KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP) PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI Semester 1 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Semester 1 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Pendekatan KKTP | rubrik |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
2. INTERVAL NILAI| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| 0-59 | 60-69 | 70-84 | 85-100 |
3. PETUNJUK PENSKORANPetunjuk penskoran (deterministik): • Belum Berkembang (0-59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial. • Mulai Berkembang (60-69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru. • Berkembang (70-84): indikator utama tercapai secara mandiri. • Sangat Berkembang (85-100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru. Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level. 4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BABKode TP: Kelas.Bab.Urutan TP — contoh TP 4.1.1 = Kelas 4, Bab 1, TP ke-1. Penomoran ini penunjuk urutan internal dokumen, bukan format baku Pemerintah. Bab 1 — Nilai-Nilai Dalam Ramayana (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 1 | TP 4.1.1 | Menunjukkan contoh penerapan ajaran Tri Parartha melalui nilai kasih sayang dan penghormatan dalam kisah Ramayana | 2 | | 2 | TP 4.1.2 | Menunjukkan sikap penerapan ajaran Catur Paramitha berdasarkan keteladanan kejujuran dan ketulusan tokoh Ramayana | 2 | | 3 | TP 4.1.3 | Mempraktikkan ajaran Tri Parartha dalam kehidupan sehari-hari berlandaskan nilai persaudaraan kisah Ramayana | 2 | | 4 | TP 4.1.4 | Mempraktikkan ajaran Catur Paramitha berupa perilaku rela berkorban dan saling menolong berlandaskan nilai yajña Ramayana | 2 |
Bab 2 — Cadu Sakti (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 5 | TP 4.2.1 | Menjelaskan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti beserta bagian-bagiannya | 2 | | 6 | TP 4.2.2 | Menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti | 2 | | 7 | TP 4.2.3 | Menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya Sakti | 2 | | 8 | TP 4.2.4 | Menceritakan contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti di alam semesta | 2 |
Bab 3 — Subha Asubha Karma (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 9 | TP 4.3.1 | Menerapkan ajaran Tri Parartha dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan subha karma | 3 | | 10 | TP 4.3.3 | Menunjukkan contoh perbuatan yang mencerminkan ajaran Tri Parartha untuk menghindari asubha karma | 2 | | 11 | TP 4.3.2 | Menerapkan ajaran Catur Paramitha dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan subha karma | 2 | | 12 | TP 4.3.4 | Menunjukkan contoh perbuatan yang mencerminkan ajaran Catur Paramitha untuk menghindari asubha karma | 2 |
5. RUBRIK KETERCAPAIAN PER TUJUAN PEMBELAJARANBab 1 — Nilai-Nilai Dalam RamayanaTP 4.1.1: Menunjukkan contoh penerapan ajaran Tri Parartha melalui nilai kasih sayang dan penghormatan dalam kisah RamayanaIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi contoh perilaku asih, punya, dan bhakti pada tokoh-tokoh dalam kisah Ramayana. 2. Menghubungkan tindakan keteladanan Rama, Sita, maupun Laksamana dengan nilai kasih sayang dan penghormatan ajaran Tri Parartha. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menyebutkan maupun menunjukkan contoh penerapan ajaran Tri Parartha dalam kisah Ramayana meskipun telah diberikan bimbingan. | Mampu menyebutkan sebagian contoh kasih sayang atau penghormatan dalam kisah Ramayana, namun masih memerlukan bantuan pendidik untuk mengaitkannya dengan konsep Tri Parartha. | Mampu menunjukkan dan menjelaskan contoh penerapan ajaran Tri Parartha (asih, punya, bhakti) melalui kisah Ramayana secara tepat dan mandiri. | Mampu menganalisis dan memaparkan contoh penerapan ajaran Tri Parartha dalam kisah Ramayana secara mendalam serta mengaitkannya dengan keteladanan budi pekerti luhur. |
TP 4.1.2: Menunjukkan sikap penerapan ajaran Catur Paramitha berdasarkan keteladanan kejujuran dan ketulusan tokoh RamayanaIndikator Pencapaian: 1. Menyebutkan bagian-bagian Catur Paramitha yang tecermin dari keteladanan tokoh Ramayana. 2. Menunjukkan sikap kejujuran dan ketulusan tokoh Ramayana sesuai nilai maitri, karuna, mudita, dan upeksa. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi keteladanan kejujuran dan ketulusan tokoh Ramayana yang berkaitan dengan Catur Paramitha. | Mampu mengidentifikasi perilaku jujur atau tulus dari tokoh Ramayana dengan panduan guru, namun belum tepat memasangkannya dengan ajaran Catur Paramitha. | Mampu menunjukkan sikap penerapan ajaran Catur Paramitha berdasarkan keteladanan kejujuran dan ketulusan tokoh Ramayana secara runtut dan mandiri. | Mampu menunjukkan dan mengomparasikan berbagai sikap keteladanan Catur Paramitha dari multi-tokoh Ramayana secara kritis, mendalam, dan percaya diri. |
TP 4.1.3: Mempraktikkan ajaran Tri Parartha dalam kehidupan sehari-hari berlandaskan nilai persaudaraan kisah RamayanaIndikator Pencapaian: 1. Menampilkan perilaku kasih sayang (asih) dan hormat (bhakti) terhadap saudara atau teman di lingkungan sekolah dan rumah. 2. Melakukan tindakan rela berbagi atau memberi pertolongan (punya) berlandaskan keteladanan persaudaraan Rama dan adik-adiknya. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menampilkan perilaku yang mencerminkan ajaran Tri Parartha dalam interaksi pertemanan di sekolah maupun rumah. | Mulai mempraktikkan ajaran Tri Parartha seperti menyapa atau berbagi dengan teman ketika diingatkan atau diarahkan oleh pendidik. | Mampu mempraktikkan ajaran Tri Parartha (asih, punya, bhakti) dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten dan mandiri terinspirasi nilai persaudaraan Ramayana. | Konsisten mempraktikkan ajaran Tri Parartha secara mandiri serta mampu memotivasi dan mengajak teman-temannya untuk senantiasa menjaga kerukunan persaudaraan. |
TP 4.1.4: Mempraktikkan ajaran Catur Paramitha berupa perilaku rela berkorban dan saling menolong berlandaskan nilai yajña RamayanaIndikator Pencapaian: 1. Menunjukkan sikap peduli (karuna) dan senang atas kebahagiaan sesama (mudita) di lingkungan sekitar. 2. Melakukan aksi saling menolong dan rela berkorban tanpa pamrih dalam tugas kelompok atau kegiatan kelas. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum menunjukkan kerelaan untuk berbagi, berkorban, atau menolong rekan yang mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar. | Mulai bersedia menolong rekan atau merelakan sesuatu untuk kepentingan bersama setelah diberikan stimulus atau instruksi dari pendidik. | Mampu mempraktikkan perilaku saling menolong dan rela berkorban berlandaskan semangat yajña Ramayana secara mandiri dan tulus. | Secara proaktif dan berinisiatif tinggi memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan tanpa membeda-bedakan serta menjadi panutan sikap altruisme di kelas. |
Bab 2 — Cadu SaktiTP 4.2.1: Menjelaskan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti beserta bagian-bagiannyaIndikator Pencapaian: 1. Menjelaskan pengertian Cadu Sakti sebagai empat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa. 2. Menyebutkan dan menjelaskan arti keempat bagian Cadu Sakti (Prabhu Sakti, Wibhu Sakti, Jnana Sakti, Kriya Sakti). | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menyebutkan pengertian Cadu Sakti dan bagian-bagiannya secara benar. | Mampu menyebutkan nama-nama bagian Cadu Sakti dengan bantuan pertanyaan penuntun, namun penjelasannya belum lengkap atau masih tertukar. | Mampu menjelaskan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti beserta keempat bagiannya secara benar, tepat, dan mandiri. | Mampu menjelaskan konsep Cadu Sakti dan seluruh bagiannya secara terperinci menggunakan bahasa sendiri dengan analogi sederhana yang tepat. |
TP 4.2.2: Menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu SaktiIndikator Pencapaian: 1. Menjelaskan karakteristik kemahakuasaan Wibhu Sakti (Maha Ada) dan Prabhu Sakti (Maha Kuasa). 2. Menunjukkan bukti konkret kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti dalam pengaturan alam semesta. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengenali maupun menunjukkan wujud kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti. | Mampu mengenali definisi Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti, namun masih memerlukan bantuan untuk menemukan contoh kemahakuasaan-Nya. | Mampu menunjukkan dan membedakan wujud kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti disertai contoh konkret secara mandiri. | Mampu menyajikan analisis mendalam mengenai keteraturan ciptaan Hyang Widhi Wasa sebagai perwujudan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti secara sistematis. |
TP 4.2.3: Menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya SaktiIndikator Pencapaian: 1. Menjelaskan karakteristik kemahakuasaan Jnana Sakti (Maha Tahu) dan Kriya Sakti (Maha Berkarya). 2. Menunjukkan contoh peristiwa atau fenomena yang membuktikan Hyang Widhi Maha Tahu dan Maha Berkarya. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi sifat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya Sakti. | Mampu menyebutkan arti Jnana Sakti dan Kriya Sakti namun masih kesulitan mengaitkannya dengan fenomena kehidupan nyata tanpa bimbingan pendidik. | Mampu menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya Sakti melalui contoh fenomena kehidupan secara mandiri dan benar. | Mampu menunjukkan bukti kemahakuasaan Jnana Sakti dan Kriya Sakti secara komprehensif serta mengaitkannya dengan kesadaran moral untuk selalu berbuat baik. |
TP 4.2.4: Menceritakan contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti di alam semestaIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi fenomena ciptaan Hyang Widhi di alam semesta yang mencerminkan keempat aspek Cadu Sakti. 2. Menceritakan secara lisan atau tertulis keterkaitan fenomena alam semesta dengan kemahakuasaan Cadu Sakti secara runtut. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menceritakan contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti di alam semesta. | Mampu menceritakan satu contoh kemahakuasaan di alam semesta secara sederhana dengan panduan pertanyaan dari pendidik. | Mampu menceritakan contoh-contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti di alam semesta dengan alur yang runtut dan jelas secara mandiri. | Mampu menceritakan contoh kemahakuasaan Cadu Sakti di alam semesta secara artikulatif dan ekspresif, serta merefleksikannya dalam wujud rasa syukur sehari-hari. |
Bab 3 — Subha Asubha KarmaTP 4.3.1: Menerapkan ajaran Tri Parartha dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan subha karmaIndikator Pencapaian: 1. Menunjukkan perilaku kasih sayang (Asih) kepada sesama makhluk hidup di lingkungan sekolah dan rumah. 2. Mempraktikkan tindakan rela berkorban atau berderma (Punya) kepada orang lain yang membutuhkan. 3. Menunjukkan sikap hormat dan bakti (Bhakti) kepada Hyang Widhi Wasa, orang tua, dan guru. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mempraktikkan perilaku Asih, Punya, maupun Bhakti dalam perbuatan sehari-hari meskipun dengan bimbingan guru. | Mampu mempraktikkan salah satu unsur ajaran Tri Parartha melalui perbuatan subha karma dengan arahan atau dorongan guru. | Mampu menerapkan ketiga bagian Tri Parartha (Asih, Punya, dan Bhakti) secara mandiri dan konsisten melalui perbuatan subha karma di lingkungan sekolah dan rumah. | Mampu menerapkan ajaran Tri Parartha secara mandiri, konsisten, serta mampu mengajak dan menjadi teladan bagi teman sebaya dalam berbuat subha karma. |
TP 4.3.3: Menunjukkan contoh perbuatan yang mencerminkan ajaran Tri Parartha untuk menghindari asubha karmaIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi contoh tindakan asubha karma yang bertentangan dengan ajaran Tri Parartha. 2. Memberikan contoh konkret tindakan penerapan Tri Parartha untuk mencegah atau mengatasi godaan berbuat asubha karma. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi maupun memberikan contoh perbuatan berlandaskan Tri Parartha untuk menghindari asubha karma. | Mampu menyebutkan contoh tindakan Tri Parartha untuk menghindari asubha karma secara terbatas dengan bantuan pemantik dari guru. | Mampu menunjukkan dan menjelaskan contoh konkret perbuatan yang mencerminkan Tri Parartha guna menghindari asubha karma secara tepat dan mandiri. | Mampu menganalisis situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan beragam alternatif perbuatan Tri Parartha untuk mencegah tindakan asubha karma beserta alasannya. |
TP 4.3.2: Menerapkan ajaran Catur Paramitha dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan subha karmaIndikator Pencapaian: 1. Menunjukkan sikap lemah lembut dan bersahabat (Maitri) serta gemar menolong yang menderita (Karuna). 2. Menunjukkan sikap simpati/tidak iri atas kebahagiaan orang lain (Mudita) serta bersikap tenang dan toleran (Upeksa). | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menerapkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Catur Paramitha dalam interaksi sehari-hari. | Mampu menerapkan salah satu nilai Catur Paramitha (seperti Maitri atau Karuna) dalam tindakan subha karma dengan bimbingan guru. | Mampu menerapkan seluruh nilai Catur Paramitha (Maitri, Karuna, Mudita, Upeksa) secara mandiri dalam pergaulan di sekolah dan keluarga. | Mampu menerapkan nilai-nilai Catur Paramitha secara konsisten, proaktif menciptakan keharmonisan antarteman, serta mampu mendamaikan konflik sederhana di sekitarnya. |
TP 4.3.4: Menunjukkan contoh perbuatan yang mencerminkan ajaran Catur Paramitha untuk menghindari asubha karmaIndikator Pencapaian: 1. Menjelaskan bentuk perbuatan asubha karma yang timbul akibat tidak diterapkannya Catur Paramitha (misal: dengki, mencela, egois). 2. Memberikan contoh tindakan Catur Paramitha sebagai solusi untuk menjauhkan diri dari perbuatan asubha karma. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum dapat menunjukkan contoh perilaku berlandaskan Catur Paramitha untuk menghindari asubha karma. | Mampu memberikan contoh tindakan Catur Paramitha untuk menghindari perbuatan asubha karma namun masih membutuhkan panduan pertanyaan dari guru. | Mampu menunjukkan contoh nyata penerapan Catur Paramitha dalam menghindari perbuatan asubha karma pada konteks keseharian murid. | Mampu membedakan dengan kritis antara subha dan asubha karma, serta menguraikan solusi berbasis Catur Paramitha dalam berbagai skenario sosial murid secara logis. |
6. CATATANKKTP semester ini mencakup Bab 1 — Nilai-Nilai Dalam Ramayana; Bab 2 — Cadu Sakti; Bab 3 — Subha Asubha Karma (total 12 TP). Satu rubrik per TP; gunakan ringkasan per bab untuk administrasi dan rubrik detail per bab untuk mengajar. |