LKPDPertemuan 12Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Makna Denotatif dan Konotatif dalam Cerita Rakyat: Menemukan Makna dalam 'Legenda Telaga Sarangan'

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Makna Denotatif dan Konotatif dalam Cerita Rakyat: Menemukan Makna dalam 'Legenda Telaga Sarangan'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Makna Denotatif dan Konotatif dalam Cerita Rakyat: Menemukan Makna dalam 'Legenda Telaga Sarangan'

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 12

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Makna Denotatif dan Konotatif dalam Cerita Rakyat: Menemukan Makna dalam 'Legenda Telaga Sarangan'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMakna Denotatif dan Konotatif dalam Cerita Rakyat: Menemukan Makna dalam 'Legenda Telaga Sarangan'
Alokasi Waktu2 x 35 menit (70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menemukan dan membedakan kalimat bermakna denotatif dan konotatif dalam teks cerita rakyat 'Legenda Telaga Sarangan' dengan tepat.
  2. Murid mampu menjelaskan makna denotatif dan konotatif dari kalimat-kalimat yang ditemukan dalam cerita rakyat secara tertulis menggunakan kalimat yang jelas.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan saksama sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan secara individu terlebih dahulu, kemudian diskusikan dengan teman kelompokmu.
  • Gunakan cerita 'Legenda Telaga Sarangan' sebagai bahan utama untuk menemukan kalimat bermakna denotatif dan konotatif.
  • Tulislah jawabanmu dengan rapi dan jelas di tempat yang disediakan.
  • Jika ada yang kurang jelas, tanyakan kepada guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mari Kenali: Denotatif dan Konotatif

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis
  • Pulpen/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah penjelasan singkat tentang makna denotatif dan konotatif yang disampaikan guru.
  2. Perhatikan contoh kalimat yang diberikan.
  3. Amati kalimat-kalimat dalam tabel di bawah dan tentukan apakah kalimat tersebut bermakna denotatif atau konotatif.
  4. Jelaskan alasanmu dengan kata-katamu sendiri.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan menentukan jenis makna (denotatif/konotatif) dan penjelasan maknanya.

Tabel:

NoKalimatJenis MaknaPenjelasan Makna
aHatinya berat meninggalkan kampung halaman.bKarung beras itu sangat berat.
cCahaya matahari menerangi bumi.dSenyumnya menerangi hari-hariku.

2. Tulislah dua contoh kalimat dengan kata 'panas' yang bermakna denotatif dan konotatif!

Isilah tabel dengan menulis jenis makna dan penjelasan singkat (1-2 kalimat). Untuk soal nomor 2, tulislah 2 kalimat di kotak yang tersedia.

Kegiatan 2: Jelajah Cerita: Berburu Makna dalam 'Legenda Telaga Sarangan'

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cerita 'Legenda Telaga Sarangan'
  • Buku tulis
  • Pulpen/pensil
  • Stabilo/pensil warna untuk menandai

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cerita 'Legenda Telaga Sarangan' dengan saksama. (Catatan: Jika guru membacakan, simaklah dengan penuh perhatian).
  2. Tandai kalimat-kalimat yang menurutmu menarik atau memiliki makna khusus.
  3. Temukan minimal 5 kalimat bermakna denotatif dan 5 kalimat bermakna konotatif dari cerita tersebut.
  4. Tulislah kalimat yang kamu temukan dalam tabel yang tersedia.
  5. Jelaskan makna dari setiap kalimat yang kamu temukan dengan kalimatmu sendiri.

Pertanyaan:

1. Temukan dan tuliskan 5 kalimat bermakna DENOTATIF dari cerita 'Legenda Telaga Sarangan' beserta penjelasan maknanya.

Tabel:

NoKalimat DenotatifPenjelasan Makna
123
45

2. Temukan dan tuliskan 5 kalimat bermakna KONOTATIF dari cerita 'Legenda Telaga Sarangan' beserta penjelasan maknanya.

Tabel:

NoKalimat KonotatifPenjelasan Makna
123
45

3. Dari kalimat-kalimat konotatif yang kamu temukan, pilih satu yang paling menarik menurutmu. Jelaskan mengapa kalimat tersebut menarik dan bagaimana makna konotatifnya memperkuat cerita!

Isilah tabel dengan kalimat lengkap dari cerita dan penjelasan makna dengan kalimatmu sendiri (minimal 1 kalimat penjelasan). Untuk soal nomor 3, tulislah minimal 3 kalimat penjelasan.

Kegiatan 3: Kreasi Kata: Bermain dengan Makna

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano/kertas buram
  • Spidol warna
  • Buku tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Buatlah kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Pilih 3 kata dari cerita 'Legenda Telaga Sarangan' yang bisa digunakan dengan makna denotatif dan konotatif.
  3. Buatlah 2 kalimat untuk setiap kata: satu bermakna denotatif, satu bermakna konotatif.
  4. Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas.
  5. Berikan komentar atau pertanyaan kepada kelompok lain.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 3 kata dari cerita dan buatlah masing-masing 2 kalimat (denotatif dan konotatif) menggunakan kata tersebut.

Tabel:

NoKata PilihanKalimat DenotatifKalimat Konotatif
123

2. Diskusikan dengan kelompokmu: Mengapa penulis cerita rakyat sering menggunakan makna konotatif? Apa manfaatnya untuk cerita?

3. Tuliskan 1 kalimat dengan makna konotatif yang bisa kamu gunakan untuk menggambarkan perasaanmu hari ini!

Isilah tabel secara berkelompok. Untuk soal diskusi, tuliskan hasil diskusi kelompok dalam 3-5 kalimat. Untuk soal nomor 3, tuliskan 1 kalimat pribadi.

REFLEKSI

1. Apa perbedaan utama antara makna denotatif dan konotatif yang kamu pahami setelah pembelajaran hari ini?

2. Menurut pengalamanmu, dalam kehidupan sehari-hari, kapan kamu sering menggunakan makna konotatif? Berikan contohnya!

3. Apa yang paling menarik dari kegiatan pembelajaran hari ini? Apa yang masih membuatmu penasaran atau ingin kamu pelajari lebih lanjut?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.