| 1 | — | Murid dapat menjelaskan makna penting Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman latar belakang suku, agama, ras, dan budaya. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengidentifikasi peran para tokoh pendiri bangsa (Sukarno, Mohammad Hatta, Soepomo, Mohammad Yamin, H. Agus Salim, Achmad Soebardjo) dalam proses perumusan dasar negara. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menganalisis ide-ide para pendiri bangsa tentang dasar negara yang disampaikan dalam sidang BPUPK. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat membedakan cara pandang para perumus Pancasila (Sukarno, Soepomo, Mohammad Yamin) tentang dasar negara berdasarkan latar belakang pemikiran masing-masing tokoh. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menganalisis dinamika yang terjadi dalam sidang BPUPK pertama terkait perdebatan dan proses penyampaian gagasan dasar negara oleh para pendiri bangsa. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menghubungkan semangat persatuan para pendiri bangsa dalam menyikapi perbedaan gagasan pada sidang BPUPK pertama dengan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menganalisis dinamika perumusan Pancasila mulai dari Piagam Jakarta hingga pengesahan Pancasila pada 18 Agustus 1945 sebagai bagian dari proses kelahiran pemersatu bangsa. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menganalisis makna kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara yang tercermin dalam proses pengesahannya oleh PPKI. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dalam tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia serta implikasinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menganalisis kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (Weltanschauung) yang menjadi pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam membangun kehidupan yang bersatu dan berkeadilan. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menganalisis kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara yang mencakup dimensi politik, ekonomi, sosio-kultural, pertahanan, dan keamanan dalam kehidupan nasional. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat memahami nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara dalam konteks pembangunan nasional dan perannya mempersatukan masyarakat yang beragam. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menunjukkan contoh sikap dan perilaku yang mencerminkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sebagai wujud Pancasila sebagai pemersatu bangsa. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat memahami prinsip gotong royong sebagai perwujudan nilai Pancasila yang inklusif dan berkeadilan dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang beragam. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat mengidentifikasi berbagai perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat merumuskan gagasan solutif yang kreatif dan kontekstual untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman menyeluruh tentang gagasan pendiri bangsa, dinamika kelahiran Pancasila, kedudukan Pancasila, dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 18 | — | Murid mampu menjelaskan pengertian kesadaran hukum, tujuan hukum, dan fungsi hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. | 3 |
| 19 | — | Murid mampu mengidentifikasi sumber hukum tertulis dan norma yang berlaku di masyarakat sebagai dasar membangun kesadaran hukum. | 3 |
| 20 | — | Murid mampu menganalisis hubungan antara hukum dan norma sebagai landasan perilaku taat hukum dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 21 | — | Murid mampu mengklasifikasikan pembagian hukum berdasarkan sifat, bentuk, dan sumbernya secara tepat. | 3 |
| 22 | — | Murid mampu menerapkan perilaku taat hukum berdasarkan peraturan yang berlaku di lingkungan sekolah dan masyarakat. | 3 |
| 23 | — | Murid mampu menganalisis contoh-contoh perilaku yang menunjukkan taat hukum dan melanggar hukum dalam kehidupan di masyarakat beserta norma yang dilanggar. | 3 |
| 24 | — | Murid mampu mengaitkan norma sosial dengan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan mewujudkan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. | 3 |
| 25 | — | Murid mampu menganalisis hubungan antara hak dan kewajiban warga negara berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. | 3 |
| 26 | — | Murid mampu menganalisis faktor-faktor penyebab pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban serta dampaknya terhadap harmoni kehidupan bermasyarakat. | 3 |
| 27 | — | Murid mampu menganalisis hierarki atau tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011. | 3 |
| 28 | — | Murid mampu menjelaskan pentingnya harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan sebagai wujud budaya taat hukum dalam bernegara. | 3 |
| 29 | — | Murid mampu menganalisis kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara dalam sistem peraturan perundang-undangan di Indonesia. | 3 |
| 30 | — | Murid mampu menganalisis hubungan antara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai landasan membangun budaya taat hukum. | 3 |
| 31 | — | Murid mampu menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang kesadaran hukum, perilaku taat hukum, tata urutan peraturan perundang-undangan, dan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum negara melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 32 | — | Murid mampu merefleksikan komitmen diri untuk menerapkan perilaku taat hukum dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara Indonesia yang bertanggung jawab. | 3 |