Dokumenchevron_rightKKTPchevron_rightPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekertichevron_rightKelas 7

KKTP Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 7 — Semester 1

KKTPSMPKelas 7DSemester 1

Dokumen KKTP ini membantu guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 7 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN KKTP

KKTP Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 7 — Semester 1

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti · Kelas 7

Semester 1

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI

Semester 1

1. IDENTITAS

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikSemester 1
Tahun Ajaran2026/2027
Pendekatan KKTPrubrik
Semester1

2. INTERVAL NILAI

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
0-5960-6970-8485-100

3. PETUNJUK PENSKORAN

Petunjuk penskoran (deterministik):
• Belum Berkembang (0-59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial.
• Mulai Berkembang (60-69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru.
• Berkembang (70-84): indikator utama tercapai secara mandiri.
• Sangat Berkembang (85-100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru.
Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level.

4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BAB

Kode TP: Kelas.Bab.Urutan TP — contoh TP 7.1.1 = Kelas 7, Bab 1, TP ke-1. Penomoran ini penunjuk urutan internal dokumen, bukan format baku Pemerintah.

Bab 1 — Manusia Sebagai Citra Allah (4 TP)

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
1TP 7.1.1Mengidentifikasi makna manusia sebagai citra Allah yang unik berdasarkan teks Kitab Suci2
2TP 7.1.2Mendeskripsikan keunikan diri sebagai citra Allah dalam keberadaannya sebagai laki-laki atau perempuan2
3TP 7.1.3Menganalisis kesetaraan martabat manusia sebagai laki-laki dan perempuan seturut citra Allah dalam pergaulan hidup2
4TP 7.1.4Menyusun rencana tindakan nyata penghayatan iman atas keluhuran manusia sebagai citra Allah yang unik2

Bab 2 — Kemampuan Dan Keterbatasanku (4 TP)

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
5TP 7.2.1Mengidentifikasi kemampuan diri sebagai wujud pemahaman potensi pribadi2
6TP 7.2.2Menjelaskan upaya mengembangkan kemampuan diri secara bertanggung jawab2
7TP 7.2.3Mengidentifikasi keterbatasan diri secara jujur dan terbuka2
8TP 7.2.4Menjelaskan sikap dan cara mengatasi keterbatasan diri secara bertanggung jawab2

Bab 3 — Manusia Berkembang Berkat Peran Sesama (4 TP)

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
9TP 7.3.1Mengidentifikasi peran keluarga dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang3
10TP 7.3.2Mengidentifikasi peran teman dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang3
11TP 7.3.3Mengidentifikasi peran sekolah dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang3
12TP 7.3.4Mengidentifikasi peran gereja dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang3

5. RUBRIK KETERCAPAIAN PER TUJUAN PEMBELAJARAN

Bab 1 — Manusia Sebagai Citra Allah

TP 7.1.1: Mengidentifikasi makna manusia sebagai citra Allah yang unik berdasarkan teks Kitab Suci

Indikator Pencapaian:
1. Menunjukkan rujukan teks Kitab Suci (Kejadian 1:26-28) tentang penciptaan manusia seturut gambar dan rupa Allah
2. Menjelaskan makna manusia sebagai citra Allah (Imago Dei) yang unik dan bermartabat luhur

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menyebutkan teks Kitab Suci rujukan dan belum dapat menjelaskan arti manusia sebagai citra Allah.Mampu menyebutkan teks Kitab Suci Kejadian 1:26-28, namun membutuhkan bimbingan untuk menguraikan maknanya sebagai citra Allah yang unik.Mampu menunjukkan teks Kitab Suci dan menjelaskan secara mandiri makna manusia diciptakan sebagai citra Allah yang unik dan berbeda dari ciptaan lainnya.Mampu menjelaskan secara mendalam makna teologis citra Allah berdasarkan teks Kitab Suci serta merefleksikan perannya sebagai wakil Allah di dunia secara komprehensif.

TP 7.1.2: Mendeskripsikan keunikan diri sebagai citra Allah dalam keberadaannya sebagai laki-laki atau perempuan

Indikator Pencapaian:
1. Menyebutkan ciri fisik, psikis, dan karakter unik dirinya sebagai laki-laki atau perempuan
2. Mendeskripsikan kekhasan panggilan dan peran dirinya sebagai laki-laki atau perempuan seturut rencana Allah

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengidentifikasi keunikan ciri diri dan belum dapat membedakan kekhasan perannya sebagai laki-laki atau perempuan.Mampu menyebutkan ciri fisik atau sifat diri, namun belum mampu mendeskripsikannya sebagai anugerah Allah yang khas dan bernilai.Mampu mendeskripsikan secara mandiri keunikan diri (fisik, emosi, bakat) dalam keberadaannya sebagai laki-laki atau perempuan seturut rancangan Allah.Mampu mendeskripsikan keunikan diri secara terperinci serta mengekspresikan rasa syukur yang mendalam atas identitas gendernya sebagai anugerah ilahi yang saling melengkapi.

TP 7.1.3: Menganalisis kesetaraan martabat manusia sebagai laki-laki dan perempuan seturut citra Allah dalam pergaulan hidup

Indikator Pencapaian:
1. Menguraikan dasar kesetaraan martabat antara laki-laki dan perempuan dalam ajaran iman Katolik
2. Menganalisis bentuk perlakuan adil dan saling menghargai antargender dalam lingkungan pergaulan remaja

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengenali konsep kesetaraan martabat dan masih menunjukkan pandangan yang bias gender.Mampu menyebutkan bahwa laki-laki dan perempuan setara di hadapan Allah, namun kesulitan menganalisis contoh penerapannya dalam relasi pergaulan.Mampu menganalisis kesetaraan martabat laki-laki dan perempuan serta memberikan contoh konkret sikap saling menghormati dalam pergaulan harian.Mampu menganalisis persoalan ketidakadilan gender di lingkungan sekitar secara kritis dan mengusulkan solusi konkret berlandaskan ajaran iman Katolik.

TP 7.1.4: Menyusun rencana tindakan nyata penghayatan iman atas keluhuran manusia sebagai citra Allah yang unik

Indikator Pencapaian:
1. Merumuskan gagasan aksi nyata untuk menghargai keluhuran martabat diri sendiri dan sesama
2. Menyusun jadwal pelaksanaan tindakan nyata yang terukur dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu merumuskan ide tindakan nyata untuk menghargai martabat manusia.Mampu merumuskan tindakan nyata secara sederhana, namun belum tersusun dalam rencana tindakan yang terstruktur dan terukur.Mampu menyusun rencana tindakan nyata yang terstruktur, realistis, dan relevan dengan penghayatan iman atas keluhuran sesama sebagai citra Allah.Mampu menyusun rencana aksi nyata yang komprehensif, berkesinambungan, memiliki indikator evaluasi diri yang jelas, serta berpotensi melibatkan teman sebaya.

Bab 2 — Kemampuan Dan Keterbatasanku

TP 7.2.1: Mengidentifikasi kemampuan diri sebagai wujud pemahaman potensi pribadi

Indikator Pencapaian:
1. Menemutunjukkan aneka kemampuan/talenta (akademik, seni, olahraga, sosial) yang dimiliki
2. Mengelompokkan potensi diri yang sudah berkembang dan potensi yang masih perlu diasah

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengenali kemampuan atau potensi khusus yang ada di dalam dirinya.Mampu menyebutkan satu atau dua kemampuan diri, namun masih membutuhkan panduan guru untuk memetakan potensi pribadinya secara utuh.Mampu mengidentifikasi dan memetakan aneka kemampuan serta potensi diri secara tepat, mandiri, dan objektif.Mampu mengidentifikasi potensi diri secara mendalam serta mengaitkannya dengan peluang pemanfaatan potensi tersebut bagi pelayanan sesama dan Gereja.

TP 7.2.2: Menjelaskan upaya mengembangkan kemampuan diri secara bertanggung jawab

Indikator Pencapaian:
1. Menjelaskan langkah-langkah praktis dalam melatih kemampuan diri seturut ajaran Kitab Suci (misal: Perumpamaan tentang Talenta)
2. Menentukan sikap disiplin dan komitmen yang diperlukan dalam proses pengembangan kemampuan

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menjelaskan cara atau langkah nyata untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.Mampu menyebutkan upaya pengembangan kemampuan secara umum, tetapi belum menguraikan bentuk tanggung jawab dan ketekunan yang diperlukan.Mampu menjelaskan langkah-langkah praktis, terarah, dan bertanggung jawab dalam mengembangkan bakat sesuai pesan perumpamaan tentang talenta.Mampu merancang strategi pengembangan kemampuan diri secara bertahap dan mandiri serta mampu memotivasi teman sebaya untuk mengembangkan talenta bersama.

TP 7.2.3: Mengidentifikasi keterbatasan diri secara jujur dan terbuka

Indikator Pencapaian:
1. Menyebutkan aspek keterbatasan diri (fisik, keterampilan, emosional) secara jujur tanpa rasa rendah diri
2. Mengakui keterbatasan sebagai kodrat manusia yang membuka ruang ketergantungan pada Allah dan bantuan sesama

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Menolak mengakui keterbatasan diri atau menunjukkan rasa rendah diri (minder) yang berlebihan saat membahas kelemahan.Mampu menyebutkan keterbatasan diri, namun masih ragu atau merasa malu untuk bersikap terbuka dan menerima kelemahan tersebut.Mampu mengidentifikasi dan memaparkan keterbatasan diri secara jujur, objektif, dan terbuka sebagai bagian dari realitas hidup manusia.Mampu mengidentifikasi keterbatasan diri secara reflektif, memandangnya secara positif dalam terang iman sebagai sarana berserah kepada rahmat Allah dan berkolaborasi dengan sesama.

TP 7.2.4: Menjelaskan sikap dan cara mengatasi keterbatasan diri secara bertanggung jawab

Indikator Pencapaian:
1. Menjelaskan sikap iman yang tepat dalam menyikapi kekurangan dan kegagalan pribadi
2. Menentukan solusi dan cara konstruktif untuk mengatasi atau menyiasati keterbatasan diri agar tidak menghambat perkembangan pribadi

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menemukan sikap atau cara yang tepat untuk mengatasi keterbatasan yang dihadapi.Mampu menyebutkan cara mengatasi keterbatasan, namun usulan yang diberikan masih pasif atau cenderung menyalahkan keadaan.Mampu menjelaskan sikap positif dan cara-cara konstruktif serta bertanggung jawab untuk mengatasi atau beradaptasi dengan keterbatasan diri.Mampu menguraikan transformasi keterbatasan menjadi pendorong kekuatan karakter serta memberikan pendampingan atau inspirasi bagi teman yang merasa putus asa atas kelemahannya.

Bab 3 — Manusia Berkembang Berkat Peran Sesama

TP 7.3.1: Mengidentifikasi peran keluarga dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang

Indikator Pencapaian:
1. Menyebutkan bentuk-bentuk dukungan keluarga (fisik, psikis, dan rohani) bagi perkembangan diri.
2. Menjelaskan makna penting peran orang tua dan anggota keluarga berdasarkan terang ajaran iman Kristiani.
3. Merumuskan tindakan konkret wujud terima kasih dan bakti atas peran keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menyebutkan bentuk-bentuk dukungan keluarga bagi perkembangan diri dan membutuhkan bimbingan penuh dari guru untuk mengenali peran anggota keluarga.Menyebutkan beberapa bentuk dukungan keluarga dengan bantuan stimulus/arahan guru, namun belum mampu mengaitkannya dengan pandangan iman Kristiani maupun merumuskan tindakan konkret.Mengidentifikasi berbagai peran dan bentuk dukungan keluarga bagi perkembangan diri secara mandiri, serta menjelaskan maknanya berdasarkan ajaran iman Kristiani dengan tepat.Menganalisis secara mendalam dan komprehensif peran keluarga dalam pembentukan jati diri, merefleksikan nilai-nilai iman Kristiani, serta menginisiasi tindakan nyata wujud bakti kepada keluarga secara konsisten.

TP 7.3.2: Mengidentifikasi peran teman dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang

Indikator Pencapaian:
1. Menguraikan pengaruh positif dan tantangan dalam relasi pertemanan sebaya terhadap pertumbuhan pribadi.
2. Menjelaskan ciri-ciri persahabatan sejati sesuai dengan teladan kasih Yesus Kristus.
3. Menunjukkan sikap saling mendukung, menghargai, dan membina pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengidentifikasi pengaruh teman sebaya terhadap perkembangan diri dan membutuhkan arahan intensif untuk menganalisis pergaulan sehari-hari.Menyebutkan contoh peran teman dalam pergaulan sehari-hari dengan bantuan guru, namun belum mampu membedakan pengaruh positif/negatif atau menghubungkannya dengan teladan kasih Yesus.Mengidentifikasi pengaruh positif dan tantangan dalam pergaulan teman sebaya secara mandiri serta menjelaskan makna persahabatan yang sehat berlandaskan ajaran kasih Kristiani.Menganalisis dinamika relasi pertemanan secara kritis, menunjukkan komitmen nyata dalam meneladani persahabatan sejati ala Kristus, serta mampu menjadi teladan pembawa dampak positif bagi teman-temannya.

TP 7.3.3: Mengidentifikasi peran sekolah dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang

Indikator Pencapaian:
1. Menjelaskan fungsi dan peran komponen sekolah (guru, tenaga kependidikan, aturan, dan fasilitas) dalam pembentukan intelektual dan karakter diri.
2. Mengidentifikasi nilai-nilai moral dan etika Kristiani yang dipraktikkan di lingkungan sekolah.
3. Menyajikan rencana tindakan untuk memanfaatkan kesempatan belajar dan interaksi di sekolah secara bertanggung jawab.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengidentifikasi peran sekolah dalam perkembangan diri dan memerlukan bimbingan penuh untuk mengenali fungsi kegiatan serta lingkungan sekolah.Menyebutkan fungsi sekolah sebatas sarana transfer ilmu akademik dengan bantuan pertanyaan pemandu, namun belum menyadari perannya dalam pembentukan karakter dan nilai moral Kristiani.Mengidentifikasi peran sekolah dalam mengembangkan potensi intelektual, sosial, dan karakter moral Kristiani secara mandiri dan terstruktur.Mengidentifikasi secara kritis peran komunitas sekolah bagi pembentukan keutuhan pribadi, mengaitkannya dengan panggilan hidup beriman, serta menunjukkan keterlibatan aktif dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.

TP 7.3.4: Mengidentifikasi peran gereja dalam mendukung diri yang tumbuh dan berkembang

Indikator Pencapaian:
1. Menjelaskan peran Gereja (sakramen, firman, pembinaan iman, dan persekutuan) dalam membimbing kedewasaan iman dan moral pribadi.
2. Mengidentifikasi wadah atau kegiatan menggereja bagi remaja (seperti Putra-Putri Altar, OMK/Remaja Katolik, lektor) yang mendukung perkembangan diri.
3. Menyatakan komitmen untuk berpartisipasi dalam persekutuan dan kehidupan menggereja di lingkungan atau paroki.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menyebutkan peran Gereja dalam pertumbuhan hidup rohani dan membutuhkan pendampingan penuh untuk mengenali sakramen atau kegiatan menggereja.Menyebutkan beberapa kegiatan peribadatan Gereja dengan bantuan guru, namun belum mampu menjelaskan peran Gereja dalam memupuk iman serta pembinaan moral pribadi.Mengidentifikasi peran Gereja dalam pertumbuhan hidup beriman dan moralitas secara mandiri, serta menyebutkan bentuk-bentuk partisipasi aktif dalam kehidupan persekutuan jemaat.Menjelaskan peran Gereja secara komprehensif sebagai rumah pembinaan iman dan pembentuk kepribadian, merefleksikan pentingnya sakramen, serta aktif berinisiatif melayani dalam kegiatan persekutuan jemaat.

6. CATATAN

KKTP semester ini mencakup Bab 1 — Manusia Sebagai Citra Allah; Bab 2 — Kemampuan Dan Keterbatasanku; Bab 3 — Manusia Berkembang Berkat Peran Sesama (total 12 TP). Satu rubrik per TP; gunakan ringkasan per bab untuk administrasi dan rubrik detail per bab untuk mengajar.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama KKTP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.