Dokumenchevron_rightKKTPchevron_rightIPASchevron_rightKelas 5

KKTP IPAS Kelas 5 — Semester 1

KKTPSDKelas 5CSemester 1

Dokumen KKTP ini membantu guru IPAS kelas 5 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN KKTP

KKTP IPAS Kelas 5 — Semester 1

IPAS · Kelas 5

Semester 1

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

IPAS

Semester 1

1. IDENTITAS

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikSemester 1
Pendekatan KKTPrubrik
Semester1

2. INTERVAL NILAI

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
0–5960–6970–8485–100

3. PETUNJUK PENSKORAN

Petunjuk penskoran (deterministik):
• Belum Berkembang (0–59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial.
• Mulai Berkembang (60–69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru.
• Berkembang (70–84): indikator utama tercapai secara mandiri.
• Sangat Berkembang (85–100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru.
Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level.

4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BAB

Kode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
1Murid dapat mengidentifikasi unsur-unsur peta (judul, legenda, skala, arah mata angin) melalui pengamatan peta Indonesia secara langsung.3
2Murid dapat membaca informasi dasar yang tersaji dalam peta Indonesia, seperti nama pulau, laut, dan batas wilayah.3
3Murid dapat menjelaskan letak geografis Indonesia berdasarkan posisinya di antara Benua Asia dan Benua Australia serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik melalui pengamatan peta dunia atau globe.3
4Murid dapat menyebutkan batas-batas wilayah negara Indonesia (utara, selatan, barat, timur) secara tepat berdasarkan peta.3
5Murid dapat mengidentifikasi letak astronomis Indonesia (garis lintang dan bujur) melalui pengamatan peta dan menjelaskan posisi Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa.3
6Murid dapat menjelaskan mengapa Indonesia disebut sebagai 'zamrud di khatulistiwa' dikaitkan dengan posisi astronomisnya.3
7Murid dapat menyelidiki kondisi geografis (dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan) di pulau-pulau besar Indonesia menggunakan peta dan legenda warna.3
8Murid dapat membandingkan kondisi geografis antarpulau besar di Indonesia berdasarkan data hasil penyelidikan peta.3
9Murid dapat menjelaskan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia berdasarkan data peta dan informasi geografi.3
10Murid dapat mengidentifikasi posisi strategis Indonesia pada jalur perdagangan internasional yang melewati perairan Indonesia melalui pengamatan peta.3
11Murid dapat menjelaskan kondisi geologis Indonesia sebagai wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik berdasarkan teks dan peta interaktif sebaran gunung api.3
12Murid dapat mencatat nama dan lokasi gunung api di Indonesia melalui pengamatan peta digital sebagai bukti kondisi geografis Indonesia.3
13Murid dapat menganalisis pengaruh letak geografis Indonesia (posisi khatulistiwa, dua samudra) terhadap iklim tropis dan keragaman hayati di wilayahnya.3
14Murid dapat memberikan contoh keterkaitan antara kondisi geografis Indonesia dengan keberagaman flora dan fauna yang ada berdasarkan informasi dari berbagai sumber.3
15Murid dapat menganalisis pengaruh letak geografis Indonesia sebagai negara maritim terhadap mata pencaharian masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.3
16Murid dapat menyelidiki hubungan antara kondisi geografis perairan Indonesia dengan jalur perdagangan dan aktivitas nelayan menggunakan data dan peta.3
17Murid dapat menganalisis pengaruh kondisi geografis daratan Indonesia (dataran rendah yang subur, iklim tropis) terhadap kehidupan agraris dan mata pencaharian pertanian masyarakat.3
18Murid dapat menyimpulkan keterkaitan antara kondisi geografis Indonesia dengan keberagaman hasil pertanian dan budaya agraris masyarakat setempat.3
19Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang letak dan kondisi geografis Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat dalam bentuk infografis secara berkelompok.3
20Murid dapat melakukan evaluasi dan refleksi terhadap infografis kelompok lain dengan memberikan apresiasi dan saran perbaikan yang berdasarkan bukti dan data.3
21Murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang letak geografis Indonesia melalui pengamatan peta dalam bentuk uji kompetensi tertulis.3
22Murid dapat menguraikan pengaruh letak dan kondisi geografis Indonesia terhadap kehidupan masyarakat (maritim dan agraris) melalui kegiatan wawancara atau unjuk kerja lisan.3
23Murid dapat mengidentifikasi potensi sumber daya alam dan keunggulan daerahnya melalui pengamatan peta dan gambar.3
24Murid dapat mencatat hasil pengamatan tentang potensi daerah dan membandingkan persamaan serta perbedaannya antar daerah.3
25Murid dapat mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) yang ada di daerahnya.3
26Murid dapat mengajukan pertanyaan ilmiah tentang faktor-faktor yang memengaruhi jenis kegiatan ekonomi di daerahnya.3
27Murid dapat menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah (dataran tinggi, dataran rendah, pesisir) dengan jenis kegiatan ekonomi masyarakatnya.3
28Murid dapat merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana untuk mengumpulkan data tentang kegiatan ekonomi di daerah sekitar sekolah.3
29Murid dapat mengolah data hasil penyelidikan kegiatan ekonomi daerah dalam bentuk tabel dan menjelaskan pola atau hubungan yang ditemukan.3
30Murid dapat membandingkan data yang diperoleh dengan prediksi awal dan memberikan alasan berdasarkan bukti tentang kegiatan ekonomi utama di daerahnya.3
31Murid dapat menemukan keragaman budaya daerah (bahasa daerah, seni, adat istiadat) berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggalnya.3
32Murid dapat menghubungkan nilai-nilai kearifan lokal daerah dengan upaya memajukan kehidupan masyarakat daerah masa kini.3
33Murid dapat mengetahui sejarah daerah melalui peninggalan sejarah dan warisan budaya yang ada di daerahnya masing-masing.3
34Murid dapat mengamati dan mencatat peninggalan sejarah serta warisan budaya daerah sebagai potensi yang dapat memajukan daerah.3
35Murid dapat menemukan keterkaitan antara sejarah masa lalu daerahnya (peninggalan, tradisi, tokoh lokal) dengan kehidupan masyarakat daerah pada masa sekarang.3
36Murid dapat mengevaluasi dan merefleksikan hasil penyelidikan tentang keterkaitan sejarah daerah dengan kondisi daerah saat ini, serta memberikan saran perbaikan terhadap penyelidikan yang dilakukan.3
37Murid dapat memecahkan masalah kegiatan ekonomi yang ada di daerahnya dengan mengusulkan solusi yang memanfaatkan potensi lokal.3
38Murid dapat mencari alternatif solusi kreatif untuk permasalahan yang menghambat kemajuan daerah berdasarkan data dan fakta yang telah dikumpulkan.3
39Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang potensi, budaya, sejarah, dan kegiatan ekonomi daerah secara utuh dalam berbagai media (poster, laporan, presentasi).3
40Murid dapat menyampaikan argumen yang didukung bukti tentang upaya konkret memajukan daerahnya berdasarkan pemahaman terhadap potensi dan kearifan lokal daerah.3
41Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang potensi geografis, kegiatan ekonomi, keragaman budaya, dan sejarah daerah melalui uji kompetensi sumatif.3
42Murid dapat merefleksikan proses belajar pada Bab 2 dan menentukan aspek pemahaman tentang kemajuan daerah yang masih perlu ditinjau ulang.3
43Melalui kegiatan pengamatan langsung di lingkungan sekolah, murid dapat mengidentifikasi minimal 5 komponen biotik dan abiotik yang ditemukan dalam suatu ekosistem sederhana.3
44Melalui kegiatan pengamatan dan pencatatan, murid dapat membedakan komponen biotik dan abiotik beserta peran keduanya dalam ekosistem.3
45Melalui diskusi dan studi kasus, murid dapat menjelaskan peran komponen abiotik (air, udara, cahaya matahari, tanah, suhu) terhadap kehidupan komponen biotik dalam ekosistem.3
46Melalui kegiatan mempertanyakan, murid dapat membuat prediksi tentang apa yang terjadi pada komponen biotik apabila salah satu komponen abiotik dalam ekosistem berubah atau hilang.3
47Melalui pengamatan gambar dan teks informasi, murid dapat menjelaskan konsep rantai makanan serta mengidentifikasi kedudukan produsen, konsumen, dan pengurai dalam rantai makanan suatu ekosistem.3
48Melalui kegiatan menyusun diagram, murid dapat membuat contoh rantai makanan dari ekosistem yang ada di lingkungan sekitarnya secara urut dan benar.3
49Melalui penyelidikan terbimbing, murid dapat menganalisis hubungan antarkomponen biotik dalam jaring-jaring makanan dan menjelaskan perbedaannya dengan rantai makanan.3
50Melalui kegiatan penyelidikan, murid dapat memprediksi dampak terputusnya salah satu mata rantai pada jaring-jaring makanan terhadap keseimbangan ekosistem.3
51Melalui kegiatan penyelidikan mandiri, murid dapat merencanakan dan melakukan langkah observasi untuk menyelidiki interaksi yang terjadi antarkomponen biotik dan abiotik dalam ekosistem sederhana (misalnya halaman sekolah atau kebun).3
52Melalui pengolahan data hasil observasi, murid dapat menyajikan data interaksi antarkomponen ekosistem dalam bentuk tabel atau diagram sederhana.3
53Melalui kegiatan membaca teks dan diskusi kelompok, murid dapat menjelaskan konsep keseimbangan ekosistem dan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menjaga keseimbangan ekosistem.3
54Melalui studi kasus, murid dapat menganalisis hubungan antara keanekaragaman komponen biotik dengan stabilitas atau keseimbangan suatu ekosistem.3
55Melalui pengamatan infografis dan teks informasi, murid dapat mengidentifikasi berbagai penyebab ketidakseimbangan ekosistem (bencana alam, perubahan iklim, kepunahan spesies) beserta dampaknya.3
56Melalui kegiatan analisis kasus (contoh: harimau Sumatra menyerang pemukiman), murid dapat menghubungkan gangguan pada komponen biotik dan abiotik dengan terjadinya ketidakseimbangan ekosistem.3
57Melalui diskusi dan pengamatan lingkungan sekitar, murid dapat mengidentifikasi aktivitas-aktivitas manusia yang berdampak positif maupun negatif terhadap keseimbangan ekosistem.3
58Melalui kegiatan penyelidikan, murid dapat menyelidiki dampak dari minimal dua aktivitas manusia di lingkungan masyarakat sekitar terhadap kondisi ekosistem setempat.3
59Melalui kegiatan evaluasi berbasis bukti, murid dapat mengevaluasi aktivitas manusia yang paling berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem di lingkungan sekitarnya dan memberikan alasan berdasarkan data yang diperoleh.3
60Melalui diskusi kelompok, murid dapat mengusulkan minimal dua perilaku atau tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan sekitarnya.3
61Melalui kegiatan presentasi, murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang interaksi antarkomponen dan dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem secara utuh, didukung argumen dan data yang diperoleh.3
62Melalui kegiatan saling memberi umpan balik antarpeserta didik, murid dapat merefleksikan proses penyelidikan yang telah dilakukan dan menyampaikan saran perbaikan yang relevan.3
63Melalui asesmen sumatif tertulis, murid dapat menunjukkan pemahaman tentang komponen ekosistem, hubungan antarkomponen biotik dan abiotik, serta rantai dan jaring-jaring makanan sesuai capaian TP 5.4.3
64Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan kemampuan mengevaluasi dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem dan mengusulkan upaya konkret untuk menjaganya sesuai capaian TP 5.5.3
65Murid dapat mengidentifikasi peran air bagi makhluk hidup dan kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pengamatan gambar dan diskusi kelas.3
66Murid dapat mencatat hasil pengamatan dan mengajukan pertanyaan ilmiah tentang keberadaan serta pergerakan air di lingkungan sekitar.3
67Murid dapat menjelaskan arah aliran air di permukaan (sungai, danau, laut) dan di dalam tanah (infiltrasi) berdasarkan pengamatan peta dan gambar.3
68Murid dapat membuat prediksi tentang ke mana air hujan akan mengalir di suatu wilayah berdasarkan kondisi permukaan tanah yang diamati.3
69Murid dapat menjelaskan proses evaporasi, transpirasi, dan kondensasi sebagai bagian dari siklus air dengan menggunakan kata-kata sendiri.3
70Murid dapat melakukan penyelidikan sederhana (simulasi siklus air dalam plastik) untuk mengamati proses evaporasi dan kondensasi secara langsung.3
71Murid dapat menjelaskan proses presipitasi dan infiltrasi serta kaitannya dengan ketersediaan air tanah.3
72Murid dapat mengolah data hasil penyelidikan siklus air ke dalam bentuk diagram atau tabel dan menjelaskan urutan tahapan siklus air secara lengkap.3
73Murid dapat mengidentifikasi standar air bersih (fisik, kimia, biologis) dan sumber-sumber air bersih yang tersedia di lingkungan sekitarnya.3
74Murid dapat melakukan penyelidikan sederhana dengan wawancara atau observasi untuk mengetahui sumber dan penggunaan air bersih dalam kehidupan sehari-hari.3
75Murid dapat menganalisis bagaimana aktivitas manusia (penebangan hutan, pencemaran, pembetonan lahan) mempengaruhi siklus air dan ketersediaan air bersih.3
76Murid dapat membandingkan kondisi ketersediaan air pada lahan yang terjaga vegetasinya dengan lahan yang gundul berdasarkan data dan informasi yang diperoleh.3
77Murid dapat mengusulkan minimal dua upaya konkret untuk menjaga ketersediaan air bersih di lingkungan sekitarnya berdasarkan hasil penyelidikan.3
78Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang upaya menjaga ketersediaan air dalam bentuk infografis, poin-poin, atau diagram kepada teman sekelas.3
79Murid dapat menceritakan kembali pemahaman mereka tentang siklus air secara utuh dan mengaitkannya dengan tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian air.3
80Murid dapat melakukan refleksi terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan dan memberikan saran perbaikan terhadap upaya menjaga ketersediaan air di lingkungannya.3
81Murid dapat menjelaskan kembali pemahaman mereka tentang tahapan siklus air (evaporasi, transpirasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi) secara tertulis dengan benar.3
82Murid dapat mengusulkan solusi menjaga ketersediaan air bersih di lingkungan sekitarnya berdasarkan pemahaman tentang siklus air dan dampak aktivitas manusia.3

5. CATATAN

KKTP ini disusun berdasarkan 8 Tujuan Pembelajaran (TP) Bab 1 IPAS Kelas 5 Semester 1. Guru dapat menggunakan rubrik ini untuk asesmen formatif (observasi, tanya jawab, lembar kerja) maupun sumatif. Level 'Berkembang' menjadi ambang batas ketercapaian minimal yang diharapkan. Bagi murid yang berada di level 'Belum Berkembang' atau 'Mulai', guru disarankan memberikan intervensi berupa pembelajaran remedial berbasis pengamatan langsung peta fisik. Interval nilai bersifat acuan dan dapat disesuaikan dengan konteks sekolah.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Dokumen terkait

Perangkat pendamping untuk mapel dan kelas yang sama.

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama KKTP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.