| 1 | — | Murid dapat menjelaskan hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai ilmu yang mengkaji manusia, masyarakat, dan lingkungan dalam ruang dan waktu. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengidentifikasi tujuan mempelajari IPS dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan refleksi pengalaman belajar IPS sebelumnya. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat membedakan objek kajian, fungsi, dan peran masing-masing cabang ilmu (sosiologi, ekonomi, sejarah, dan geografi) sebagai bagian dari rumpun IPS. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat membuat pertanyaan secara mandiri untuk menggali informasi tentang kontribusi masing-masing disiplin ilmu dalam memahami fenomena kehidupan manusia. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menjelaskan perbedaan pendekatan multidisipliner dan interdisipliner dalam mengkaji fenomena sosial, budaya, dan ekonomi di masyarakat. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menganalisis satu fenomena sosial di lingkungan sekitar menggunakan minimal dua perspektif keilmuan IPS secara kolaboratif. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat melakukan pengamatan terhadap fenomena sosial di lingkungan sekitar dan mendokumentasikannya menggunakan sumber primer dan/atau sekunder. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menarik simpulan dari informasi yang dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi terhadap fenomena sosial yang diamati. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil analisis fenomena sosial yang diperoleh dari sumber primer dan/atau sekunder dalam bentuk media digital atau non-digital. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat merefleksikan manfaat mempelajari IPS dan menyusun rencana tindak lanjut untuk mengaplikasikan perspektif IPS dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman konsep dasar IPS (sosiologi, ekonomi, sejarah, dan geografi) beserta objek kajian dan keterkaitannya melalui asesmen tertulis. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menerapkan keterampilan proses IPS (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, dan menarik simpulan) dalam menganalisis satu fenomena sosial secara tertulis maupun lisan. | 3 |
| 13 | — | Murid mampu menjelaskan hakikat penelitian sosial sebagai usaha sistematis untuk memperoleh data dan memahami fenomena kehidupan masyarakat. | 3 |
| 14 | — | Murid mampu mengidentifikasi fungsi penelitian sosial dalam mengkaji gejala dan fenomena sosial di masyarakat secara kritis dan analitis. | 3 |
| 15 | — | Murid mampu mengurutkan tahapan penelitian sosial secara sistematis mulai dari perumusan masalah hingga pelaporan hasil penelitian. | 3 |
| 16 | — | Murid mampu menjelaskan etika penelitian sosial yang harus dipatuhi peneliti dalam proses pengumpulan dan pengolahan data di masyarakat. | 3 |
| 17 | — | Murid mampu membedakan karakteristik metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan campuran (mixed methods) beserta contoh penerapannya dalam kajian sosial. | 3 |
| 18 | — | Murid mampu menentukan metode penelitian yang tepat untuk mengkaji suatu fenomena sosial tertentu berdasarkan tujuan dan jenis data yang dibutuhkan. | 3 |
| 19 | — | Murid mampu menjelaskan berbagai teknik pengumpulan data penelitian sosial (observasi, wawancara, angket, dan studi dokumen) beserta kelebihan dan keterbatasannya. | 3 |
| 20 | — | Murid mampu membedakan jenis data primer dan data sekunder serta mengidentifikasi sumber data yang relevan untuk suatu topik penelitian sosial. | 3 |
| 21 | — | Murid mampu menyusun instrumen pengumpulan data sederhana (pedoman wawancara atau angket) untuk mengkaji fenomena sosial di lingkungan sekitar. | 3 |
| 22 | — | Murid mampu menarik simpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sumber primer dan/atau sekunder dalam konteks penelitian sosial sederhana. | 3 |
| 23 | — | Murid mampu mengomunikasikan hasil analisis penelitian sosial sederhana dalam bentuk laporan singkat atau media presentasi secara sistematis. | 3 |