Dokumenchevron_rightKKTPchevron_rightPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekertichevron_rightKelas 3

KKTP Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3 — Semester 1

KKTPSDKelas 3BSemester 1

Dokumen KKTP ini membantu guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN KKTP

KKTP Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3 — Semester 1

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti · Kelas 3

Semester 1

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI

Semester 1

1. IDENTITAS

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikSemester 1
Pendekatan KKTPrubrik
Semester1

2. INTERVAL NILAI

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
0–5960–6970–8485–100

3. PETUNJUK PENSKORAN

Petunjuk penskoran (deterministik):
• Belum Berkembang (0–59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial.
• Mulai Berkembang (60–69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru.
• Berkembang (70–84): indikator utama tercapai secara mandiri.
• Sangat Berkembang (85–100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru.
Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level.

4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BAB

Kode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
1Murid mampu menjelaskan proses pertumbuhan dan perkembangan dirinya dari bayi hingga sekarang berdasarkan pengamatan gambar dan pengalaman pribadi.3
2Murid mampu menyebutkan perubahan kemampuan fisik yang dialaminya seiring bertambahnya usia sebagai anugerah Tuhan.2
3Murid mampu menjelaskan cara-cara merawat pertumbuhan diri yang baik (makan bergizi, olahraga, belajar, berlatih) sebagai wujud syukur atas anugerah Tuhan.3
4Murid mampu menunjukkan sikap taat pada nasihat orang tua dan guru sebagai bagian dari upaya bertumbuh dan berkembang sesuai kehendak Allah.3
5Murid mampu memahami bahwa kemampuan untuk berbuat baik adalah anugerah Tuhan yang harus dipelihara dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.3
6Murid mampu menyebutkan contoh perbuatan baik yang dapat dilakukan di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar.3
7Murid mampu menjelaskan isi nasihat Santo Paulus dalam Roma 12:9-12 tentang selalu melakukan yang baik dan menolak yang jahat sebagai pedoman bertumbuh dalam kebaikan.3
8Murid mampu mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas kemampuan berbuat baik melalui doa pribadi sederhana.3
9Murid mampu mempraktikkan perbuatan baik kepada sesama di lingkungan rumah, sekolah, dan alam sekitar sebagai wujud iman dan pertumbuhan dalam kebaikan.3
10Murid mampu menjelaskan manfaat rajin berbuat baik bagi diri sendiri, sesama, dan lingkungan sebagai tanda hidup damai sesuai kehendak Allah.3
11Murid mampu menunjukkan pemahaman tentang dirinya sebagai pribadi yang tumbuh dan berkembang atas anugerah Tuhan melalui tes tertulis dan unjuk karya (jadwal belajar/gambar perbuatan baik).3
12Murid mampu mengungkapkan komitmen untuk terus bertumbuh dan berkembang dalam kebaikan dengan rajin berbuat baik kepada sesama dan ciptaan Tuhan lainnya.3
13Murid mampu menjelaskan pengertian karya keselamatan Allah yang diwujudkan melalui tokoh-tokoh Perjanjian Lama (Yusuf, Musa, dan Yosua) berdasarkan Kitab Suci.3
14Murid mampu menyebutkan nama-nama tokoh Perjanjian Lama dan peran mereka secara umum sebagai sarana keselamatan Allah bagi umat Israel.3
15Murid mampu menceritakan kembali kisah Yusuf yang mengalami berbagai penderitaan (dijual saudara-saudaranya, dipenjara) berdasarkan Kitab Suci Perjanjian Lama.3
16Murid mampu menjelaskan bahwa kesulitan dan cobaan yang dialami Yusuf merupakan jalan Allah untuk membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan taat.3
17Murid mampu menjelaskan bagaimana pertolongan Allah menyertai Yusuf sehingga ia berhasil menjadi penguasa di Mesir dan menyelamatkan keluarganya.3
18Murid mampu menunjukkan sikap meneladani Yusuf dengan berusaha meraih prestasi melalui kerja keras, ketabahan, dan senantiasa mengandalkan pertolongan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.3
19Murid mampu menggambarkan situasi penderitaan bangsa Israel akibat perbudakan di Mesir dan menjelaskan bagaimana Allah memanggil Musa untuk membebaskan umat-Nya.3
20Murid mampu menjelaskan bahwa Allah berpihak pada mereka yang menderita dan tertindas, serta memanggil orang-orang pilihan-Nya untuk membela keadilan dan kebenaran.3
21Murid mampu menceritakan kembali peristiwa Musa memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir, termasuk peristiwa penyeberangan Laut Teberau, berdasarkan Kitab Keluaran 14:5-31.3
22Murid mampu menjelaskan bahwa Tuhan menyertai dan memberikan kemenangan kepada orang yang berani membela sesama dari penindasan, sebagaimana ditunjukkan oleh Musa.3
23Murid mampu mengidentifikasi berbagai bentuk penderitaan yang dialami orang-orang di sekitarnya (akibat bencana alam maupun ketidakadilan sesama manusia) dan menjelaskan pentingnya sikap berani menolong.3
24Murid mampu menuliskan bentuk-bentuk pertolongan konkret yang dapat dilakukan untuk sesama yang menderita di sekitarnya sebagai wujud meneladani Musa.3
25Murid mampu menceritakan kisah Yosua yang dipilih Allah sebagai pemimpin bangsa Israel untuk menggantikan Musa dan memimpin umat memasuki tanah Kanaan.3
26Murid mampu menjelaskan ciri-ciri kepemimpinan Yosua yang tegas, berani, bersemangat, dan taat pada perintah Allah sebagai tanda penyertaan Tuhan.3
27Murid mampu menjelaskan bagaimana Tuhan menyertai dan memberikan kemenangan kepada Yosua karena ketaatan dan keteguhannya melaksanakan perintah Allah dalam memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan.3
28Murid mampu menunjukkan sikap meneladani Yosua dengan membiasakan diri untuk taat melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga dan sekolah.3
29Murid mampu membandingkan keteladanan Yusuf, Musa, dan Yosua sebagai sarana karya keselamatan Allah, serta merumuskan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupannya.3
30Murid mampu mengungkapkan rasa syukur kepada Allah yang senantiasa menyertai dan menolong manusia melalui doa pribadi yang diungkapkan secara lisan maupun tulisan.3
31Murid mampu menunjukkan pemahaman tentang karya keselamatan Allah yang tercermin pada kisah Yusuf, Musa, dan Yosua melalui asesmen sumatif tertulis (pilihan ganda dan uraian singkat).3
32Murid mampu mendemonstrasikan kemampuan menerapkan keteladanan tokoh-tokoh Perjanjian Lama melalui asesmen keterampilan berupa penugasan praktik (menuliskan atau menceritakan kembali salah satu kisah tokoh dan nilai yang diteladaninya).3
33Melalui tanya jawab dan pengamatan gambar, murid mampu menjelaskan bahwa Yesus adalah pemenuhan janji Allah yang hadir untuk menyelamatkan manusia.3
34Melalui cerita dan diskusi, murid mampu menyebutkan minimal dua alasan mengapa Yesus mulai tampil di depan umum sebagai wujud karya keselamatan Allah.3
35Melalui pembacaan Kitab Suci (Markus 1:9-11) dan bercerita, murid mampu menjelaskan peristiwa pembaptisan Yesus di Sungai Yordan sebagai awal penampilan-Nya di depan umum.3
36Melalui refleksi, murid mampu menghubungkan peristiwa baptis Yesus dengan sakramen baptis yang mereka terima sebagai tanda menjadi anak Allah.3
37Melalui diskusi kelompok dan penugasan, murid mampu menunjukkan sikap ketaatan dan kerendahan hati yang diteladani dari peristiwa pembaptisan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.3
38Melalui doa bersama, murid mampu mengungkapkan rasa syukur atas pembaptisan mereka sebagai tanda menjadi bagian dari umat Allah.3
39Melalui pembacaan Kitab Suci (Markus 6:30-44), pengamatan gambar, dan tanya jawab, murid mampu menceritakan kembali peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang sebagai wujud karya keselamatan Allah.3
40Melalui diskusi, murid mampu menjelaskan bahwa mukjizat Yesus memperbanyak lima roti dan dua ikan menunjukkan bahwa Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui perbuatan nyata.3
41Melalui refleksi dan aksi nyata, murid mampu menunjukkan sikap rela berbagi rezeki kepada sesama yang membutuhkan sebagai bentuk peneladanan terhadap Yesus.3
42Melalui kegiatan kelompok, murid mampu merencanakan satu tindakan berbagi (makanan atau kebutuhan lain) kepada orang yang membutuhkan di lingkungan sekitarnya.3
43Melalui pembacaan Kitab Suci dan bercerita, murid mampu menjelaskan pesan utama perumpamaan anak yang hilang sebagai gambaran kasih pengampunan Allah kepada manusia.3
44Melalui tanya jawab dan penugasan, murid mampu menghubungkan tindakan Yesus mengampuni dengan sakramen tobat sebagai sarana pengampunan dosa dalam Gereja Katolik.3
45Melalui refleksi pribadi dan diskusi, murid mampu menunjukkan kesediaan untuk mengampuni teman atau sesama yang bersalah sebagai wujud iman yang diteladani dari Yesus.3
46Melalui doa dan kegiatan aksi, murid mampu mengungkapkan niat konkret untuk mewujudkan sikap pengampunan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga dan lingkungan sekitar.3
47Melalui asesmen sumatif tertulis dan lisan, murid mampu menunjukkan pemahaman tentang karya keselamatan Allah melalui peristiwa Yesus dibaptis, Yesus memberi makan lima ribu orang, dan Yesus mengampuni.3
48Melalui asesmen sumatif, murid mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan peneladanan terhadap Yesus dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud iman yang nyata.3

5. CATATAN

KKTP ini disusun berdasarkan ATP Bab 1 Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3 Fase B. Guru dapat menyesuaikan interval nilai dan deskriptor rubrik sesuai kondisi dan karakteristik murid di kelas masing-masing. Penilaian dapat dilakukan melalui observasi, tanya jawab lisan, tugas menggambar/menulis, dan demonstrasi doa. Untuk TP 8 (doa pribadi), penilaian sikap lebih diutamakan daripada penilaian hafalan teks.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama KKTP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.