LKPDPertemuan 4Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Membaca Nyaring Bergantian: Kisah Nyata Anak-Anak Pengubah Dunia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 dengan topik "Membaca Nyaring Bergantian: Kisah Nyata Anak-Anak Pengubah Dunia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Bahasa Indonesia Kelas 6: Membaca Nyaring Bergantian: Kisah Nyata Anak-Anak Pengubah Dunia

Bahasa Indonesia - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Bahasa Indonesia — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Membaca Nyaring Bergantian: Kisah Nyata Anak-Anak Pengubah Dunia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMembaca Nyaring Bergantian: Kisah Nyata Anak-Anak Pengubah Dunia
Alokasi Waktu2 x 35 menit (70 menit)
Tipe AktivitasCampuran (individu, kelompok, diskusi)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membaca nyaring bergantian teks tentang kisah anak-anak pengubah dunia, murid mampu membaca dengan intonasi, jeda, dan pelafalan yang tepat secara fasih.
  2. Melalui kegiatan saling mengoreksi dalam kelompok saat membaca nyaring, murid mampu menyampaikan masukan secara santun tentang pelafalan teman terkait teks kisah anak-anak inspiratif.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan saksama sebelum memulai kegiatan.
  • Kegiatan ini akan melatihmu membaca dengan suara lantang (membaca nyaring) yang baik dan benar.
  • Kamu akan bekerja bersama teman dalam kelompok untuk saling belajar dan memberi masukan.
  • Ingat, ini bukan lomba! Tujuannya adalah belajar bersama agar semua bisa membaca dengan lebih baik.
  • Siapkan suara terbaikmu dan semangat belajar yang tinggi!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Pemanasan Suara dan Eksplorasi Teks

Estimasi: 15 menit

Alat & Bahan:

  • Teks 'Cara Menyelamatkan Bumi' dari buku siswa
  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Stabilo atau pensil warna untuk menandai teks

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdirilah dengan posisi rileks dan lakukan pemanasan suara bersama guru.
  2. Ucapkan kalimat berikut dengan lantang dan jelas: 'Anak-anak Indonesia bisa mengubah dunia dengan karya nyata!'
  3. Ulangi 3 kali dengan intonasi yang berbeda: datar, semangat, dan lembut.
  4. Ambil teks 'Cara Menyelamatkan Bumi' dan bacalah dalam hati sambil menandai kata-kata yang menurutmu sulit diucapkan.
  5. Perhatikan tanda baca pada teks: titik (.), koma (,), tanda tanya (?), dan tanda seru (!).

Pertanyaan:

1. Tuliskan 5 kata dari teks yang menurutmu paling sulit diucapkan atau memiliki huruf konsonan rangkap (contoh: konservasi, ekstrakulikuler).

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa kita perlu memperhatikan tanda baca saat membaca nyaring? Jelaskan dengan contoh!

Nomor 1: Buat tabel dengan 2 kolom (Nomor | Kata Sulit). Nomor 2: Tulis jawabanmu dalam 3-5 kalimat lengkap.

Kegiatan 2: Membaca Nyaring Bergantian dalam Kelompok

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks 'Cara Menyelamatkan Bumi'
  • Lembar kerja untuk tabel observasi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok beranggotakan 4-5 orang.
  2. Setiap anggota kelompok akan membaca 1 paragraf secara bergiliran dari teks 'Cara Menyelamatkan Bumi'.
  3. Saat membaca, perhatikan 3 hal penting: LAFAL (pengucapan kata yang jelas), JEDA (berhenti sesuai tanda baca), dan INTONASI (naik-turun suara).
  4. Anggota kelompok yang tidak sedang membaca bertugas MENDENGARKAN dengan saksama dan mencatat hal-hal berikut di lembar observasi.
  5. Setelah semua selesai membaca, lakukan diskusi kelompok untuk saling memberikan masukan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi lembar observasi membaca teman sekelompokmu!

Ruang tabel jawaban

2. Kata-kata apa yang paling sering salah diucapkan oleh anggota kelompokmu? Bagaimana seharusnya cara mengucapkannya?

3. Bagaimana perasaanmu saat membaca nyaring di depan teman-teman? Apa yang membuatmu percaya diri atau gugup?

Nomor 1: Buat tabel observasi dengan 5 kolom (Nama Teman | Lafal | Jeda | Intonasi | Masukan Santun). Isi untuk 3-4 teman. Nomor 2: Tulis dalam 2-4 kalimat. Nomor 3: Tulis pengalamanmu dalam 3-5 kalimat jujur.

Kegiatan 3: Menyampaikan Masukan dengan Santun

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Catatan observasi dari kegiatan 2
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya memberikan masukan kepada teman sekelompokmu!
  2. Ingat, masukan yang baik adalah masukan yang santun, spesifik, dan membangun.
  3. Gunakan kalimat positif, contoh: 'Bacaanmu sudah bagus, tapi akan lebih baik kalau...' atau 'Saya suka cara kamu membaca dengan jelas, mungkin intonasinya bisa lebih...'
  4. Lakukan sesi berbagi masukan secara bergantian. Setiap orang mendapat giliran menerima dan memberikan masukan.
  5. Catat masukan yang kamu terima untuk perbaikan di masa depan.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 3 masukan yang kamu terima dari teman-temanmu tentang cara membaca nyaringmu!

2. Bagaimana cara menyampaikan masukan yang santun kepada teman? Berikan 3 contoh kalimat masukan yang santun dan 3 contoh kalimat yang TIDAK santun!

Ruang tabel jawaban

3. Setelah menerima masukan dari teman, apa yang akan kamu perbaiki untuk membaca nyaring yang lebih baik di lain waktu?

Nomor 1: Tulis dalam bentuk poin-poin (3 masukan). Nomor 2: Buat tabel 2 kolom (Kalimat Santun | Kalimat Tidak Santun), masing-masing 3 contoh. Nomor 3: Tulis rencana perbaikanmu dalam 3-5 kalimat.

REFLEKSI

1. Apa hal baru yang kamu pelajari tentang membaca nyaring hari ini?

2. Menurutmu, mengapa penting bagi kita untuk bisa membaca dengan lafal, jeda, dan intonasi yang tepat? Bagaimana hal ini bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari?

3. Bagaimana perasaanmu ketika memberikan dan menerima masukan dari teman? Apa yang akan kamu lakukan agar lebih baik lagi di pembelajaran berikutnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.