| 1 | — | Murid dapat mengidentifikasi unsur-unsur peta (judul, legenda, skala, arah mata angin) melalui pengamatan peta Indonesia secara langsung. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat membaca informasi dasar yang tersaji dalam peta Indonesia, seperti nama pulau, laut, dan batas wilayah. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menjelaskan letak geografis Indonesia berdasarkan posisinya di antara Benua Asia dan Benua Australia serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik melalui pengamatan peta dunia atau globe. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menyebutkan batas-batas wilayah negara Indonesia (utara, selatan, barat, timur) secara tepat berdasarkan peta. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mengidentifikasi letak astronomis Indonesia (garis lintang dan bujur) melalui pengamatan peta dan menjelaskan posisi Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menjelaskan mengapa Indonesia disebut sebagai 'zamrud di khatulistiwa' dikaitkan dengan posisi astronomisnya. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menyelidiki kondisi geografis (dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan) di pulau-pulau besar Indonesia menggunakan peta dan legenda warna. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat membandingkan kondisi geografis antarpulau besar di Indonesia berdasarkan data hasil penyelidikan peta. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia berdasarkan data peta dan informasi geografi. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat mengidentifikasi posisi strategis Indonesia pada jalur perdagangan internasional yang melewati perairan Indonesia melalui pengamatan peta. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menjelaskan kondisi geologis Indonesia sebagai wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik berdasarkan teks dan peta interaktif sebaran gunung api. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mencatat nama dan lokasi gunung api di Indonesia melalui pengamatan peta digital sebagai bukti kondisi geografis Indonesia. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menganalisis pengaruh letak geografis Indonesia (posisi khatulistiwa, dua samudra) terhadap iklim tropis dan keragaman hayati di wilayahnya. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat memberikan contoh keterkaitan antara kondisi geografis Indonesia dengan keberagaman flora dan fauna yang ada berdasarkan informasi dari berbagai sumber. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menganalisis pengaruh letak geografis Indonesia sebagai negara maritim terhadap mata pencaharian masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menyelidiki hubungan antara kondisi geografis perairan Indonesia dengan jalur perdagangan dan aktivitas nelayan menggunakan data dan peta. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menganalisis pengaruh kondisi geografis daratan Indonesia (dataran rendah yang subur, iklim tropis) terhadap kehidupan agraris dan mata pencaharian pertanian masyarakat. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menyimpulkan keterkaitan antara kondisi geografis Indonesia dengan keberagaman hasil pertanian dan budaya agraris masyarakat setempat. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang letak dan kondisi geografis Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat dalam bentuk infografis secara berkelompok. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat melakukan evaluasi dan refleksi terhadap infografis kelompok lain dengan memberikan apresiasi dan saran perbaikan yang berdasarkan bukti dan data. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang letak geografis Indonesia melalui pengamatan peta dalam bentuk uji kompetensi tertulis. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menguraikan pengaruh letak dan kondisi geografis Indonesia terhadap kehidupan masyarakat (maritim dan agraris) melalui kegiatan wawancara atau unjuk kerja lisan. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat mengidentifikasi potensi sumber daya alam dan keunggulan daerahnya melalui pengamatan peta dan gambar. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat mencatat hasil pengamatan tentang potensi daerah dan membandingkan persamaan serta perbedaannya antar daerah. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) yang ada di daerahnya. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan ilmiah tentang faktor-faktor yang memengaruhi jenis kegiatan ekonomi di daerahnya. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah (dataran tinggi, dataran rendah, pesisir) dengan jenis kegiatan ekonomi masyarakatnya. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana untuk mengumpulkan data tentang kegiatan ekonomi di daerah sekitar sekolah. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat mengolah data hasil penyelidikan kegiatan ekonomi daerah dalam bentuk tabel dan menjelaskan pola atau hubungan yang ditemukan. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat membandingkan data yang diperoleh dengan prediksi awal dan memberikan alasan berdasarkan bukti tentang kegiatan ekonomi utama di daerahnya. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menemukan keragaman budaya daerah (bahasa daerah, seni, adat istiadat) berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggalnya. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menghubungkan nilai-nilai kearifan lokal daerah dengan upaya memajukan kehidupan masyarakat daerah masa kini. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat mengetahui sejarah daerah melalui peninggalan sejarah dan warisan budaya yang ada di daerahnya masing-masing. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat mengamati dan mencatat peninggalan sejarah serta warisan budaya daerah sebagai potensi yang dapat memajukan daerah. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menemukan keterkaitan antara sejarah masa lalu daerahnya (peninggalan, tradisi, tokoh lokal) dengan kehidupan masyarakat daerah pada masa sekarang. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat mengevaluasi dan merefleksikan hasil penyelidikan tentang keterkaitan sejarah daerah dengan kondisi daerah saat ini, serta memberikan saran perbaikan terhadap penyelidikan yang dilakukan. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat memecahkan masalah kegiatan ekonomi yang ada di daerahnya dengan mengusulkan solusi yang memanfaatkan potensi lokal. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat mencari alternatif solusi kreatif untuk permasalahan yang menghambat kemajuan daerah berdasarkan data dan fakta yang telah dikumpulkan. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang potensi, budaya, sejarah, dan kegiatan ekonomi daerah secara utuh dalam berbagai media (poster, laporan, presentasi). | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menyampaikan argumen yang didukung bukti tentang upaya konkret memajukan daerahnya berdasarkan pemahaman terhadap potensi dan kearifan lokal daerah. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang potensi geografis, kegiatan ekonomi, keragaman budaya, dan sejarah daerah melalui uji kompetensi sumatif. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat merefleksikan proses belajar pada Bab 2 dan menentukan aspek pemahaman tentang kemajuan daerah yang masih perlu ditinjau ulang. | 3 |
| 43 | — | Melalui kegiatan pengamatan langsung di lingkungan sekolah, murid dapat mengidentifikasi minimal 5 komponen biotik dan abiotik yang ditemukan dalam suatu ekosistem sederhana. | 3 |
| 44 | — | Melalui kegiatan pengamatan dan pencatatan, murid dapat membedakan komponen biotik dan abiotik beserta peran keduanya dalam ekosistem. | 3 |
| 45 | — | Melalui diskusi dan studi kasus, murid dapat menjelaskan peran komponen abiotik (air, udara, cahaya matahari, tanah, suhu) terhadap kehidupan komponen biotik dalam ekosistem. | 3 |
| 46 | — | Melalui kegiatan mempertanyakan, murid dapat membuat prediksi tentang apa yang terjadi pada komponen biotik apabila salah satu komponen abiotik dalam ekosistem berubah atau hilang. | 3 |
| 47 | — | Melalui pengamatan gambar dan teks informasi, murid dapat menjelaskan konsep rantai makanan serta mengidentifikasi kedudukan produsen, konsumen, dan pengurai dalam rantai makanan suatu ekosistem. | 3 |
| 48 | — | Melalui kegiatan menyusun diagram, murid dapat membuat contoh rantai makanan dari ekosistem yang ada di lingkungan sekitarnya secara urut dan benar. | 3 |
| 49 | — | Melalui penyelidikan terbimbing, murid dapat menganalisis hubungan antarkomponen biotik dalam jaring-jaring makanan dan menjelaskan perbedaannya dengan rantai makanan. | 3 |
| 50 | — | Melalui kegiatan penyelidikan, murid dapat memprediksi dampak terputusnya salah satu mata rantai pada jaring-jaring makanan terhadap keseimbangan ekosistem. | 3 |
| 51 | — | Melalui kegiatan penyelidikan mandiri, murid dapat merencanakan dan melakukan langkah observasi untuk menyelidiki interaksi yang terjadi antarkomponen biotik dan abiotik dalam ekosistem sederhana (misalnya halaman sekolah atau kebun). | 3 |
| 52 | — | Melalui pengolahan data hasil observasi, murid dapat menyajikan data interaksi antarkomponen ekosistem dalam bentuk tabel atau diagram sederhana. | 3 |
| 53 | — | Melalui kegiatan membaca teks dan diskusi kelompok, murid dapat menjelaskan konsep keseimbangan ekosistem dan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menjaga keseimbangan ekosistem. | 3 |
| 54 | — | Melalui studi kasus, murid dapat menganalisis hubungan antara keanekaragaman komponen biotik dengan stabilitas atau keseimbangan suatu ekosistem. | 3 |
| 55 | — | Melalui pengamatan infografis dan teks informasi, murid dapat mengidentifikasi berbagai penyebab ketidakseimbangan ekosistem (bencana alam, perubahan iklim, kepunahan spesies) beserta dampaknya. | 3 |
| 56 | — | Melalui kegiatan analisis kasus (contoh: harimau Sumatra menyerang pemukiman), murid dapat menghubungkan gangguan pada komponen biotik dan abiotik dengan terjadinya ketidakseimbangan ekosistem. | 3 |
| 57 | — | Melalui diskusi dan pengamatan lingkungan sekitar, murid dapat mengidentifikasi aktivitas-aktivitas manusia yang berdampak positif maupun negatif terhadap keseimbangan ekosistem. | 3 |
| 58 | — | Melalui kegiatan penyelidikan, murid dapat menyelidiki dampak dari minimal dua aktivitas manusia di lingkungan masyarakat sekitar terhadap kondisi ekosistem setempat. | 3 |
| 59 | — | Melalui kegiatan evaluasi berbasis bukti, murid dapat mengevaluasi aktivitas manusia yang paling berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem di lingkungan sekitarnya dan memberikan alasan berdasarkan data yang diperoleh. | 3 |
| 60 | — | Melalui diskusi kelompok, murid dapat mengusulkan minimal dua perilaku atau tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan sekitarnya. | 3 |
| 61 | — | Melalui kegiatan presentasi, murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang interaksi antarkomponen dan dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem secara utuh, didukung argumen dan data yang diperoleh. | 3 |
| 62 | — | Melalui kegiatan saling memberi umpan balik antarpeserta didik, murid dapat merefleksikan proses penyelidikan yang telah dilakukan dan menyampaikan saran perbaikan yang relevan. | 3 |
| 63 | — | Melalui asesmen sumatif tertulis, murid dapat menunjukkan pemahaman tentang komponen ekosistem, hubungan antarkomponen biotik dan abiotik, serta rantai dan jaring-jaring makanan sesuai capaian TP 5.4. | 3 |
| 64 | — | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan kemampuan mengevaluasi dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem dan mengusulkan upaya konkret untuk menjaganya sesuai capaian TP 5.5. | 3 |
| 65 | — | Murid dapat mengidentifikasi peran air bagi makhluk hidup dan kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pengamatan gambar dan diskusi kelas. | 3 |
| 66 | — | Murid dapat mencatat hasil pengamatan dan mengajukan pertanyaan ilmiah tentang keberadaan serta pergerakan air di lingkungan sekitar. | 3 |
| 67 | — | Murid dapat menjelaskan arah aliran air di permukaan (sungai, danau, laut) dan di dalam tanah (infiltrasi) berdasarkan pengamatan peta dan gambar. | 3 |
| 68 | — | Murid dapat membuat prediksi tentang ke mana air hujan akan mengalir di suatu wilayah berdasarkan kondisi permukaan tanah yang diamati. | 3 |
| 69 | — | Murid dapat menjelaskan proses evaporasi, transpirasi, dan kondensasi sebagai bagian dari siklus air dengan menggunakan kata-kata sendiri. | 3 |
| 70 | — | Murid dapat melakukan penyelidikan sederhana (simulasi siklus air dalam plastik) untuk mengamati proses evaporasi dan kondensasi secara langsung. | 3 |
| 71 | — | Murid dapat menjelaskan proses presipitasi dan infiltrasi serta kaitannya dengan ketersediaan air tanah. | 3 |
| 72 | — | Murid dapat mengolah data hasil penyelidikan siklus air ke dalam bentuk diagram atau tabel dan menjelaskan urutan tahapan siklus air secara lengkap. | 3 |
| 73 | — | Murid dapat mengidentifikasi standar air bersih (fisik, kimia, biologis) dan sumber-sumber air bersih yang tersedia di lingkungan sekitarnya. | 3 |
| 74 | — | Murid dapat melakukan penyelidikan sederhana dengan wawancara atau observasi untuk mengetahui sumber dan penggunaan air bersih dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 75 | — | Murid dapat menganalisis bagaimana aktivitas manusia (penebangan hutan, pencemaran, pembetonan lahan) mempengaruhi siklus air dan ketersediaan air bersih. | 3 |
| 76 | — | Murid dapat membandingkan kondisi ketersediaan air pada lahan yang terjaga vegetasinya dengan lahan yang gundul berdasarkan data dan informasi yang diperoleh. | 3 |
| 77 | — | Murid dapat mengusulkan minimal dua upaya konkret untuk menjaga ketersediaan air bersih di lingkungan sekitarnya berdasarkan hasil penyelidikan. | 3 |
| 78 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang upaya menjaga ketersediaan air dalam bentuk infografis, poin-poin, atau diagram kepada teman sekelas. | 3 |
| 79 | — | Murid dapat menceritakan kembali pemahaman mereka tentang siklus air secara utuh dan mengaitkannya dengan tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian air. | 3 |
| 80 | — | Murid dapat melakukan refleksi terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan dan memberikan saran perbaikan terhadap upaya menjaga ketersediaan air di lingkungannya. | 3 |
| 81 | — | Murid dapat menjelaskan kembali pemahaman mereka tentang tahapan siklus air (evaporasi, transpirasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi) secara tertulis dengan benar. | 3 |
| 82 | — | Murid dapat mengusulkan solusi menjaga ketersediaan air bersih di lingkungan sekitarnya berdasarkan pemahaman tentang siklus air dan dampak aktivitas manusia. | 3 |