KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP) PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI Semester 1 1. IDENTITAS| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Semester 1 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Pendekatan KKTP | rubrik |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
2. INTERVAL NILAI| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| 0-59 | 60-69 | 70-84 | 85-100 |
3. PETUNJUK PENSKORANPetunjuk penskoran (deterministik): • Belum Berkembang (0-59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial. • Mulai Berkembang (60-69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru. • Berkembang (70-84): indikator utama tercapai secara mandiri. • Sangat Berkembang (85-100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru. Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level. 4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BABKode TP: Kelas.Bab.Urutan TP — contoh TP 6.1.1 = Kelas 6, Bab 1, TP ke-1. Penomoran ini penunjuk urutan internal dokumen, bukan format baku Pemerintah. Bab 1 — Meneladan Sifat Buddha dalam Mengatasi Kesulitan (5 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 1 | TP 6.1.1 | Menganalisis strategi Buddha Sakyamuni dalam menghadapi hambatan bahaya dan hinaan untuk meraih kesuksesan | 3 | | 2 | TP 6.1.2 | Menganalisis strategi Buddha Sakyamuni dalam menghadapi hambatan fitnahan, derita, dan sakit untuk meraih kesuksesan | 3 | | 3 | TP 6.1.3 | Mengadaptasi pendekatan Buddha Sakyamuni dalam menghadapi hambatan untuk mengatasi tantangan personal | 3 | | 4 | TP 6.1.4 | Mengevaluasi efektivitas cara Buddha Sakyamuni menyelesaikan masalah kehidupan individu dan sosial saat menghadapi kesulitan | 3 | | 5 | TP 6.1.5 | Mengkreasi solusi inovatif berdasarkan kebijaksanaan Buddha Sakyamuni dalam menghadapi hambatan untuk konteks modern | 3 |
Bab 2 — Meneladan Sifat-Sifat Luhur Bodhisattva (5 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 6 | TP 6.2.1 | Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam praktik kedermawanan dan kesusilaan berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan | 3 | | 7 | TP 6.2.2 | Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam pelepasan keduniawian dan kebijaksanaan berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan | 3 | | 8 | TP 6.2.3 | Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam kesabaran dan semangat berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan | 3 | | 9 | TP 6.2.4 | Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam kebenaran dan tekad yang kuat berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan | 3 | | 10 | TP 6.2.5 | Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam cinta kasih dan keseimbangan batin berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan | 3 |
Bab 3 — Menyelesaikan Masalah dengan Musyawarah (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 11 | TP 6.3.1 | Mengintegrasikan konsep dasar musyawarah mufakat dalam kehidupan Buddha Sakyamuni saat menyelesaikan masalah perbedaan pendapat | 3 | | 12 | TP 6.3.2 | Mensintesis prinsip musyawarah mufakat kehidupan Buddha Sakyamuni dalam praktik pengambilan keputusan demokratis di lingkungan keluarga | 3 | | 13 | TP 6.3.3 | Mensintesis prinsip musyawarah mufakat kehidupan Buddha Sakyamuni dalam praktik pengambilan keputusan demokratis di lingkungan sekolah | 3 | | 14 | TP 6.3.4 | Mensintesis prinsip musyawarah mufakat kehidupan Buddha Sakyamuni dalam praktik pengambilan keputusan demokratis di lingkungan masyarakat | 3 |
Bab 4 — Menghargai Perbedaan Pendapat (4 TP)| No | Kode TP | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Indikator |
|---|
| 15 | TP 6.4.1 | Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma yang mencerminkan cara menghargai perbedaan pendapat dalam kehidupan yang moderat | 3 | | 16 | TP 6.4.2 | Menerapkan hak dan kewajiban menyampaikan serta mendengarkan pendapat di sekolah melalui pembelajaran ramah anak | 3 | | 17 | TP 6.4.3 | Menerapkan solusi atas permasalahan perbedaan pendapat di sekolah yang mencerminkan kehidupan yang moderat | 3 | | 18 | TP 6.4.4 | Merefleksikan sikap bersatu dalam perbedaan pendapat dengan berperan serta melakukan dialog moderasi beragama | 3 |
5. RUBRIK KETERCAPAIAN PER TUJUAN PEMBELAJARANBab 1 — Meneladan Sifat Buddha dalam Mengatasi KesulitanTP 6.1.1: Menganalisis strategi Buddha Sakyamuni dalam menghadapi hambatan bahaya dan hinaan untuk meraih kesuksesanIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi contoh peristiwa bahaya dan hinaan yang dialami oleh Buddha Sakyamuni. 2. Menguraikan strategi dan sikap mental Buddha Sakyamuni saat menghadapi ancaman fisik dan celaan verbal. 3. Menyimpulkan faktor penentu keberhasilan Buddha Sakyamuni dalam menaklukkan bahaya dan hinaan. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menyebutkan contoh bahaya maupun hinaan yang dihadapi Buddha Sakyamuni serta belum dapat menjelaskan respons Beliau. | Mampu menyebutkan contoh peristiwa bahaya dan hinaan terhadap Buddha Sakyamuni, namun memerlukan bimbingan guru dalam menguraikan strategi yang digunakan. | Mampu menguraikan strategi Buddha Sakyamuni (seperti cinta kasih dan ketenangan batin) dalam mengatasi bahaya dan hinaan secara tepat dan mandiri. | Mampu menganalisis secara mendalam strategi Buddha Sakyamuni dalam menghadapi bahaya dan hinaan serta mengaitkannya dengan prinsip Dhamma secara komprehensif. |
TP 6.1.2: Menganalisis strategi Buddha Sakyamuni dalam menghadapi hambatan fitnahan, derita, dan sakit untuk meraih kesuksesanIndikator Pencapaian: 1. Menunjukkan bentuk fitnahan, penderitaan fisik, dan penyakit yang pernah dihadapi Buddha Sakyamuni. 2. Menjelaskan cara Buddha Sakyamuni merespons fitnahan dan rasa sakit fisik dengan kejernihan pikiran. 3. Menghubungkan ketabahan Buddha Sakyamuni dengan pencapaian tujuan pembabaran Dhamma. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi fitnahan atau penderitaan fisik yang dialami Buddha Sakyamuni serta belum mengenali cara penyelesaiannya. | Mampu menceritakan kembali peristiwa fitnahan atau sakit yang dialami Buddha Sakyamuni, tetapi belum runtut dalam menganalisis cara Beliau mengatasinya. | Mampu menganalisis sikap dan strategi Buddha Sakyamuni saat menghadapi fitnahan, derita, dan sakit secara logis dan mandiri. | Mampu menganalisis akar masalah fitnahan dan derita fisik yang dihadapi Buddha Sakyamuni serta menarik benang merah ketabahan Beliau sebagai kunci keberhasilan dakwah secara kritis. |
TP 6.1.3: Mengadaptasi pendekatan Buddha Sakyamuni dalam menghadapi hambatan untuk mengatasi tantangan personalIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi tantangan atau kesulitan personal yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 2. Merancang langkah konkret penyelesaian masalah personal dengan meniru cara Buddha Sakyamuni mengendalikan diri. 3. Mempraktikkan sikap sabar dan sadar penuh (mindfulness) saat menghadapi persoalan diri sendiri. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengenali masalah pribadi yang dihadapi dan belum dapat mengaitkannya dengan keteladanan sikap Buddha Sakyamuni. | Mampu mengidentifikasi tantangan pribadi, namun membutuhkan bantuan guru untuk merumuskan adaptasi tindakan yang selaras dengan sikap Buddha Sakyamuni. | Mampu merancang dan mempraktikkan langkah pemecahan masalah personal secara mandiri dengan mengadopsi ketenangan dan kesabaran Buddha Sakyamuni. | Mampu memodifikasi dan membiasakan pendekatan Buddha Sakyamuni dalam meregulasi emosi serta memecahkan aneka tantangan pribadi secara konsisten dan reflektif. |
TP 6.1.4: Mengevaluasi efektivitas cara Buddha Sakyamuni menyelesaikan masalah kehidupan individu dan sosial saat menghadapi kesulitanIndikator Pencapaian: 1. Membandingkan cara Buddha Sakyamuni menyelesaikan konflik sosial dengan cara-cara kekerasan atau pembalasan. 2. Menilai dampak positif dari penyelesaian masalah yang dilakukan Buddha Sakyamuni terhadap keharmonisan masyarakat. 3. Menyajikan argumen logis tentang keberhasilan pendekatan nir-kekerasan Buddha Sakyamuni. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengemukakan cara Buddha Sakyamuni menyelesaikan persoalan individu maupun sosial saat menghadapi kesulitan. | Mampu menceritakan penyelesaian masalah sosial oleh Buddha Sakyamuni, namun belum mampu menilai efektivitas atau dampaknya secara mendalam. | Mampu mengevaluasi dan menjelaskan secara mandiri alasan efektivitas pendekatan damai Buddha Sakyamuni dalam meredakan persoalan individu dan sosial. | Mampu menyajikan penilaian kritis dan argumentatif yang membandingkan efektivitas cara Buddha Sakyamuni dengan fenomena penyelesaian konflik sosial saat ini. |
TP 6.1.5: Mengkreasi solusi inovatif berdasarkan kebijaksanaan Buddha Sakyamuni dalam menghadapi hambatan untuk konteks modernIndikator Pencapaian: 1. Memetakan masalah atau hambatan nyata di era digital/modern (seperti perundungan siber, hoaks, atau stres belajar). 2. Menghasilkan gagasan solusi orisinal yang dijiwai oleh nilai kebijaksanaan dan welas asih Buddha Sakyamuni. 3. Menyajikan gagasan solusi tersebut dalam bentuk karya sederhana (mind map, poster, atau narasi rencana aksi). | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi masalah era modern maupun mengusulkan ide solusi berbasis kebijaksanaan Buddhis. | Mampu mengenali masalah modern, namun solusi yang diusulkan masih bersifat umum dan belum terhubung jelas dengan nilai kebijaksanaan Buddha Sakyamuni. | Mampu merumuskan solusi inovatif dan kontekstual untuk mengatasi hambatan modern berdasarkan nilai kebijaksanaan Buddha Sakyamuni dalam bentuk karya informatif. | Mampu menghasilkan karya solusi inovatif yang sangat aplikatif, kreatif, dan berdampak nyata bagi lingkungan sekitar dengan berlandaskan nilai luhur Buddha Sakyamuni. |
Bab 2 — Meneladan Sifat-Sifat Luhur BodhisattvaTP 6.2.1: Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam praktik kedermawanan dan kesusilaan berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling BergantunganIndikator Pencapaian: 1. Menjelaskan pengertian serta bentuk-bentuk praktik kedermawanan (dana) dan kesusilaan (sila). 2. Menguraikan hubungan sebab-akibat antara tindakan berdana/menjaga sila dengan kebahagiaan hidup bersama. 3. Memberikan contoh nyata penerapan dana dan sila dalam hubungan saling ketergantungan di lingkungan sekolah atau rumah. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum dapat membedakan praktik kedermawanan dan kesusilaan serta belum memahami keterkaitannya dengan hukum sebab akibat. | Mampu menyebutkan contoh dana dan sila, namun belum mampu menjelaskan keterkaitannya dengan prinsip sebab akibat yang saling bergantungan. | Mampu menganalisis nilai dana dan sila secara mandiri serta menghubungkannya dengan hukum sebab akibat yang saling bergantungan dalam kehidupan sehari-hari. | Mampu menguraikan keterkaitan mendalam antara moralitas (sila), kemurahan hati (dana), dan hukum ketergantungan (paticcasamuppada) secara logis dan menyertakan refleksi diri. |
TP 6.2.2: Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam pelepasan keduniawian dan kebijaksanaan berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling BergantunganIndikator Pencapaian: 1. Menjelaskan makna pelepasan keduniawian (nekkhamma) dan kebijaksanaan (panna) dalam taraf kehidupan siswa. 2. Menganalisis bagaimana sifat tidak melekat mengurangi penderitaan berdasarkan prinsip sebab akibat. 3. Menunjukkan perilaku bijaksana dalam memilah kebutuhan dan keinginan sebagai wujud pelepasan. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mendefinisikan konsep pelepasan keduniawian maupun kebijaksanaan dalam ajaran Buddhadharma. | Mampu mengartikan konsep pelepasan dan kebijaksanaan secara sederhana, tetapi masih kesulitan mengaitkannya dengan hukum sebab akibat. | Mampu menganalisis hubungan antara sikap melepas kemelekatan, tumbuhnya kebijaksanaan, dan hukum sebab akibat dalam perilaku hidup sederhana secara tepat. | Mampu memberikan analisis kritis tentang pentingnya pelepasan keduniawian dalam mencegah dampak negatif konsumerisme modern berdasarkan hukum sebab akibat. |
TP 6.2.3: Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam kesabaran dan semangat berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling BergantunganIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi wujud kesabaran (khanti) dan semangat pantang menyerah (viriya) dalam menuntut ilmu. 2. Menganalisis hubungan antara ketekunan/kesabaran sebagai sebab dengan pencapaian cita-cita sebagai akibat. 3. Merumuskan strategi mempertahankan semangat belajar ketika menghadapi kegagalan berlandaskan hukum sebab akibat. | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu menjelaskan nilai kesabaran dan semangat serta tidak dapat melihat kaitannya dengan hukum sebab akibat. | Mampu menyebutkan pentingnya sabar dan bersemangat, namun penjelasannya belum berlandaskan pada prinsip sebab akibat yang saling bergantungan. | Mampu menganalisis peran kesabaran dan semangat dalam mencapai keberhasilan secara terstruktur sesuai prinsip sebab akibat yang saling mempengaruhi. | Mampu mengevaluasi hambatan belajar pribadi serta menyusun rencana aksi penguatan kesabaran dan semangat juang yang berakar kuat pada pemahaman hukum sebab akibat. |
TP 6.2.4: Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam kebenaran dan tekad yang kuat berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling BergantunganIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi contoh nilai kebenaran (Sacca) dan tekad kuat (Adhitthana) dalam kisah Bodhisattva 2. Menghubungkan penerapan kebenaran dan tekad dengan konsekuensi Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan (Paticcasamuppada) 3. Menyajikan analisis dampak keteguhan tekad berlandaskan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Murid belum mampu menyebutkan contoh nilai kebenaran dan tekad kuat serta belum melihat kaitannya dengan hukum sebab akibat. | Murid mampu menyebutkan contoh nilai kebenaran dan tekad kuat dalam kisah Bodhisattva, namun membutuhkan bimbingan untuk mengaitkannya dengan hukum sebab akibat. | Murid mampu menganalisis hubungan antara nilai kebenaran, tekad kuat, dan hukum sebab akibat secara mandiri serta memberikan contoh dampaknya dalam keseharian. | Murid mampu menganalisis secara kritis dan mendalam keterkaitan nilai kebenaran dan tekad berlandaskan hukum sebab akibat, serta merancang komitmen pribadi untuk menerapkannya secara konsisten. |
TP 6.2.5: Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam cinta kasih dan keseimbangan batin berlandaskan pada nilai-nilai Hukum Sebab Akibat yang Saling BergantunganIndikator Pencapaian: 1. Menguraikan konsep cinta kasih (Metta) dan keseimbangan batin (Upekkha) sebagai sifat luhur Bodhisattva 2. Menjelaskan keterkaitan cinta kasih dan keseimbangan batin dengan Hukum Sebab Akibat yang Saling Bergantungan 3. Menganalisis contoh situasi nyata yang memerlukan penerapan cinta kasih dan keseimbangan batin | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Murid belum mampu membedakan konsep cinta kasih dan keseimbangan batin maupun kaitannya dengan hukum sebab akibat. | Murid mampu menjelaskan konsep cinta kasih dan keseimbangan batin secara sederhana, tetapi belum tepat dalam menghubungkannya dengan hukum sebab akibat tanpa bantuan guru. | Murid mampu menganalisis keterkaitan antara cinta kasih, keseimbangan batin, dan hukum sebab akibat secara mandiri dalam berbagai contoh kasus konkret. | Murid mampu menganalisis secara komprehensif serta mengemukakan solusi berbasis cinta kasih dan keseimbangan batin untuk menyelesaikan konflik interpersonal berlandaskan pemahaman hukum sebab akibat. |
Bab 3 — Menyelesaikan Masalah dengan MusyawarahTP 6.3.1: Mengintegrasikan konsep dasar musyawarah mufakat dalam kehidupan Buddha Sakyamuni saat menyelesaikan masalah perbedaan pendapatIndikator Pencapaian: 1. Menceritakan kembali peristiwa musyawarah dalam kisah keteladanan Buddha Sakyamuni (misalnya dalam Sangha atau perselisihan suku Rohini) 2. Mengidentifikasi prinsip-prinsip musyawarah yang dicontohkan oleh Buddha Sakyamuni 3. Mengaitkan prinsip musyawarah Buddha dengan cara penyelesaian perbedaan pendapat secara damai | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Murid belum mampu mengenali kisah keteladanan Buddha Sakyamuni dalam memimpin musyawarah penyelesaian masalah. | Murid mampu menceritakan kisah musyawarah Buddha Sakyamuni dengan bantuan panduan, namun belum dapat mengidentifikasi prinsip-prinsip dasarnya secara jelas. | Murid mampu mengintegrasikan prinsip musyawarah mufakat dari kisah Buddha Sakyamuni ke dalam konsep penyelesaian perbedaan pendapat secara tepat dan mandiri. | Murid mampu membandingkan metode musyawarah Buddha Sakyamuni dengan dinamika modern serta merefleksikan nilai kebijaksanaan Buddha dalam menyelesaikan perselisihan secara mendalam. |
TP 6.3.2: Mensintesis prinsip musyawarah mufakat kehidupan Buddha Sakyamuni dalam praktik pengambilan keputusan demokratis di lingkungan keluargaIndikator Pencapaian: 1. Menemukan prinsip musyawarah Buddha Sakyamuni yang relevan dengan dinamika keluarga 2. Merancang langkah pengambilan keputusan bersama di rumah berdasarkan prinsip musyawarah 3. Mensimulasikan atau menunjukkan sikap saling mendengar dan menghargai saat berdiskusi bersama anggota keluarga | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Murid belum mampu mengidentifikasi cara pengambilan keputusan secara musyawarah di lingkungan keluarga. | Murid dapat menyebutkan contoh musyawarah di keluarga, namun membutuhkan bantuan dalam menyelaraskannya dengan prinsip keteladanan Buddha Sakyamuni. | Murid mampu mensintesis prinsip musyawarah Buddha Sakyamuni ke dalam bentuk aturan atau alur pengambilan keputusan demokratis di lingkungan keluarga secara mandiri. | Murid mampu mensintesis prinsip musyawarah keluarga secara mendalam serta memprakarsai dialog terbuka dan penuh respek dalam menyelesaikan perbedaan pandangan di rumah. |
TP 6.3.3: Mensintesis prinsip musyawarah mufakat kehidupan Buddha Sakyamuni dalam praktik pengambilan keputusan demokratis di lingkungan sekolahIndikator Pencapaian: 1. Menguraikan bentuk-bentuk kegiatan musyawarah demokratis di kelas/sekolah (seperti pemilihan ketua kelas atau pembagian tugas kelompok) 2. Menerapkan prinsip keadilan dan keterbukaan ala Buddha Sakyamuni dalam dinamika musyawarah kelompok sekolah 3. Merumuskan kesepakatan bersama yang mencerminkan mufakat tanpa memaksakan kehendak | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Murid belum mampu menunjukkan peran aktif atau memahami alur musyawarah di kelas/sekolah. | Murid berpartisipasi dalam musyawarah kelas jika diarahkan, namun belum mampu menerapkan prinsip keterbukaan dan keadilan secara mandiri. | Murid mampu mensintesis dan menerapkan prinsip musyawarah Buddha Sakyamuni secara aktif dalam pengambilan keputusan demokratis di lingkungan sekolah. | Murid mampu memimpin atau memfasilitasi musyawarah kelompok di sekolah dengan mengedepankan kebijaksanaan, inklusivitas, dan mufakat yang berkeadilan. |
TP 6.3.4: Mensintesis prinsip musyawarah mufakat kehidupan Buddha Sakyamuni dalam praktik pengambilan keputusan demokratis di lingkungan masyarakatIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi contoh musyawarah warga di lingkungan masyarakat (seperti rapat RT atau kegiatan gotong royong) 2. Menjelaskan relevansi nilai-nilai kepemimpinan demokratis Buddha Sakyamuni dalam kehidupan sosial kemasyarakatan 3. Menyusun gagasan/usulan partisipasi warga muda dalam mendukung mufakat di lingkungan sekitar | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Murid belum mampu mengenali contoh ataupun pentingnya musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat. | Murid dapat memberikan contoh musyawarah warga secara umum dengan panduan, namun belum mampu mengaitkannya dengan ajaran Buddha Sakyamuni. | Murid mampu mensintesis prinsip musyawarah Buddha Sakyamuni ke dalam pemecahan persoalan bersama di lingkungan masyarakat secara mandiri. | Murid mampu menyusun usulan solutif dan sistematis berbasis nilai Buddhis untuk mengatasi kendala pengambilan keputusan bersama di tengah masyarakat yang majemuk. |
Bab 4 — Menghargai Perbedaan PendapatTP 6.4.1: Menganalisis nilai-nilai Buddhadharma yang mencerminkan cara menghargai perbedaan pendapat dalam kehidupan yang moderatIndikator Pencapaian: 1. Menjelaskan konsep pandangan moderat (Majjhima Patipada) dalam menyikapi perbedaan sudut pandang 2. Menganalisis dampak dari sikap ekstrem (memaksakan pendapat atau acuh tak acuh) versus sikap moderat dalam komunikasi 3. Menunjukkan perilaku menghargai keberagaman pemikiran dalam pergaulan sehari-hari | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Murid belum mampu mengenali nilai-nilai Buddhadharma terkait sikap moderat dalam merespons perbedaan pendapat. | Murid mampu mengenali perlunya menghargai perbedaan, tetapi belum mampu menganalisis keterkaitannya dengan jalan moderat secara utuh tanpa bimbingan. | Murid mampu menganalisis nilai-nilai Buddhadharma dalam menghargai perbedaan pendapat serta menunjukkan sikap moderat dalam interaksi sehari-hari secara mandiri. | Murid mampu menganalisis secara mendalam dan menjadi penengah yang bijak ketika terjadi perbedaan pendapat dengan berpegang teguh pada prinsip jalan tengah yang moderat. |
TP 6.4.2: Menerapkan hak dan kewajiban menyampaikan serta mendengarkan pendapat di sekolah melalui pembelajaran ramah anakIndikator Pencapaian: 1. Membedakan hak menyampaikan pendapat dengan kewajiban mendengarkan pendapat orang lain secara santun 2. Mendemonstrasikan cara menyampaikan gagasan secara asertif dan tidak melukai perasaan orang lain 3. Mempraktikkan sikap menyimak secara aktif dan menghargai pembicara dalam suasana belajar yang inklusif dan ramah anak | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Murid belum mampu menerapkan tata krama menyampaikan atau mendengarkan pendapat saat proses belajar berlangsung. | Murid mampu menyampaikan pendapat atau mendengarkan jika diingatkan oleh guru, namun masih kerap menyela pembicaraan orang lain. | Murid mampu menerapkan hak dan kewajiban dalam menyampaikan serta mendengarkan pendapat secara bergantian, santun, dan mandiri dalam iklim kelas ramah anak. | Murid secara konsisten mempraktikkan etika komunikasi asertif, aktif mendorong teman yang pemalu untuk bersuara, dan menciptakan lingkungan belajar yang saling menghormati. |
TP 6.4.3: Menerapkan solusi atas permasalahan perbedaan pendapat di sekolah yang mencerminkan kehidupan yang moderatIndikator Pencapaian: 1. Mengidentifikasi penyebab timbulnya perbedaan pendapat dalam pergaulan di sekolah berlandaskan nilai toleransi Buddhis 2. Menentukan tindakan jalan tengah (majjhima patipada) untuk meredakan perselisihan akibat perbedaan pendapat di kelas 3. Mempraktikkan cara penyelesaian masalah perbedaan pendapat antarteman secara damai dan menghargai keberagaman | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengidentifikasi masalah perbedaan pendapat dan belum dapat menentukan solusi damai di lingkungan sekolah meski telah diberikan bimbingan langsung. | Mampu mengidentifikasi perbedaan pendapat di sekolah, namun masih memerlukan bantuan dan dorongan guru dalam menentukan solusi yang mencerminkan prinsip moderasi. | Mampu mengidentifikasi masalah serta secara mandiri menerapkan solusi atas perbedaan pendapat di sekolah dengan sikap santun dan mengutamakan jalan tengah. | Mampu secara mandiri menerapkan solusi alternatif yang bijaksana atas perbedaan pendapat di sekolah, serta mampu menjadi penengah yang adil dan teladan bagi teman sebayanya. |
TP 6.4.4: Merefleksikan sikap bersatu dalam perbedaan pendapat dengan berperan serta melakukan dialog moderasi beragamaIndikator Pencapaian: 1. Menjelaskan makna pentingnya persatuan di tengah perbedaan pandangan atau tradisi keagamaan 2. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan simulasi dialog kerukunan dan moderasi beragama di kelas 3. Menuliskan refleksi pribadi mengenai pengalaman menghargai pandangan teman yang berbeda aliran/agama | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Belum mampu mengungkapkan refleksi sikap bersatu dan belum bersedia terlibat dalam kegiatan dialog moderasi beragama di kelas. | Mampu mengikuti dialog moderasi beragama dengan arahan guru, namun refleksi yang dibuat mengenai sikap bersatu dalam perbedaan masih bersifat sangat terbatas. | Mampu berpartisipasi aktif dalam dialog moderasi beragama dan menuliskan refleksi sikap bersatu dalam perbedaan secara jelas dan mandiri. | Berperan aktif memantik gagasan positif dalam dialog moderasi beragama serta menyusun refleksi mendalam dan menginspirasi teman-teman untuk menjaga kerukunan antartradisi. |
6. CATATANKKTP semester ini mencakup Bab 1 — Meneladan Sifat Buddha dalam Mengatasi Kesulitan; Bab 2 — Meneladan Sifat-Sifat Luhur Bodhisattva; Bab 3 — Menyelesaikan Masalah dengan Musyawarah; Bab 4 — Menghargai Perbedaan Pendapat (total 18 TP). Satu rubrik per TP; gunakan ringkasan per bab untuk administrasi dan rubrik detail per bab untuk mengajar. |