| 1 | — | Murid mampu merancang dan menerapkan adaptasi keterampilan gerak spesifik terhadap perubahan lingkungan dan peralatan dalam situasi gerak yang menantang. | 3 |
| 2 | — | Murid mampu mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi perkembangan keterampilan gerak melalui refleksi pengalaman belajar sebelumnya. | 3 |
| 3 | — | Murid mampu menghaluskan keterampilan gerak melalui proses adaptasi tidak sengaja dalam situasi gerak yang menantang dan tidak terduga. | 3 |
| 4 | — | Murid mampu merefleksikan strategi gerak yang digunakan dalam proses adaptasi dan menganalisis dampaknya terhadap kemajuan keterampilan gerak. | 3 |
| 5 | — | Murid mampu mengembangkan strategi gerak melalui latihan drill keterampilan teknis dan menerapkannya dalam situasi permainan olahraga yang sesungguhnya. | 3 |
| 6 | — | Murid mampu menganalisis perbedaan antara latihan drill teknis dan latihan yang melibatkan keterampilan persepsi serta pengambilan keputusan dalam situasi gerak nyata. | 3 |
| 7 | — | Murid mampu mengembangkan kreativitas dalam merancang latihan keterampilan gerak kontekstual yang disederhanakan dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi permainan olahraga. | 3 |
| 8 | — | Murid mampu menganalisis dampak penerapan latihan kontekstual terhadap kemajuan keterampilan gerak individu dan kelompok. | 3 |
| 9 | — | Murid mampu mentransfer dan mengadaptasi strategi gerak yang telah dipelajari ke dalam konteks gerak baru melalui modifikasi peraturan, penskoran, jumlah pemain, dan ukuran permainan. | 3 |
| 10 | — | Murid mampu menggunakan umpan balik eksplisit, umpan balik diri sendiri, dan umpan balik terhadap hasil gerakan untuk mengadaptasi dan mengembangkan keterampilan gerak dalam konteks gerak baru. | 3 |
| 11 | — | Murid mampu memperagakan fair play dan menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim selama aktivitas modifikasi permainan. | 3 |
| 12 | — | Murid mampu mendemonstrasikan penerapan keterampilan gerak spesifik yang telah disempurnakan dalam situasi gerak menantang yang dipilih secara mandiri, disertai analisis strategi gerak yang digunakan. | 3 |
| 13 | — | Murid mampu merefleksikan transfer strategi gerak yang telah dikuasai dan mengevaluasi perkembangan keterampilan geraknya sendiri berdasarkan pengalaman belajar sepanjang bab ini. | 3 |
| 14 | — | Murid mampu mengidentifikasi dan menjelaskan konsep kesadaran tubuh (body awareness) dengan menghubungkan pengalaman gerak pribadi pada situasi aktivitas fisik yang diberikan. | 3 |
| 15 | — | Murid mampu mengidentifikasi dan menjelaskan konsep kesadaran ruang (spatial awareness) dengan menghubungkan pengalaman gerak pribadi pada situasi aktivitas fisik yang diberikan. | 3 |
| 16 | — | Murid mampu mengidentifikasi dan menjelaskan konsep upaya (effort) serta hubungan (relationship) dalam gerak dengan menghubungkan pengalaman gerak pribadi pada situasi aktivitas fisik yang diberikan. | 3 |
| 17 | — | Murid mampu merefleksikan bagaimana keempat konsep gerak (kesadaran tubuh, kesadaran ruang, upaya, dan hubungan) saling berinteraksi dalam menentukan kualitas gerakan melalui lembar kerja analisis gerak. | 3 |
| 18 | — | Murid mampu menerapkan keempat konsep gerak secara terpadu dalam situasi gerak baru yang menantang serta merancang dan menghaluskan keterampilan gerak spesifik berdasarkan hasil penerapan konsep tersebut. | 3 |
| 19 | — | Murid mampu menganalisis dampak penerapan setiap konsep gerak terhadap capaian keterampilan gerak melalui kajian lembar kerja kelompok. | 3 |
| 20 | — | Murid mampu mengevaluasi keefektifan penerapan konsep gerak dalam situasi permainan (invasi, net/wall, target, atau striking/fielding) dan mengembangkan strategi gerak untuk meningkatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak. | 3 |
| 21 | — | Murid mampu menerapkan strategi pengambilan keputusan berbasis konsep gerak dalam kerja tim dengan menunjukkan perilaku fair play dan kolaborasi selama aktivitas permainan berlangsung. | 3 |
| 22 | — | Murid mampu merancang dan mempraktikkan aktivitas gerak yang mengintegrasikan keempat konsep gerak (kesadaran tubuh, kesadaran ruang, upaya, dan hubungan) dalam situasi gerak yang menantang sesuai kategori permainan yang dipilih. | 3 |
| 23 | — | Murid mampu menyusun laporan analisis yang menunjukkan dampak penerapan konsep gerak terhadap perkembangan keterampilan gerak diri sendiri dan anggota kelompok secara kritis dan terukur. | 3 |
| 24 | — | Murid mampu menjelaskan konsep keterampilan taktis dengan mengidentifikasi komponen membaca permainan, mengenali masalah taktis, dan memilih respons gerak yang tepat dalam situasi permainan sederhana (2 lawan 2). | 3 |
| 25 | — | Murid mampu menerapkan keterampilan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat saat menghadapi situasi permainan yang menantang, dengan mempraktikkan aktivitas lempar-tangkap bola 2 lawan 2. | 3 |
| 26 | — | Murid mampu mengadaptasi strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi permainan berbeda dengan menerapkan siklus kesadaran taktis (membaca situasi, merespons, recovery) melalui permainan modifikasi bola voli 3 lawan 3. | 3 |
| 27 | — | Murid mampu merefleksikan transfer strategi gerak dari satu jenis permainan ke permainan lain yang memiliki pendekatan taktis serupa, serta mengevaluasi efektivitas keputusan taktis yang diambil selama permainan berlangsung. | 3 |
| 28 | — | Murid mampu memilih dan mengadaptasi strategi gerak yang tepat sesuai kondisi dan situasi permainan yang berubah-ubah, dengan mendemonstrasikan kemampuan memanfaatkan ruang lapangan dan menciptakan peluang mencetak skor. | 3 |
| 29 | — | Murid mampu menerapkan strategi pengambilan keputusan dalam kerja tim dengan menunjukkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan kepemimpinan saat menjalankan taktik menyerang maupun bertahan dalam permainan kelompok. | 3 |
| 30 | — | Murid mampu mengembangkan berbagai keterampilan gerak untuk mencapai keberhasilan dengan memilih tingkat kesulitan yang sesuai secara mandiri, didorong motivasi intrinsik, melalui aktivitas permainan bulu tangkis 2 lawan 1 dengan variasi tingkat tantangan. | 3 |
| 31 | — | Murid mampu menunjukkan penguasaan keseluruhan keterampilan taktis — meliputi membaca permainan, mengembangkan kesadaran taktis, memilih strategi yang sesuai, dan meningkatkan level kesulitan — dalam asesmen sumatif berupa permainan modifikasi yang dinilai secara holistik. | 3 |