| 1 | — | Murid dapat menjelaskan minimal tiga cara Allah berkarya di tengah-tengah masyarakat melalui peran pemimpin bangsa dan pahlawan Indonesia berdasarkan Nehemia 2:1–20. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Allah di tengah-tengah masyarakat Indonesia melalui tulisan atau lisan dengan menggunakan contoh nyata dari kehidupan sekitar. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat mengidentifikasi contoh karya Allah yang nyata di tengah-tengah masyarakat melalui berbagai profesi (guru, tenaga kesehatan, aparat, dan lainnya) sebagai wujud kasih setia Allah kepada umat-Nya. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah memperlengkapi setiap orang untuk berkarya bagi sesama di masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab orang beriman, mengacu pada Nehemia 2:1–20. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menunjukkan sikap peduli terhadap pergumulan dan kebutuhan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya sebagai respons iman atas karya Allah, berdasarkan hasil pengamatan lingkungan sekitar. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat membuat sebuah karya kreatif (karangan singkat, poster, atau cerita bergambar) yang menggambarkan karya Allah di tengah-tengah masyarakat dan bagaimana mereka dapat turut berkarya bagi sesama. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menyimpulkan pemahaman tentang cara-cara Allah berkarya di tengah-tengah masyarakat melalui karangan singkat 1–2 halaman yang menunjukkan pemahaman yang benar dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat merefleksikan panggilan dirinya untuk turut berkarya dan melayani sesama di tengah-tengah masyarakat sebagai wujud syukur atas karya Allah, mengacu pada Nehemia 2:18. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menyimpulkan arti sesama manusia berdasarkan Matius 25:31–46 dengan kata-kata sendiri secara tertulis. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat mengidentifikasi kelompok orang yang disebut Yesus dalam Matius 25:31–46 sebagai sesama yang perlu dikasihi dan ditolong. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menceritakan pengalaman pribadi berinteraksi dengan sesama yang membutuhkan pertolongan sebagai wujud kepedulian orang beriman. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menganalisis tantangan yang dihadapi dalam menolong sesama yang berbeda latar belakang suku atau agama, dikaitkan dengan nilai hidup rukun dan toleransi. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menghubungkan nilai-nilai buah Roh (kasih, kemurahan, kebaikan) dengan tindakan nyata menolong sesama yang membutuhkan, berpijak pada Matius 25:31–46 dan kisah teladan. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat membuat karya kreatif berupa kartu dukungan sebagai ungkapan kepedulian konkret kepada sesama yang sedang mengalami kesusahan. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dengan menjawab pertanyaan asesmen secara tertulis berdasarkan Matius 25:31–46. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat mensyukuri kehadiran orang-orang di sekitarnya sebagai anugerah Allah dengan menyampaikan refleksi lisan atau tertulis tentang pengalaman mendengar dan merespons tangisan sesama. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk terbatas yang membutuhkan pertolongan Allah sebagai sumber kekuatan dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat mendeskripsikan bahwa Allah memelihara manusia di tengah segala keterbatasannya berdasarkan bacaan 1 Samuel 17:40–45 (kisah Daud dan Goliat). | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah memelihara seluruh umat manusia, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, sebagai bukti Allah adalah sumber kekuatan bagi semua orang. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat mendaftarkan beberapa kelebihan dan kekurangan diri sendiri, lalu mengaitkannya dengan keyakinan bahwa Allah senantiasa menjaga dan menguatkan mereka. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat mengungkapkan rasa syukur atas pemeliharaan Allah sebagai sumber kekuatan dengan membuat karya kreatif (kliping atau doa tertulis) yang menggambarkan keterbatasan manusia dan pertolongan Allah. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menunjukkan sikap saling menguatkan antarsesama sebagai respons iman terhadap pemeliharaan Allah yang dialami dalam kehidupan nyata. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menjawab pertanyaan tertulis tentang makna Allah sebagai sumber kekuatan, pemeliharaan Allah bagi manusia yang terbatas dan berkebutuhan khusus, serta keteladanan Daud dalam 1 Samuel 17:40–45. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menjelaskan arti 'istimewa' dalam konteks diri sebagai ciptaan Allah berdasarkan Mazmur 8:1–9, dengan menyebutkan minimal dua alasan mengapa manusia lebih mulia dari ciptaan lainnya. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat mendaftarkan minimal tiga kelebihan dan dua kekurangan diri sendiri sebagai bukti keunikan yang Allah berikan kepada setiap pribadi. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk terbatas namun tetap istimewa karena Allah memelihara dan mengasihi setiap orang, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, berdasarkan 2 Samuel 4:4 dan 9:1–13. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat mendeskripsikan tindakan Raja Daud terhadap Mefiboset sebagai contoh nyata pemeliharaan Allah bagi pribadi yang memiliki keterbatasan fisik. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat mengungkapkan rasa syukur atas pemeliharaan Allah dalam hidupnya melalui sebuah karya kreatif (tulisan, gambar, atau kolase) yang menggambarkan potensi dan karunia yang mereka miliki sebagai pribadi yang istimewa. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat merencanakan satu bentuk aksi nyata sebagai ekspresi syukur atas keistimewaan diri, misalnya menunjukkan sikap peduli kepada teman yang berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang dirinya sebagai pribadi yang istimewa ciptaan Allah dengan menjelaskan secara tertulis makna keterbatasan manusia, pemeliharaan Allah, dan sikap syukur berdasarkan Mazmur 8:1–9 dan 2 Samuel 4:4, 9:1–13. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk berdosa yang membutuhkan keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus berdasarkan pemahaman Alkitab. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk terbatas yang tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari dosa. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menceritakan secara singkat kisah pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib berdasarkan Matius 27:32–56 sebagai wujud karya keselamatan Allah bagi manusia. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menjelaskan peran tokoh-tokoh dalam kisah penyaliban Yesus (antara lain Simon dari Kirene, Maria Magdalena) dan maknanya bagi iman Kristen. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menjelaskan peristiwa kebangkitan Yesus berdasarkan Matius 28:1–10 sebagai bukti sempurnanya karya keselamatan Allah bagi manusia. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat mengungkapkan rasa syukur atas karya keselamatan Yesus Kristus melalui sebuah karya kreatif (buku cerita, nyanyian, atau tulisan refleksi). | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menceritakan contoh pengorbanan orang-orang di sekitarnya sebagai cerminan nilai syukur atas keselamatan yang diterima dari Yesus. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang cara Allah menyelamatkan manusia melalui Yesus Kristus secara tertulis dengan menjawab pertanyaan asesmen sumatif bab. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat menyusun rencana pelayanan sederhana kepada sesama sebagai wujud syukur atas keselamatan yang telah diterima dari Yesus Kristus. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menjelaskan arti menjadi manusia baru sebagai respons atas karya keselamatan Allah melalui Yesus Kristus berdasarkan Kolose 3:5–17. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat membedakan ciri-ciri sikap hidup manusia lama dan manusia baru berdasarkan Kolose 3:5–17. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat menjelaskan sikap-sikap hidup manusia baru (belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, pengampunan, dan kasih) sebagaimana tertuang dalam Kolose 3:12–14. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menunjukkan bahwa kasih sebagai inti sikap manusia baru mempersatukan sesama tanpa memandang perbedaan suku, bangsa, dan agama. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat mendaftarkan kegiatan nyata yang dapat dilakukan sebagai wujud hidup manusia baru dalam kehidupan sehari-hari beserta tantangan yang dihadapi. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat mensyukuri pengorbanan Yesus Kristus yang memungkinkannya berubah menjadi manusia baru dengan mengungkapkan syukur melalui karya kreatif berupa slogan hidup manusia baru. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang arti manusia baru dan perbedaannya dengan manusia lama melalui asesmen tertulis berdasarkan Kolose 3:5–17. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat merefleksikan pengalaman pribadinya dalam mempraktikkan sikap hidup manusia baru serta menyebutkan orang-orang yang menolongnya untuk setia menjalani hidup sebagai manusia baru. | 3 |