan Mempresentasikan)

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah LKPD ini dengan saksama sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan dari nomor 1 sampai 3.
  • Tanyakan kepada guru jika ada petunjuk yang kurang jelas.
  • Gunakan bahasa yang santun saat berdiskusi dan presentasi.
  • Kumpulkan LKPD yang sudah diisi lengkap pada akhir pertemuan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Berburu Makna: Denotatif vs Konotatif

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kutipan cerita rakyat 'Malin Kundang' (disediakan guru)
  • Tulisan cerita rakyat pribadi dari pertemuan sebelumnya
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan cerita rakyat 'Malin Kundang' yang dibagikan guru.
  2. Temukan 3 kalimat yang mengandung makna denotatif (makna sebenarnya/lugas) dan 3 kalimat yang mengandung makna konotatif (makna kiasan/tidak sebenarnya).
  3. Tuliskan kalimat-kalimat tersebut ke dalam tabel yang disediakan beserta maknanya.
  4. Setelah itu, carilah 2 contoh dari tulisan cerita rakyat yang kamu buat pada pertemuan sebelumnya. Identifikasi apakah kalimat itu bermakna denotatif atau konotatif.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel berikut berdasarkan kutipan cerita rakyat yang dibacakan.

Ruang tabel jawaban

2. Dari tulisan cerita rakyatmu sendiri, tuliskan 2 kalimat asli yang kamu buat. Tentukan apakah kalimat itu bermakna denotatif atau konotatif, lalu jelaskan maknanya.

Tabel 2 bagian: (A) 3 baris denotatif: No, Kalimat, Makna; (B) 3 baris konotatif: No, Kalimat, Makna. Lalu di bawah tabel: tulis 2 kalimat dari tulisan sendiri, dan analisis maknanya.

Kegiatan 2: Sentuhan Ajaib: Revisi Cerita Rakyatku

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Tulisan cerita rakyat pribadi
  • Alat tulis
  • Buku catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca kembali seluruh cerita rakyat yang kamu tulis pada pertemuan sebelumnya.
  2. Pilihlah 3 bagian cerita (misalnya pengenalan tokoh, konflik, atau penyelesaian) yang menurutmu dapat diperindah dengan menambahkan kata-kata konotatif atau memperjelas dengan kata-kata denotatif.
  3. Tuliskan bagian asli dan bagian yang sudah direvisi dalam tabel. Jelaskan juga apakah perubahan itu menambahkan makna konotatif atau memperjelas makna denotatif.
  4. Diskusikan hasil revisimu dengan teman sebangku. Beri masukan dan terima masukan untuk menyempurnakan cerita.

Pertanyaan:

1. Tuliskan revisi yang kamu lakukan pada tiga bagian cerita rakyatmu dalam tabel berikut.

Ruang tabel jawaban

2. Setelah berdiskusi dengan teman, tuliskan satu masukan dari teman yang kamu terima dan bagaimana kamu akan menindaklanjutinya.

Tabel dengan 4 kolom: No, Bagian Cerita, Kalimat Asli, Kalimat Setelah Revisi, Jenis Makna (Denotatif/Konotatif), dan penjelasan singkat. Kemudian tulis masukan teman dan rencana tindak lanjut.

Kegiatan 3: Panggung Cerita: Persiapan Presentasi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cerita rakyat yang sudah direvisi
  • Kartu kecil untuk catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Setelah merevisi cerita rakyatmu, siapkan dirimu untuk mempresentasikannya di depan kelas.
  2. Tandai 3–5 kata atau frasa bermakna konotatif dalam cerita revisimu yang akan kamu bacakan dengan ekspresi khusus (misalnya nada bicara lebih tinggi, lebih lambat, atau ekspresi wajah tertentu).
  3. Berlatihlah membacakan cerita yang sudah direvisi dengan suara yang jelas, intonasi yang tepat, dan ekspresi yang sesuai. Kamu boleh berlatih di tempat dudukmu sendiri atau bersama teman.
  4. Siapkan satu kartu kecil berisi kata-kata kunci atau kalimat pembuka yang indah untuk memulai presentasimu.

Pertanyaan:

1. Pilihlah 3 kalimat revisimu yang paling menarik. Tuliskan ekspresi atau intonasi yang akan kamu gunakan saat membacakannya.

Ruang tabel jawaban

2. Tuliskan kalimat pembuka yang akan kamu gunakan untuk mempresentasikan cerita rakyatmu di depan kelas.

Tabel 2 kolom: Kalimat Pilihan dan Rencana Ekspresi/Intonasi. Kemudian baris untuk menuliskan kalimat pembuka presentasi.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari tentang perbedaan makna denotatif dan konotatif dari kegiatan ini?

2. Bagaimana perasaanmu setelah merevisi cerita rakyatmu sendiri dengan menambahkan kata-kata konotatif? Apakah tulisannya terasa lebih indah? Mengapa?

3. Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat mempresentasikan cerita rakyat dengan ekspresi dan pilihan kata yang indah? Bagaimana cara kamu mengatasinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.