| 1 | — | Murid dapat menyebutkan minimal empat bentuk energi (cahaya, panas, gerak, listrik, bunyi, kimia) beserta contoh sumber energinya dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengamati fenomena energi di lingkungan sekitar sekolah dan mencatat hasil pengamatannya secara sederhana. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat mengidentifikasi perubahan bentuk energi yang terjadi pada benda-benda di lingkungan sekolah dan menuliskannya dalam tabel pengamatan. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan dan membuat prediksi tentang perubahan bentuk energi yang terjadi pada alat sederhana berdasarkan pengamatan. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menjelaskan proses perubahan energi gerak menjadi energi panas dan energi gerak menjadi energi bunyi melalui kegiatan penyelidikan sederhana. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana untuk membuktikan perubahan energi gerak menjadi energi panas dengan panduan guru. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menjelaskan perubahan bentuk energi listrik menjadi bentuk energi lain (cahaya, panas, gerak, bunyi) pada berbagai alat elektronik dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat membandingkan hasil pengamatan perubahan energi pada alat elektronik dengan prediksi awal dan memberikan penjelasan sederhana. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan peran matahari sebagai sumber energi utama di bumi dan mendeskripsikan proses fotosintesis sebagai contoh perubahan energi cahaya menjadi energi kimia pada tumbuhan. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan tentang proses fotosintesis dan membuat prediksi tentang apa yang dibutuhkan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat mendeskripsikan manfaat proses fotosintesis bagi manusia dan makhluk hidup lain sebagai dampak perubahan energi cahaya menjadi energi kimia. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mengorganisasikan hasil penelusuran informasi tentang fotosintesis dalam bentuk diagram gambar secara sistematis dengan panduan guru. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menjelaskan alur perubahan bentuk energi yang terjadi dalam proses pembangkitan listrik (misalnya energi air/angin/panas → energi gerak → energi listrik) berdasarkan ilustrasi skema pembangkit listrik. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menyebutkan berbagai sumber energi yang dapat digunakan untuk membangkitkan listrik dan menghubungkannya dengan konsep perubahan bentuk energi. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat mendeskripsikan manfaat perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari manusia, termasuk manfaat energi listrik di rumah dan sekolah. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat melakukan refleksi terhadap penyelidikan yang telah dilakukan tentang perubahan bentuk energi dan menyampaikan hal yang sudah dipahami serta yang masih ingin diketahui. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menggunakan konsep perubahan bentuk energi untuk merancang solusi sederhana atas permasalahan yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat membuat rencana alat sederhana yang memanfaatkan perubahan bentuk energi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan panduan guru. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat mengomunikasikan rancangan alat yang memanfaatkan perubahan bentuk energi beserta penjelasan manfaatnya secara lisan dan tertulis kepada teman dan guru. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat mengevaluasi kelebihan dan keterbatasan rancangan alat pengubah energi milik diri sendiri maupun teman berdasarkan konsep perubahan bentuk energi yang telah dipelajari. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menjelaskan sumber dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari secara tertulis sebagai bukti ketercapaian kompetensi Bab 1. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mendeskripsikan kebermanfaatan perubahan bentuk energi (termasuk fotosintesis dan pembangkit listrik) bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya melalui uji kompetensi tertulis. | 3 |
| 23 | — | Melalui pengamatan aktivitas sehari-hari, murid dapat mengidentifikasi pengertian gaya sebagai tarikan atau dorongan yang dikenakan pada suatu benda dengan benar. | 3 |
| 24 | — | Melalui kegiatan mengamati benda di sekitar kelas, murid dapat mencatat contoh aktivitas yang melibatkan gaya tarikan dan gaya dorongan secara mandiri. | 3 |
| 25 | — | Melalui diskusi dan contoh konkret, murid dapat membedakan jenis-jenis gaya (gaya otot, gaya gravitasi, dan gaya pegas) beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat. | 3 |
| 26 | — | Melalui kegiatan tanya jawab, murid dapat mengajukan pertanyaan dan membuat prediksi tentang apa yang terjadi pada benda ketika diberi gaya jenis tertentu. | 3 |
| 27 | — | Melalui penyelidikan sederhana, murid dapat menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda, termasuk membuat benda diam menjadi bergerak dan mengubah arah gerak benda. | 3 |
| 28 | — | Dengan panduan guru, murid dapat merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana untuk mengamati pengaruh gaya terhadap arah gerak benda menggunakan alat bantu sederhana. | 3 |
| 29 | — | Melalui percobaan menggunakan benda-benda lentur (plastisin, balon, kertas, karet), murid dapat menjelaskan pengaruh gaya terhadap perubahan bentuk benda dengan benar. | 3 |
| 30 | — | Dengan panduan guru, murid dapat mengorganisasikan data hasil percobaan perubahan bentuk benda ke dalam tabel pengamatan dan membandingkannya dengan prediksi awal. | 3 |
| 31 | — | Melalui percobaan mendorong benda di berbagai permukaan, murid dapat menjelaskan pengertian gaya gesek dan sifat-sifatnya (menghambat gerak, menghasilkan panas) dengan tepat. | 3 |
| 32 | — | Melalui penyelidikan dengan panduan guru, murid dapat membandingkan besar gaya gesek pada permukaan kasar dan permukaan licin berdasarkan data hasil pengamatan. | 3 |
| 33 | — | Melalui studi kasus dan diskusi, murid dapat membedakan situasi di mana gaya gesek diperbesar dan diperkecil serta menjelaskan alasannya dalam konteks kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 34 | — | Melalui kegiatan presentasi kelompok, murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang pemanfaatan gaya gesek secara lisan dengan menggunakan data yang telah dikumpulkan. | 3 |
| 35 | — | Melalui percobaan langsung menggunakan magnet dan berbagai benda, murid dapat menjelaskan sifat-sifat gaya magnet (menarik benda tertentu, memiliki kutub, dapat menembus benda tipis) dengan benar. | 3 |
| 36 | — | Secara mandiri, murid dapat mengajukan pertanyaan dan membuat prediksi tentang benda-benda mana saja yang dapat ditarik magnet sebelum melakukan percobaan. | 3 |
| 37 | — | Melalui kegiatan literasi dan diskusi, murid dapat menelusuri dan menjelaskan berbagai pemanfaatan gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat. | 3 |
| 38 | — | Melalui proyek membuat karya sederhana menggunakan magnet, murid dapat menerapkan sifat gaya magnet untuk memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 39 | — | Melalui kegiatan refleksi dan tabel Ketahui-Ingin Tahu-Pelajari, murid dapat menyimpulkan keterkaitan antara jenis-jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda secara menyeluruh. | 3 |
| 40 | — | Melalui kegiatan evaluasi diri, murid dapat melakukan refleksi terhadap proses penyelidikan yang telah dilakukan selama bab ini dan mengidentifikasi hal yang sudah dipahami serta yang masih perlu dipelajari. | 3 |
| 41 | — | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang jenis-jenis gaya dan pengaruh gaya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda secara tertulis. | 3 |
| 42 | — | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan kemampuannya menelusuri dan menjelaskan manfaat gejala kemagnetan serta pemanfaatan gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari secara tertulis. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat mengamati dan mencatat informasi yang terdapat pada peta (simbol, legenda, arah mata angin) dengan panduan guru. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan tentang perbedaan informasi yang ditemukan pada peta konvensional dan peta digital berdasarkan hasil pengamatan. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat mengklasifikasikan ragam bentang alam (dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, pantai) yang terdapat di wilayah tempat tinggalnya. | 3 |
| 48 | — | Murid dapat merencanakan dan melakukan observasi sederhana terhadap kenampakan bentang alam di lingkungan sekitar tempat tinggal dengan panduan guru. | 3 |
| 49 | — | Murid dapat mengklasifikasikan keterkaitan antara ragam bentang alam di daerah tempat tinggal dengan profesi masyarakat setempat. | 3 |
| 50 | — | Murid dapat memproses dan mengorganisasikan data hasil pengamatan tentang profesi masyarakat berdasarkan bentang alam dalam bentuk diagram gambar dengan panduan guru. | 3 |
| 51 | — | Murid dapat mengklasifikasikan ragam budaya (bahasa daerah, pakaian adat, makanan khas, kesenian) yang ada di daerah tempat tinggalnya. | 3 |
| 52 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil identifikasi ragam budaya daerah tempat tinggalnya secara lisan maupun tertulis. | 3 |
| 53 | — | Murid dapat menjelaskan upaya pelestarian ragam budaya dan kearifan lokal yang ada di daerah tempat tinggalnya. | 3 |
| 54 | — | Murid dapat melakukan refleksi terhadap peran dirinya dalam upaya melestarikan budaya daerah tempat tinggal. | 3 |
| 55 | — | Murid dapat menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal berdasarkan sumber informasi sederhana yang tersedia. | 3 |
| 56 | — | Murid dapat membandingkan hasil pengamatan tentang kondisi masyarakat masa lalu dan masa kini di tempat tinggalnya serta memberikan penjelasan atas perbedaan tersebut. | 3 |
| 57 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang letak wilayah, bentang alam, profesi masyarakat, serta ragam budaya di daerah tempat tinggalnya melalui asesmen tertulis dan/atau produk. | 3 |
| 58 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil belajar selama Bab III secara tertulis maupun lisan sebagai bentuk refleksi akhir pembelajaran. | 3 |
| 59 | — | Murid dapat membedakan pengertian cuaca dan iklim berdasarkan pengamatan dan pengetahuan awal mereka. | 3 |
| 60 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan tentang fenomena iklim yang ingin diketahui lebih lanjut berdasarkan hasil pengamatan foto dan ilustrasi cuaca. | 3 |
| 61 | — | Murid dapat mengidentifikasi macam-macam musim yang terjadi di Indonesia (musim hujan dan musim kemarau) beserta ciri-cirinya. | 3 |
| 62 | — | Murid dapat mencatat hasil pengamatan tentang tanda-tanda musim di lingkungan sekitar mereka. | 3 |
| 63 | — | Murid dapat menjelaskan karakteristik iklim tropis di Indonesia dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar. | 3 |
| 64 | — | Murid dapat merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana tentang musim yang terjadi di lingkungan sekitar mereka dengan panduan guru. | 3 |
| 65 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian efek rumah kaca dan proses terjadinya secara sederhana. | 3 |
| 66 | — | Murid dapat membuat prediksi tentang apa yang terjadi pada suhu bumi jika efek rumah kaca semakin meningkat. | 3 |
| 67 | — | Murid dapat melakukan eksperimen sederhana untuk mengamati proses efek rumah kaca menggunakan alat bantu pengukuran sederhana. | 3 |
| 68 | — | Murid dapat membandingkan hasil pengamatan eksperimen dengan prediksi yang telah dibuat sebelumnya dan memberikan penjelasan sederhana. | 3 |
| 69 | — | Murid dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab efek rumah kaca, khususnya peningkatan gas karbon dioksida akibat kegiatan manusia. | 3 |
| 70 | — | Murid dapat mengorganisasikan data tentang sumber-sumber gas karbon dioksida dalam bentuk diagram gambar. | 3 |
| 71 | — | Murid dapat mengidentifikasi kegiatan manusia di sekitar tempat tinggalnya yang berkontribusi pada peningkatan gas karbon dioksida di atmosfer. | 3 |
| 72 | — | Murid dapat melakukan penyelidikan sederhana dengan mengamati dan mencatat kegiatan manusia di sekitar yang menghasilkan gas karbon dioksida. | 3 |
| 73 | — | Murid dapat mengidentifikasi dampak efek rumah kaca terhadap perubahan iklim global, seperti kenaikan suhu bumi dan perubahan pola hujan. | 3 |
| 74 | — | Murid dapat mengidentifikasi dampak pencemaran lingkungan yang berkaitan dengan perubahan iklim di sekitar tempat tinggalnya. | 3 |
| 75 | — | Murid dapat menganalisis dampak perubahan iklim terhadap kehidupan manusia, termasuk bencana alam yang terjadi akibat perubahan iklim. | 3 |
| 76 | — | Murid dapat menyajikan hasil analisis dampak perubahan iklim dalam bentuk diagram gambar atau infografis sederhana. | 3 |
| 77 | — | Murid dapat menelaah masalah lingkungan yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya sebagai akibat dari perubahan iklim. | 3 |
| 78 | — | Murid dapat menghasilkan gagasan solusi sederhana terhadap masalah lingkungan yang berkaitan dengan perubahan iklim sebagai upaya mitigasi. | 3 |
| 79 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang faktor penyebab dan dampak perubahan iklim secara lisan dan tertulis dalam berbagai media. | 3 |
| 80 | — | Murid dapat melakukan refleksi terhadap proses penyelidikan yang telah dilakukan selama pembelajaran bab iklim dan perubahannya. | 3 |
| 81 | — | Murid dapat menelaah masalah yang berkaitan dengan perubahan iklim, mencakup faktor penyebab, proses efek rumah kaca, dan dampaknya terhadap lingkungan serta kehidupan manusia. | 3 |
| 82 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang upaya mitigasi sederhana terhadap perubahan iklim melalui jawaban tertulis pada asesmen sumatif. | 3 |