| 1 | — | Murid dapat mengidentifikasi masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dan menjelaskan penyebabnya secara lisan atau tulisan. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat membedakan situasi bermasalah dan tidak bermasalah berdasarkan pengamatan terhadap contoh nyata di sekitar mereka. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menjelaskan konsep dekomposisi sebagai cara memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah diselesaikan. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menerapkan dekomposisi pada permasalahan sederhana sehari-hari, seperti merapikan kamar atau menyelesaikan tugas, dengan menyebutkan langkah-langkah bagiannya secara sistematis. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mengenali pola sederhana berupa warna, angka, huruf, atau kejadian berulang dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat melengkapi pola berdasarkan urutan yang berulang secara logis dan menjelaskan bagaimana pengenalan pola membantu menemukan solusi suatu masalah. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menjelaskan konsep abstraksi sebagai kemampuan memilah informasi yang penting dan mengabaikan hal yang tidak relevan saat memecahkan masalah. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menerapkan abstraksi pada sebuah kasus sederhana dengan menyebutkan informasi yang perlu difokuskan dan informasi yang dapat diabaikan. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian algoritma sebagai urutan instruksi logis dan terstruktur untuk menyelesaikan suatu masalah. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menyusun algoritma sederhana menggunakan kosakata sehari-hari untuk menyelesaikan masalah konkret, seperti langkah membuat minuman atau mencari barang yang hilang. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat mempraktikkan instruksi algoritmik secara berurutan melalui simulasi bermain peran sebagai robot yang mengikuti perintah langkah demi langkah. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mengevaluasi apakah urutan instruksi yang diberikan sudah logis dan benar, serta mengidentifikasi kesalahan jika instruksi tidak menghasilkan hasil yang diharapkan. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menuliskan instruksi sederhana dengan urutan yang benar menggunakan kosakata atau simbol yang jelas untuk memecahkan masalah tertentu. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menguji instruksi yang telah dituliskan dan memperbaikinya jika ditemukan kesalahan atau kekurangan dalam urutan langkah. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menerapkan keempat elemen berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma) secara terpadu untuk menyelesaikan sebuah kasus masalah nyata. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat mempresentasikan solusi yang telah disusun secara sistematis dan logis kepada teman, serta memberikan umpan balik terhadap solusi yang disampaikan teman. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang konsep berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma) melalui penyelesaian soal dan kasus masalah secara mandiri. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan kosakata atau simbol untuk memecahkan masalah sederhana sebagai bukti capaian belajar akhir bab. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menjelaskan definisi teknologi digital sebagai alat atau perangkat yang menggunakan sistem komputer untuk menyimpan, mengolah, dan mengirimkan informasi. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat mengidentifikasi perbedaan antara teknologi digital dan teknologi analog berdasarkan cara kerja dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menyebutkan minimal lima contoh teknologi digital yang ditemukan di lingkungan sekolah dan rumah beserta manfaatnya. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menganalisis manfaat penggunaan teknologi digital dalam mendukung aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari secara kritis. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat mengidentifikasi berbagai jenis perangkat keras komputer (seperti CPU, monitor, keyboard, mouse, printer) beserta fungsi masing-masing. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menjelaskan secara sederhana bagaimana perangkat keras bekerja dalam sistem komputer melalui contoh konkret. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat mengelompokkan perangkat lunak komputer berdasarkan kegunaannya (seperti perangkat lunak pengolah kata, presentasi, dan browser) dengan contoh yang tepat. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menjelaskan secara sederhana bagaimana perangkat keras dan perangkat lunak bekerja bersama untuk menjalankan fungsi komputer. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menyebutkan jenis-jenis informasi pribadi yang perlu dilindungi (seperti nama lengkap, alamat, nomor telepon, kata sandi) dan menjelaskan alasan pentingnya menjaga informasi tersebut. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menganalisis risiko yang muncul akibat berbagi informasi pribadi secara sembarangan dalam komunikasi daring. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menyusun langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk melindungi informasi pribadi saat menggunakan teknologi digital dan internet. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat merumuskan komitmen pribadi (janji digital) dalam menggunakan teknologi digital secara bijak, bertanggung jawab, dan aman. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang konsep dasar teknologi digital, perangkat keras dan perangkat lunak komputer, serta keamanan informasi pribadi melalui asesmen sumatif. | 3 |