| 1 | — | Murid dapat mengidentifikasi lima pancaindra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) beserta fungsi utama masing-masing melalui pengamatan diri sendiri. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengamati bentuk khas setiap pancaindra pada diri sendiri dan teman serta mencatat hasil pengamatannya. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menjelaskan bagian-bagian khas dari setiap pancaindra (misalnya: bagian mata, daun telinga, lubang hidung, permukaan lidah, ujung jari) yang mendukung fungsinya. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan tentang hubungan antara bentuk bagian pancaindra dan fungsinya berdasarkan hasil pengamatan. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menjelaskan ragam fungsi masing-masing pancaindra dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat membuat prediksi tentang apa yang terjadi jika salah satu pancaindra tidak berfungsi dengan baik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menjelaskan hubungan antara bentuk mata dan fungsinya dalam melihat warna, bentuk, dan jarak benda melalui penyelidikan sederhana. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat melakukan observasi sederhana tentang cara kerja indera penglihat dan mengorganisasikan data hasil pengamatan dalam bentuk diagram gambar. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menjelaskan hubungan antara bentuk telinga dan hidung dengan fungsinya dalam mendengar suara dan mencium bau melalui penyelidikan sederhana. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat membandingkan hasil pengamatan tentang kemampuan mendengar dan mencium dengan prediksi awal serta memberikan penjelasan sederhana. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menjelaskan hubungan antara bentuk permukaan lidah dan kulit dengan fungsinya dalam mengecap rasa dan meraba tekstur serta suhu benda. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat melakukan observasi menggunakan alat bantu sederhana untuk menyelidiki cara kerja indera pengecap dan peraba serta mencatat hasilnya. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menjelaskan bagaimana pancaindra bekerja bersama untuk membantu manusia mengenali lingkungan dan melindungi diri dari bahaya. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang peran pancaindra dalam kehidupan sehari-hari secara lisan dalam diskusi kelas. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menyimpulkan keterkaitan antara bentuk khas dan fungsi setiap pancaindra berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat melakukan refleksi terhadap proses penyelidikan pancaindra yang telah dilakukan dan mengidentifikasi hal yang sudah dipahami serta yang masih perlu dipelajari. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menjelaskan pentingnya merawat pancaindra dan menyebutkan cara-cara menjaga kesehatan setiap pancaindra dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menghubungkan konsep fungsi pancaindra dengan tindakan nyata perawatan pancaindra sebagai bentuk tanggung jawab terhadap tubuh. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menceritakan hubungan antara bentuk dan fungsi pancaindra secara tertulis dalam bentuk infografik atau laporan sederhana. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat mempresentasikan hasil karyanya tentang pancaindra kepada teman di kelas secara lisan dengan percaya diri. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang bentuk, fungsi, keterkaitan bentuk-fungsi, dan cara merawat pancaindra melalui uji kompetensi tertulis dan/atau penugasan. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat merefleksikan pengalaman belajar pada Bab 1 dan mengidentifikasi nilai syukur atas kemampuan pancaindra yang dimiliki. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menyebutkan anggota keluarga inti dan keluarga besar berdasarkan hasil pengamatan foto atau cerita keluarga. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat mengamati dan mencatat informasi sederhana tentang asal-usul keluarganya melalui kegiatan wawancara atau diskusi kelas. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat mengidentifikasi salah satu peristiwa penting dalam sejarah keluarganya (seperti kelahiran, pernikahan, atau perpindahan tempat tinggal) melalui cerita atau foto keluarga. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan tentang peristiwa penting keluarga yang ingin diketahui lebih lanjut dan membuat prediksi sederhana berdasarkan cerita yang didengar. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menghubungkan sejarah keluarganya dengan peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar (contoh: pindah rumah berkaitan dengan pembangunan daerah) melalui diskusi sederhana. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menyusun garis waktu sederhana sejarah keluarganya dengan panduan guru sebagai bentuk pengorganisasian informasi. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menyebutkan minimal satu peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalnya berdasarkan hasil wawancara sederhana atau cerita dari narasumber. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana (wawancara tokoh masyarakat atau orang tua) dengan panduan guru untuk menggali informasi sejarah lingkungan sekitar. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat menyebutkan contoh peninggalan budaya (benda, bangunan bersejarah, atau tradisi) yang ada di lingkungan sekitarnya sebagai bagian dari sejarah masyarakat. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat mengamati dan mencatat ciri-ciri peninggalan budaya di sekitarnya secara sederhana melalui kegiatan pengamatan gambar atau kunjungan singkat. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menyebutkan beberapa contoh perubahan sosial budaya yang terjadi di lingkungan sekitarnya (contoh: perubahan cara berpakaian, alat transportasi, atau kebiasaan masyarakat) dari dahulu hingga kini. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat membandingkan hasil pengamatan perubahan sosial budaya dengan prediksi awal yang telah dibuat, kemudian memberikan penjelasan sederhana atas perbedaan yang ditemukan. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menjelaskan keterkaitan antara perubahan sosial budaya yang terjadi di lingkungan sekitar dengan kehidupan masyarakat sehari-hari melalui diskusi kelompok. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil diskusi tentang keterkaitan perubahan sosial budaya secara lisan di depan kelas dengan bahasa yang sederhana. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menarik makna dari perubahan sosial budaya yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai pelajaran untuk kehidupan masa kini dan gambaran masa depan. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat melakukan refleksi terhadap proses penyelidikan yang telah dilakukan selama mempelajari perubahan sosial budaya dan menuliskan satu hal yang dipelajari secara sederhana. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat menjelaskan sejarah keluarganya sebagai bagian dari sejarah masyarakat tempat tinggalnya dalam bentuk tulisan sederhana, gambar, atau diagram. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil proyek cerita sejarah keluarga dan perubahan sosial budaya secara tertulis maupun lisan menggunakan media sederhana. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat menjelaskan sejarah keluarga sebagai bagian dari sejarah masyarakat tempat tinggalnya secara mandiri melalui asesmen tertulis atau penugasan. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat mengidentifikasi perubahan sosial budaya masyarakat di sekitarnya dan menarik maknanya untuk kehidupan sekarang dan masa depan secara mandiri melalui asesmen tertulis atau penugasan. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menjelaskan tahapan siklus hidup manusia (bayi, anak-anak, remaja, dewasa, lansia) berdasarkan hasil pengamatan gambar dan diskusi sederhana. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat mengamati dan mencatat ciri-ciri fisik manusia pada setiap fase siklus hidup secara sederhana. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat membedakan ciri-ciri tumbuh dan kembang manusia pada setiap fase (bayi, anak-anak, remaja, dewasa, lansia) berdasarkan data yang dikumpulkan. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat membuat prediksi tentang perubahan yang terjadi pada manusia seiring bertambahnya usia berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat menceritakan kembali siklus hidup manusia secara urut melalui simulasi sederhana atau pembuatan skema gambar. | 3 |
| 48 | — | Murid dapat mengomunikasikan skema siklus hidup manusia yang dibuat secara lisan kepada teman dan guru. | 3 |
| 49 | — | Murid dapat menjelaskan ragam aktivitas yang dilakukan oleh anggota keluarga di lingkungan rumah berdasarkan hasil pengamatan. | 3 |
| 50 | — | Murid dapat mencatat hasil pengamatan tentang aktivitas anggota keluarga di rumah dalam bentuk tabel sederhana. | 3 |
| 51 | — | Murid dapat menceritakan peran dan tanggung jawab setiap anggota keluarga di lingkungan rumah sesuai fase hidupnya. | 3 |
| 52 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan tentang perbedaan peran anggota keluarga berdasarkan fase hidup dan mendiskusikan jawabannya bersama kelompok. | 3 |
| 53 | — | Murid dapat menganalisis keterkaitan antara fase siklus hidup manusia dengan perubahan peran dan tanggung jawab seseorang di lingkungan keluarga. | 3 |
| 54 | — | Murid dapat melakukan penyelidikan sederhana dengan panduan guru untuk membandingkan peran anggota keluarga di berbagai fase hidup. | 3 |
| 55 | — | Murid dapat menganalisis nilai-nilai (kepedulian, tanggung jawab, kerja sama, disiplin) yang terkandung dalam keragaman aktivitas anggota keluarga di lingkungan rumah. | 3 |
| 56 | — | Murid dapat menerapkan nilai dan norma yang berlaku di lingkungan rumah melalui kegiatan Bingo Nilai secara mandiri. | 3 |
| 57 | — | Murid dapat melakukan refleksi terhadap peran dan tanggung jawabnya sendiri sebagai anggota keluarga serta menilai kesesuaiannya dengan nilai dan norma yang berlaku. | 3 |
| 58 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang peran anggota keluarga dan nilai yang terkandung di dalamnya secara lisan maupun tertulis. | 3 |
| 59 | — | Murid dapat menceritakan kembali siklus hidup manusia dan menjelaskan ciri-ciri setiap fasenya sebagai bukti pemahaman terhadap materi Bab 3. | 3 |
| 60 | — | Murid dapat menjelaskan peran, tugas, tanggung jawab, dan nilai yang terkandung dalam aktivitas anggota keluarga di lingkungan rumah sebagai bukti pemahaman terhadap materi Bab 3. | 3 |
| 61 | — | Murid dapat mengidentifikasi cara hewan berkembang biak (bertelur dan melahirkan) melalui pengamatan gambar dan teks sederhana. | 3 |
| 62 | — | Murid dapat mengamati dan mencatat informasi tentang cara perkembangbiakan beberapa hewan di lingkungan sekitar. | 3 |
| 63 | — | Murid dapat mengidentifikasi tahapan siklus hidup hewan yang tidak mengalami metamorfosis (contoh: ayam, kucing) secara berurutan. | 3 |
| 64 | — | Murid dapat mengurutkan fase pertumbuhan hewan tanpa metamorfosis berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi kelompok. | 3 |
| 65 | — | Murid dapat mengidentifikasi tahapan metamorfosis sempurna (telur, larva, pupa, imago) pada hewan seperti kupu-kupu dan katak. | 3 |
| 66 | — | Murid dapat membuat prediksi tentang perubahan bentuk tubuh hewan pada setiap tahap metamorfosis sempurna berdasarkan pengetahuan awal. | 3 |
| 67 | — | Murid dapat mengidentifikasi tahapan metamorfosis tidak sempurna (telur, nimfa, imago) pada hewan seperti belalang dan kecoak. | 3 |
| 68 | — | Murid dapat membandingkan perbedaan tahapan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna melalui diagram gambar sederhana. | 3 |
| 69 | — | Murid dapat menceritakan kembali siklus hidup hewan melalui simulasi sederhana (kartu urutan gambar atau peragaan). | 3 |
| 70 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil simulasi siklus hidup hewan secara lisan kepada teman dan guru. | 3 |
| 71 | — | Murid dapat mengidentifikasi bagian-bagian tumbuhan (akar, batang, daun, bunga, buah, biji) dan kaitannya dengan keberlangsungan siklus hidup tumbuhan. | 3 |
| 72 | — | Murid dapat mengamati dan mencatat bagian-bagian tumbuhan di lingkungan sekitar sekolah menggunakan lembar pengamatan sederhana. | 3 |
| 73 | — | Murid dapat mengurutkan fase pertumbuhan tumbuhan (biji, kecambah, tumbuhan muda, tumbuhan dewasa, bunga, buah) secara berurutan. | 3 |
| 74 | — | Murid dapat merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana tentang pertumbuhan biji dengan panduan guru. | 3 |
| 75 | — | Murid dapat menceritakan kembali siklus hidup tumbuhan melalui simulasi sederhana berupa gambar, komik, atau deskripsi tahapan. | 3 |
| 76 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil simulasi siklus hidup tumbuhan secara tertulis dalam berbagai bentuk media sederhana. | 3 |
| 77 | — | Murid dapat menentukan upaya pelestarian hewan dan tumbuhan di lingkungan rumah atau sekolah agar siklus hidupnya dapat terus berlangsung. | 3 |
| 78 | — | Murid dapat melakukan refleksi terhadap sikap dan tindakan yang sudah atau belum dilakukan dalam menjaga kelestarian makhluk hidup di sekitarnya. | 3 |
| 79 | — | Murid dapat menjelaskan keterkaitan antara siklus hidup hewan dan tumbuhan dengan kehidupan manusia sehari-hari melalui diskusi kelas. | 3 |
| 80 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pendapat tentang pentingnya menjaga keberlangsungan siklus hidup makhluk hidup berdasarkan hasil penyelidikan. | 3 |
| 81 | — | Murid dapat menceritakan kembali siklus hidup hewan dan tumbuhan beserta upaya pelestariannya secara lisan maupun tertulis sebagai bukti capaian pembelajaran bab ini. | 3 |
| 82 | — | Murid dapat mengurutkan dan menjelaskan tahapan siklus hidup hewan (termasuk metamorfosis) dan tumbuhan melalui instrumen asesmen sumatif. | 3 |