| 1 | — | Murid dapat mengidentifikasi minimal tiga kekayaan alam dan budaya Indonesia yang menjadi warisan dunia sebagai anugerah Tuhan. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan sebagai warga bangsa Indonesia atas kekayaan alam dan budaya yang dimiliki. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menjelaskan pandangan Mazmur 104:1-31 tentang bumi dan segala isinya sebagai karya kebesaran Tuhan. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menghubungkan kekayaan alam dan budaya Indonesia dengan isi Mazmur 104:1-31 sebagai wujud pujian kepada Tuhan. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menjelaskan keberagaman suku, ras, bahasa, dan budaya Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang patut disyukuri. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menunjukkan sikap menghormati perbedaan dan keunikan dalam kebhinekaan Indonesia sebagai warga negara yang beriman. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat mengidentifikasi hak-hak warga negara Indonesia, termasuk hak atas fasilitas umum, pendidikan, dan perlindungan negara. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menjelaskan kaitan antara hak warga negara dengan ajaran Yesus berdasarkan Matius 22:15-22. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat mengidentifikasi kewajiban warga negara Indonesia, seperti membayar pajak, menaati aturan, dan menjaga fasilitas umum. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menunjukkan niat konkret untuk memenuhi kewajiban sebagai warga negara Indonesia sesuai ajaran Yesus dalam Matius 22:15-22. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menjelaskan pentingnya dialog antaragama dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia berdasarkan dokumen Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan pasal 21, 25, 28-31. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menunjukkan sikap menghormati dan berdialog dengan warga negara dari agama lain sebagai wujud iman Kristiani dalam kehidupan berbangsa. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menjelaskan makna diri sebagai warga dunia yang saling bergantung dan membutuhkan satu sama lain antar bangsa. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat memberikan contoh peristiwa atau kegiatan yang menunjukkan keterhubungan antarbangsa di dunia, termasuk dampak positif dan negatifnya. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menjelaskan berbagai bentuk kerja sama antarbangsa, seperti alih teknologi, pertukaran pelajar, dan bantuan bencana, sebagai wujud persaudaraan warga dunia. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menghubungkan semangat kerja sama antarbangsa dengan ajaran Gereja dalam Gaudium et Spes artikel 3 tentang panggilan manusia membangun dunia. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menjelaskan teladan sikap terbuka dan menghargai sesama dari bangsa lain berdasarkan Injil Lukas 7:1-10. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat merumuskan tindakan nyata sebagai warga dunia yang terpanggil untuk mewujudkan kerja sama dan persaudaraan antarbangsa sesuai nilai iman Kristiani. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menjelaskan tanggung jawab sebagai warga dunia dalam menjaga kelestarian bumi, termasuk menghadapi masalah bersama seperti pemanasan global. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menunjukkan sikap dan tindakan peduli lingkungan sebagai wujud iman orang Kristiani yang bertanggung jawab terhadap bumi tempat tinggal warga dunia. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia serta perannya sebagai warga dunia melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mengungkapkan sikap bangga sebagai bangsa Indonesia sekaligus keterbukaan sebagai warga dunia yang terpanggil membangun kerja sama dan persaudaraan antarbangsa berdasarkan iman Kristiani. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menjelaskan situasi kehidupan bangsa Israel yang penuh dosa dan penderitaan sebagai latar belakang kerinduan akan Juruselamat berdasarkan Kitab Suci Perjanjian Lama. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat mengidentifikasi alasan mengapa bangsa Israel merindukan kehadiran seorang Juruselamat berdasarkan pengalaman sejarah mereka. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menceritakan perjuangan Nabi Elia dalam menobatkan bangsa Israel yang telah menyimpang dari jalan Allah. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menghubungkan peran Nabi Elia sebagai pendahulu Mesias dengan kerinduan umat Israel akan kehadiran Juruselamat. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat meneladani semangat Nabi Elia untuk berani mengajak orang lain kembali kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menunjukkan sikap tobat sebagai tanggapan iman atas panggilan Allah melalui para nabi. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menjelaskan pesan-pesan Nabi Amos tentang keadilan sosial yang ditujukan kepada pemimpin dan bangsa Israel berdasarkan Kitab Amos. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menganalisis situasi ketidakadilan pada zaman Nabi Amos dan menghubungkannya dengan situasi ketidakadilan yang masih terjadi saat ini. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat mewujudkan nilai keadilan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai bentuk meneladani Nabi Amos. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menjelaskan keterkaitan antara perjuangan Nabi Amos menegakkan keadilan dengan kerinduan umat Israel akan Juruselamat yang adil dan penuh kasih. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menjelaskan proses panggilan Nabi Yesaya oleh Allah dan situasi bangsa Israel pada zaman Yesaya berdasarkan Yesaya 1:2-4, 13-17 dan Yesaya 6:1-13. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menemukan pesan Nabi Yesaya tentang harapan bagi bangsa Israel yang berdosa dan menghubungkannya dengan kerinduan akan Juruselamat. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menguraikan nubuat Nabi Yesaya tentang kedatangan Juruselamat berdasarkan Yesaya 8:21-23; 9:1,5-6; 11:1-11; 52:13-15; 53:1-12. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menyatakan keyakinan iman bahwa nubuat Nabi Yesaya tentang Hamba Tuhan yang menderita terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menjelaskan bagaimana Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui kata-kata, tindakan, dan seluruh pribadi-Nya sebagai pemenuhan kerinduan umat Allah akan Juruselamat. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menunjukkan keterkaitan antara nubuat para nabi (Elia, Amos, Yesaya) dengan karya penyelamatan Yesus Kristus. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus — seperti keadilan, kasih, dan pengampunan — dalam kehidupan sehari-hari sebagai tanggapan iman. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Allah yang telah memenuhi janji-Nya melalui kehadiran Yesus Sang Juruselamat dalam doa atau refleksi tertulis. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang perjuangan Nabi Elia, Nabi Amos, dan Nabi Yesaya dalam membimbing umat Allah menuju kerinduan akan Juruselamat melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat mengomunikasikan keyakinan imannya bahwa Yesus Kristus adalah pemenuhan kerinduan umat Allah akan Juruselamat sebagaimana dinubuatkan para nabi. | 3 |