| 1 | — | Murid dapat menghitung banyak benda konkret di sekitar kelas dari 1 sampai dengan 5 secara tepat. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat membaca lambang bilangan 1 sampai dengan 5 dengan benar. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menghitung banyak benda konkret di sekitar kelas dari 6 sampai dengan 10 secara tepat. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat membaca lambang bilangan 6 sampai dengan 10 dengan benar. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menulis lambang bilangan 1 sampai dengan 10 dengan benar sesuai urutan. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat mengenal bilangan 0 dengan menunjukkan model konkret sebagai representasi tidak ada benda. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat memasangkan banyak benda pada bingkai 10 (ten frame) untuk menunjukkan bilangan 1 sampai dengan 10 menggunakan benda konkret. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menghubungkan susunan benda pada bingkai 10 dengan lambang bilangan yang sesuai. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menunjukkan konsep sama banyak dari dua kelompok benda menggunakan benda konkret dengan cara memasangkan satu per satu. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menunjukkan konsep lebih banyak dan lebih sedikit dari dua kelompok benda konkret yang banyaknya sampai dengan 10. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat mengurutkan bilangan 0 sampai dengan 10 dari yang terkecil ke terbesar menggunakan benda konkret. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mengurutkan bilangan 0 sampai dengan 10 dari yang terbesar ke terkecil menggunakan benda konkret. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menghitung maju dari 0 sampai dengan 10 menggunakan benda konkret dan garis bilangan sederhana. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menghitung mundur dari 10 sampai dengan 0 menggunakan benda konkret dan garis bilangan sederhana. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat mengurai (dekomposisi) bilangan sampai dengan 10 menjadi dua kelompok bilangan yang lebih kecil menggunakan benda konkret. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menemukan berbagai pasangan bilangan (number bond) dari suatu bilangan sampai dengan 10 melalui eksplorasi benda konkret. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menyusun (komposisi) dua kelompok benda konkret untuk membentuk bilangan tertentu sampai dengan 10. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menjelaskan hubungan antara komposisi dan dekomposisi bilangan sampai dengan 10 menggunakan model konkret. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat mendemonstrasikan kemampuan membilang, membaca, menulis, dan membandingkan bilangan 0 sampai dengan 10 secara mandiri sebagai bukti ketercapaian kompetensi bab. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menyelesaikan soal sederhana terkait menghitung maju-mundur serta mengurai dan menyusun bilangan sampai dengan 10 secara mandiri. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menunjukkan konsep penjumlahan sebagai penggabungan dua kelompok benda konkret dengan hasil sampai dengan 10. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menceritakan situasi penggabungan dua kelompok benda menggunakan kosakata penjumlahan (menambahkan, datang lagi, digabungkan). | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menuliskan operasi hitung penjumlahan menggunakan simbol '+' dan '=' sesuai konteks cerita atau gambar dengan hasil sampai dengan 10. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat membaca kalimat matematika penjumlahan (contoh: 4 + 2 = 6) dan menjelaskan makna setiap simbol yang digunakan. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menuliskan operasi hitung penjumlahan yang sesuai berdasarkan gambar atau cerita yang diberikan dengan hasil sampai dengan 10. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat membuat cerita penjumlahan sederhana berdasarkan gambar dan menuliskan kalimat matematikanya. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menggunakan strategi menghitung maju pada garis bilangan untuk menyelesaikan operasi penjumlahan sampai dengan 10. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah strategi menghitung maju dan menerapkannya pada soal penjumlahan sampai dengan 10. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menggunakan diagram pasangan bilangan (number bond) untuk menguraikan dan menyusun operasi penjumlahan sampai dengan 10. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat melakukan komposisi bilangan sampai dengan 10 menggunakan pasangan bilangan sebagai strategi penjumlahan. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat mengenali dan menggunakan strategi penjumlahan ganda (bilangan yang dijumlahkan sama, contoh: 3 + 3 = 6) untuk menyelesaikan operasi penjumlahan sampai dengan 10. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat membedakan penjumlahan ganda dari penjumlahan biasa dan menyebutkan contoh penjumlahan ganda dengan hasil sampai dengan 10. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menemukan berbagai pasangan bilangan yang jika dijumlahkan menghasilkan 10 menggunakan benda konkret atau bingkai 10 (ten frame). | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menuliskan seluruh operasi penjumlahan dua bilangan cacah yang hasilnya tepat 10. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menyelesaikan masalah soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan sampai dengan 10 menggunakan satu langkah penyelesaian. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat membuat soal cerita penjumlahan sampai dengan 10 berdasarkan konteks sehari-hari dan menuliskan kalimat matematikanya. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat mendemonstrasikan pemahaman konsep penjumlahan sampai dengan 10 melalui penyelesaian soal yang mencakup benda konkret, gambar, kalimat matematika, dan soal cerita. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat memilih dan menerapkan strategi penjumlahan yang tepat (menghitung maju, pasangan bilangan, penjumlahan ganda, atau penjumlahan hasil 10) untuk menyelesaikan soal penjumlahan sampai dengan 10. | 3 |
| 39 | — | Murid mampu menunjukkan konsep pengurangan sampai dengan 10 melalui cerita dan situasi konkret di sekitar | 3 |
| 40 | — | Murid mampu merepresentasikan pengurangan menggunakan benda konkret dan gambar | 3 |
| 41 | — | Murid mampu menuliskan operasi pengurangan menggunakan simbol minus dan sama dengan | 3 |
| 42 | — | Murid mampu menghitung hasil pengurangan bilangan cacah sampai dengan 10 menggunakan benda konkret | 3 |
| 43 | — | Murid mampu melakukan pengurangan dengan strategi menghitung mundur pada bilangan cacah sampai dengan 10 | 3 |
| 44 | — | Murid mampu menggunakan strategi pasangan bilangan (number bond) dalam melakukan pengurangan | 3 |
| 45 | — | Murid mampu melakukan pengurangan dari 10 dengan berbagai kombinasi bilangan | 3 |
| 46 | — | Murid mampu menunjukkan fakta hubungan antara operasi penjumlahan dan pengurangan sampai dengan 10 | 3 |
| 47 | — | [1.3.5.2] Murid mampu mengenali pengurangan sebagai kebalikan dari penjumlahan menggunakan gambar (elemen: Aljabar) | 3 |
| 48 | — | [1.3.6.1] Murid mampu menyelesaikan masalah pengurangan dengan satu langkah penyelesaian dalam konteks kehidupan sehari-hari (elemen: Bilangan) | 3 |
| 49 | — | [1.3.6.2] Murid mampu membuat dan mengomunikasikan soal cerita pengurangan sendiri (elemen: Bilangan) | 3 |
| 50 | — | [1.3.7.1] Murid mampu menunjukkan pemahaman konsep dan operasi pengurangan bilangan cacah sampai dengan 10 melalui berbagai strategi (elemen: Bilangan) | 3 |
| 51 | — | Murid dapat mengidentifikasi bentuk dasar segitiga, segi empat, dan bentuk lengkung dari benda-benda di lingkungan sekitar. | 3 |
| 52 | — | Murid dapat menyebutkan dan memberi nama bentuk dasar segitiga, segi empat, dan bentuk lengkung dengan benar. | 3 |
| 53 | — | Murid dapat mendeskripsikan ciri-ciri bentuk dasar segitiga, segi empat, dan bentuk lengkung berdasarkan pengamatan benda konkret di sekitar. | 3 |
| 54 | — | Murid dapat mencocokkan benda-benda di lingkungan sekitar dengan nama bentuk dasarnya (segitiga, segi empat, atau bentuk lengkung). | 3 |
| 55 | — | Murid dapat mengelompokkan benda-benda berdasarkan bentuknya (segitiga, segi empat, dan bentuk lengkung). | 3 |
| 56 | — | Murid dapat mengelompokkan benda-benda berdasarkan warna dan ukurannya secara bersamaan dengan atribut bentuk. | 3 |
| 57 | — | Murid dapat menghitung banyaknya segitiga, segi empat, dan bentuk lengkung yang terdapat dalam sebuah gambar. | 3 |
| 58 | — | Murid dapat membandingkan jumlah masing-masing bentuk dasar yang ditemukan dalam suatu gambar menggunakan kata lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak. | 3 |
| 59 | — | Murid dapat menyusun beberapa bentuk dasar (segitiga, segi empat, dan bentuk lengkung) menjadi satu bentuk baru yang kreatif. | 3 |
| 60 | — | Murid dapat mengurai suatu bentuk bangun menjadi beberapa bentuk dasar penyusunnya (segitiga, segi empat, dan/atau bentuk lengkung). | 3 |
| 61 | — | Murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang bentuk dasar segitiga, segi empat, dan bentuk lengkung melalui kegiatan mengidentifikasi, mengelompokkan, serta menyusun dan mengurai bentuk bangun. | 3 |