| 1 | — | Murid dapat menganalisis jenis makanan yang baik dan seimbang berdasarkan kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral serta jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengamati dan mencatat kandungan nutrisi makanan yang dikonsumsi sehari-hari sebagai data awal penyelidikan pola makan sehat. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat membandingkan jenis makanan berdasarkan informasi nilai gizi yang tertera pada label kemasan untuk menentukan pilihan makanan yang lebih sehat. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat memproses dan menganalisis data nilai gizi dari beberapa produk makanan dalam bentuk tabel perbandingan, kemudian menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang diperoleh. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menganalisis struktur dan fungsi organ-organ sistem pencernaan manusia (mulut, esofagus, lambung, usus halus, dan usus besar) secara berurutan sebagai satu kesatuan sistem. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat mengidentifikasi pertanyaan ilmiah tentang mekanisme kerja organ pencernaan dan membuat prediksi mengenai dampak kerusakan salah satu organ terhadap proses pencernaan secara keseluruhan. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menganalisis proses pencernaan mekanik dan kimiawi pada setiap organ pencernaan serta menjelaskan mekanisme penyerapan nutrisi di usus halus menuju aliran darah. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana untuk mengamati proses pencernaan kimiawi menggunakan bahan yang tersedia, serta mencatat hasil pengamatan secara sistematis. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menghubungkan pola makan sehat dengan kesehatan organ pada sistem pencernaan serta menganalisis faktor-faktor penyebab gangguan pencernaan seperti GERD, maag, dan konstipasi. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat mengevaluasi kesimpulan dari simulasi gangguan pencernaan dengan mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan menjelaskan solusi pencegahan berdasarkan bukti ilmiah. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menganalisis struktur dan fungsi jantung (atrium, ventrikel, katup) serta mengidentifikasi komponen darah (sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma) beserta fungsinya masing-masing. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mengamati gambar struktur jantung dan preparat komponen darah, mencatat karakteristik setiap bagian secara teliti, serta mendiskusikan alasan perbedaan ketebalan otot ventrikel dan atrium. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menganalisis mekanisme peredaran darah ganda (peredaran darah besar dan peredaran darah kecil) serta membedakan struktur dan fungsi pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat membuat model sederhana alur peredaran darah besar dan kecil, kemudian mengomunikasikan hasilnya secara sistematis dengan argumen yang sesuai konteks penyelidikan. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menganalisis hubungan antara cara kerja sistem peredaran darah dengan kesehatan tubuh, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi laju peredaran darah seperti aktivitas fisik, konsumsi makanan, dan kebiasaan merokok. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana untuk mengukur denyut nadi sebelum dan sesudah aktivitas fisik, mengolah data dalam tabel, serta menjelaskan pola hubungan yang ditemukan. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat mengevaluasi pola makan dan gaya hidup serta mengaitkannya dengan gangguan kesehatan pada sistem peredaran darah seperti hipertensi, anemia, aterosklerosis, dan stroke. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menyusun dan mengomunikasikan panduan gaya hidup sehat (pola makan dan aktivitas fisik) yang ditujukan untuk mencegah gangguan pada sistem pencernaan dan sistem peredaran darah berdasarkan hasil penyelidikan selama bab ini. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang struktur dan fungsi organ sistem pencernaan dan sistem peredaran darah melalui asesmen sumatif tertulis yang mencakup analisis kasus gangguan organ serta evaluasi hubungan pola makan dan gaya hidup sehat. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem pernapasan manusia (hidung, faring, laring, trakea, bronkus, paru-paru) beserta fungsi masing-masing organ melalui pengamatan gambar/model anatomi. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat mendeskripsikan struktur paru-paru dan alveolus sebagai tempat pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menjelaskan mekanisme inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan dada dan pernapasan perut melalui simulasi/pengamatan gerak dada. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat membedakan volume tidal, volume cadangan inspirasi, volume cadangan ekspirasi, dan kapasitas vital paru-paru berdasarkan data yang disajikan. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menganalisis kandungan zat berbahaya dalam rokok (nikotin, tar, karbon monoksida) dan dampaknya terhadap organ pernapasan berdasarkan studi kasus atau artikel ilmiah sederhana. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat mengevaluasi dampak merokok bagi perokok aktif dan perokok pasif serta merumuskan argumen ilmiah untuk mendukung gaya hidup bebas rokok. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menganalisis berbagai gangguan dan penyakit pada sistem pernapasan (asma, bronkitis, tuberkulosis, kanker paru-paru, pneumonia) meliputi penyebab, gejala, dan cara penanganannya. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat memberikan saran atau solusi konkret untuk mencegah gangguan sistem pernapasan berkaitan dengan gaya hidup sehat berdasarkan analisis kasus yang disajikan. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem ekskresi manusia (ginjal, kulit, paru-paru, hati) beserta zat sisa yang diekskresikan oleh masing-masing organ melalui pengamatan gambar/diagram. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat mendeskripsikan struktur nefron pada ginjal dan fungsinya sebagai unit penyaring darah secara sistematis. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat menjelaskan tiga tahapan pembentukan urine (filtrasi, reabsorpsi, augmentasi) beserta lokasi dan zat yang terlibat pada setiap tahapan. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat merancang dan melakukan simulasi sederhana proses penyaringan darah oleh ginjal, lalu mengomunikasikan hasil simulasi secara sistematis. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menganalisis grafik atau data kandungan urine normal dan abnormal untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan sistem ekskresi seseorang. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat menganalisis hubungan antara pola makan, konsumsi cairan, dan gaya hidup dengan fungsi sistem ekskresi untuk membangun kesadaran hidup sehat. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menganalisis gangguan dan penyakit pada sistem ekskresi (batu ginjal, gagal ginjal, diabetes melitus, albuminuria) meliputi penyebab, gejala, dan dampaknya terhadap kesehatan tubuh. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat mengevaluasi keputusan gaya hidup yang tepat untuk menjaga kesehatan organ ekskresi dan mengomunikasikan solusinya dalam bentuk poster atau presentasi singkat. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menunjukkan penguasaan pemahaman tentang struktur, fungsi, dan gangguan sistem pernapasan melalui asesmen sumatif tertulis. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menunjukkan penguasaan pemahaman tentang struktur, fungsi, dan gangguan sistem ekskresi serta hubungannya dengan gaya hidup sehat melalui asesmen sumatif tertulis. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat mengidentifikasi bentuk usaha yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan konsep gaya yang menyebabkan perpindahan suatu benda melalui aktivitas pengamatan dan diskusi. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat membedakan kondisi yang menghasilkan usaha positif, usaha negatif, dan usaha nol berdasarkan arah gaya dan arah perpindahan benda. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menjelaskan konsep daya sebagai laju melakukan usaha melalui pengamatan aktivitas mendorong beban dalam selang waktu berbeda. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat menghitung besar daya yang dilakukan pada suatu benda menggunakan persamaan P = W/t berdasarkan data hasil pengamatan. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat menjelaskan konsep energi kinetik dan energi potensial serta menghitung besarnya masing-masing menggunakan persamaan yang sesuai berdasarkan data kecepatan dan ketinggian benda. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menganalisis perubahan energi kinetik dan energi potensial pada benda bergerak dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan percobaan sederhana. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menjelaskan konsep energi mekanik sebagai gabungan energi kinetik dan energi potensial serta menganalisis berlakunya hukum kekekalan energi mekanik pada sistem benda. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat menerapkan konsep energi mekanik untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual terkait upaya manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, misalnya pada kasus roller coaster atau ayunan. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat mengidentifikasi jenis-jenis pesawat sederhana (pengungkit, katrol, bidang miring, dan roda berporos) beserta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat menjelaskan prinsip kerja masing-masing jenis pesawat sederhana dalam kaitannya dengan konsep gaya dan usaha untuk meringankan pekerjaan manusia. | 3 |
| 48 | — | Murid dapat menghitung keuntungan mekanis berbagai jenis pesawat sederhana berdasarkan data percobaan dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. | 3 |
| 49 | — | Murid dapat menganalisis manfaat penggunaan pesawat sederhana dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari serta mengomunikasikan hasil analisisnya secara sistematis. | 3 |
| 50 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang konsep usaha, daya, energi kinetik, energi potensial, energi mekanik, dan pesawat sederhana melalui penyelesaian soal asesmen sumatif secara mandiri. | 3 |
| 51 | — | Murid dapat mengintegrasikan konsep usaha, energi, dan pesawat sederhana untuk menganalisis dan memecahkan permasalahan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran bab. | 3 |
| 52 | — | Murid dapat mengidentifikasi kasus-kasus tekanan pada zat padat dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan hubungan gaya dan luas permukaan melalui kegiatan pengamatan benda di sekitar. | 3 |
| 53 | — | Murid dapat menjelaskan prinsip Hukum Pascal dan penerapannya pada teknologi dongkrak hidrolik serta sistem rem hidrolik dengan menggunakan data hasil identifikasi. | 3 |
| 54 | — | Murid dapat menyimpulkan hubungan antara kedalaman, massa jenis zat cair, dan besar tekanan hidrostatis berdasarkan data hasil percobaan Menara Air Hidrostatis. | 3 |
| 55 | — | Murid dapat menganalisis penerapan konsep tekanan hidrostatis pada teknologi distribusi air bersih dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan hasil penyelidikan. | 3 |
| 56 | — | Murid dapat menganalisis kondisi terapung, melayang, dan tenggelam suatu benda dalam zat cair berdasarkan prinsip Hukum Archimedes melalui percobaan Kapal Kertas. | 3 |
| 57 | — | Murid dapat menghubungkan prinsip Hukum Archimedes dengan cara kerja teknologi kapal laut dan kapal selam dalam kehidupan nyata berdasarkan hasil percobaan dan analisis. | 3 |
| 58 | — | Murid dapat menganalisis fenomena tekanan gas melalui percobaan membuat balon menggelembung sendiri untuk memahami prinsip perbedaan tekanan udara. | 3 |
| 59 | — | Murid dapat menjelaskan penerapan konsep tekanan gas pada teknologi balon udara dan proses pertukaran gas O₂ dan CO₂ dalam sistem pernapasan manusia berdasarkan hasil percobaan dan kajian literatur. | 3 |
| 60 | — | Murid dapat merancang dan membuat miniatur kapal selam sederhana dengan menerapkan konsep tekanan pada zat padat, cair, dan gas secara terpadu sebagai solusi teknologi. | 3 |
| 61 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil rancangan miniatur kapal selam secara sistematis, mencakup prinsip tekanan yang diterapkan, hasil uji coba, dan evaluasi kinerja alat. | 3 |
| 62 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang konsep tekanan pada zat padat, cair, dan gas serta penerapannya pada berbagai teknologi dalam kehidupan sehari-hari melalui asesmen sumatif tertulis. | 3 |
| 63 | — | Murid dapat mengevaluasi keterkaitan antara konsep tekanan zat dengan inovasi teknologi yang relevan berdasarkan bukti dan data yang telah dipelajari sepanjang bab. | 3 |