KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP) SENI TEATER Semester 1 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Semester 1 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Pendekatan KKTP | rubrik |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
2. INTERVAL NILAI| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| 0-59 | 60-69 | 70-84 | 85-100 |
3. PETUNJUK PENSKORANPetunjuk penskoran (deterministik): • Belum Berkembang (0-59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial. • Mulai Berkembang (60-69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru. • Berkembang (70-84): indikator utama tercapai secara mandiri. • Sangat Berkembang (85-100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru. Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level. 4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BABKode TP: Kelas.Bab.Urutan TP — contoh TP 6.1.1 = Kelas 6, Bab 1, TP ke-1. Penomoran ini penunjuk urutan internal dokumen, bukan format baku Pemerintah. Bab 1 — Dasar-Dasar Pemeranan (5 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 1 | TP 6.1.1 | Melakukan pengenalan karakter melalui pengamatan kebiasaan tokoh yang diperankan | 2 | | 2 | TP 6.1.2 | Menceritakan pendapatnya tentang sebuah cerita sederhana meliputi aspek penokohan dan perwatakan | 2 | | 3 | TP 6.1.3 | Melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi tokoh | 2 | | 4 | TP 6.1.4 | Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan | 2 | | 5 | TP 6.1.5 | Memerankan lakon secara individu maupun berkelompok berdasarkan minat, pengamatan, dan pengalaman | 2 |
Bab 2 — Menulis Lakon (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 6 | TP 6.2.1 | Menceritakan pendapatnya tentang sebuah cerita sederhana mengenai penokohan dan perwatakan untuk perancangan naskah lakon | 2 | | 7 | TP 6.2.2 | Mengidentifikasi properti sederhana berdasarkan cerita yang akan dimainkan untuk melengkapi rancangan naskah lakon | 2 | | 8 | TP 6.2.3 | Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan untuk menguji kelayakan dialog naskah lakon | 2 | | 9 | TP 6.2.4 | Memerankan lakon secara individu maupun berkelompok berdasarkan minat, pengamatan, dan pengalaman melalui pembacaan naskah dramatik | 3 |
5. RUBRIK KETERCAPAIAN PER TUJUAN PEMBELAJARANBab 1 — Dasar-Dasar PemerananTP 6.1.1: Melakukan pengenalan karakter melalui pengamatan kebiasaan tokoh yang diperankanIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi ciri fisik, gestur, dan kebiasaan khas tokoh berdasarkan hasil pengamatan. 2. Menirukan laku tubuh dan intonasi suara yang merefleksikan kebiasaan tokoh yang diamati. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi maupun menirukan kebiasaan gerak atau cara bicara tokoh yang diamati meskipun telah diberikan contoh langsung. | Mampu mengenali dan menirukan satu atau dua kebiasaan sederhana tokoh dengan bantuan arahan dan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi ciri fisik dan menirukan kebiasaan gerak serta intonasi tokoh hasil pengamatan secara mandiri dan wajar. | Mampu mendemonstrasikan kebiasaan tokoh secara detail, konsisten, meyakinkan, serta mengeksplorasi variasi gerak khas tokoh tanpa bimbingan. |
TP 6.1.2: Menceritakan pendapatnya tentang sebuah cerita sederhana meliputi aspek penokohan dan perwatakanIndikator Pencapaian: 1. Menyebutkan peran tokoh (protagonis, antagonis, tritagonis/pendukung) dalam cerita sederhana. 2. Mengemukakan pendapat pribadi tentang watak atau sifat tokoh disertai alasan logis dari alur cerita. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi tokoh maupun menyampaikan pendapat mengenai watak tokoh dalam cerita meski dipandu pertanyaan pemantik. | Mampu menyebutkan tokoh dan watak dasar secara singkat, namun penjelasan alasannya masih belum runtut dan membutuhkan bimbingan. | Mampu menceritakan pendapat dengan jelas mengenai penokohan dan perwatakan tokoh disertai alasan pendukung yang sesuai isi cerita secara mandiri. | Mampu menyampaikan ulasan reflektif dan kritis mengenai perkembangan watak tokoh serta mampu mengaitkannya dengan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. |
TP 6.1.3: Melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi tokohIndikator Pencapaian: 1. Memberikan respons spontan (aksi-reaksi) berupa dialog atau gerak tubuh terhadap aksi teman sekelompok. 2. Menjaga kontinuitas peran dan situasi cerita selama permainan peran improvisasi berlangsung. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pasif dalam kelompok dan belum mampu memberikan respon aksi maupun reaksi spontan selama permainan improvisasi peran. | Mampu memberikan respons aksi-reaksi sederhana terhadap lawan main, namun terkadang masih ragu, terdiam, atau keluar dari karakter tokoh. | Mampu berimprovisasi secara aktif dengan memberikan aksi-reaksi yang relevan dan konsisten menjaga karakter tokoh bersama kelompoknya. | Sangat adaptif dan kreatif dalam membangun aksi-reaksi spontan, mampu menghidupkan dinamika adegan, serta membantu kelancaran peran anggota kelompok lain. |
TP 6.1.4: Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatanIndikator Pencapaian: 1. Memeragakan variasi peran yang berbeda (misal: profesi, usia, atau karakter) berdasarkan hasil pengamatan lingkungan. 2. Mengintegrasikan ekspresi wajah, vokal, dan laku gerak yang sesuai dengan tuntutan peran cerita. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menampilkan perbedaan ekspresi atau gerak ketika diminta memainkan peran yang berbeda dari cerita. | Mampu memainkan ragam peran sederhana, namun ekspresi wajah dan intonasi vokal masih terlihat monoton atau serupa antarperan. | Mampu memainkan ragam peran secara luwes dengan membedakan ekspresi, intonasi suara, dan bahasa tubuh sesuai hasil pengamatan secara mandiri. | Mampu mentransformasikan diri ke dalam berbagai ragam peran dengan pembedaan karakter yang sangat kontras, hidup, dan memikat penonton. |
TP 6.1.5: Memerankan lakon secara individu maupun berkelompok berdasarkan minat, pengamatan, dan pengalamanIndikator Pencapaian: 1. Menampilkan lakon dengan penguasaan alur cerita dan blocking panggung yang tertata baik mandiri maupun kelompok. 2. Mengekspresikan emosi dan konflik tokoh secara meyakinkan dengan memanfaatkan pengalaman pribadi atau pengamatan. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum bersedia tampil atau belum mampu membawakan adegan lakon secara runtut meskipun didampingi oleh teman kelompok. | Mampu memerankan adegan lakon bersama kelompok, namun masih sering lupa dialog/laku peran dan membutuhkan pengingat dari guru. | Mampu memerankan lakon secara utuh dan terarah sesuai minat dan pengalaman, menunjukkan koordinasi kelompok yang baik secara mandiri. | Menunjukkan penampilan lakon yang matang dan ekspresif, memiliki daya pikat panggung yang kuat, serta mampu mengatasi kendala teknis pentas secara mandiri. |
Bab 2 — Menulis LakonTP 6.2.1: Menceritakan pendapatnya tentang sebuah cerita sederhana mengenai penokohan dan perwatakan untuk perancangan naskah lakonIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi kebutuhan karakter tokoh (latar belakang, sifat, dan relasi antartokoh) yang akan ditulis dalam naskah lakon. 2. Menyampaikan ide atau pendapat mengenai motivasi tindakan tokoh dalam rancangan adegan naskah. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu memberikan ide atau pendapat mengenai penokohan dan perwatakan untuk rancangan naskah lakon. | Mampu mengemukakan ide penokohan sederhana untuk naskah, tetapi belum mampu menghubungkan watak tokoh dengan alur konflik lakon. | Mampu menceritakan pendapat dan usulan penokohan serta perwatakan secara logis dan runtut untuk mendukung alur rancangan naskah lakon. | Mampu merumuskan rancangan penokohan yang kaya dimensi (fisiologis, psikologis, dan sosiologis) secara orisinal dan kritis untuk penulisan naskah lakon. |
TP 6.2.2: Mengidentifikasi properti sederhana berdasarkan cerita yang akan dimainkan untuk melengkapi rancangan naskah lakonIndikator Pencapaian: 1. Memilih benda atau properti sederhana yang sesuai dengan tuntutan latar adegan dan laku aksi tokoh. 2. Mencantumkan deskripsi fungsi kegunaan properti pada bagian petunjuk pemanggungan (side text/kramagung) di naskah lakon. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menentukan properti yang relevan dengan cerita naskah lakon yang sedang disusun. | Mampu menyebutkan benda yang dapat dijadikan properti, namun belum tepat dalam menyesuaikannya dengan kebutuhan aksi tokoh dalam naskah. | Mampu mengidentifikasi dan mencatat daftar properti sederhana beserta fungsinya secara tepat untuk melengkapi rancangan naskah lakon. | Mampu merancang pemanfaatan properti pementasan secara kreatif, multifungsi, dan ramah lingkungan untuk memperkuat visualisasi naskah lakon. |
TP 6.2.3: Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan untuk menguji kelayakan dialog naskah lakonIndikator Pencapaian: 1. Mempraktikkan pembacaan dialog peran (read-through/uji peran) dengan pelafalan yang jelas dan intonasi yang pas. 2. Menilai dan memberikan saran penyesuaian terhadap kalimat dialog naskah yang terdengar kaku atau sulit diucapkan. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu melafalkan dialog peran atau belum mampu mengidentifikasi kekurangan kalimat dialog pada naskah yang diujicobakan. | Mampu membacakan peran berdasarkan dialog naskah sederhana, namun belum mampu mengevaluasi kewajaran dialog tanpa bimbingan langsung. | Mampu memainkan peran untuk menguji kelayakan dialog secara mandiri serta mengidentifikasi bagian kalimat yang perlu diselaraskan agar lebih mengalir. | Mampu memainkan peran secara kontekstual sekaligus memberikan alternatif revisi dialog yang lebih komunikatif, natural, dan kaya ekspresi teater. |
TP 6.2.4: Memerankan lakon secara individu maupun berkelompok berdasarkan minat, pengamatan, dan pengalaman melalui pembacaan naskah dramatikIndikator Pencapaian: 1. Membaca naskah dramatik dengan artikulasi, intonasi, dan jeda yang tepat sesuai karakteristik tokoh. 2. Mengekspresikan karakter tokoh melalui variasi gestur tubuh dan mimik wajah berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman personal. 3. Melakukan aksi dan reaksi yang selaras dengan lawan main dalam lakon secara berkelompok sesuai alur naskah. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu melafalkan naskah dramatik dengan intonasi yang tepat dan belum menunjukkan ekspresi maupun gestur karakter tokoh, serta memerlukan pendampingan intensif saat bermain peran. | Mampu membaca naskah dramatik secara terbata-bata dengan intonasi datar, serta mulai menampilkan gestur atau ekspresi sederhana dengan bantuan arahan/contoh dari guru atau teman. | Mampu membaca naskah dramatik secara lancar dengan artikulasi dan intonasi yang tepat, serta memerankan tokoh secara mandiri menggunakan ekspresi dan gestur yang sesuai alur cerita lakon. | Mampu membaca dan menghayati naskah dramatik dengan sangat hidup, menampilkan gestur dan mimik yang mendalam, serta aktif membangun dinamika aksi-reaksi kelompok dan memberi dukungan pada peran rekan bermain. |
6. CATATANKKTP semester ini mencakup Bab 1 — Dasar-Dasar Pemeranan; Bab 2 — Menulis Lakon (total 9 TP). Satu rubrik per TP; gunakan ringkasan per bab untuk administrasi dan rubrik detail per bab untuk mengajar. |