| 1 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian berpikir komputasional dan kaitannya dengan pengelolaan data dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengidentifikasi jenis-jenis data sederhana yang ada di lingkungan sekitar (data transportasi, kehadiran, hobi) sebagai bahan pengelolaan data. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat mengumpulkan data sederhana dari lingkungan sekitar (contoh: data transportasi siswa ke sekolah atau data hobi siswa) secara sistematis. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menyusun dan menyimpan data yang telah dikumpulkan ke dalam tabel sederhana dengan benar. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mengolah dan menganalisis data sederhana yang telah dikumpulkan menggunakan tabel atau grafik batang/diagram. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menyajikan hasil pengelolaan data dalam bentuk grafik sederhana dan menarik kesimpulan berdasarkan data tersebut. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menjelaskan langkah-langkah pemecahan masalah sederhana secara sistematis menggunakan pendekatan berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi). | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah sederhana pada studi kasus nyata dalam kehidupan masyarakat (contoh: strategi keluar dari tempat parkir). | 3 |
| 9 | — | Murid dapat mengidentifikasi pola yang terdapat dalam suatu masalah sederhana sebagai dasar penyusunan solusi yang efisien. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menentukan urutan langkah (algoritma) untuk menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan masyarakat (contoh: menentukan rute pengantaran paling efisien). | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menuliskan instruksi secara runtut dan logis dalam bentuk algoritma tekstual untuk menyelesaikan masalah sederhana (contoh: studi kasus pemilahan sampah). | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mengeksplorasi solusi alternatif dari instruksi yang telah dibuat dan mengevaluasi kelebihan serta kekurangan setiap solusi. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menerjemahkan instruksi/algoritma yang telah disusun ke dalam bentuk program visual berbasis blok (contoh: simulasi pemilahan sampah menggunakan Scratch atau pemrograman blok sejenis). | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menguji dan memperbaiki program visual berbasis blok yang dibuat agar instruksi berjalan sesuai tujuan pemecahan masalah yang telah ditetapkan. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat mendemonstrasikan kemampuan mengelola data secara sistematis mulai dari pengumpulan, penyusunan, hingga penyajian data dalam tabel atau grafik sederhana. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menerapkan pemecahan masalah sederhana secara sistematis dan menuliskan instruksi yang runtut untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan masyarakat. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian dan jenis-jenis konten digital (teks, audio, video, gambar, infografis, slide) beserta fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat mengidentifikasi contoh konten digital yang beredar di lingkungan sekitar dan mengklasifikasikannya berdasarkan jenis dan tujuan penyebarannya. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menjelaskan prinsip etika digital dalam membuat dan menyebarkan konten, termasuk pentingnya menjaga data pribadi saat menggunakan platform digital. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menjelaskan konsep hak cipta konten digital dan menerapkan prinsip penggunaan konten yang bertanggung jawab dalam proses produksi karya digital. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat mengembangkan ide dan tema konten digital secara sistematis menggunakan teknik brainstorming dan peta pikiran. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat merancang naskah atau outline sederhana sebagai dasar produksi konten digital yang kreatif dan bertanggung jawab. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menyusun alur cerita sederhana (storyboard) untuk konten digital secara runtut dan logis sesuai tujuan penyampaian pesan. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menerapkan prinsip pemecahan masalah sederhana dalam menentukan struktur dan urutan penyajian konten digital. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat memproduksi konten digital berupa slide presentasi menggunakan aplikasi dasar (PowerPoint/Canva) dengan memperhatikan prinsip tata letak visual yang menarik. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat memproduksi konten digital berupa infografis sederhana yang informatif dan estetis menggunakan aplikasi desain digital. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menggunakan perangkat KA sederhana sebagai alat bantu dalam proses produksi konten digital dengan menuliskan input (prompt) yang bermakna dan terarah. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat bersikap kritis terhadap output yang dihasilkan KA dalam produksi konten, memahami bahwa KA dapat menghasilkan informasi yang salah, bias, atau halusinasi. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat mendiseminasikan konten digital yang telah diproduksi secara bertanggung jawab dengan memperhatikan etika penyebaran informasi di platform digital. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menganalisis ciri-ciri konten deep fake dalam bentuk gambar, audio, atau video dan menjelaskan dampak penyebarannya bagi kehidupan masyarakat. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat mempresentasikan portofolio konten digital (slide atau infografis) yang telah diproduksi, menjelaskan proses kreatif, pilihan alat, dan pertimbangan etika yang diterapkan. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat mengevaluasi karya konten digital milik sendiri dan teman sebaya berdasarkan kriteria ketepatan pesan, tata letak visual, etika konten, dan tanggung jawab digital. | 3 |