| 1 | — | Murid dapat mendeskripsikan kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal berdasarkan hasil pengamatan langsung menggunakan pancaindra secara sistematis. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengidentifikasi karakteristik fisik dan sosial lokasi tempat tinggal sebagai bagian dari kondisi geografis Indonesia. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menjelaskan konsep konektivitas antarruang dan keterkaitannya dengan kehidupan sosial masyarakat di lingkungan sekitar. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan untuk menggali informasi tentang bagaimana konektivitas antarruang memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mengidentifikasi potensi sumber daya alam di lingkungan sekitar serta upaya pemanfaatan dan pelestariannya oleh masyarakat. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat mengumpulkan informasi secara berkolaborasi tentang contoh nyata pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan di lingkungan sekitar. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menguraikan faktor-faktor aktivitas manusia di lingkungan sekitar yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menganalisis hubungan antara aktivitas manusia sehari-hari dan dampaknya terhadap kondisi lingkungan menggunakan studi kasus lokal. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menguraikan potensi bencana alam di Indonesia dan dampaknya terhadap kehidupan sosial masyarakat di lingkungan sekitar. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat memprediksi dampak bencana alam terhadap kondisi sosial dan lingkungan sekitar berdasarkan informasi yang dikumpulkan. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat merefleksikan pola adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim dan upaya mitigasi bencana di lingkungan sekitar dalam konteks lokal. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mengevaluasi dan merefleksikan efektivitas upaya adaptasi dan mitigasi bencana yang dilakukan masyarakat sekitar. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat mengidentifikasi berbagai kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat di lingkungan sekitar dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat mengamati dan mendokumentasikan jenis kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar secara sistematis menggunakan sumber informasi primer. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menjelaskan proses interaksi sosial yang terjadi di lingkungan sekitar beserta faktor pendorong dan penghambatnya. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menemukan persamaan dan perbedaan bentuk interaksi sosial di berbagai lingkungan sekitar berdasarkan hasil pengamatan. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat mengidentifikasi lembaga sosial yang ada di lingkungan sekitar dan menjelaskan perannya dalam menjaga keteraturan kehidupan sosial masyarakat. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat mengolah informasi yang relevan tentang fungsi lembaga sosial di lingkungan sekitar secara kolaboratif dan memprioritaskan gagasan utama. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia, ruang, waktu, dan kronologi dalam konteks kehidupan sosial dan kondisi lingkungan sekitar. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menganalisis keterhubungan antara kondisi lingkungan masa lampau dan masa kini di wilayah sekitar melalui penelusuran sumber sejarah lokal. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menjelaskan dinamika sosial dan perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat di lingkungan sekitar. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil analisis tentang perubahan sosial budaya di lingkungan sekitar menggunakan media informasi yang tepat. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat merefleksikan hasil penyelidikan tentang kehidupan sosial dan kondisi lingkungan sekitar serta menarik simpulan yang tepat. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menyusun rencana tindak lanjut secara kolaboratif berdasarkan hasil penyelidikan kondisi kehidupan sosial dan lingkungan sekitar. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang kondisi geografis, interaksi sosial, kegiatan ekonomi, perubahan iklim, potensi bencana, dan konsep dasar sejarah dalam konteks kehidupan sosial dan kondisi lingkungan sekitar melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat mengidentifikasi berbagai fenomena geografis (bentang alam, iklim, vegetasi) di lingkungan sekitar sebagai bukti keberagaman kondisi geografis Indonesia. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat mengamati secara sistematis persamaan dan perbedaan fenomena geografis antarlokasi menggunakan data dan peta sederhana. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat membandingkan persamaan dan perbedaan suatu lokasi berdasarkan kondisi alam (dataran tinggi, dataran rendah, pesisir) dan komposisi penduduknya. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan untuk menggali informasi tentang faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan kondisi alam dan komposisi penduduk antarlokasi di Indonesia. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menjelaskan konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam di lingkungan sekitar. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat mengumpulkan informasi secara kolaboratif tentang jenis-jenis sumber daya alam lokal dan cara masyarakat setempat memanfaatkannya. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menjelaskan dinamika sosial dan perubahan sosial budaya yang terjadi di lingkungan sekitar sebagai bagian dari keberagaman masyarakat majemuk. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menganalisis faktor-faktor pendorong perubahan sosial budaya di lingkungan sekitar melalui studi kasus lokal. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat membandingkan kegiatan ekonomi masyarakat di berbagai kondisi lingkungan (dataran tinggi, dataran rendah, pesisir) sebagai bentuk keberagaman cara memenuhi kebutuhan. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat mengolah informasi yang relevan tentang hubungan antara kondisi lingkungan geografis dan jenis mata pencaharian masyarakat sekitar. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat mengidentifikasi kehidupan masyarakat masa Praaksara pada aspek sosial-ekonomi sebagai akar keberagaman budaya di lingkungan sekitar. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menganalisis keterhubungan antara kondisi lingkungan masa Praaksara dengan pola kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pada masa tersebut. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menjelaskan pengaruh aktivitas manusia terhadap perubahan kondisi lingkungan sekitar, termasuk potensi perubahan iklim dan bencana alam. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat memprediksi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat di lingkungan sekitar berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menganalisis konsep pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan keterkaitannya dengan upaya pelestarian keberagaman lingkungan sekitar dalam konteks lokal. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat mengkritisi karakteristik pembangunan berkelanjutan berdasarkan fenomena nyata di lingkungan sekitar. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat membuat berbagai gagasan berbasis pembangunan berkelanjutan yang relevan untuk menjaga keberagaman dan kelestarian lingkungan sekitar. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menyusun rencana tindak lanjut dari gagasan pembangunan berkelanjutan secara kolaboratif dan mengomunikasikannya menggunakan media informasi yang tepat. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat merefleksikan pola adaptasi masyarakat terhadap keberagaman kondisi lingkungan sekitar sebagai wujud kearifan lokal dan kekuatan bangsa. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat menyajikan hasil penyelidikan tentang keberagaman lingkungan sekitar secara sistematis menggunakan media informasi yang tepat di hadapan kelas. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang keberagaman fenomena geografis, sosial-budaya, ekonomi, sejarah Praaksara, dan pembangunan berkelanjutan di lingkungan sekitar melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat mengevaluasi dan merefleksi capaian belajarnya terkait keberagaman lingkungan sekitar sebagai dasar perbaikan pembelajaran selanjutnya. | 3 |