KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP) PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI Semester 1 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Semester 1 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Pendekatan KKTP | rubrik |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
2. INTERVAL NILAI| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| 0-59 | 60-69 | 70-84 | 85-100 |
3. PETUNJUK PENSKORANPetunjuk penskoran (deterministik): • Belum Berkembang (0-59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial. • Mulai Berkembang (60-69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru. • Berkembang (70-84): indikator utama tercapai secara mandiri. • Sangat Berkembang (85-100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru. Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level. 4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BABKode TP: Kelas.Bab.Urutan TP — contoh TP 7.1.1 = Kelas 7, Bab 1, TP ke-1. Penomoran ini penunjuk urutan internal dokumen, bukan format baku Pemerintah. Bab 1 — Agama Buddha dan Keragaman Budaya di Indonesia (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 1 | TP 7.1.1 | Merefleksikan keteladanan para penyokong Buddha dalam kehidupan sehari-hari terhadap sesama manusia | 3 | | 2 | TP 7.1.2 | Merefleksikan peristiwa monumental setelah Buddha Sakyamuni Parinibbana untuk dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar | 3 | | 3 | TP 7.1.3 | Merefleksikan nilai-nilai menghargai tradisi agama Buddha di Indonesia | 3 | | 4 | TP 7.1.4 | Merefleksikan pentingnya melakukan dialog kerukunan umat beragama untuk mewujudkan kehidupan yang moderat | 3 |
Bab 2 — Tripitaka Pedoman Hidupku (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 5 | TP 7.2.1 | Merefleksikan peran para penyokong Buddha dalam pelestarian kitab suci Tripitaka sebagai pedoman hidup | 3 | | 6 | TP 7.2.2 | Merefleksikan peristiwa monumental setelah Buddha Sakyamuni Parinibbana terkait penghimpunan kitab suci Tripitaka | 3 | | 7 | TP 7.2.3 | Menghargai tradisi agama Buddha di Indonesia melalui penerimaan keragaman kanon dan naskah kitab suci | 3 | | 8 | TP 7.2.4 | Merefleksikan nilai-nilai ajaran moralitas yang bersumber dari naskah Tripitaka untuk kehidupan yang harmonis | 3 |
Bab 3 — Etika dan Moralitas (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 9 | TP 7.3.1 | Merefleksikan nilai-nilai ajaran moralitas sebagai dasar etika dalam pergaulan remaja di lingkungan sekitar | 2 | | 10 | TP 7.3.2 | Merefleksikan nilai-nilai ajaran moralitas untuk menentukan sikap terhadap permasalahan remaja di lingkungan sekitar | 2 | | 11 | TP 7.3.3 | Merefleksikan sifat-sifat Buddha Sakyamuni pada masa riwayat Petapa Gotama untuk diteladan dalam berperilaku terhadap diri sendiri | 2 | | 12 | TP 7.3.4 | Merefleksikan moralitas tokoh Buddhis inspiratif untuk diteladan dalam berperilaku terhadap masyarakat | 2 |
Bab 4 — Menyayangi Diri Sendiri dan Sesama (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 13 | TP 7.4.1 | Merefleksikan sifat-sifat Buddha Sakyamuni dalam berperilaku terhadap diri sendiri | 2 | | 14 | TP 7.4.2 | Merefleksikan meditasi hidup berkesadaran untuk menumbuhkan cinta kasih dalam menyayangi diri sendiri dan sesama | 2 | | 15 | TP 7.4.3 | Merefleksikan hak dan kewajiban moral terhadap sesama dalam pergaulan remaja | 2 | | 16 | TP 7.4.4 | Merefleksikan keteladanan tokoh Buddhis inspiratif dalam berperilaku terhadap sesama manusia | 2 |
5. RUBRIK KETERCAPAIAN PER TUJUAN PEMBELAJARANBab 1 — Agama Buddha dan Keragaman Budaya di IndonesiaTP 7.1.1: Merefleksikan keteladanan para penyokong Buddha dalam kehidupan sehari-hari terhadap sesama manusiaIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi keteladanan para penyokong Buddha (seperti Anathapindika, Visakha, Raja Bimbisara) dalam menyokong Dhamma dan kemanusiaan. 2. Menjelaskan wujud kedermawanan dan kerelaan para penyokong Buddha dalam konteks relasi sosial masa kini. 3. Menyusun rencana tindakan nyata untuk mempraktikkan kedermawanan dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan terdekat. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menyebutkan figur dan keteladanan para penyokong Buddha serta belum dapat mengidentifikasi contoh perilaku kedermawanan dalam kehidupan sehari-hari. | Mampu menyebutkan figur para penyokong Buddha dengan panduan, namun belum runtut dalam menghubungkan bentuk keteladanannya dengan aksi kepedulian sosial. | Mampu mengidentifikasi keteladanan para penyokong Buddha secara tepat dan mandiri, serta mampu menyusun contoh tindakan kedermawanan bagi sesama manusia. | Mampu menganalisis nilai pengorbanan para penyokong Buddha secara mendalam serta menginisiasi atau memimpin aksi sosial nyata berbasis nilai kedermawanan di lingkungannya. |
TP 7.1.2: Merefleksikan peristiwa monumental setelah Buddha Sakyamuni Parinibbana untuk dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitarIndikator Pencapaian: 1. Menguraikan peristiwa monumental setelah Buddha Sakyamuni Parinibbana (seperti pembagian relik dan kesepakatan pelestarian ajaran). 2. Menjelaskan nilai kerukunan dan persatuan yang melandasi penyelesaian musyawarah pasca-Parinibbana. 3. Menunjukkan sikap menjaga persatuan dan perdamaian di lingkungan keluarga, kelas, dan masyarakat sekitar. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menceritakan peristiwa monumental setelah Buddha Sakyamuni Parinibbana dan belum menunjukkan kesadaran nilai persatuan di lingkungannya. | Mampu menceritakan peristiwa setelah Buddha Parinibbana secara garis besar dengan bantuan guru, namun belum mampu mengaitkannya dengan nilai perdamaian di lingkungan sekitar. | Mampu menguraikan peristiwa monumental pasca-Parinibbana secara runut dan mandiri serta memberikan contoh konkret pelestarian nilai kerukunan dalam pergaulan sehari-hari. | Mampu mengontekstualisasikan hikmah peristiwa pasca-Parinibbana secara komprehensif dan menjadi agen resolusi damai saat menghadapi perbedaan pandangan di lingkungannya. |
TP 7.1.3: Merefleksikan nilai-nilai menghargai tradisi agama Buddha di IndonesiaIndikator Pencapaian: 1. Menyebutkan ragam tradisi agama Buddha yang berkembang dan diakui di Indonesia. 2. Menjelaskan latar belakang serta makna kearifan lokal yang terakulturasi dalam tradisi Buddhis Indonesia. 3. Menunjukkan sikap terbuka, hormat, dan apresiatif terhadap perayaan maupun ritual tradisi Buddhis yang berbeda mazhab/aliran. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengenali keragaman tradisi agama Buddha di Indonesia serta bersikap eksklusif terhadap tradisi lain di luar kebiasaannya. | Mampu mengenali sebagian tradisi Buddhis di Indonesia dengan bantuan bahan ajar, namun masih canggung dalam menunjukkan apresiasi terhadap tradisi yang berbeda. | Mampu menjelaskan keragaman tradisi Buddhis di Indonesia secara mandiri serta konsisten menunjukkan sikap hormat dan inklusif terhadap keberagaman mazhab. | Mampu memetakan nilai-nilai luhur dan akulturasi budaya dalam tradisi Buddhis Nusantara secara kritis serta aktif mengajak teman untuk saling menghormati tradisi mazhab lain. |
TP 7.1.4: Merefleksikan pentingnya melakukan dialog kerukunan umat beragama untuk mewujudkan kehidupan yang moderatIndikator Pencapaian: 1. Menjelaskan prinsip moderasi beragama menurut sudut pandang ajaran Buddha (jalan tengah / Majjhima Patipada, Metta, dan Karuna). 2. Menguraikan urgensi dan etika komunikasi dalam dialog antarumat beragama demi mencegah konflik. 3. Mempraktikkan komunikasi yang santun, empatik, dan saling menghargai dalam pergaulan bersama teman yang berbeda keyakinan. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menguraikan alasan perlunya dialog antarumat beragama dan belum menunjukkan sikap inklusif terhadap teman yang berbeda agama. | Mampu menyebutkan pentingnya hidup rukun antarumat beragama dengan arahan, namun belum mampu menjelaskan prinsip dialog yang moderat. | Mampu menguraikan esensi dialog kerukunan umat beragama secara mandiri dan mempraktikkan etika komunikasi yang toleran dan santun di lingkungan sekolah. | Mampu mempertahankan argumentasi konstruktif tentang moderasi beragama berbasis ajaran Buddha serta aktif memfasilitasi interaksi yang harmonis lintas kelompok agama. |
Bab 2 — Tripitaka Pedoman HidupkuTP 7.2.1: Merefleksikan peran para penyokong Buddha dalam pelestarian kitab suci Tripitaka sebagai pedoman hidupIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi peran para raja dan tokoh pendukung (seperti Raja Ajatasattu, Raja Asoka) dalam memfasilitasi penghimpunan Tripitaka. 2. Menjelaskan bentuk komitmen dan dedikasi materiil maupun moral para penyokong dalam menjaga kelestarian Dhamma. 3. Menunjukkan perilaku bertanggung jawab dalam mempelajari dan menerapkan isi Tripitaka sebagai pedoman moral pribadi. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menyebutkan peran penyokong dalam pelestarian naskah Tripitaka dan belum menjadikan ajaran Tripitaka sebagai acuan dalam bertindak. | Mampu menyebutkan nama-nama penyokong pelestarian Tripitaka dengan panduan, namun belum mampu mengaitkan perannya dengan pentingnya Tripitaka sebagai pedoman hidup. | Mampu menguraikan kontribusi para penyokong terhadap pelestarian Tripitaka secara mandiri serta mengidentifikasi ajaran yang dijadikan pedoman perilaku sehari-hari. | Mampu menganalisis relevansi historis pelestarian Tripitaka oleh para penyokong bagi peradaban Buddhis serta berkomitmen tinggi mengamalkan dan membagikan intisari ajaran tersebut. |
TP 7.2.2: Merefleksikan peristiwa monumental setelah Buddha Sakyamuni Parinibbana terkait penghimpunan kitab suci TripitakaIndikator Pencapaian: 1. Mendeskripsikan latar belakang, proses, dan hasil Sidang Agung (Sangiti) pertama dalam penghimpunan naskah Dhamma dan Vinaya. 2. Menjelaskan peran tokoh utama Sangha (seperti Y.A. Maha Kassapa, Y.A. Ananda, Y.A. Upali) dalam menjaga kemurnian ajaran. 3. Menarik teladan integritas dan ketelitian para Sesepuh Sangha untuk diterapkan dalam proses belajar di sekolah. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menjelaskan peristiwa penghimpunan kitab suci Tripitaka (Sangiti) maupun tokoh-tokoh utama yang terlibat di dalamnya. | Mampu menceritakan kembali peristiwa Sangiti I dengan bantuan stimulus gambar/pertanyaan guru, namun detail peran tokoh masih belum tepat. | Mampu menguraikan kronologi peristiwa Sangiti I dan peran Y.A. Maha Kassapa, Ananda, serta Upali secara mandiri dan akurat. | Mampu menyimpulkan metodologi pelestarian lisan ke tulisan dalam Sangiti secara analitis dan merefleksikan nilai ketelitian serta kesatuan komitmen dalam kerja sama tim. |
TP 7.2.3: Menghargai tradisi agama Buddha di Indonesia melalui penerimaan keragaman kanon dan naskah kitab suciIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi keragaman kanon kitab suci Buddhis (Kanon Pali, Kanon Tionghoa, Kanon Tibet) yang dianut umat Buddha di Indonesia. 2. Menjelaskan kesamaan esensi moral dan spiritual yang terkandung dalam variasi naskah kitab suci tersebut. 3. Menunjukkan sikap menghormati, tidak mendikotomikan, dan tidak mencela naskah/kanon tradisi Buddhis lain. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu membedakan kanon kitab suci Buddhis dan memandang bahwa hanya kanon tradisinya yang benar. | Mampu mengenali nama-nama kanon Buddhis dengan bimbingan, tetapi masih ragu dalam mengakui validitas nilai ajaran dari kanon tradisi lain. | Mampu menjelaskan keragaman kanon Buddhis dan persamaan nilai intinya secara mandiri serta bersikap terbuka menerima keragaman kanon di Indonesia. | Mampu mengkaji keindahan keanekaragaman kanon sebagai kekayaan literatur spiritual Buddhis dan mengadvokasi persaudaraan internal Buddhis tanpa sekat sektarian. |
TP 7.2.4: Merefleksikan nilai-nilai ajaran moralitas yang bersumber dari naskah Tripitaka untuk kehidupan yang harmonisIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi sila-sila dasar dan nilai etika sosial dari sutta dalam Tripitaka (misalnya Pancasila Buddhis, Sigalovada Sutta). 2. Menganalisis keterkaitan antara pengamalan moralitas Buddhis dengan pencegahan masalah pergaulan remaja di era digital. 3. Mempraktikkan tutur kata yang benar (Samma Vaca) dan perilaku tanpa kekerasan (Ahimsa) dalam interaksi sosial sehari-hari. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menyebutkan nilai moralitas yang tercantum dalam Tripitaka dan belum menunjukkan perilaku yang selaras dengan nilai sila dasar. | Mampu menyebutkan aturan sila dasar dari Tripitaka dengan bimbingan, namun penerapannya dalam pengendalian emosi dan perilaku masih inkonsisten. | Mampu menganalisis nilai moralitas Tripitaka secara mandiri serta mempraktikkan etika berbicara dan bertindak santun dalam membangun pergaulan yang harmonis. | Mampu merefleksikan ajaran moralitas Tripitaka secara solutif terhadap kasus perundungan (bullying) dan etika siber, serta menjadi panutan budi pekerti di lingkungan sekolah. |
Bab 3 — Etika dan MoralitasTP 7.3.1: Merefleksikan nilai-nilai ajaran moralitas sebagai dasar etika dalam pergaulan remaja di lingkungan sekitarIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi nilai-nilai moralitas Buddhis (seperti Pancasila Buddhis) yang relevan dalam pergaulan remaja. 2. Menunjukkan contoh penerapan etika moralitas dalam berinteraksi dengan teman sebaya di lingkungan sekitar. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi nilai moralitas Buddhis dalam pergaulan remaja serta memerlukan bimbingan penuh guru untuk menyebutkan contoh etika dasar. | Mampu menyebutkan nilai moralitas Buddhis dasar, namun masih membutuhkan arahan dalam mengaitkannya dengan etika pergaulan remaja sehari-hari. | Mampu mengidentifikasi dan mendeskripsikan penerapan nilai ajaran moralitas Buddhis secara mandiri sebagai dasar etika dalam pergaulan remaja. | Mampu menganalisis penerapan nilai moralitas Buddhis secara kritis, konsisten mempraktikkannya, serta mampu mengajak teman sebaya menerapkan etika positif dalam pergaulan. |
TP 7.3.2: Merefleksikan nilai-nilai ajaran moralitas untuk menentukan sikap terhadap permasalahan remaja di lingkungan sekitarIndikator Pencapaian: 1. Menganalisis ragam permasalahan remaja di lingkungan sekitar berlandaskan prinsip moralitas Buddhis. 2. Menentukan sikap etis dan solusi bijaksana terhadap permasalahan remaja sesuai ajaran moralitas. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengenali kaitan antara nilai ajaran moralitas Buddhis dengan permasalahan remaja di lingkungan sekitar. | Mampu menyebutkan permasalahan remaja yang terjadi, tetapi memerlukan bimbingan dalam menentukan sikap berlandaskan nilai moralitas Buddhis. | Mampu menganalisis permasalahan remaja dan menentukan sikap penolakan terhadap perilaku menyimpang berlandaskan nilai moralitas Buddhis secara mandiri. | Mampu mengevaluasi permasalahan remaja secara mendalam, menentukan sikap etis yang tepat, serta merumuskan usulan solusi solutif dan damai bagi lingkungan sekitar. |
TP 7.3.3: Merefleksikan sifat-sifat Buddha Sakyamuni pada masa riwayat Petapa Gotama untuk diteladan dalam berperilaku terhadap diri sendiriIndikator Pencapaian: 1. Menguraikan sifat-sifat luhur Petapa Gotama (seperti kegigihan, kejujuran pada diri sendiri, dan pengendalian diri). 2. Menghubungkan keteladanan sifat Petapa Gotama dengan pembiasaan disiplin dan pengembangan diri sendiri. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menyebutkan sifat-sifat luhur Petapa Gotama dan belum dapat mengaitkannya dengan perilaku terhadap diri sendiri. | Mampu menceritakan riwayat Petapa Gotama, namun masih kesulitan menyimpulkan sifat luhur yang relevan untuk diterapkan pada diri sendiri tanpa bantuan guru. | Mampu menguraikan sifat-sifat luhur Petapa Gotama dan mengaitkannya secara mandiri dengan upaya pembentukan disiplin serta pengendalian diri. | Mampu merefleksikan keteladanan sifat Petapa Gotama secara mendalam dan merancang rencana aksi nyata pembentukan karakter serta disiplin diri sehari-hari. |
TP 7.3.4: Merefleksikan moralitas tokoh Buddhis inspiratif untuk diteladan dalam berperilaku terhadap masyarakatIndikator Pencapaian: 1. Menjelaskan nilai moralitas yang dimiliki oleh tokoh Buddhis inspiratif. 2. Menyajikan contoh tindakan nyata meneladani moralitas tokoh Buddhis dalam kehidupan bermasyarakat. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi nilai moralitas tokoh Buddhis inspiratif dan belum dapat memberikan contoh perilakunya di masyarakat. | Mampu menceritakan kembali kisah tokoh Buddhis inspiratif, namun membutuhkan arahan untuk menarik nilai moralitas yang dapat diteladan dalam hidup bermasyarakat. | Mampu menjelaskan nilai moralitas tokoh Buddhis inspiratif dan memberikan contoh tindakan nyata dalam bermasyarakat secara mandiri. | Mampu mengontekstualisasikan nilai moralitas tokoh Buddhis inspiratif ke dalam aksi sosial nyata yang menginspirasi lingkungan pergaulan dan masyarakat. |
Bab 4 — Menyayangi Diri Sendiri dan SesamaTP 7.4.1: Merefleksikan sifat-sifat Buddha Sakyamuni dalam berperilaku terhadap diri sendiriIndikator Pencapaian: 1. Menjelaskan sifat-sifat agung Buddha Sakyamuni (kebijaksanaan, kesabaran, dan ketenangan batin). 2. Menerapkan keteladanan sifat Buddha dalam menghargai potensi diri, menjaga kesehatan batin, dan merawat diri. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menjelaskan sifat-sifat Buddha Sakyamuni yang relevan dengan pembentukan sikap terhadap diri sendiri. | Mampu menyebutkan sifat-sifat Buddha Sakyamuni, namun memerlukan bimbingan dalam merefleksikannya menjadi tindakan merawat dan menyayangi diri sendiri. | Mampu menjelaskan sifat-sifat Buddha Sakyamuni dan merefleksikannya secara tepat dalam merawat, menghargai, serta mengendalikan diri sendiri secara mandiri. | Mampu menghayati nilai luhur Buddha Sakyamuni secara konsisten dalam menjaga kesehatan fisik-mental, mengelola emosi, serta menjadi teladan ketenangan bagi teman sebaya. |
TP 7.4.2: Merefleksikan meditasi hidup berkesadaran untuk menumbuhkan cinta kasih dalam menyayangi diri sendiri dan sesamaIndikator Pencapaian: 1. Mempraktikkan teknik dasar meditasi hidup berkesadaran (mindfulness/metta bhavana) secara teratur. 2. Mendeskripsikan pengalaman batin dan tumbuhnya rasa cinta kasih terhadap diri sendiri dan sesama setelah bermeditasi. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengikuti tahapan meditasi hidup berkesadaran serta belum menunjukkan pemahaman tentang cinta kasih bagi diri dan sesama. | Mampu mempraktikkan meditasi hidup berkesadaran dengan panduan intensif guru, namun masih kesulitan mengekspresikan refleksi cinta kasih yang dirasakan. | Mampu mempraktikkan meditasi hidup berkesadaran dengan tenang serta merefleksikan rasa cinta kasih kepada diri sendiri dan sesama secara mandiri. | Mampu mempraktikkan meditasi kesadaran secara hening dan mandiri, serta mengekspresikan sikap welas asih secara konsisten melalui tutur kata dan tindakan kepada sesama. |
TP 7.4.3: Merefleksikan hak dan kewajiban moral terhadap sesama dalam pergaulan remajaIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi bentuk-bentuk hak dan kewajiban moral timbal balik dalam pergaulan remaja. 2. Menunjukkan sikap tanggung jawab dalam menghormati hak teman serta menjalankan kewajiban moral dalam pertemanan. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu membedakan antara hak dan kewajiban moral dalam pergaulan remaja di lingkungan sekitar. | Mampu menyebutkan hak dan kewajiban moral dalam pertemanan, namun memerlukan bantuan untuk mengidentifikasi penerapannya secara adil dan berimbang. | Mampu menganalisis dan mendemonstrasikan keseimbangan antara pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban moral dalam pergaulan remaja secara mandiri. | Mampu menginisiasi kesepakatan etis di kelompok belajarnya, konsisten menegakkan kewajiban moral, serta mampu bertindak sebagai penengah yang adil saat terjadi benturan hak antar-teman. |
TP 7.4.4: Merefleksikan keteladanan tokoh Buddhis inspiratif dalam berperilaku terhadap sesama manusiaIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi perbuatan welas asih dan kepedulian yang ditunjukkan oleh tokoh Buddhis inspiratif kepada sesama manusia. 2. Menunjukkan perilaku empati, tolong-menolong, dan penghormatan kepada sesama terinspirasi dari tokoh Buddhis tersebut. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menemukan nilai keteladanan dari tokoh Buddhis inspiratif dalam kaitannya dengan kepedulian antarsesama manusia. | Mampu mengenali perbuatan baik tokoh Buddhis inspiratif, namun membutuhkan arahan guru untuk merefleksikannya ke dalam sikap empati nyata kepada orang lain. | Mampu mengidentifikasi dan merefleksikan keteladanan tokoh Buddhis inspiratif secara mandiri melalui sikap tolong-menolong dan saling menghargai sesama manusia. | Mampu menginternalisasi semangat pengabdian tokoh Buddhis inspiratif secara mendalam dan memprakarsai aksi peduli kasih atau bantuan sosial bagi sesama di lingkungannya. |
6. CATATANKKTP semester ini mencakup Bab 1 — Agama Buddha dan Keragaman Budaya di Indonesia; Bab 2 — Tripitaka Pedoman Hidupku; Bab 3 — Etika dan Moralitas; Bab 4 — Menyayangi Diri Sendiri dan Sesama (total 16 TP). Satu rubrik per TP; gunakan ringkasan per bab untuk administrasi dan rubrik detail per bab untuk mengajar. |