LKPDPertemuan 10Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menulis Cerita Rakyat Sederhana: Perencanaan dan Kerangka Cerita

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Menulis Cerita Rakyat Sederhana: Perencanaan dan Kerangka Cerita". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Menulis Cerita Rakyat Sederhana: Perencanaan dan Kerangka Cerita

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 10

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menulis Cerita Rakyat Sederhana: Perencanaan dan Kerangka Cerita

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenulis Cerita Rakyat Sederhana: Perencanaan dan Kerangka Cerita
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran (individu, berpasangan, dan presentasi lisan)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menyusun kerangka cerita rakyat sederhana yang memuat tema, tokoh, latar, alur, dan konflik sederhana secara tertulis sebagai persiapan menulis.
  2. Murid mampu menyampaikan rencana cerita rakyat yang akan ditulis kepada teman/guru secara lisan dengan gagasan yang jelas dan runtut.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — setiap kegiatan adalah pondasi untuk kegiatan berikutnya.
  • Boleh bertanya kepada guru jika ada instruksi yang kurang jelas.
  • Jagalah kerapian tulisanmu agar mudah dibaca oleh dirimu sendiri dan orang lain.
  • Kamu bebas memilih cerita rakyat dari daerah mana pun di Indonesia — jadikan ini kesempatanmu menjelajahi Nusantara lewat imajinasi!
  • Simpan LKPD ini karena kerangka yang kamu buat hari ini akan kamu kembangkan menjadi tulisan cerita rakyat utuh pada pertemuan berikutnya.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Cerita: Mengidentifikasi Unsur Cerita Rakyat

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil atau pulpen
  • LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca cuplikan cerita rakyat singkat di bawah ini dengan saksama.
  2. Setelah membaca, kamu berperan sebagai 'Detektif Cerita' yang bertugas menemukan unsur-unsur penting yang bersembunyi di dalam cerita.
  3. Isi tabel identifikasi unsur cerita berdasarkan cuplikan yang diberikan.
  4. Setelah mengisi tabel, jawab pertanyaan analisis secara singkat.

Pertanyaan:

1. Cuplikan Cerita — Baca teks berikut:

"Di sebuah desa kecil di kaki Gunung Merapi, hiduplah seorang anak bernama Bagus yang dikenal sangat pemberani. Suatu hari, hutan di sekitar desa tiba-tiba menjadi gelap gulita meski hari masih siang. Penduduk desa ketakutan dan tidak ada yang berani masuk ke hutan. Bagus merasa harus berbuat sesuatu. Ia pun memutuskan masuk ke hutan sendirian untuk mencari tahu apa yang terjadi, meskipun sang ibu melarang keras."

Lengkapi tabel berikut berdasarkan cuplikan cerita di atas:

Ruang tabel jawaban

2. Menurutmu, mengapa penulis memilih latar 'kaki Gunung Merapi' dalam cerita tersebut? Apa kesan yang ingin ditampilkan?

3. Apakah konflik dalam cuplikan tersebut termasuk konflik internal (dalam diri tokoh), eksternal (antartokoh atau tokoh vs lingkungan), atau keduanya? Jelaskan alasanmu!

Jawaban nomor 1 ditulis dalam tabel 3 kolom: Unsur Cerita | Jawaban dari Teks | Kutipan Kalimat Pendukung (minimal 5 baris: tema, tokoh, latar tempat, latar waktu, konflik). Jawaban nomor 2 dan 3 ditulis dalam 2–4 kalimat uraian di bawah tabel.

Kegiatan 2: Arsitek Cerita: Merancang Kerangka Cerita Rakyatku

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil atau pulpen
  • Penggaris (untuk membuat tabel jika diperlukan)
  • LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang giliran kamu menjadi 'Arsitek Cerita' — perancang cerita rakyatmu sendiri!
  2. Pikirkan sebuah ide cerita rakyat yang ingin kamu tulis. Boleh terinspirasi dari daerahmu, cerita yang pernah kamu dengar, atau ide baru yang kamu bayangkan.
  3. Isi setiap bagian kerangka cerita pada tabel yang disediakan dengan lengkap dan penuh kreativitas.
  4. Untuk bagian Alur, gunakan struktur: Awal (perkenalan tokoh dan latar) → Tengah (munculnya konflik dan usaha tokoh) → Akhir (penyelesaian konflik atau pesan moral).
  5. Pastikan semua unsur saling berhubungan — tema, tokoh, latar, dan konflik harus 'berbicara' dalam cerita yang sama.

Pertanyaan:

1. Tuliskan TEMA cerita rakyatmu. Tema adalah pesan utama atau inti dari cerita. Contoh: keberanian, kejujuran, persahabatan, keserakahan yang mendapat balasan, dll.

2. Lengkapi tabel TOKOH cerita rakyatmu. Buatlah minimal 2 tokoh (1 tokoh utama dan 1 tokoh pendukung).

Ruang tabel jawaban

3. Tuliskan LATAR cerita rakyatmu dengan rinci. Latar meliputi tiga hal: (a) tempat — di mana cerita terjadi, (b) waktu — kapan cerita terjadi, dan (c) suasana — bagaimana nuansa/perasaan dalam cerita.

4. Tuliskan KONFLIK dalam cerita rakyatmu. Konflik adalah masalah utama yang dihadapi tokoh. Ceritakan: (a) apa masalahnya, (b) siapa yang terlibat, dan (c) mengapa masalah itu terjadi.

5. Susun ALUR cerita rakyatmu dalam tabel tiga bagian. Tuliskan ringkasan kejadian di setiap bagian (minimal 2 kalimat per bagian).

Ruang tabel jawaban

Nomor 1 dan 3: tulis jawaban dalam 1–3 kalimat per poin di kotak isian. Nomor 2 dan 5: tulis dalam tabel yang telah disediakan (2–3 kolom). Nomor 4: tulis uraian 3–5 kalimat menjawab poin a, b, dan c.

Kegiatan 3: Sang Pencerita: Menyampaikan Rencana Ceritaku

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil atau pulpen
  • Kerangka cerita dari Kegiatan 2
  • LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kamu sudah punya kerangka cerita yang keren! Sekarang saatnya kamu berlatih menjadi pencerita.
  2. Gunakan kerangka cerita yang sudah kamu buat di Kegiatan 2 sebagai panduan.
  3. Langkah 1 — Persiapan (3 menit): Baca ulang kerangkamu dan tandai poin-poin penting yang akan kamu sampaikan.
  4. Langkah 2 — Latihan (2 menit): Ucapkan rencanamu dalam hati atau berbisik sendiri supaya kamu terbiasa.
  5. Langkah 3 — Bercerita berpasangan (5 menit): Cari satu teman untuk menjadi pasanganmu. Sampaikan rencana cerita rakyatmu kepadanya selama 2–3 menit. Teman kamu bertugas menyimak dan mengisi kartu tanggapan.
  6. Langkah 4 — Bergantian (5 menit): Gantilah peran — sekarang kamu yang menyimak dan mengisi kartu tanggapan untuk rencana cerita temanmu.
  7. Langkah 5 — Refleksi berpasangan (5 menit): Diskusikan kartu tanggapan bersama pasanganmu. Apa yang sudah bagus? Apa yang bisa ditingkatkan?

Pertanyaan:

1. Sebelum bercerita, tuliskan 'Catatan Pencerita' milikmu — poin-poin penting dari kerangkamu yang WAJIB kamu sampaikan secara lisan (minimal 5 poin, contoh: judul cerita, tema, nama tokoh utama, latar, konflik utama).

2. KARTU TANGGAPAN — Isi kartu ini saat kamu menyimak rencana cerita TEMANMU. Tuliskan nama temanmu, lalu isi setiap kolom berdasarkan yang kamu dengar.

Ruang tabel jawaban

3. Setelah mendengar tanggapan temanmu, tuliskan SATU hal yang akan kamu perbaiki atau tambahkan pada kerangka ceritamu. Jelaskan alasannya!

4. Diskusi Kelas (jika ada waktu): Guru akan memilih 2–3 pasangan untuk berbagi rencana cerita di depan kelas. Jika kamu terpilih atau menyimak teman, catat di sini: apa kesamaan TEMA yang muncul dari berbagai rencana cerita teman-temanmu? Apa artinya bagimu?

Nomor 1: tulis daftar poin bernomor di kotak 'Catatan Pencerita'. Nomor 2: isi tabel Kartu Tanggapan yang sudah disediakan (4 baris, 2 kolom). Nomor 3: tulis uraian 3–5 kalimat. Nomor 4: tulis uraian bebas 2–4 kalimat di kotak diskusi.

REFLEKSI

1. Dari semua unsur cerita (tema, tokoh, latar, alur, konflik) yang kamu rencanakan hari ini, unsur mana yang paling sulit kamu tentukan? Mengapa menurutmu bagian itu lebih menantang?

2. Bayangkan cerita rakyat yang kamu rencanakan sudah jadi dan dibaca oleh murid kelas 3 SD. Pesan apa yang paling ingin mereka pahami dari ceritamu? Apakah kerangkamu sudah cukup mencerminkan pesan itu?

3. Saat kamu menyampaikan rencana ceritamu secara lisan kepada teman, apakah ada bagian yang terasa sulit dijelaskan? Apa yang akan kamu lakukan agar bagian itu lebih jelas saat ditulis nanti?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.