LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menulis Cerita Rakyat Sederhana: Proses Penulisan Cerita Rakyat (minimal 500 kata)
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Menulis Cerita Rakyat Sederhana: Proses Penulisan Cerita Rakyat (minimal 500 kata)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menulis Cerita Rakyat Sederhana: Proses Penulisan Cerita Rakyat (minimal 500 kata)
Bahasa Indonesia - Kelas 6
Bab 2 - Pertemuan 11
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C) Topik: Menulis Cerita Rakyat Sederhana: Proses Penulisan Cerita Rakyat (minimal 500 kata) INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menelisik Struktur Cerita RakyatEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bacalah kutipan cerita rakyat berikut! "Di sebuah desa di kaki Gunung Kelud, hiduplah seorang pemuda bernama Joko. Ia dikenal sebagai anak yang rajin dan suka menolong. Setiap pagi ia membantu ibunya di sawah, lalu sore harinya ia belajar mengaji di surau. Suatu hari, saat Joko sedang beristirahat di bawah pohon beringin, tiba-tiba muncul seekor kancil yang bisa berbicara. 'Joko, aku datang untuk menyampaikan pesan penting. Hutan di sebelah timur desa akan segera diubah menjadi tempat pembuangan sampah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jika itu terjadi, sumber air desa akan tercemar dan warga akan kesulitan air bersih,' kata Kancil dengan suara bergetar. Joko terkejut dan segera mengumpulkan warga desa untuk bermusyawarah. Awalnya banyak warga yang ragu, tetapi Joko terus meyakinkan mereka. Dengan semangat gotong royong, mereka bersama-sama menjaga hutan, memasang papan larangan, dan membuat pos jaga. Akhirnya hutan itu tetap lestari dan sumber air desa pun terjaga bersih. Sejak saat itu, seluruh warga semakin sadar akan pentingnya menjaga alam." Jawablah pertanyaan berikut!
2. Lengkapi tabel struktur cerita rakyat berikut berdasarkan kutipan cerita di atas!
Tulis jawaban nomor 1 (a–e) dalam bentuk uraian di buku tulis. Untuk nomor 2, salin tabel ke buku tulis dan isi setiap baris dengan kalimat lengkap. Kegiatan 2: Menyusun Peta Cerita AjaibEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Isilah tabel peta cerita rakyatmu berikut ini dengan lengkap dan jelas!
2. Diskusikan peta cerita yang kamu buat dengan teman sebangkumu! Ceritakan secara singkat alur cerita yang kamu rencanakan. Mintalah temanmu memberi satu saran untuk memperbaiki atau memperkaya ceritamu. Tuliskan saran tersebut di sini. Saran dari teman:... Perbaikan yang akan aku lakukan:... Untuk nomor 1, salin tabel ke buku tulis dan isi setiap baris. Untuk nomor 2, tuliskan hasil diskusi dalam bentuk 2–3 kalimat di buku tulis. Kegiatan 3: Aku Menulis Cerita RakyatEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tulislah cerita rakyat kreasimu sendiri pada lembar terpisah (buku tulis atau kertas folio) dengan ketentuan:
Setelah selesai menulis, periksa kembali tulisannya dengan membaca dalam hati. Perbaiki jika ada kesalahan. Tuliskan judul cerita dan hitung jumlah kata pada akhir cerita. Judul ceritaku:... Tulis cerita rakyat di buku tulis atau kertas folio dengan rapi. Cantumkan judul di bagian atas dan jumlah kata di akhir cerita. REFLEKSI1. Dari kegiatan menulis cerita rakyat hari ini, bagian mana yang paling menyenangkan bagimu? Mengapa? 2. Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat menulis cerita rakyat? Bagaimana cara kamu mengatasinya? 3. Menurutmu, apa manfaat mempelajari cerita rakyat dan menulisnya sendiri bagi kehidupanmu sehari-hari? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.