| 1 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian sains dan mengidentifikasi cabang-cabang utama ilmu sains (biologi, fisika, kimia, astronomi, geologi) beserta objek kajiannya. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengumpulkan informasi mengenai seorang ilmuwan sains, cabang yang ia geluti, dan penemuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dari berbagai sumber. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat mengidentifikasi sikap ilmiah (terbuka, sistematis, analitis, berpikir kritis, mampu mengambil keputusan) yang dimiliki ilmuwan sains dan menghubungkannya dengan cara ilmuwan bekerja. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menyajikan hasil penelusuran informasi tentang ilmuwan sains dalam bentuk poster dan mempresentasikannya di kelas secara sistematis. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menjelaskan fungsi laboratorium IPA sebagai tempat penyelidikan ilmiah dan mengidentifikasi alat-alat laboratorium beserta kegunaannya. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat menerapkan prosedur keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium IPA berdasarkan hasil pengamatan terhadap simbol-simbol keselamatan dan aturan laboratorium. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menjelaskan tahapan-tahapan metode ilmiah secara berurutan sebagai cara ilmuwan sains melakukan penyelidikan. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat melakukan pengamatan terhadap fenomena di sekitar sekolah dan mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik objek yang diamati sebagai langkah awal metode ilmiah. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat mengidentifikasi pertanyaan ilmiah yang dapat diselidiki berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat merumuskan hipotesis yang sesuai dengan tujuan penyelidikan berdasarkan identifikasi variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat merencanakan langkah-langkah operasional percobaan sederhana secara sistematis, termasuk menentukan alat, bahan, dan prosedur yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan ilmiah. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat melakukan pengukuran besaran panjang, massa, dan waktu menggunakan alat ukur yang tepat serta mencatat hasil pengukuran dengan satuan yang benar. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menjelaskan potensi kekeliruan dalam pengukuran dan cara meminimalkannya untuk mendapatkan data yang akurat. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat melakukan pengukuran besaran suhu dan volume menggunakan alat ukur yang tepat serta mencatat hasil pengukuran dengan satuan yang benar. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat mengolah data hasil pengukuran dalam bentuk tabel dan menjelaskan pola atau hubungan yang ditemukan dari data tersebut. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat melaksanakan percobaan sederhana sesuai rancangan yang telah dibuat, mengumpulkan data hasil pengamatan dan pengukuran secara akurat. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menganalisis data hasil percobaan menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel dan menarik kesimpulan yang relevan dengan tujuan penyelidikan berdasarkan bukti. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat mengidentifikasi sumber ketidakpastian dalam penyelidikan yang telah dilakukan dan menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan kualitas data serta kemungkinan penjelasan alternatif atas hasil percobaan. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menulis laporan percobaan sederhana dengan struktur yang logis dan sistematis (tujuan, hipotesis, alat dan bahan, prosedur, data, analisis, kesimpulan) serta mengomunikasikan hasilnya secara lisan dengan argumen yang sesuai konteks penyelidikan. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang hakikat ilmu sains, cabang-cabang sains, peran ilmuwan, dan tahapan metode ilmiah melalui asesmen sumatif tertulis. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat mendemonstrasikan keterampilan proses sains secara terpadu — mulai dari mengamati, mempertanyakan, merencanakan, menganalisis data, mengevaluasi, hingga mengomunikasikan hasil — melalui tugas unjuk kerja atau produk laporan percobaan sebagai bukti capaian akhir bab. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mendefinisikan pengertian zat dan mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair, gas) berdasarkan pengamatan terhadap benda-benda di lingkungan sekitar. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menyelidiki dan membandingkan sifat-sifat zat padat, cair, dan gas (bentuk, volume, kompresibilitas) melalui percobaan sederhana dengan mencatat hasil pengamatan secara sistematis. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat memodelkan pengaturan dan pergerakan partikel dalam zat padat, cair, dan gas untuk menjelaskan perbedaan sifat ketiga wujud zat tersebut. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat menghubungkan keadaan partikel (jarak antar partikel dan kebebasan gerak) dengan sifat-sifat zat yang dapat diamati seperti bentuk, volume, dan kemampatan, dan menuangkannya dalam bentuk tabel ringkasan. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat menjelaskan keenam proses perubahan wujud zat (mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, mengkristal) beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menjelaskan perubahan wujud zat pada skala partikel saat terjadi pemanasan dan pendinginan berdasarkan hasil demonstrasi pemanasan es batu yang diamati dan dicatat dalam bentuk tabel data suhu. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menginterpretasi data titik leleh dan titik didih berbagai zat untuk memprediksi wujud suatu zat pada suhu tertentu. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat merancang penyelidikan sederhana tentang faktor yang mempengaruhi perubahan wujud zat (misalnya hujan buatan) dengan mengidentifikasi variabel bebas, terikat, dan kontrol secara tepat. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat membedakan perubahan fisika dan perubahan kimia berdasarkan ciri-cirinya (reversibilitas, terbentuknya zat baru, perubahan sifat) melalui pengamatan berbagai fenomena di sekitar. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai peristiwa di lingkungan sekitar sebagai perubahan fisika atau perubahan kimia berdasarkan hasil pengamatan dalam percobaan sederhana. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menjelaskan konsep kerapatan (massa jenis) zat dan menghitung massa jenis benda padat menggunakan data hasil pengukuran massa dan volume. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat melakukan percobaan menentukan massa jenis zat padat dan membandingkan kerapatan beberapa cairan yang berbeda menggunakan alat ukur yang sesuai, serta mencatat data secara akurat dalam tabel. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat menjelaskan pengaruh perbedaan kerapatan zat terhadap peristiwa mengapung, melayang, dan tenggelam dalam kehidupan sehari-hari menggunakan konsep perbandingan massa jenis benda dan fluida. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang kerapatan zat secara sistematis dalam bentuk laporan atau presentasi yang didukung data dan argumen ilmiah yang sesuai. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang sifat zat, model partikel, perubahan wujud, perubahan fisika dan kimia, serta kerapatan zat melalui asesmen sumatif berupa perencanaan dan pelaporan hasil percobaan menyelidiki faktor yang mempengaruhi melelehnya es batu. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat menerapkan keterampilan proses ilmiah secara utuh (merumuskan masalah, merancang penyelidikan, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, serta mengomunikasikan hasil) dalam konteks penyelidikan sifat dan perubahan zat. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat mengidentifikasi konsep suhu sebagai ukuran derajat panas atau dingin suatu benda berdasarkan pengamatan fenomena sehari-hari di lingkungan sekitar. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat menjelaskan prinsip kerja termometer dan membuat termometer sederhana dengan skala suhu yang benar sebagai alat ukur suhu harian. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat membandingkan berbagai skala suhu (Celsius, Fahrenheit, Kelvin, Reamur) dan melakukan konversi antar skala suhu dengan tepat. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat mengolah data hasil pengukuran suhu dalam bentuk tabel dan menjelaskan hubungan antar skala suhu berdasarkan bukti hasil perhitungan. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat mendeskripsikan konsep kalor sebagai energi yang berpindah akibat perbedaan suhu serta menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan perubahan wujud zat. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat melakukan percobaan sederhana untuk menyelidiki hubungan antara kalor yang diberikan dengan perubahan suhu benda, lalu menyusun laporan singkat hasil percobaan secara sistematis. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menganalisis tiga cara perpindahan kalor (konduksi, konveksi, dan radiasi) beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat merancang dan melakukan percobaan untuk mengamati salah satu jenis perpindahan kalor, kemudian mengomunikasikan hasil pengamatan dengan argumen yang sesuai. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat menjelaskan konsep pemuaian sebagai konsekuensi fenomena suhu dan kalor pada zat padat, cair, dan gas, serta mengidentifikasi contoh pemuaian dan penyusutan dalam kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat melakukan eksperimen bimetal untuk membuktikan konsep pemuaian zat padat, sekaligus mendeskripsikan pemanfaatan energi kalor dalam teknologi di kehidupan sehari-hari seperti balon udara dan panas bumi. | 3 |
| 48 | — | Murid dapat merancang dan melaksanakan percobaan ilmiah untuk menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan melelehnya es batu, dengan menerapkan pemahaman tentang suhu, kalor, dan perpindahan kalor. | 3 |
| 49 | — | Murid dapat menyusun laporan hasil percobaan secara sistematis yang memuat data, analisis, dan kesimpulan berdasarkan bukti, serta mengevaluasi sumber ketidakpastian dalam penyelidikan. | 3 |
| 50 | — | Melalui pengamatan dan aktivitas fisik sederhana (lomba berpindah posisi duduk), murid dapat membedakan konsep jarak tempuh dan perpindahan beserta satuannya dengan benar. | 3 |
| 51 | — | Melalui kegiatan pengamatan di lingkungan sekitar, murid dapat mengidentifikasi konsep gerak relatif suatu benda terhadap titik acuan yang berbeda dengan tepat. | 3 |
| 52 | — | Melalui penyelidikan percobaan mobil-mobilan sederhana, murid dapat menghitung kecepatan dan kelajuan suatu benda bergerak menggunakan data jarak dan waktu yang terukur. | 3 |
| 53 | — | Melalui percobaan mobil-mobilan, murid dapat mendeskripsikan konsep percepatan sebagai perubahan kecepatan per satuan waktu dan membedakannya dengan kelajuan tetap. | 3 |
| 54 | — | Melalui pengamatan fenomena dan diskusi, murid dapat mengidentifikasi berbagai jenis gaya (gaya otot, gaya pegas, gaya gravitasi, gaya gesek, gaya magnet, gaya mesin) beserta contoh penerapannya dalam teknologi sehari-hari. | 3 |
| 55 | — | Melalui latihan soal dan percobaan sederhana, murid dapat menghitung resultan gaya dari dua gaya atau lebih yang bekerja pada satu benda secara segaris. | 3 |
| 56 | — | Melalui aktivitas 'sulap sains' (menarik taplak meja tanpa menjatuhkan benda), murid dapat menjelaskan konsep kelembaman (inersia) dan merumuskan bunyi Hukum I Newton dengan kata-kata sendiri. | 3 |
| 57 | — | Melalui pengamatan berbagai fenomena, murid dapat menganalisis minimal tiga contoh penerapan Hukum I Newton dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi kendaraan. | 3 |
| 58 | — | Melalui penyelidikan percobaan dengan benda bermassa berbeda, murid dapat menganalisis hubungan antara besar gaya, massa benda, dan percepatan yang dihasilkan sesuai Hukum II Newton (F = m × a). | 3 |
| 59 | — | Melalui pengolahan data percobaan dalam bentuk tabel dan grafik, murid dapat menyimpulkan hubungan proporsional antara gaya dan percepatan serta hubungan berbanding terbalik antara massa dan percepatan. | 3 |
| 60 | — | Melalui percobaan pembuatan alat penyiram tanaman sederhana, murid dapat menjelaskan prinsip gaya aksi dan reaksi pada Hukum III Newton serta mengidentifikasi pasangan gaya aksi-reaksi pada benda. | 3 |
| 61 | — | Melalui kegiatan berkarya produk alat penyiram tanaman, murid dapat mengomunikasikan hasil percobaan secara sistematis dalam laporan singkat yang memuat data, analisis, dan kesimpulan. | 3 |
| 62 | — | Melalui analisis infografik teknologi roket, murid dapat menjelaskan bagaimana prinsip Hukum III Newton, gaya dorong, dan gaya gesek bekerja pada sistem peluncuran roket. | 3 |
| 63 | — | Melalui proyek simulasi roket sederhana, murid dapat merancang dan menguji model roket air atau roket balon dengan menerapkan konsep Hukum Newton serta mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi jarak dan kecepatan tempuhnya. | 3 |
| 64 | — | Melalui asesmen sumatif tertulis, murid dapat menunjukkan pemahaman tentang konsep gerak (jarak, perpindahan, kecepatan, percepatan) dan gaya (macam-macam gaya, resultan gaya, Hukum I–III Newton) serta penerapannya dalam teknologi. | 3 |
| 65 | — | Melalui refleksi akhir bab, murid dapat mengevaluasi capaian belajarnya sendiri terkait keterampilan inkuiri yang telah dilakukan selama pembelajaran Bab 4 dan mengidentifikasi hal yang perlu ditingkatkan. | 3 |