| 1 | — | Melalui eksplorasi konteks penyiraman kebun, murid dapat menjelaskan makna perkalian bilangan asli dengan pecahan sebagai pengulangan penjumlahan pecahan yang sama. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat menghitung hasil perkalian bilangan asli dengan pecahan biasa secara tepat. | 3 |
| 3 | — | Melalui eksplorasi konteks kebun mangga, murid dapat menjelaskan makna perkalian pecahan dengan bilangan asli sebagai pengambilan sebagian dari suatu keseluruhan. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menghitung hasil perkalian pecahan dengan bilangan asli menggunakan prosedur yang benar. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menjelaskan konsep perkalian pecahan dengan pecahan menggunakan model luas daerah atau representasi visual. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menghitung hasil perkalian pecahan dengan pecahan dengan cara mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat mengidentifikasi situasi masalah sehari-hari yang memerlukan operasi perkalian pecahan. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan perkalian pecahan dengan bilangan asli maupun pecahan dengan pecahan secara tepat. | 3 |
| 9 | — | Melalui eksplorasi konteks membagi air ke beberapa wadah, murid dapat menjelaskan makna pembagian pecahan dengan bilangan asli sebagai pembagian suatu bagian menjadi bagian yang lebih kecil. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menghitung hasil pembagian pecahan dengan bilangan asli menggunakan prosedur a/b ÷ c = a/(b×c) dengan benar. | 3 |
| 11 | — | Melalui eksplorasi konteks menuangkan minuman ke gelas, murid dapat menjelaskan makna pembagian bilangan asli dengan pecahan sebagai menentukan banyaknya pecahan yang dapat dibuat dari bilangan asli tersebut. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menghitung hasil pembagian bilangan asli dengan pecahan menggunakan prosedur a ÷ b/c = a × c/b dengan benar. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat mengidentifikasi situasi masalah sehari-hari yang memerlukan operasi pembagian pecahan dengan bilangan asli atau pembagian bilangan asli dengan pecahan. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan operasi pembagian pecahan secara tepat dan memberikan alasan atas langkah penyelesaiannya. | 3 |
| 15 | — | Melalui aktivitas prapengetahuan bilangan desimal dalam kehidupan sehari-hari, murid dapat mengidentifikasi notasi desimal sebagai representasi lain dari pecahan. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat mengubah pecahan biasa dan pecahan campuran menjadi bilangan desimal sampai satu angka di belakang koma dengan benar. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menjelaskan nilai tempat bilangan desimal sampai sepersepuluh sebagai dasar membandingkan dua bilangan desimal. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat membandingkan dua bilangan desimal sampai satu angka di belakang koma menggunakan tanda <, >, atau = dengan tepat. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat mengurutkan sekumpulan bilangan desimal sampai satu angka di belakang koma dari nilai terkecil ke terbesar atau sebaliknya. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menjelaskan alasan urutan bilangan desimal yang dibuat berdasarkan pemahaman nilai tempat. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan perbandingan dan pengurutan bilangan desimal sampai sepersepuluh dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menghubungkan konsep pecahan (perkalian, pembagian) dengan representasi desimal untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan keduanya. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman operasi perkalian dan pembagian pecahan (pecahan dengan bilangan asli dan sebaliknya) melalui soal tertulis. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menunjukkan kemampuan mengubah pecahan menjadi desimal serta membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal sampai sepersepuluh melalui asesmen sumatif bab. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat membedakan cara membandingkan dua besaran secara aditif (penjumlahan/pengurangan) dan secara multiplikatif (perkalian/pembagian) melalui konteks nyata. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menentukan paket atau pilihan yang lebih menguntungkan dengan membandingkan dua besaran menggunakan operasi perkalian dan pembagian pada bilangan cacah. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat memahami konsep rasio sebagai cara membandingkan dua besaran secara multiplikatif dan menuliskan rasio dalam bentuk a : b. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menggunakan bahasa rasio (misalnya '2 berbanding 5') untuk menjelaskan hubungan perbandingan antara dua besaran dalam konteks sehari-hari. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menyatakan rasio dua besaran dalam bentuk paling sederhana dengan menggunakan konsep faktor bilangan (FPB). | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menjelaskan hubungan antara rasio dan pecahan serta membedakan keduanya dalam konteks perbandingan dua besaran. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat memahami konsep kesamaan rasio berdasarkan pemahaman pecahan senilai dan sifat perkalian/pembagian bilangan cacah. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menggunakan tabel rasio untuk menentukan dan menuliskan beberapa rasio yang setara dengan rasio yang diberikan. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat melengkapi tabel rasio dengan memanfaatkan konsep faktor dan kelipatan bilangan untuk menentukan nilai yang belum diketahui. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika yang berkaitan dengan kesamaan rasio menggunakan operasi perkalian dan pembagian. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat memodelkan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan kesamaan rasio ke dalam tabel rasio. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan kesamaan rasio dengan menggunakan tabel rasio dan operasi perkalian serta pembagian. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat memahami konsep rasio bagian terhadap bagian dan menuliskannya dalam bentuk a : b berdasarkan data yang diberikan. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan rasio bagian terhadap bagian dengan menggunakan tabel rasio. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat memahami konsep rasio bagian terhadap keseluruhan dan menentukan nilai keseluruhan berdasarkan rasio yang diketahui. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat membedakan rasio bagian terhadap bagian dan rasio bagian terhadap keseluruhan dalam konteks permasalahan nyata. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat memahami konsep rasio satuan sebagai rasio dengan salah satu besaran bernilai 1 dan menentukannya menggunakan operasi pembagian. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat bernalar secara proporsional untuk menyelesaikan masalah sehari-hari menggunakan rasio satuan. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menggunakan rasio satuan untuk membandingkan harga, jumlah, atau ukuran dalam masalah sehari-hari seperti perbandingan harga produk. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan proporsi menggunakan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat menerapkan konsep rasio pada permasalahan yang melibatkan durasi waktu dengan menggunakan konversi satuan waktu yang tepat. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan rasio durasi waktu menggunakan tabel rasio dan operasi perkalian serta pembagian. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat membaca dan menganalisis data yang disajikan dalam tabel untuk menentukan dan membandingkan rasio antar kelompok data. | 3 |
| 48 | — | Murid dapat menyajikan hasil perbandingan rasio dari data yang diberikan dalam bentuk tabel rasio secara sistematis. | 3 |
| 49 | — | Murid dapat menyelesaikan berbagai masalah sehari-hari yang melibatkan konsep rasio (kesamaan rasio, rasio satuan, rasio bagian terhadap bagian, dan rasio bagian terhadap keseluruhan) secara terintegrasi. | 3 |
| 50 | — | Murid dapat bernalar secara proporsional untuk memilih strategi penyelesaian yang tepat dalam masalah kontekstual yang berkaitan dengan rasio. | 3 |
| 51 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang konsep rasio, kesamaan rasio, rasio satuan, serta rasio bagian terhadap bagian dan keseluruhan melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 52 | — | Murid dapat menyelesaikan soal asesmen sumatif yang mencakup penerapan rasio dalam berbagai konteks permasalahan sehari-hari menggunakan operasi perkalian dan pembagian. | 3 |