| 1 | — | Murid dapat menjelaskan sejarah penemuan lampu mulai dari lampu minyak hingga lampu modern secara kronologis dan akurat. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengidentifikasi perkembangan teknologi lampu dari lampu pijar Edison hingga lampu otomatis berbasis sensor sebagai konteks produk rekayasa teknologi terapan. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat mengidentifikasi jenis-jenis lampu yang digunakan di lingkungan sekitar (lampu pijar, neon, LED, dll.) melalui kegiatan observasi langsung. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat membandingkan karakteristik dan fungsi berbagai jenis lampu berdasarkan hasil observasi dan analisis sederhana. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menjelaskan konsep dan prinsip kerja lampu sensor suara, termasuk peran komponen input (sensor suara/infrared) dan output (lampu LED) dalam sistem rangkaian. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat mendeskripsikan peluang usaha lampu sensor suara sebagai produk rekayasa teknologi terapan dalam konteks kebutuhan masyarakat dan smart home. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat mengemukakan ide dan gagasan pengembangan produk lampu sensor suara berdasarkan analisis kebutuhan dan kelayakan fungsi di lingkungan sekitar. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat memilih komponen elektronika yang sesuai (sensor suara, resistor, transistor, LED, dan sumber arus DC) untuk digunakan dalam rancangan lampu sensor suara. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat membuat desain rangkaian saklar lampu sensor suara sederhana secara kreatif dan inovatif di atas kertas atau media gambar lainnya dengan keterangan komponen yang lengkap. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menjelaskan fungsi setiap komponen dalam desain rangkaian lampu sensor suara yang telah dibuat. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat lampu sensor suara serta menjelaskan fungsi masing-masing alat dan bahan tersebut. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menerapkan prinsip keamanan dan keselamatan kerja (K3) dalam persiapan kegiatan produksi lampu sensor suara, termasuk penggunaan arus DC. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat merakit komponen elektronika lampu sensor suara sesuai desain rangkaian yang telah dibuat dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan kerja. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan teknis sederhana yang muncul selama proses perakitan rangkaian lampu sensor suara. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menyelesaikan pembuatan produk lampu sensor suara secara lengkap sesuai prosedur kerja yang telah direncanakan. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat mendokumentasikan prosedur kerja pembuatan lampu sensor suara secara terperinci sebagai bagian dari laporan kegiatan. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat melakukan uji coba lampu sensor suara yang telah dibuat di lingkungan yang relevan dan mengevaluasi apakah produk berfungsi dengan baik sesuai rancangan. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat mendokumentasikan hasil uji coba lampu sensor suara dalam bentuk foto atau catatan sebagai bahan laporan akhir. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) lampu sensor suara berdasarkan bukti pembelian alat dan bahan yang telah dikumpulkan selama kegiatan produksi. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menganalisis kelayakan harga jual produk lampu sensor suara berdasarkan hasil perhitungan HPP sebagai dasar perencanaan wirausaha sederhana. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat mempresentasikan produk lampu sensor suara hasil karyanya dalam pameran kelas, termasuk menjelaskan proses pembuatan dan hasil uji coba kepada teman dan guru. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menyusun laporan akhir kegiatan pembuatan lampu sensor suara dalam bentuk jurnal kegiatan, makalah, atau portofolio secara sistematis dan lengkap. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang konsep, proses produksi, uji coba, dan perhitungan HPP lampu sensor suara melalui tes tertulis sumatif. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat mengevaluasi kelebihan dan kekurangan produk lampu sensor suara yang telah dibuat serta merumuskan rencana perbaikan sebagai bentuk refleksi pembelajaran. | 3 |
| 25 | — | Murid mampu menjelaskan dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem terhadap kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia sebagai latar belakang kebutuhan alat pendeteksi hujan. | 3 |
| 26 | — | Murid mampu mengidentifikasi permasalahan sehari-hari yang dapat diselesaikan melalui produk rekayasa teknologi terapan berupa alat pendeteksi hujan. | 3 |
| 27 | — | Murid mampu mengeksplorasi dan mendeskripsikan karakteristik alat pendeteksi hujan sederhana berbasis raindrop sensor, buzzer, LED, transistor, dan sakelar dari berbagai sumber informasi. | 3 |
| 28 | — | Murid mampu menjelaskan prinsip kerja alat pendeteksi hujan sederhana, termasuk mekanisme sensor hujan yang mengaktifkan buzzer dan LED sebagai output peringatan. | 3 |
| 29 | — | Murid mampu menghasilkan berbagai ide pembuatan alat pendeteksi hujan dengan mempertimbangkan karakteristik alat, bahan, dan teknik produksi yang relevan. | 3 |
| 30 | — | Murid mampu memilih satu ide terbaik untuk pembuatan alat pendeteksi hujan dengan memberikan argumentasi logis tentang kelebihan dan kekurangan rancangan yang dipilih. | 3 |
| 31 | — | Murid mampu membuat rancangan/desain rangkaian alat pendeteksi hujan secara tertulis dengan keterangan komponen yang lengkap sesuai ide yang telah dipilih. | 3 |
| 32 | — | Murid mampu menyusun jadwal perencanaan (timeline) kegiatan pembuatan proyek alat pendeteksi hujan secara sistematis dan realistis. | 3 |
| 33 | — | Murid mampu mengidentifikasi dan menjelaskan fungsi setiap alat yang digunakan dalam proses produksi alat pendeteksi hujan sesuai prosedur keamanan dan keselamatan kerja. | 3 |
| 34 | — | Murid mampu mengidentifikasi dan menjelaskan fungsi setiap bahan (raindrop sensor, buzzer, LED, transistor, sakelar) yang digunakan dalam pembuatan alat pendeteksi hujan. | 3 |
| 35 | — | Murid mampu melaksanakan prosedur kerja perakitan komponen elektronika alat pendeteksi hujan (raindrop sensor, transistor, sakelar) sesuai desain yang telah dibuat. | 3 |
| 36 | — | Murid mampu menyelesaikan perakitan alat pendeteksi hujan secara utuh termasuk pemasangan buzzer dan LED sebagai output peringatan sesuai desain. | 3 |
| 37 | — | Murid mampu mendokumentasikan hasil akhir produk alat pendeteksi hujan yang telah dibuat dalam bentuk foto sebagai bagian dari laporan kegiatan. | 3 |
| 38 | — | Murid mampu melakukan uji coba alat pendeteksi hujan di lingkungan yang relevan dan menganalisis apakah buzzer dan LED berfungsi sesuai dengan prinsip kerja yang diharapkan. | 3 |
| 39 | — | Murid mampu mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan fungsi alat pendeteksi hujan (seperti baterai habis, rangkaian terbuka, atau komponen tidak berfungsi) dan menyusun solusi perbaikannya. | 3 |
| 40 | — | Murid mampu menyusun laporan akhir kegiatan pembuatan alat pendeteksi hujan secara sistematis mencakup latar belakang, desain, prosedur produksi, hasil uji coba, dan evaluasi. | 3 |
| 41 | — | Murid mampu mempresentasikan proses dan hasil pembuatan alat pendeteksi hujan kepada kelas dengan mengemukakan kelebihan, kekurangan, dan potensi pengembangan produk. | 3 |
| 42 | — | Murid mampu menunjukkan pemahaman komprehensif tentang konsep, komponen, prinsip kerja, dan prosedur pembuatan alat pendeteksi hujan melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 43 | — | Murid mampu mendemonstrasikan keterampilan produksi dan kemampuan refleksi terhadap keseluruhan proses pembuatan alat pendeteksi hujan sebagai bukti ketercapaian tujuan pembelajaran bab. | 3 |