| 1 | — | Murid dapat membaca Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan tartil sesuai makharijul huruf yang benar. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat menjelaskan hukum bacaan tafkhīm dan tarqīq yang terdapat dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan tepat. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menulis Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dalam tulisan Arab dengan penempatan harakat yang benar dan menghasilkan tulisan yang rapi. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menyebutkan arti Q.S. Aḍ-Ḍuḥā, jumlah ayat, kelompok surah (Makkiyah/Madaniyah), dan tempat turunnya dengan benar. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menjelaskan pesan-pesan pokok yang terkandung dalam Q.S. Aḍ-Ḍuḥā dengan baik dan benar. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menunjukkan hafalan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā secara benar dan lancar. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat membaca ḥadiṡ keutamaan memberi dengan benar sesuai kaidah bacaan. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menjelaskan kandungan ḥadiṡ keutamaan memberi dan menerima pemberian serta menghubungkannya dengan sikap dermawan dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat mendemonstrasikan bacaan dan hafalan Q.S. Aḍ-Ḍuḥā serta menjelaskan pesan pokoknya secara lisan maupun tertulis sebagai bukti ketercapaian kompetensi bab. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menjelaskan kandungan ḥadiṡ keutamaan memberi secara tertulis sebagai bukti pemahaman terhadap ḥadiṡ yang dipelajari pada bab ini. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menjelaskan arti Al-Gaffār (Maha Pengampun) dan Al-Afuw (Maha Pemaaf) sebagai bagian dari Asmaulhusna dengan benar. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menjelaskan perbedaan makna Al-Gaffār dan Al-Afuw serta memberikan contoh penerapan keyakinan terhadap kedua sifat Allah tersebut dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menjelaskan arti Al-Wāḥid (Maha Esa/Tunggal) dan Al-Ṣamad (Maha Dibutuhkan/tempat bergantung) sebagai bagian dari Asmaulhusna dengan benar. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menjelaskan ciri-ciri orang yang mengimani keesaan Allah (Al-Wāḥid) dan alasan hanya Allah tempat bergantung (Al-Ṣamad) dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menyebutkan syarat-syarat untuk mendapat ampunan Allah Swt. berdasarkan Q.S. At-Taḥrīm ayat 8 dengan tepat. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menjelaskan alasan pentingnya bersikap tabayyun dan pemaaf sebagai wujud penghayatan terhadap sifat Al-Gaffār dan Al-Afuw milik Allah Swt. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat membuat paparan (lisan atau tulisan) tentang makna Al-Gaffār, Al-Afuw, Al-Wāḥid, dan Al-Ṣamad beserta penerapannya sebagai bukti pemahaman terhadap Asmaulhusna. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menunjukkan sikap terpuji (tabayyun dan pemaaf) sebagai cerminan iman kepada sifat-sifat Allah Swt. yang dipelajari dalam bab ini. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian maaf dan memaafkan menurut ajaran Islam dengan tepat melalui kegiatan membaca dan diskusi kelompok. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat mengidentifikasi nilai-nilai akhlak mulia yang terkandung dalam sikap saling memaafkan terhadap teman dan sesama berdasarkan ajaran Islam. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menjelaskan pentingnya menyatakan penyesalan (taubat) sebagai bagian dari proses meminta maaf dan memberi maaf dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menghubungkan sifat Allah al-Gaffār dan al-'Afuw dengan perilaku pemaaf yang seharusnya diteladani oleh seorang muslim. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat mendeskripsikan perilaku meminta maaf dan memberi maaf melalui kegiatan bermain peran berdasarkan skenario kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menyimpulkan hikmah dan manfaat sikap saling memaafkan bagi terciptanya kehidupan yang damai di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang pengertian, pentingnya penyesalan, dan perilaku saling memaafkan melalui tes tertulis pilihan ganda dan uraian. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat membuat cerita singkat berdasarkan pengalaman nyata tentang menyatakan penyesalan dan memaafkan sebagai bentuk unjuk kerja sikap ikhlas dan taqwa. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menjelaskan makna halal dan haram dalam ketentuan hukum Islam secara tepat berdasarkan syariat. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat membedakan pengertian halal dan haram dengan memberikan contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menjelaskan dasar hukum penetapan halal dan haram yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menjelaskan hal-hal yang menyebabkan penetapan hukum halal dan haram dalam syariat Islam, seperti zat, cara memperoleh, dan proses pengolahan. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menunjukkan contoh penerapan hukum halal dan haram pada makanan, minuman, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menunjukkan sikap memilih yang halal dan menjauhi yang haram sebagai wujud akhlak terpuji kepada Allah Swt. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menyajikan paparan atau presentasi tentang hukum halal dan haram yang mencakup definisi, dasar hukum, sebab-sebab, dan contoh penerapannya secara runtut dan tepat. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menyebutkan nama, nasab, dan gelar Khalifah Abu Bakar al-Ṣiddiq dengan benar. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menjelaskan minimal tiga jasa Khalifah Abu Bakar al-Ṣiddiq bagi perkembangan dunia Islam. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menunjukkan sikap keteladanan dari perjuangan Khalifah Abu Bakar al-Ṣiddiq dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menyebutkan nama, nasab, dan gelar Khalifah Umar bin Khattab dengan benar. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menjelaskan minimal tiga jasa Khalifah Umar bin Khattab bagi kemajuan dunia Islam. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat membuat paparan sederhana tentang jasa-jasa Khalifah Umar bin Khattab secara berkelompok. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menjelaskan jasa-jasa Khalifah Uṡmān bin Affān, termasuk peran beliau dalam pembukuan mushaf Al-Qur'an. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat menjelaskan jasa-jasa Khalifah Ali bin Abī Ṭālib bagi perkembangan dunia Islam. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat menunjukkan sikap keteladanan dari perjuangan Khalifah Uṡmān bin Affān dan Ali bin Abī Ṭālib dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menjelaskan secara menyeluruh jasa-jasa keempat Khulafaurrasyidin (Abu Bakar, Umar, Uṡmān, dan Ali) bagi dunia Islam. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat membandingkan kontribusi masing-masing Khalifah dalam memajukan peradaban Islam. | 3 |