| 1 | — | Murid dapat mengidentifikasi berbagai bentuk latihan keterampilan gerak dasar (melempar, menangkap, berlari, melompat) melalui aktivitas berpasangan dengan benar. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mempraktikkan variasi latihan keterampilan gerak melempar dan menangkap bola (lemparan atas kepala, lemparan dada, lemparan pantul) sesuai kemampuan yang dimiliki. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat mengidentifikasi keterampilan gerak dasar yang dipelajari dalam pembelajaran PJOK dan menjelaskan alasan kemampuan gerak yang dimilikinya. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mencocokkan keterampilan gerak dasar (melempar, memantulkan bola, melompat) dengan keterampilan gerak spesifik dalam berbagai cabang olahraga secara tepat. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mengidentifikasi tahapan fase akuisisi keterampilan gerak (demonstrasi, penjelasan, latihan terbimbing) pada berbagai aktivitas gerak spesifik olahraga. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat mempraktikkan fase akuisisi keterampilan gerak melalui aktivitas dribbling bola basket, passing bawah bola voli, atau gerak spesifik sejenis sesuai kemampuan yang dimiliki. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat mempraktikkan aktivitas bermain bola voli 4 vs. 4 dan bermain bola basket 4 vs. 4 dengan menerapkan prinsip kolaborasi dan kepemimpinan dalam kelompok. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi permainan bola voli maupun bola basket melalui pengamatan dan evaluasi antar teman. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat mempraktikkan aktivitas gerak dominan dan nondominan serta menerapkan umpan balik visual, kinestetik, dan auditori untuk memperbaiki keterampilan gerak yang dimiliki. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat mempraktikkan aktivitas bermain bola voli 3 vs. 3 dengan net tertutup dan menerapkan umpan balik hasil keterampilan (HA) serta penampilan keterampilan (KT) untuk meningkatkan capaian geraknya. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menerapkan keterampilan gerak yang telah dipelajari serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda melalui unjuk kerja praktik. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat memperagakan strategi gerak yang efektif dan menjelaskan hubungan antara keterampilan gerak dasar dengan keterampilan gerak spesifik olahraga secara lisan maupun tertulis. | 3 |
| 13 | — | Murid mampu mengidentifikasi masalah taktis dalam permainan invasi (sepak bola, bola basket, futsal) dengan menyebutkan minimal dua situasi gerak yang membutuhkan keputusan taktis. | 3 |
| 14 | — | Murid mampu menjelaskan konsep ruang dalam olahraga tim dan bagaimana penggunaan ruang yang efisien memengaruhi strategi menyerang dan bertahan. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat memperagakan gerakan dengan bola dan gerakan tanpa bola dalam situasi permainan tim (sepak bola, bola basket, atau bola voli) sesuai strategi yang ditentukan. | 3 |
| 16 | — | Murid mampu mengelompokkan gerak menyerang dan bertahan berdasarkan kategori gerakan dengan bola dan tanpa bola pada minimal tiga jenis permainan. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat memperagakan strategi menciptakan ruang melalui teknik screening, blocking, dan komunikasi antarpemain dalam situasi permainan yang dimodifikasi. | 3 |
| 18 | — | Murid mampu membuktikan strategi penggunaan ruang yang paling efektif antara strategi menyerang dan bertahan dalam aktivitas ruang terbatas melalui observasi dan diskusi kelompok. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat memperagakan strategi pertahanan zona dan pertahanan satu lawan satu dalam permainan modifikasi, serta menerapkan komunikasi dan kepemimpinan kelompok saat berpindah strategi. | 3 |
| 20 | — | Murid mampu menganalisis keunggulan dan kelemahan masing-masing strategi pertahanan (zona dan satu lawan satu) berdasarkan situasi gerak yang dihadapi dan kemampuan individu dalam tim. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menerapkan dan memperagakan strategi gerak (menyerang, bertahan, penggunaan ruang) secara terpadu dalam situasi permainan yang sesungguhnya sebagai bukti penguasaan kompetensi bab. | 3 |
| 22 | — | Murid mampu menginvestigasi dan mempresentasikan strategi gerak paling efektif yang digunakan selama permainan, serta memberikan rekomendasi modifikasi aturan yang mendukung partisipasi inklusif dan fair play. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat mengidentifikasi konsep gerak dasar dan menjelaskan hubungannya dengan keterampilan gerak spesifik dalam berbagai aktivitas jasmani. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat mengidentifikasi fase akuisisi keterampilan gerak (kognitif, asosiatif, otomatisasi) melalui praktik berbagai gerak spesifik olahraga. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menjelaskan konsep transfer keterampilan gerak dan mempraktikkannya ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda melalui aktivitas bermain. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi permainan yang berbeda melalui eksplorasi gerak dominan dan nondominan. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menginvestigasi modifikasi peraturan permainan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif melalui aktivitas bermain kelompok. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi dalam permainan yang dimodifikasi. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menganalisis masalah gerak yang muncul dalam situasi permainan dan mempresentasikan solusi gerak yang paling efektif berdasarkan pengalaman belajar melalui gerak. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat memperagakan strategi gerak yang telah dikuasai serta mentransfernya ke dalam situasi gerak baru sebagai bukti capaian keterampilan gerak. | 3 |