| 1 | — | Murid dapat menjelaskan konsep kinematika (aspek 'apa' dari gerakan) dan kinetika (aspek 'mengapa' gerakan terjadi) dengan mengidentifikasi contoh gerak linier, kurvilinier, dan angular dalam aktivitas fisik sehari-hari. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat membedakan gaya internal dan gaya eksternal yang bekerja pada tubuh saat melakukan aktivitas fisik sederhana seperti berlari atau melompat. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat mempraktikkan penerapan gaya (force) dalam keterampilan gerak dasar seperti lari sprint, lompat, atau menendang bola dengan memperhatikan arah dan besaran gaya yang dihasilkan. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menjelaskan hubungan antara gaya (F = m × a) dan efektivitas gerak yang dihasilkan dalam aktivitas fisik yang dipraktikkan. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menganalisis efektivitas gerak (kinematika dan kinetika) pada rekaman video atau demonstrasi langsung dengan mengidentifikasi aspek gerakan yang sudah efektif dan yang perlu diperbaiki. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat memberikan umpan balik konstruktif kepada teman sebaya tentang cara meningkatkan efektivitas gerak berdasarkan hasil observasi. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat memperagakan gerak parabola, keseimbangan, dan stabilitas dalam konteks aktivitas olahraga seperti lompat jauh atau bulu tangkis dengan menerapkan prinsip biomekanika yang telah dipelajari. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menjelaskan respons tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas gerak yang dilakukan selama aktivitas, termasuk perubahan pada pernapasan dan detak jantung. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menyusun dan menerapkan strategi gerak yang efektif dalam situasi permainan (seperti sepak bola, bola basket, atau atletik) dengan menyesuaikan strategi berdasarkan perubahan situasi yang terjadi. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menerapkan kepemimpinan dan kolaborasi dalam kelompok saat mengambil keputusan bersama terkait strategi gerak yang paling efektif selama aktivitas permainan berlangsung. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat mendemonstrasikan keterampilan gerak yang efektif dengan menerapkan konsep kinematika, kinetika, dan gaya dalam aktivitas fisik pilihan, sebagai bukti transfer pembelajaran sepanjang bab. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mempresentasikan hasil analisis strategi gerak efektif yang telah diterapkan dalam permainan, disertai refleksi tentang proses kolaborasi dan pengambilan keputusan kelompok. | 3 |
| 13 | — | Murid mampu menjelaskan konsep gerak parabola (kombinasi gerak horizontal dan vertikal yang dipengaruhi gravitasi) dan mengidentifikasi penerapannya dalam aktivitas olahraga seperti tembakan bola basket dan tendangan sepak bola. | 3 |
| 14 | — | Murid mampu memperagakan gerakan yang menunjukkan lintasan parabola dengan mempertimbangkan sudut dan kekuatan lemparan dalam situasi permainan invasi atau atletik. | 3 |
| 15 | — | Murid mampu memperagakan gerak proyektil dengan berbagai sudut lemparan (30°, 45°, 60°) dan menganalisis pengaruh sudut lemparan terhadap jarak serta tinggi lintasan dalam aktivitas seperti lempar lembing atau lemparan bola. | 3 |
| 16 | — | Murid mampu mengidentifikasi pengaruh gravitasi dan hambatan udara pada lintasan gerak proyektil serta membuktikan strategi sudut lemparan yang paling efektif untuk mencapai jarak maksimal dalam situasi olahraga. | 3 |
| 17 | — | Murid mampu membedakan keseimbangan statis dan dinamis serta memperagakan keseimbangan saat bergerak atau mengubah arah (misalnya berjalan di garis keseimbangan atau berlari zig-zag) tanpa kehilangan keseimbangan. | 3 |
| 18 | — | Murid mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas tubuh (tumpuan, titik gravitasi, dan garis gravitasi) dan menerapkan prinsip stabilitas tersebut dalam situasi aktivitas olahraga seperti judo, sepak bola, atau angkat besi. | 3 |
| 19 | — | Murid mampu mendemonstrasikan penerapan konsep gerak parabola, gerak proyektil, dan keseimbangan secara terpadu dalam berbagai situasi gerak (permainan invasi, net, lapangan, atau atletik) sebagai bukti capaian keterampilan gerak pada Bab 2. | 3 |
| 20 | — | Murid mampu mengevaluasi dan merefleksikan strategi gerak yang telah dipraktikkan (sudut lemparan, keseimbangan, dan stabilitas) serta menjelaskan cara mentransfer konsep tersebut untuk meningkatkan performa dalam aktivitas jasmani. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menjelaskan konsep strategi gerak dalam olahraga (ruang, waktu, koordinasi, dan aksi) beserta pentingnya pengaturan posisi dan pembagian peran tim melalui diskusi dan simulasi sederhana. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan strategi gerak, seperti kondisi permainan, posisi lawan, dan kekuatan tim, berdasarkan pengamatan situasi permainan. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menyusun strategi gerak secara sistematis (analisis situasi, penetapan tujuan, pemilihan keterampilan, dan penyesuaian strategi) untuk permainan pilihan (sepak bola, bola basket, atau bulu tangkis) secara berkelompok. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok dalam proses penyusunan strategi gerak tim. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat memperagakan strategi gerak yang telah disusun dalam situasi permainan nyata (permainan invasi, net, atau atletik) dengan menerapkan keterampilan gerak yang sesuai seperti passing, dribbling, atau shooting. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menyesuaikan strategi gerak secara fleksibel berdasarkan perubahan situasi permainan, termasuk mengubah teknik bertahan atau serangan sesuai kebutuhan. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat membuktikan strategi gerak yang paling efektif dengan cara membandingkan penerapan permainan tanpa strategi dan dengan strategi, lalu menganalisis kelebihan dan kekurangannya. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat mengidentifikasi strategi gerak efektif dari pengamatan video penampilan atlet dan menerapkan hasil temuan tersebut sebagai bahan penyesuaian strategi tim mereka. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menginvestigasi modifikasi peraturan permainan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif dalam penerapan strategi gerak kelompok. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menerapkan dan memperagakan strategi gerak yang telah disusun secara menyeluruh dalam situasi permainan sesungguhnya dengan memperhatikan koordinasi tim, pemilihan keterampilan yang tepat, dan adaptasi terhadap perubahan situasi. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menjelaskan secara lisan atau tertulis efektivitas strategi gerak yang diterapkan, mengidentifikasi penyesuaian yang dilakukan, serta merefleksikan kontribusi kepemimpinan dan kolaborasi dalam pencapaian tujuan permainan. | 3 |