| 1 | — | Murid dapat mengenali dirinya sendiri dan teman sebagai langkah awal membangun kepercayaan diri dalam dunia teater melalui permainan perkenalan. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat menyebutkan pengertian seni teater dengan kosakata sehari-hari setelah mendengar penjelasan guru. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat mengamati dan merespons berbagai contoh gerak tubuh sederhana yang didemonstrasikan guru sebagai media komunikasi dalam teater. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat meniru gerak tubuh sederhana yang ditunjukkan guru atau teman untuk mengomunikasikan emosi tertentu. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mengamati dan meniru berbagai ekspresi wajah (senang, sedih, marah, bosan) melalui permainan cermin ekspresi bersama teman. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat mengenali dan menceritakan pengalaman emosi yang muncul saat memainkan ekspresi wajah tertentu dengan kosakata sehari-hari. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat mengamati dan merespons berbagai jenis suara (suara hewan, suara alam, suara benda) sebagai media untuk mengomunikasikan emosi dalam teater. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat meniru suara-suara tersebut secara berulang untuk melatih kejelasan vokal dalam pertunjukan teater. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat memainkan gerak dan lagu sederhana sesuai arahan guru sebagai latihan olah tubuh dan vokal dasar dalam teater. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat mengenali pengalaman emosi yang dirasakan selama melakukan gerak dan lagu dalam konteks bermain teater. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat mengamati dan menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita atau dongeng sederhana yang dibacakan guru sebagai pengenalan karakter dalam teater. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mengeksplorasi cara bergerak dan berekspresi sesuai karakter tokoh yang ada di sekitar atau tokoh rekaan secara sederhana. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat mengenal dan menyebutkan jenis-jenis properti serta kostum yang dapat mendukung sebuah cerita atau permainan peran dalam teater. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat mencocokkan properti atau kostum yang sesuai dengan peran tertentu dalam pertunjukan sederhana. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat mengamati gerak tubuh, suara, dan ekspresi pemain dalam pertunjukan atau tayangan teater sederhana yang ditampilkan guru. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menceritakan apa yang dilihat dari pertunjukan tersebut menggunakan kosakata sehari-hari dan mengungkapkan perasaannya. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat mengeksplorasi beragam peran tokoh yang ada di sekitarnya (misalnya guru, pedagang, petani) dengan meniru gerak dan ekspresi tokoh tersebut. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat memberi komentar sederhana tentang gerak tubuh dan ekspresi teman saat memainkan sebuah peran menggunakan kosakata sehari-hari. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat mengombinasi properti dan kostum yang dipilih dengan peran yang dimainkannya dalam adegan pertunjukan sederhana. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat memainkan adegan sederhana dengan menampilkan gerak tubuh dan ekspresi sesuai peran yang dipilih. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat memainkan sebuah lakon pertunjukan adegan sederhana bersama teman dengan menampilkan gerak, suara, dan ekspresi yang sesuai dengan perannya. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mengenali dan menceritakan pengalaman emosi yang dirasakan selama proses bermain teater bersama teman dengan kosakata sehari-hari. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menunjukkan kemampuan meniru gerak tubuh, suara, dan ekspresi untuk mengomunikasikan emosi sebagai bukti pencapaian kompetensi bab Mengenal Dunia Teater. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat memainkan adegan sederhana dengan mengombinasi peran, properti, dan ekspresi, serta menceritakan pengalamannya selama proses berseni teater sebagai refleksi akhir bab. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian tablo sebagai pertunjukan pose diam tanpa dialog menggunakan kosakata sehari-hari. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat mengamati dan merespons pose/gerak tubuh yang ditampilkan guru sebagai contoh tablo sederhana. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menggerakkan bagian-bagian tubuh (kepala, pundak, pinggang, lutut, kaki) secara sadar dan terkontrol melalui permainan olah tubuh. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menirukan pose tubuh sederhana sesuai aba-aba guru sebagai latihan dasar bermain tablo. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat mengamati dan mengidentifikasi berbagai emosi (senang, sedih, takut, marah) yang dikomunikasikan melalui ekspresi wajah dan gerak tubuh. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat meniru ekspresi emosi tertentu dengan gerak wajah dan tubuh sebagai bentuk pose tablo. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menirukan peristiwa sehari-hari (misalnya sakit perut, makan, berlari) melalui pose diam dalam permainan tablo. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menceritakan peristiwa yang ditirukan dalam pose tablo menggunakan kosakata sehari-hari. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat mengekspresikan situasi atau objek tertentu melalui gerak dan pose tubuh dalam permainan 'simsalabim' tablo. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat merespons situasi imajinatif (misalnya ada ular di taman, ada cacing) dengan ekspresi dan pose tubuh yang sesuai. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat mengenal jenis-jenis properti sederhana (topi dari koran, stetoskop dari tali, alat suntik dari sedotan) yang digunakan untuk mendukung pertunjukan tablo. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat memilih dan mencoba menggunakan properti/kostum sederhana yang sesuai dengan peran dalam tablo. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat mengeksplorasi berbagai peran tokoh (petani, dokter, pasien) melalui pose dan ekspresi tubuh dalam permainan tablo. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat mengenali pengalaman dan emosi yang dirasakan saat memainkan peran tokoh tertentu dalam tablo. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat berlatih bersama kelompok (5–7 murid) untuk menyusun dan memperagakan pose tablo berdasarkan suasana/peristiwa yang disepakati bersama. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat mempersiapkan properti dan kostum sederhana yang sesuai untuk mendukung pertunjukan tablo kelompoknya. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat memainkan pertunjukan tablo secara berkelompok di depan kelas dengan pose diam, ekspresi wajah, dan properti yang sesuai peristiwa yang dipilih. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat menampilkan pertunjukan tablo dengan rasa percaya diri dan bekerja sama sesuai arahan guru. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat memperagakan pose tablo secara mandiri atau berkelompok untuk menunjukkan peristiwa atau emosi tertentu sebagai bukti capaian belajar. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menceritakan pengalaman dan emosi yang dirasakan selama proses belajar bermain tablo menggunakan kosakata sehari-hari. | 3 |