| 1 | — | Murid dapat menjelaskan arti pemeliharaan Allah terhadap hidup manusia berdasarkan Kejadian 2:15 dan Mazmur 104:4-30. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengidentifikasi bukti-bukti campur tangan Allah dalam sejarah kehidupan manusia dan alam berdasarkan kesaksian Alkitab. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menguraikan aspek-aspek pemeliharaan Allah bagi manusia, termasuk penyediaan kebutuhan hidup dan perlindungan di segala situasi, berdasarkan Mazmur 104 dan Kejadian 8:22. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menunjukkan sikap percaya dan berserah diri kepada Allah sebagai Pemelihara hidup manusia dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menghubungkan pengalaman pribadi dan keluarganya dengan bukti nyata pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat membuat kolase atau karya sederhana yang menggambarkan bukti pemeliharaan Allah dalam hidupnya sebagai bentuk ungkapan syukur. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat mempresentasikan karya yang menunjukkan bukti-bukti pemeliharaan Allah dalam hidup manusia secara runtut dan meyakinkan. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menyimpulkan makna pemeliharaan Allah bagi kehidupan manusia yang penuh dinamika dan merumuskan respons iman yang tepat sebagai orang percaya. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan arti pemeliharaan Allah terhadap hidup manusia berdasarkan Kejadian 2:15 dan Mazmur 104:4-30 dengan kalimat sendiri secara lisan maupun tulisan. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat mengidentifikasi minimal tiga bukti campur tangan Allah dalam kehidupan manusia berdasarkan kesaksian Alkitab dan pengalaman sehari-hari. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menjelaskan aspek-aspek pemeliharaan Allah (menyediakan kebutuhan, melindungi dari bahaya, dan menuntun jalan hidup) dengan merujuk pada contoh dari Alkitab seperti Mazmur 23:1 dan 1 Raja-Raja 17:1-6. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menunjukkan sikap percaya pada pemeliharaan Allah dalam situasi sulit melalui refleksi pengalaman pribadi atau keluarga secara tertulis. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menjelaskan tanggung jawab manusia dalam merespons pemeliharaan Allah dengan cara menghargai hidup, berusaha sungguh-sungguh, dan berdoa, berdasarkan Kejadian 2:15. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat membuat kolase gambar atau foto sebagai karya kreatif yang membuktikan pemeliharaan Allah dalam hidup diri dan keluarganya sejak lahir hingga saat ini. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat mempresentasikan karya (kolase/gambar) yang menggambarkan bukti pemeliharaan Allah dalam hidupnya di depan kelas secara runtut dan percaya diri. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menyimpulkan secara tertulis mengapa orang beriman perlu menaruh keyakinan penuh pada pemeliharaan Allah dalam seluruh dinamika kehidupan, sebagai wujud iman yang hidup. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menjelaskan alasan Allah mengampuni manusia melalui pengorbanan Yesus Kristus berdasarkan Yohanes 3:16 dan Kolose 3:13. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menyebutkan minimal tiga teladan Yesus dalam mengampuni manusia berdosa sebagaimana dikisahkan dalam Alkitab. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menjelaskan alasan orang beriman wajib mengampuni sesama sebagai tanggapan atas karya penyelamatan Allah dalam Yesus Kristus, berdasarkan Efesus 4:32 dan Matius 6:14-15. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat membedakan pengertian mengampuni dengan membiarkan kejahatan berlangsung, serta menjelaskan dampak positif pengampunan bagi kesehatan mental dan hubungan antarmanusia. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menceritakan kembali peristiwa Yesus mengampuni orang berdosa dalam Yohanes 8 dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi dalam memaafkan sesama. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat membuat refleksi tertulis tentang tanggapan pribadi terhadap karya penyelamatan Allah dalam Yesus Kristus sebagai motivasi untuk mengampuni sesama. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang teladan Yesus dalam mengampuni dan alasan manusia mengampuni sesama melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menyatakan komitmen untuk bersedia memaafkan sesama dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan, sebagai wujud penerapan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Roh Kudus adalah wujud kehadiran Allah yang nyata bagi orang beriman setelah Yesus naik ke surga, berdasarkan Yohanes 14:26 dan Kisah Para Rasul 1:8. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menguraikan peran Roh Kudus sebagai Penolong dan Penguat dalam kehidupan orang beriman sehari-hari, dengan merujuk pada Efesus 4:30. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menjelaskan proses pembaruan hidup yang dilakukan Roh Kudus dalam diri orang beriman melalui perubahan pikiran, perkataan, dan perbuatan, berdasarkan Roma 12:2 dan 2 Korintus 3:18. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menganalisis kisah pertobatan Saulus menjadi Paulus sebagai contoh nyata pembaruan total yang dikerjakan Roh Kudus dalam hidup manusia. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat mengidentifikasi ciri-ciri manusia yang telah diperbarui oleh Roh Kudus, seperti mampu menolak godaan, hidup dalam kasih, dan bersikap rendah hati, berdasarkan Galatia 5:22-23. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menunjukkan sikap sebagai remaja yang telah diperbarui Roh Kudus dengan menghasilkan karya (doa, puisi, atau slogan) yang mencerminkan perubahan hidup dalam tuntunan Roh Kudus. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menyimpulkan secara tertulis makna karya Roh Kudus yang memimpin dan memperbarui hidup orang beriman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat merefleksikan pengalaman pribadinya dan merumuskan komitmen konkret untuk hidup dalam tuntunan Roh Kudus melalui kesetiaan berdoa, membaca Alkitab, dan beribadah. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menjelaskan makna doa sebagai komunikasi orang beriman dengan Allah dan menjabarkan hal-hal penting yang terkandung dalam Doa Bapa Kami (Efesus 6:18; Roma 12:12). | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menulis doa permohonan pribadi yang mencerminkan kesungguhan iman sebagai remaja Kristen yang membutuhkan tuntunan Allah dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat memahami Alkitab sebagai firman Allah yang diilhamkan dan menjelaskan fungsi Alkitab sebagai penuntun hidup orang beriman berdasarkan 2 Timotius 3:16-17. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menunjukkan sikap yang baik dan benar dalam membaca Alkitab serta berbagi pengalaman membaca Alkitab dalam keluarga dan gereja sebagai wujud iman yang hidup. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menjelaskan makna ibadah — baik ibadah formal maupun ibadah dalam seluruh sikap hidup — dan mengaitkannya dengan teladan jemaat perdana dalam Kisah Para Rasul 2:41-42. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat melakukan observasi sederhana dan mempresentasikan hasil pengamatan mengenai kesetiaan berdoa, membaca Alkitab, dan beribadah di kalangan remaja SMP serta keluarga Kristen. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat menjelaskan pentingnya setia berdoa, membaca Alkitab, dan beribadah sebagai wujud memelihara iman dalam menghadapi tantangan kehidupan remaja masa kini. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menunjukkan sikap dan komitmen sebagai remaja Kristen yang menjadikan doa, Alkitab, dan ibadah sebagai fondasi hidup beriman melalui refleksi dan janji iman tertulis. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian Alkitab sebagai firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus berdasarkan 2 Timotius 3:16-17. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat menjabarkan garis besar isi Alkitab yang terdiri dari Perjanjian Lama (39 kitab) dan Perjanjian Baru (27 kitab) sebagai ikatan perjanjian Allah dengan manusia. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menjelaskan fungsi Alkitab bagi orang Kristen sebagai panduan, nasihat, bimbingan, dan hukum mutlak yang harus ditaati dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menjelaskan peran Roh Kudus dalam memimpin orang beriman untuk membaca dan memahami isi Alkitab sehingga dapat menjalani hidup sesuai kehendak Allah. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat berbagi pengalaman membaca dan mendalami Alkitab dalam keluarga dan gereja sebagai wujud kesetiaan hidup beriman. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat menceritakan sikap yang baik dan benar dalam membaca Alkitab serta mengungkapkan refleksi pribadi tentang fungsi Alkitab bagi dirinya. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang Alkitab sebagai firman Allah, fungsinya, dan garis besar isinya melalui tes tertulis. | 3 |
| 48 | — | Murid dapat menyajikan karya (pembatas Alkitab, sarung Alkitab, atau tulisan refleksi) sebagai ekspresi keyakinan bahwa Alkitab adalah penuntun hidup orang beriman. | 3 |