| 1 | — | Murid dapat meyakini Surah al-Mā'ūn sebagai firman Allah Swt. yang berisi pesan tentang menyayangi anak yatim dengan benar. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat melafalkan Surah al-Mā'ūn ayat 1–7 sesuai kaidah tajwid dengan fasih. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menyalin ayat-ayat Surah al-Mā'ūn dengan tulisan Arab yang benar sesuai kaidah penulisan. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mengartikan setiap ayat Surah al-Mā'ūn dengan benar. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menjelaskan pesan pokok Surah al-Mā'ūn tentang kewajiban memperhatikan dan menyayangi anak yatim dengan benar. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menghubungkan isi Surah al-Mā'ūn dengan perilaku menyayangi anak yatim dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menghafal Surah al-Mā'ūn ayat 1–7 secara lancar dan fasih sesuai kaidah tajwid. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menghubungkan hadis tentang menyayangi anak yatim dengan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat mempraktikkan sikap menyayangi anak yatim sebagai wujud akhlak mulia terhadap sesama sesuai tuntunan hadis. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat mendemonstrasikan hafalan dan pemahaman Surah al-Māʼūn serta makna menyayangi anak yatim secara lisan maupun tulisan sebagai bukti capaian belajar. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menunjukkan sikap empati dan kepedulian terhadap anak yatim sebagai cerminan akhlak mulia yang sesuai dengan ajaran Islam. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menjelaskan makna asmaulhusna al-Qawiyyu (Maha Kuat) dan al-Qayyūm (Maha Berdiri Sendiri/Maha Mengatur) dengan benar. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat meyakini bahwa al-Qawiyyu dan al-Qayyūm adalah nama-nama Allah Swt. yang mencerminkan kekuatan dan kekuasaan-Nya atas seluruh makhluk. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menjelaskan makna asmaulhusna al-Muhyi (Maha Menghidupkan), al-Mumīt (Maha Mematikan), dan al-Bā'iś (Maha Membangkitkan) dengan benar. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat meyakini bahwa kehidupan, kematian, dan kebangkitan seluruh makhluk adalah bukti nyata dari nama-nama Allah Swt. al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat mengungkap nilai-nilai akhlak terpuji yang sesuai dengan asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś sebagai wujud keyakinan kepada Allah Swt. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menghubungkan makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś dengan sikap bertawakal dan berdoa kepada Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menyimpulkan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś dengan benar. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat membuat tulisan indah (kaligrafi sederhana) lafaz asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś dengan benar. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś melalui tes tulis dengan benar. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menampilkan contoh perilaku terpuji yang mencerminkan keyakinan terhadap asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumīt, dan al-Bā'iś melalui penilaian sikap. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menjelaskan makna hidup saling menghargai antarmanusia dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan akhlak terpuji anak saleh dengan benar. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menyebutkan minimal tiga contoh perilaku saling menghargai di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai bukti sikap anak saleh dengan benar. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menjelaskan makna manusia sebagai khalifah di bumi beserta tanggung jawabnya terhadap sesama, hewan, dan tumbuhan dengan benar. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menemukan contoh perilaku nyata pelaksanaan tugas khalifah dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan terdekat dengan tepat. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menampilkan contoh perilaku toleransi dan saling menghormati terhadap teman, tetangga, dan non-Muslim sebagai wujud akhlak anak saleh dengan benar. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat meyakini bahwa membiasakan perilaku terpuji (saling menghargai dan amanah) merupakan implementasi keimanan seorang anak saleh dengan benar. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang makna saling menghargai dan tugas utama manusia sebagai khalifah melalui asesmen tertulis dengan benar. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menghasilkan karya berupa quote perilaku hidup rukun, saling menghargai, dan saling menghormati sebagai refleksi diri menjadi anak saleh dengan tepat. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menjelaskan makna zakat fitrah beserta ketentuan-ketentuannya (muzaki, mustahik, kadar, dan waktu) dengan benar. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat meyakini zakat fitrah sebagai kewajiban yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama sehingga menunjukkan sikap dermawan dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menjelaskan makna infak dan sedekah beserta ketentuan-ketentuannya dengan benar. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat membedakan antara infak dan sedekah berdasarkan hukum, waktu, dan bentuknya dengan tepat. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat membiasakan perilaku gemar berinfak dan bersedekah sebagai wujud akhlak terpuji terhadap sesama. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menjelaskan makna hadiah beserta ketentuannya sebagai salah satu bentuk berbagi dalam Islam dengan benar. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menyebutkan dalil ayat Al-Qur'an dan hadis yang berkaitan dengan zakat, infak, sedekah, dan hadiah serta menjelaskan kandungannya dengan benar. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat membedakan makna zakat fitrah, infak, sedekah, dan hadiah secara tepat sebagai bukti pemahaman menyeluruh terhadap konsep berbagi dalam Islam. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menciptakan ide kegiatan berbagi (berupa karya quote atau rencana aksi nyata) yang mencerminkan penerapan nilai zakat, infak, sedekah, dan hadiah dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 39 | — | Murid mampu menjelaskan pengertian peristiwa Fathu Makkah berdasarkan fakta sejarah dengan benar. | 3 |
| 40 | — | Murid mampu menjelaskan sebab-sebab terjadinya peristiwa Fathu Makkah, termasuk pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah, dengan benar. | 3 |
| 41 | — | Murid mampu menemukan nilai-nilai perdamaian dan akhlak mulia Rasulullah saw. (pemaaf, rendah hati, kasih sayang) yang terkandung dalam peristiwa Fathu Makkah dengan tepat. | 3 |
| 42 | — | Murid mampu meyakini peristiwa Fathu Makkah sebagai bukti kebenaran perjuangan Rasulullah saw. dalam menegakkan Islam dengan benar. | 3 |
| 43 | — | Murid mampu menjelaskan makna peristiwa Haji Wada sebagai ibadah haji terakhir dan perpisahan Rasulullah saw. dengan umatnya dengan benar. | 3 |
| 44 | — | Murid mampu mengungkapkan pesan-pesan penting Rasulullah saw. dalam Haji Wada yang berkaitan dengan persaudaraan, kesetaraan, dan amanah dengan benar. | 3 |
| 45 | — | Murid mampu menentukan perilaku mulia Rasulullah saw. dalam peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada (pantang menyerah, menepati janji, rendah hati) yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat. | 3 |
| 46 | — | Murid mampu membiasakan perilaku pantang menyerah dan saling berbagi sebagai implementasi keteladanan perjuangan Rasulullah saw. dengan benar. | 3 |
| 47 | — | Murid mampu menceritakan kembali peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada serta nilai-nilai keteladanan Rasulullah saw. yang terkandung di dalamnya secara lisan maupun tulisan dengan benar. | 3 |
| 48 | — | Murid mampu menunjukkan sikap meyakini dan meneladani akhlak mulia Rasulullah saw. dalam peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada melalui karya (quote/poster) dengan tepat. | 3 |