| 1 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta langit, bumi, dan segala isinya berdasarkan Kejadian 1:1-31. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat menyebutkan urutan hari penciptaan (hari ke-1 hingga hari ke-6) beserta ciptaan Allah pada setiap harinya. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat mengidentifikasi ragam ciptaan Allah berupa flora dan fauna yang ada di lingkungan sekitar sekolah. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menjelaskan keistimewaan manusia (laki-laki dan perempuan) sebagai ciptaan Allah yang paling mulia dibandingkan ciptaan lainnya. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat memahami bahwa Allah hadir dan nyata melalui berbagai fenomena alam ciptaan-Nya seperti matahari, hujan, laut, dan langit. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas keindahan dan manfaat alam ciptaan-Nya melalui doa ucapan syukur secara tertulis. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menjelaskan tanggung jawab manusia sebagai ciptaan Allah untuk merawat dan memelihara alam sekitar (tumbuhan dan hewan) di rumah maupun di sekolah. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat mempraktikkan minimal satu tindakan sederhana nyata sebagai wujud syukur dan tanggung jawab dalam memelihara alam ciptaan Allah di lingkungan sekolah. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang Allah sebagai Pencipta seluruh alam semesta, flora, fauna, dan manusia melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menunjukkan sikap syukur dan tanggung jawab terhadap alam ciptaan Allah melalui refleksi diri dan penilaian portofolio tindakan nyata. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia (laki-laki dan perempuan) menurut gambar dan rupa-Nya berdasarkan Kejadian 1:26-28. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat membedakan cara Allah menciptakan manusia dengan cara Allah menciptakan makhluk lainnya sebagai bukti keistimewaan manusia sebagai ciptaan-Nya. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menunjukkan sikap bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan dirinya dengan cara menerima dan menghargai keberadaan diri sendiri sebagai ciptaan Allah yang berharga. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa dirinya sebagai makhluk individu diciptakan Allah dengan keunikan dan keistimewaan tersendiri yang patut disyukuri. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa sebagai ciptaan Allah, manusia adalah makhluk sosial yang dipanggil untuk mengasihi dan hidup rukun dengan sesama berdasarkan Yohanes 15:17. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menerapkan sikap hidup rukun terhadap teman, saudara, dan orang tua sebagai wujud nyata menjadi ciptaan Allah yang mencerminkan gambar dan rupa-Nya. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menjelaskan kembali bahwa Allah menciptakan manusia (laki-laki dan perempuan) menurut gambar dan rupa-Nya serta menyebutkan keistimewaan manusia dibandingkan ciptaan lainnya. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menunjukkan sikap bersyukur atas dirinya sebagai ciptaan Allah dan sikap hidup rukun dengan sesama sebagai respons iman terhadap karya penciptaan Allah. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menjelaskan makna pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari melalui kehadiran orang tua dan anggota keluarga berdasarkan Amsal 4:1-6 dan Mazmur 40:6. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menunjukkan sikap menghormati orang tua dan orang yang lebih tua sebagai respons syukur atas pemeliharaan Allah melalui keluarga. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menjelaskan peran guru dan teman sebagai wujud nyata pemeliharaan Allah dalam kehidupan di lingkungan sekolah berdasarkan Amsal 22:6. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mempraktikkan sikap menghargai guru dan mengasihi teman sebagai bentuk syukur atas pemeliharaan Allah di sekolah. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menjelaskan cara menjaga kerukunan dengan keluarga, teman, dan guru sebagai tanggapan iman atas pemeliharaan Allah berdasarkan Lukas 2:41-51. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat mendemonstrasikan tindakan nyata merawat diri dan bersikap disiplin di rumah maupun di sekolah sebagai wujud syukur atas pemeliharaan Allah. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menguraikan secara tertulis pemahaman mereka tentang pemeliharaan Allah melalui kehadiran keluarga, guru, dan teman dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menilai sikap dan tindakan diri sendiri dalam merespons pemeliharaan Allah melalui refleksi dan penilaian diri secara jujur. | 3 |
| 27 | — | Melalui pengamatan dan diskusi, murid dapat menjelaskan bahwa Allah menciptakan anggota tubuh manusia (mata, mulut, hidung, telinga, tangan, kaki) beserta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari sebagai anugerah yang harus disyukuri. | 3 |
| 28 | — | Melalui kegiatan menulis dan tanya jawab, murid dapat mengidentifikasi perasaan syukur atas tubuh yang Allah ciptakan sebagai wujud pemahaman diri sebagai makhluk ciptaan Allah. | 3 |
| 29 | — | Melalui membaca dan menelaah kisah Bileam (Bilangan 22:2-35) serta nasihat Paulus (1 Korintus 6:19-20), murid dapat menjelaskan bahwa anggota tubuh harus digunakan sesuai kehendak Allah untuk memuliakan-Nya. | 3 |
| 30 | — | Melalui kegiatan berkreasi membuat amplop bangunan gereja, murid dapat mempraktikkan contoh cara memuliakan Allah dengan anggota tubuh saat beribadah (berdoa, bernyanyi, membaca Alkitab, mendengarkan firman, memberi persembahan). | 3 |
| 31 | — | Melalui diskusi dan kegiatan membuat rencana harian, murid dapat menunjukkan sikap bertanggung jawab menjaga tubuh agar bersih dan sehat (mandi, menggosok gigi, keramas, mencuci tangan dan kaki) sebagai ungkapan syukur kepada Allah yang menciptakan tubuh. | 3 |
| 32 | — | Melalui kegiatan menggambar dan presentasi karya, murid dapat menjelaskan bahwa memelihara tubuh agar tetap bersih dan sehat merupakan tindakan memuliakan Allah sebagai Pemelihara yang menganugerahkan tubuh kepada manusia. | 3 |
| 33 | — | Melalui asesmen tertulis, murid dapat menjelaskan manfaat anggota tubuh ciptaan Allah dan memberikan contoh tindakan memuliakan Allah dengan anggota tubuh dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 34 | — | Melalui penilaian diri (self-assessment), murid dapat mengevaluasi sikap dan kebiasaan bertanggung jawab menjaga tubuh agar bersih dan sehat sebagai wujud nyata memuliakan Allah dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menjelaskan berbagai perbedaan yang ada pada manusia (sifat, kegemaran, bentuk fisik) sebagai keunikan ciptaan Allah yang patut disyukuri. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa keragaman perbedaan antarmanusia adalah anugerah Allah yang menjadi dasar untuk bergaul dengan semua orang. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menerapkan sikap menghargai perbedaan teman di sekolah sebagai wujud nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menunjukkan perilaku terbuka dan tidak membeda-bedakan teman berdasarkan perbedaan yang ada pada diri mereka. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat menceritakan kembali kisah persahabatan Daud dan Yonatan (1 Samuel 18:1-4) sebagai contoh bergaul dengan semua orang tanpa memandang perbedaan latar belakang. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menghubungkan nilai persahabatan Daud dan Yonatan dengan kehidupan bergaulnya sehari-hari bersama teman, saudara, dan orang-orang di sekitarnya. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat menerapkan hidup rukun dengan teman, saudara, dan orang tua sebagai bentuk tanggung jawab sebagai makhluk sosial ciptaan Allah. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah memelihara dirinya melalui kehadiran orang-orang di sekitarnya sehingga ia terpanggil untuk menjaga kerukunan dalam pergaulan. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menjelaskan ciri-ciri sahabat yang baik berdasarkan Amsal 17:17 dan Amsal 13:20, yaitu mengasihi, menolong, dan memilih pergaulan yang mendatangkan kebaikan. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat mempraktikkan sikap menjadi sahabat yang baik melalui tindakan nyata seperti menolong, memaafkan, dan menasihati teman dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang pentingnya bergaul dengan semua orang, menghargai perbedaan, dan menjadi sahabat yang baik melalui asesmen tertulis dan penilaian diri. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat merefleksikan sikapnya dalam pergaulan sehari-hari dan membuat rencana tindakan untuk mempraktikkan hidup bergaul dengan semua orang sesuai kehendak Allah. | 3 |