Dokumenchevron_rightKKTPchevron_rightKimiachevron_rightKelas 11

KKTP Kimia Kelas 11 — Semester 1

KKTPSMAKelas 11FSemester 1

Dokumen KKTP ini membantu guru Kimia kelas 11 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN KKTP

KKTP Kimia Kelas 11 — Semester 1

Kimia · Kelas 11

Semester 1

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

KIMIA

Semester 1

1. IDENTITAS

Mata PelajaranKimia
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikSemester 1
Tahun Ajaran2026/2027
Pendekatan KKTPrubrik
Semester1

2. INTERVAL NILAI

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
0-5960-6970-8485-100

3. PETUNJUK PENSKORAN

Petunjuk penskoran (deterministik):
• Belum Berkembang (0-59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial.
• Mulai Berkembang (60-69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru.
• Berkembang (70-84): indikator utama tercapai secara mandiri.
• Sangat Berkembang (85-100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru.
Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level.

4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BAB

Kode TP: Kelas.Bab.Urutan TP — contoh TP 11.1.1 = Kelas 11, Bab 1, TP ke-1. Penomoran ini penunjuk urutan internal dokumen, bukan format baku Pemerintah.

Bab 1 — Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur (4 TP)

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
1TP 11.1.1Menganalisis hubungan struktur atom dengan letak unsur dalam sistem periodik unsur3
2TP 11.1.3Mengamati fenomena ilmiah dalam laboratorium terkait uji nyala senyawa logam untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki2
3TP 11.1.2Menganalisis hubungan struktur atom dengan keperiodikan sifat unsur dalam sistem periodik unsur3
4TP 11.1.4Menafsirkan informasi yang diperoleh dari data keperiodikan sifat unsur untuk menarik kesimpulan yang konsisten dengan hasil penyelidikan2

Bab 2 — Ikatan Kimia (5 TP)

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
5TP 11.2.1Membandingkan jenis ikatan kimia berdasarkan proses pembentukan ikatan ion, kovalen, dan logam3
6TP 11.2.2Mengaitkan jenis ikatan kimia dengan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron3
7TP 11.2.3Mengaitkan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler pada senyawa kovalen3
8TP 11.2.4Memprediksi sifat fisik materi berdasarkan jenis ikatan kimia dan gaya intermolekuler3
9TP 11.2.5Merencanakan dan melakukan penyelidikan sifat fisik materi berdasarkan jenis ikatan kimia secara sistematis3

Bab 3 — Stoikiometri (5 TP)

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
10TP 11.3.1Menafsirkan informasi kuantitatif hubungan mol dengan massa, volume, dan jumlah partikel pada penyetaraan persamaan reaksi kimia3
11TP 11.3.2Mendeskripsikan hubungan antar variabel komposisi massa unsur untuk menentukan rumus empiris dan rumus molekul senyawa3
12TP 11.3.3Menggunakan data stoikiometri untuk menarik kesimpulan mengenai pereaksi pembatas dan jumlah pereaksi yang bersisa3
13TP 11.3.4Mengidentifikasi sumber ketidakpastian dalam rangka mengevaluasi kesimpulan perhitungan persen hasil reaksi kimia3
14TP 11.3.5Mengomunikasikan hasil penyelidikan stoikiometri secara sistematis dan utuh ditunjang dengan argumen ilmiah3

Bab 4 — Hidrokarbon (6 TP)

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
15TP 11.4.1Menjelaskan senyawa karbon berdasarkan kekhasan atom karbon dan posisinya dalam rantai karbon3
16TP 11.4.2Mengamati fenomena ilmiah pembakaran lilin untuk mengidentifikasi produk reaksi hidrokarbon3
17TP 11.4.3Menjelaskan senyawa karbon golongan hidrokarbon alifatik berdasarkan aturan tata nama IUPAC3
18TP 11.4.4Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon berdasarkan sifat fisik dan hubungan strukturnya3
19TP 11.4.5Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon berdasarkan jenis-jenis isomernya3
20TP 11.4.6Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon ditinjau dari reaksi kimia dan dampak pembakarannya3

5. RUBRIK KETERCAPAIAN PER TUJUAN PEMBELAJARAN

Bab 1 — Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

TP 11.1.1: Menganalisis hubungan struktur atom dengan letak unsur dalam sistem periodik unsur

Indikator Pencapaian:
1. Menuliskan konfigurasi elektron model mekanika kuantum dan menentukan elektron valensi suatu unsur
2. Menentukan nomor periode dan golongan unsur (utama dan transisi) berdasarkan konfigurasi elektronnya
3. Menganalisis keterkaitan antara jumlah kulit terisi dan subkulit valensi dengan posisi unsur pada tabel periodik

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menuliskan konfigurasi elektron secara benar sehingga belum dapat menentukan periode maupun golongan unsur dalam tabel periodik.Mampu menuliskan konfigurasi elektron dasar tetapi masih memerlukan bantuan dalam menentukan periode dan golongan, khususnya pada unsur logam transisi.Mampu menuliskan konfigurasi elektron serta menganalisis letak periode dan golongan unsur utama maupun transisi secara tepat dan mandiri.Mampu menganalisis hubungan konfigurasi elektron dan letak unsur secara mendalam, termasuk unsur dengan anomali kestabilan subkulit, serta memprediksi nomor atom dari unsur hipotetis berdasarkan letaknya.

TP 11.1.3: Mengamati fenomena ilmiah dalam laboratorium terkait uji nyala senyawa logam untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki

Indikator Pencapaian:
1. Mencatat data hasil pengamatan perubahan warna nyala dari berbagai larutan garam logam secara terperinci
2. Merumuskan pertanyaan ilmiah yang spesifik dan teruji mengenai penyebab perbedaan emisi warna nyala antarlogam

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum dapat mengidentifikasi warna nyala spesifik logam secara objektif dan belum memunculkan pertanyaan terkait fenomena yang diamati.Mampu mencatat hasil pengamatan warna nyala dengan bantuan panduan, namun pertanyaan yang diajukan masih bersifat faktual umum dan belum mengarah pada investigasi ilmiah.Mampu mencatat variasi warna nyala secara presisi serta merumuskan pertanyaan ilmiah yang dapat diselidiki mengenai keterkaitan jenis logam dengan warna emisi yang dihasilkan.Mampu mencatat detail hasil uji nyala secara akurat, mengaitkan fenomena transisi/eksitasi elektron dengan emisi foton, serta merumuskan pertanyaan penyelidikan yang kompleks dan aplikatif (misalnya teknologi kembang api/analisis kualitatif).

TP 11.1.2: Menganalisis hubungan struktur atom dengan keperiodikan sifat unsur dalam sistem periodik unsur

Indikator Pencapaian:
1. Mengidentifikasi kecenderungan jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan dalam satu golongan dan satu periode
2. Menjelaskan pengaruh muatan inti efektif dan efek pemerisaian kulit elektron terhadap perubahan sifat periodik
3. Menganalisis anomali kecenderungan sifat periodik (seperti energi ionisasi golongan IIA vs IIIA atau VA vs VIA)

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengidentifikasi tren sifat-sifat keperiodikan unsur dalam tabel periodik modern.Mampu menunjukkan pola kecenderungan sifat keperiodikan umum, namun belum mampu menjelaskan alasannya berdasarkan muatan inti dan jumlah kulit elektron.Mampu menganalisis secara logis hubungan muatan inti efektif dan jari-jari atom terhadap kecenderungan energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan secara mandiri.Mampu menganalisis hubungan struktur atom dengan sifat periodik secara komprehensif, termasuk memberikan argumentasi teoritis yang valid mengenai anomali tren akibat konfigurasi orbital penuh/setengah penuh.

TP 11.1.4: Menafsirkan informasi yang diperoleh dari data keperiodikan sifat unsur untuk menarik kesimpulan yang konsisten dengan hasil penyelidikan

Indikator Pencapaian:
1. Membaca dan memetakan pola keteraturan dari sajian grafik atau tabel data kuantitatif keperiodikan sifat unsur
2. Menyimpulkan keteraturan sifat unsur berdasarkan interpretasi grafik/data hasil pengukuran secara logis

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu membaca informasi pola keteraturan dari grafik atau tabel data keperiodikan unsur yang disajikan.Mampu membaca nilai data numerik pada grafik/tabel, namun masih keliru atau membutuhkan bimbingan dalam merumuskan kesimpulan pola keteraturannya.Mampu menafsirkan tren naik/turun pada grafik atau tabel data sifat periodik secara mandiri dan menyusun kesimpulan yang selaras dengan data penyelidikan.Mampu mengevaluasi grafik multi-variabel data keperiodikan, mengidentifikasi titik-titik penyimpangan data, dan menarik kesimpulan sintesis yang mendalam berbasis bukti empiris.

Bab 2 — Ikatan Kimia

TP 11.2.1: Membandingkan jenis ikatan kimia berdasarkan proses pembentukan ikatan ion, kovalen, dan logam

Indikator Pencapaian:
1. Mendeskripsikan pembentukan ikatan ion melalui serah terima elektron dan ikatan kovalen melalui pemakaian elektron bersama menggunakan struktur Lewis
2. Menjelaskan pembentukan ikatan logam menggunakan teori lautan elektron
3. Membuat matriks perbandingan karakteristik pembentukan ikatan ion, kovalen (tunggal, rangkap, koordinasi), dan logam

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu membedakan proses pembentukan ikatan ion, kovalen, dan logam.Mampu menjelaskan konsep serah terima dan pemakaian bersama elektron secara terpisah dengan panduan, namun belum dapat membandingkan prosesnya secara utuh dengan ikatan logam.Mampu membandingkan mekanisme pembentukan ikatan ion, kovalen (termasuk koordinasi), dan logam secara terstruktur dan tepat menggunakan diagram/struktur elektron.Mampu membandingkan proses pembentukan ketiga ikatan tersebut secara kritis dengan mengaitkannya pada elektronegativitas unsur, kestabilan oktet/duplet, dan delokalisasi elektron valensi.

TP 11.2.2: Mengaitkan jenis ikatan kimia dengan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron

Indikator Pencapaian:
1. Menentukan jumlah Pasangan Elektron Ikatan (PEI) dan Pasangan Elektron Bebas (PEB) pada atom pusat suatu senyawa kovalen
2. Meramalkan geometri molekul menggunakan prinsip teori VSEPR / Domain Elektron
3. Menganalisis pengaruh tolakan PEB terhadap besaran sudut ikatan pada molekul

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menghitung jumlah PEI dan PEB serta belum mengenal nama-nama bentuk geometri molekul dasar.Mampu menentukan rumus domain elektron (AXnEm) untuk molekul sederhana, namun masih keliru dalam memprediksi bentuk molekul akhir atau pengaruh sudut ikatannya.Mampu mengaitkan jumlah PEI dan PEB dengan bentuk geometri molekul serta memperkirakan variasi sudut ikatan secara mandiri dan tepat.Mampu meramalkan bentuk molekul kompleks/ion poliatomik, memodelkan geometri ruang 3 dimensi, serta menganalisis efek distorsi sudut ikatan akibat perbedaan kekuatan tolakan PEB-PEB, PEB-PEI, dan PEI-PEI.

TP 11.2.3: Mengaitkan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler pada senyawa kovalen

Indikator Pencapaian:
1. Menganalisis simetri bentuk molekul untuk menentukan kepolaran molekul (momen dipol netral vs tidak nol)
2. Mengidentifikasi keberadaan gaya London, interaksi dipol-dipol, atau ikatan hidrogen antarmolekul kovalen
3. Menjelaskan pengaruh geometri molekul terhadap kemudahan polarisasi dan interaksi antarmolekul

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menentukan kepolaran suatu molekul dan belum mengenali jenis-jenis gaya intermolekuler.Mampu membedakan molekul polar dan nonpolar sederhana, namun masih kesulitan mengaitkannya dengan simetri geometri dan jenis gaya antarmolekul yang timbul.Mampu mengaitkan bentuk molekul simetris/asimetris dengan kepolaran senyawa serta menentukan jenis gaya intermolekuler (London, dipol-dipol, atau ikatan hidrogen) yang terjadi secara tepat.Mampu menganalisis pengaruh bentuk molekul (luas permukaan kontak/isomer struktur) dan kepolaran terhadap kekuatan interaksi intermolekuler secara komparatif pada berbagai senyawa.

TP 11.2.4: Memprediksi sifat fisik materi berdasarkan jenis ikatan kimia dan gaya intermolekuler

Indikator Pencapaian:
1. Menghubungkan jenis ikatan intra/intermolekul dengan titik leleh, titik didih, dan volatilitas senyawa
2. Menganalisis daya hantar listrik senyawa (ionik, kovalen, logam) pada fase padatan, lelehan, dan larutan
3. Memprediksi dan mengurutkan titik didih beberapa senyawa berdasarkan jenis ikatan dan gaya intermolekulernya

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menghubungkan jenis ikatan kimia atau gaya antarmolekul dengan sifat fisik materi seperti titik didih atau daya hantar listrik.Mampu menyebutkan sifat fisik umum (misal: senyawa ionik bertitik didih tinggi), namun belum mampu membandingkan atau memprediksi urutan titik didih antarsenyawa kovalen.Mampu memprediksi dan memberikan justifikasi urutan titik didih, kelarutan, serta konduktivitas listrik materi berdasarkan analisis ikatan kimia dan gaya intermolekuler secara konsisten.Mampu memecahkan masalah prediksi sifat fisik materi asing/hipotetis dengan menganalisis secara terpadu massa molar, bentuk geometri, kepolaran, serta jenis gaya intermolekuler dengan penalaran ilmiah yang komprehensif.

TP 11.2.5: Merencanakan dan melakukan penyelidikan sifat fisik materi berdasarkan jenis ikatan kimia secara sistematis

Indikator Pencapaian:
1. Menyusun rancangan percobaan uji sifat fisik (titik leleh relatif, daya hantar listrik, atau kelarutan) dengan menentukan variabel kontrol, bebas, dan terikat.
2. Melaksanakan penyelidikan laboratorium sesuai prosedur keselamatan kerja untuk mengumpulkan data sifat fisik materi.
3. Mengelompokkan zat ke dalam jenis ikatan ionik, kovalen polar, kovalen nonpolar, atau logam berdasarkan data hasil uji sifat fisik.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menyusun rancangan percobaan maupun menguji sifat fisik materi; belum dapat mengaitkan data fisik materi dengan jenis ikatan kimia meski dibimbing intensif.Mampu melaksanakan pengujian sifat fisik materi berdasarkan prosedur yang disediakan guru, namun belum mandiri dalam mengontrol variabel dan masih membutuhkan bantuan dalam menghubungkan hasil uji dengan jenis ikatan.Mampu merencanakan dan melaksanakan penyelidikan sifat fisik materi secara sistematis serta mengklasifikasikan jenis ikatan kimia berdasarkan data hasil eksperimen secara mandiri dan tepat.Mampu merancang prosedur penyelidikan secara orisinal dan cermat, menganalisis anomali sifat fisik zat berdasarkan perbedaan struktur ikatan, serta memberikan penjelasan ilmiah yang komprehensif.

Bab 3 — Stoikiometri

TP 11.3.1: Menafsirkan informasi kuantitatif hubungan mol dengan massa, volume, dan jumlah partikel pada penyetaraan persamaan reaksi kimia

Indikator Pencapaian:
1. Menyetarakan persamaan reaksi kimia berdasarkan hukum kekekalan massa.
2. Menghitung konversi kuantitatif mol terhadap massa (gram), volume gas (STP/RTP), dan jumlah partikel menggunakan tetapan Avogadro.
3. Menerapkan perbandingan koefisien reaksi untuk menentukan jumlah mol reaktan dan produk reaksi.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menyetarakan reaksi kimia sederhana dan belum dapat menerapkan konsep mol untuk konversi massa, volume, maupun jumlah partikel.Mampu menyetarakan reaksi kimia sederhana dan mengonversi mol ke salah satu besaran kuantitatif dengan rumus langsung, namun mengalami kesulitan ketika menerapkan hubungan koefisien reaksi dalam perhitungan.Mampu menyetarakan persamaan reaksi dan menafsirkan hubungan kuantitatif koefisien reaksi dengan mol, massa, volume gas, serta jumlah partikel secara mandiri dan benar.Mampu menafsirkan data kuantitatif reaksi pada kondisi non-standar (variasi suhu dan tekanan), menyelesaikan perhitungan stoikiometri bertingkat, serta menjelaskan korelasi antarvariabel secara runtut dan presisi.

TP 11.3.2: Mendeskripsikan hubungan antar variabel komposisi massa unsur untuk menentukan rumus empiris dan rumus molekul senyawa

Indikator Pencapaian:
1. Menghitung perbandingan mol unsur-unsur penyusun senyawa dari data persentase massa atau massa sampel.
2. Menentukan rumus empiris senyawa berdasarkan perbandingan mol bilangan bulat terkecil.
3. Menentukan rumus molekul senyawa dengan mengaitkan massa rumus empiris terhadap data massa molar (Mr) senyawa.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengonversi data komposisi massa menjadi perbandingan mol sehingga belum dapat menentukan rumus empiris maupun rumus molekul.Mampu menghitung perbandingan mol dari data massa unsur, namun masih memerlukan bantuan guru untuk menentukan perbandingan bulat terkecil rumus empiris dan mengaitkannya dengan rumus molekul.Mampu mendeskripsikan hubungan komposisi massa, menghitung rumus empiris, dan menetapkan rumus molekul senyawa menggunakan data Mr secara mandiri dan akurat.Mampu memecahkan persoalan penentuan rumus empiris dan molekul dari data reaksi pembakaran senyawa organik yang kompleks serta memverifikasi kesesuaian struktur kimianya secara kritis.

TP 11.3.3: Menggunakan data stoikiometri untuk menarik kesimpulan mengenai pereaksi pembatas dan jumlah pereaksi yang bersisa

Indikator Pencapaian:
1. Mengidentifikasi pereaksi pembatas melalui perbandingan rasio mol zat awal terhadap koefisien reaksi.
2. Menghitung kuantitas teoritis produk yang dihasilkan berdasarkan pereaksi pembatas.
3. Menghitung jumlah mol dan massa zat reaktan yang tidak habis bereaksi (bersisa).

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum memahami konsep pereaksi pembatas dan menganggap reaktan dengan jumlah massa atau mol awal paling sedikit selalu bertindak sebagai pereaksi pembatas.Mampu mengidentifikasi pereaksi pembatas pada reaksi kimia berkoefisien 1:1, namun keliru ketika menghadapi reaksi dengan perbandingan koefisien berbeda atau saat menghitung reaktan yang tersisa.Mampu menganalisis data stoikiometri untuk menentukan pereaksi pembatas, kuantitas produk teoritis, serta sisa pereaksi secara tepat dan mandiri menggunakan bagan stoikiometri (mula-mula, bereaksi, sisa).Mampu mengevaluasi efisiensi pencampuran reaktan dalam berbagai variasi kondisi stoikiometri, mengaitkan konsep pereaksi pembatas dengan optimasi biaya reaktan dalam skala industri, serta memberikan argumen matematis yang mendalam.

TP 11.3.4: Mengidentifikasi sumber ketidakpastian dalam rangka mengevaluasi kesimpulan perhitungan persen hasil reaksi kimia

Indikator Pencapaian:
1. Menghitung persen hasil reaksi (% yield) berdasarkan perbandingan perolehan hasil aktual terhadap hasil teoritis.
2. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidaksesuaian antara hasil aktual dan hasil teoritis dalam prosedur eksperimen.
3. Mengevaluasi keabsahan data hasil percobaan dan merumuskan saran perbaikan metode untuk meminimalkan galat.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menghitung persen hasil reaksi dan belum dapat membedakan antara hasil percobaan nyata (aktual) dengan hasil perhitungan stoikiometri (teoritis).Mampu menghitung persen hasil menggunakan rumus yang diberikan, tetapi belum mampu menelusuri sumber ketidakpastian/galat eksperimen yang memengaruhi nilai rendemen tersebut.Mampu menghitung persen hasil reaksi serta mengidentifikasi faktor teknis dan instrumen penyebab ketidakpastian (misal: reaksi tidak tuntas, pengotor, transfer zat tidak sempurna) secara logis.Mampu mengevaluasi kelemahan desain eksperimen secara kritis, mengkuantifikasi signifikansi galat terhadap persen hasil, serta merekomendasikan modifikasi teknik preparasi atau pemurnian untuk mengoptimalkan perolehan hasil.

TP 11.3.5: Mengomunikasikan hasil penyelidikan stoikiometri secara sistematis dan utuh ditunjang dengan argumen ilmiah

Indikator Pencapaian:
1. Menyajikan data pengamatan dan hasil perhitungan stoikiometri secara terstruktur menggunakan tabel atau grafik yang komunikatif.
2. Menyusun laporan atau paparan ilmiah yang memuat alur latar belakang, metode, analisis data, dan kesimpulan secara koheren.
3. Menyampaikan argumen ilmiah yang valid saat mendiskusikan korelasi data empiris dengan teori hukum-hukum dasar kimia.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menyusun laporan penyelidikan stoikiometri secara runtut dan kesulitan mempresentasikan data secara verbal maupun visual.Mampu menyajikan data penyelidikan dalam tabel standar, namun sistematika penulisan laporan masih belum utuh dan penyampaian argumen masih berupa pembacaan data tanpa analisis ilmiah.Mampu mengomunikasikan hasil penyelidikan stoikiometri secara sistematis, menggunakan representasi data yang jelas, serta mempertahankan kesimpulan dengan argumen ilmiah yang solid dan relevan.Mampu menyajikan laporan/presentasi multi-moda yang profesional, mengintegrasikan visualisasi data tingkat lanjut, serta mampu mempertahankan gagasan secara kritis dan terbuka dalam sesi tanya jawab saintifik.

Bab 4 — Hidrokarbon

TP 11.4.1: Menjelaskan senyawa karbon berdasarkan kekhasan atom karbon dan posisinya dalam rantai karbon

Indikator Pencapaian:
1. Mendeskripsikan 4 kekhasan atom karbon (nomor atom, konfigurasi elektron valensi, pembentukan ikatan kovalen kuat, dan kemampuan membentuk rantai karbon).
2. Membedakan jenis ikatan antaratom karbon (tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga) pada senyawa hidrokarbon.
3. Menentukan posisi atom karbon sebagai atom C primer, sekunder, tersier, dan kuartener pada suatu struktur molekul hidrokarbon.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menyebutkan kekhasan atom karbon dan belum dapat membedakan posisi atom C primer, sekunder, tersier, maupun kuartener pada rantai hidrokarbon.Mampu menyebutkan kekhasan atom karbon, tetapi masih sering keliru dalam menghitung dan menentukan posisi atom C primer, sekunder, tersier, atau kuartener pada struktur molekul bercabang.Mampu menjelaskan kekhasan atom karbon dan mengidentifikasi atom C primer, sekunder, tersier, dan kuartener pada berbagai variasi struktur hidrokarbon secara mandiri dan tepat.Mampu mengaitkan kekhasan atom karbon dan posisi atom C dengan keragaman isomer, kestabilan termal, serta reaktivitas senyawa hidrokarbon secara komprehensif.

TP 11.4.2: Mengamati fenomena ilmiah pembakaran lilin untuk mengidentifikasi produk reaksi hidrokarbon

Indikator Pencapaian:
1. Mencatat pengamatan perubahan fisik dan kimia yang terjadi selama proses pembakaran lilin secara rinci.
2. Mengidentifikasi keberadaan gas karbon dioksida (melalui uji air kapur) dan uap air (melalui uji kertas kobalt) sebagai produk reaksi pembakaran hidrokarbon.
3. Membedakan karakteristik serta dampak produk reaksi pembakaran sempurna (CO2 dan H2O) versus pembakaran tidak sempurna (karbon monoksida dan jelaga).

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mencatat data pengamatan pembakaran lilin secara terarah dan belum mengenali zat hasil pembakaran hidrokarbon.Mampu melakukan pengamatan pembakaran lilin dengan bantuan panduan kerja, namun kesulitan menginterpretasikan hasil uji kualitatif gas karbon dioksida dan uap air secara benar.Mampu mengamati fenomena pembakaran lilin secara saksama, membuktikan terbentuknya CO2 dan H2O melalui uji laboratorium, serta membedakan pembakaran sempurna dan tidak sempurna secara tepat.Mampu menganalisis mekanisme pembakaran hidrokarbon secara mendalam, mengevaluasi faktor pembentukan jelaga/partikulat karbon, serta merumuskan solusi mitigasi dampak gas buang pembakaran terhadap lingkungan dan kesehatan.

TP 11.4.3: Menjelaskan senyawa karbon golongan hidrokarbon alifatik berdasarkan aturan tata nama IUPAC

Indikator Pencapaian:
1. Mengidentifikasi rantai utama, cabang, serta jenis ikatan pada senyawa alkana, alkena, dan alkuna.
2. Menerapkan aturan penomoran dan penamaan IUPAC pada senyawa hidrokarbon alifatik rantai lurus maupun bercabang.
3. Menggambarkan struktur senyawa hidrokarbon alifatik berdasarkan nama IUPAC yang ditentukan.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengidentifikasi rantai utama maupun memberikan penamaan dasar pada senyawa hidrokarbon alifatik.Mampu menentukan rantai karbon utama dan memberi nama senyawa alkana rantai lurus atau bercabang sederhana, tetapi masih memerlukan bimbingan pada alkena, alkuna, atau struktur yang lebih bercabang.Mampu secara mandiri dan tepat menentukan nama IUPAC serta menggambarkan struktur senyawa alkana, alkena, dan alkuna bercabang sesuai aturan penomoran yang benar.Mampu menganalisis dan mengoreksi kesalahan penamaan IUPAC pada struktur hidrokarbon alifatik yang kompleks serta menyajikan representasi strukturnya secara presisi dan sistematis.

TP 11.4.4: Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon berdasarkan sifat fisik dan hubungan strukturnya

Indikator Pencapaian:
1. Menganalisis hubungan antara panjang rantai karbon (massa molekul relatif) dengan titik didih dan titik leleh senyawa hidrokarbon.
2. Menghubungkan pengaruh percabangan rantai terhadap kekuatan gaya antarmolekul (gaya London) dan titik didih senyawa hidrokarbon.
3. Menjelaskan sifat fisik lain seperti wujud zat dan kelarutan senyawa hidrokarbon berdasarkan kepolaran molekulnya.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menghubungkan struktur molekul (panjang rantai/cabang) dengan sifat fisik senyawa hidrokarbon.Mampu mendeskripsikan kecenderungan titik didih hidrokarbon berdasarkan panjang rantai dengan bantuan panduan data, namun belum konsisten mengaitkannya dengan pengaruh gaya antarmolekul dan percabangan.Mampu secara mandiri menganalisis dan menjelaskan korelasi antara panjang rantai karbon, isomer bercabang, gaya London, serta titik didih dan kelarutan senyawa hidrokarbon.Mampu memprediksi dan membandingkan urutan titik didih beberapa senyawa hidrokarbon isomerik secara akurat serta mengaitkannya dengan prinsip pemisahan minyak bumi (distilasi bertingkat).

TP 11.4.5: Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon berdasarkan jenis-jenis isomernya

Indikator Pencapaian:
1. Membedakan jenis isomer struktur (isomer rangka, isomer posisi, dan isomer fungsi) pada senyawa hidrokarbon alifatik.
2. Menentukan isomer geometri (cis-trans) pada senyawa alkena berdasarkan syarat keterikatannya.
3. Menggambarkan semua kemungkinan isomer dari suatu rumus molekul hidrokarbon tertentu.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengidentifikasi perbedaan jenis-jenis isomer dan belum dapat menentukan isomer dari suatu rumus molekul hidrokarbon.Mampu mengidentifikasi konsep isomer struktur sederhana (rangka) dengan bimbingan, namun kesulitan menentukan isomer posisi dan isomer geometri (cis-trans).Mampu secara mandiri menganalisis, membedakan, dan menggambarkan isomer struktur (rangka, posisi, fungsi) serta isomer geometri (cis-trans) dari suatu rumus molekul hidrokarbon dengan tepat.Mampu menemukan dan menggambarkan seluruh variasi pasangan isomer (struktur dan geometri) dari rumus molekul hidrokarbon yang kompleks secara terstruktur dan komprehensif.

TP 11.4.6: Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon ditinjau dari reaksi kimia dan dampak pembakarannya

Indikator Pencapaian:
1. Menuliskan persamaan reaksi kimia pada hidrokarbon (reaksi pembakaran, substitusi, adisi, dan eliminasi).
2. Membedakan proses dan produk pembakaran sempurna serta tidak sempurna dari senyawa hidrokarbon.
3. Menganalisis dampak polutan hasil pembakaran hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan serta merumuskan alternatif penanggulangannya.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menuliskan persamaan reaksi hidrokarbon serta belum dapat mengidentifikasi dampak polutan hasil pembakarannya.Mampu menuliskan reaksi pembakaran hidrokarbon sederhana dengan bantuan, namun masih kesulitan membedakan jenis reaksi adisi/substitusi atau menguraikan dampak polutan secara spesifik.Mampu secara mandiri menuliskan persamaan reaksi kimia hidrokarbon (pembakaran, substitusi, adisi), membedakan pembakaran sempurna dan tidak sempurna, serta menjelaskan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan.Mampu memprediksi produk dari berbagai reaksi hidrokarbon (termasuk aturan Markovnikov pada reaksi adisi) serta mengevaluasi dan merumuskan gagasan solutif berbasis kimia hijau untuk mitigasi emisi gas buang.

6. CATATAN

KKTP semester ini mencakup Bab 1 — Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur; Bab 2 — Ikatan Kimia; Bab 3 — Stoikiometri; Bab 4 — Hidrokarbon (total 20 TP). Satu rubrik per TP; gunakan ringkasan per bab untuk administrasi dan rubrik detail per bab untuk mengajar.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama KKTP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.