| 1 | — | Murid dapat menjelaskan konsep pengukuran dan peran pentingnya dalam kerja ilmiah berdasarkan pengamatan terhadap fenomena sehari-hari. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengidentifikasi tujuh besaran pokok beserta satuan SI dan dimensinya secara tepat. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menurunkan besaran turunan dari besaran pokok serta menentukan dimensinya secara sistematis. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menuliskan hasil pengukuran dan data numerik menggunakan aturan notasi ilmiah dengan benar. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat mengklasifikasikan berbagai alat ukur (panjang, massa, waktu, suhu, arus listrik, intensitas cahaya, tekanan) berdasarkan besaran yang diukurnya. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat mencocokkan alat ukur yang tepat dengan satuan SI dan dimensi yang sesuai untuk setiap besaran yang diukur. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat mengidentifikasi komponen-komponen jangka sorong beserta fungsinya, termasuk skala utama, skala nonius, dan nilai skala terkecil. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat membaca dan mencatat hasil pengukuran panjang, tebal, dan diameter benda menggunakan jangka sorong secara akurat. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat mengidentifikasi komponen-komponen mikrometer sekrup beserta fungsinya, termasuk skala utama dan skala thimble. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat membaca dan mencatat hasil pengukuran diameter benda menggunakan mikrometer sekrup secara akurat. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat menggunakan neraca, stopwatch, dan termometer dengan prosedur yang benar untuk mendapatkan data pengukuran yang akurat. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat mencatat hasil pengukuran massa, waktu, dan suhu dengan memperhatikan nilai skala terkecil alat ukur yang digunakan. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menentukan jumlah angka penting dari hasil pengukuran berdasarkan aturan angka penting yang berlaku. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menerapkan aturan penjumlahan dan pengurangan angka penting dalam pengolahan data hasil pengukuran. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menerapkan aturan perkalian dan pembagian angka penting dalam pengolahan data hasil pengukuran secara tepat. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menyajikan hasil pengolahan data pengukuran dalam bentuk notasi ilmiah dengan jumlah angka penting yang sesuai. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesalahan pengukuran, meliputi kesalahan sistematis dan kesalahan acak, berdasarkan analisis kasus pengukuran. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menjelaskan cara-cara spesifik untuk meminimalkan kesalahan pengukuran guna meningkatkan kualitas data ilmiah. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat menentukan nilai rata-rata dari data hasil pengukuran berulang menggunakan prosedur perhitungan yang tepat. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menentukan nilai ketidakpastian pengukuran berulang dan menuliskan hasil pengukuran secara lengkap beserta ketidakpastiannya. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah dan membuat prediksi terkait massa jenis benda tak beraturan. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat menyusun rencana percobaan untuk menentukan nilai massa jenis benda tak beraturan, mencakup variabel, alat ukur yang dipilih, dan langkah-langkah operasional. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat melakukan pengukuran massa dan volume benda tak beraturan menggunakan alat ukur yang tepat sesuai rencana percobaan. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat mengolah data hasil pengukuran massa dan volume dalam tabel, menghitung nilai massa jenis beserta ketidakpastiannya dengan menerapkan aturan angka penting. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat mengevaluasi kesimpulan hasil percobaan massa jenis dengan mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan massa jenis benda tak beraturan secara sistematis dalam bentuk laporan percobaan dengan argumen dan bahasa ilmiah yang sesuai. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang sistem pengukuran dalam kerja ilmiah, meliputi besaran, satuan, dimensi, alat ukur, angka penting, notasi ilmiah, dan ketidakpastian pengukuran melalui asesmen sumatif. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat menerapkan keterampilan proses ilmiah (merencanakan penyelidikan, mengolah data, mengevaluasi, dan mengomunikasikan hasil) dalam konteks pengukuran melalui soal asesmen sumatif bab. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menjelaskan alasan virus disebut makhluk peralihan berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya dibandingkan makhluk hidup dan benda mati. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat mengidentifikasi pertanyaan ilmiah yang dapat diselidiki terkait karakteristik virus setelah mengamati fenomena pandemi atau gambar virus. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat mengidentifikasi komponen struktur virus (asam nukleat, kapsid, dan amplop) serta menjelaskan fungsi masing-masing komponen tersebut. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat membedakan bentuk-bentuk virus (heliks, polihedral, sferis/bulat, dan kompleks) melalui telaah gambar atau model, dan mengomunikasikan hasilnya secara sistematis. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat mengurutkan dan menjelaskan tahapan daur litik virus (pelekatan, penetrasi, sintesis, perakitan, lisis) berdasarkan hasil telaah sumber belajar. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat mengolah informasi tahapan daur litik dalam bentuk diagram atau tabel dan menjelaskan hubungan antartahapan berdasarkan bukti dari sumber ilmiah. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menjelaskan tahapan daur lisogenik dan menganalisis perbedaan mendasar antara daur litik dan daur lisogenik, termasuk kondisi peralihan dari lisogenik ke litik. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat mengevaluasi kemungkinan penjelasan alternatif terkait mekanisme replikasi virus dan mengidentifikasi sumber ketidakpastian dalam pemahaman konsep replikasi. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat mengidentifikasi berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus pada manusia, hewan, dan tumbuhan serta menjelaskan mekanisme virus dalam menyebabkan penyakit tersebut. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil telaah peranan negatif virus secara sistematis dalam bentuk laporan atau presentasi dengan argumen yang didukung bukti ilmiah. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat menjelaskan peran positif virus dalam bioteknologi (pembuatan insulin, vaksin, tanaman transgenik, GMO, dan viroterapi) berdasarkan hasil telaah sumber ilmiah. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menganalisis berbagai cara pencegahan penyebaran virus secara fisik, kimia, dan biologi, kemudian menyusun rekomendasi pencegahan yang tepat berdasarkan jenis virusnya. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat merancang dan menyajikan produk kampanye ilmiah (poster, infografis, atau video singkat) tentang pencegahan penyakit akibat virus yang relevan dengan isu di lingkungan sekitar secara sistematis dan berbasis bukti. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat mengevaluasi produk kampanye kelompok lain dengan mengidentifikasi keakuratan konsep virus yang digunakan dan memberikan saran perbaikan yang konstruktif. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang struktur virus, mekanisme replikasi (litik dan lisogenik), serta peranan virus (positif dan negatif) melalui tes sumatif tertulis. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menganalisis kasus atau fenomena terkait virus dalam kehidupan nyata dan menarik kesimpulan berbasis bukti sebagai bagian dari asesmen sumatif. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat mengidentifikasi konsep unsur, senyawa, dan campuran sebagai pengetahuan prasyarat untuk mempelajari struktur atom melalui kegiatan tanya jawab dan asesmen awal. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat mengajukan pertanyaan ilmiah tentang sifat diskontinu materi berdasarkan pengamatan fenomena listrik statis di sekitarnya (Aktivitas 3.1). | 3 |
| 47 | — | Murid dapat mendeskripsikan perkembangan konsep atom dari pandangan filosofis Yunani Kuno hingga postulat teori atom Dalton secara kronologis dan sistematis. | 3 |
| 48 | — | Murid dapat membuktikan bahwa materi bersifat diskontinu melalui Aktivitas 3.2 (membuktikan teori atom Dalton) dan mengomunikasikan hasilnya secara lisan maupun tulisan. | 3 |
| 49 | — | Murid dapat menjelaskan bukti eksperimental penemuan elektron melalui percobaan sinar katode (Teori Atom Thomson) dan penemuan proton melalui percobaan sinar alfa (Teori Atom Rutherford) beserta model atom yang dihasilkan. | 3 |
| 50 | — | Murid dapat mengidentifikasi sifat muatan listrik dan massa elektron serta proton berdasarkan data hasil percobaan (Aktivitas 3.3 dan 3.4) dan menarik kesimpulan berbasis bukti. | 3 |
| 51 | — | Murid dapat menjelaskan penemuan neutron oleh Chadwick dan peranannya dalam menyempurnakan pemahaman tentang partikel penyusun inti atom. | 3 |
| 52 | — | Murid dapat mendeskripsikan model atom Niels Bohr, termasuk konsep lintasan elektron, perpindahan elektron antar kulit, dan perbedaannya dengan model atom sebelumnya. | 3 |
| 53 | — | Murid dapat membuat karya kreatif (lagu, pantun, puisi, atau media lainnya) tentang partikel subatomik dan sifatnya sebagai bentuk komunikasi ilmiah (Aktivitas 3.5). | 3 |
| 54 | — | Murid dapat menggunakan lambang atom, nomor atom, dan nomor massa untuk menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron pada suatu atom atau ion secara tepat. | 3 |
| 55 | — | Murid dapat membedakan konsep ion (kation dan anion) dan isotop suatu unsur berdasarkan perubahan jumlah elektron dan neutron, serta menyelesaikan soal latihan pada Tabel 3.2 (Ayo Berlatih Subbab D). | 3 |
| 56 | — | Murid dapat menuliskan konfigurasi elektron unsur-unsur berdasarkan model atom Niels Bohr dan menentukan elektron valensi dari konfigurasi yang diperoleh. | 3 |
| 57 | — | Murid dapat mengevaluasi konfigurasi elektron yang telah dibuat dengan mengidentifikasi kemungkinan kekeliruan dan memperbaiki hasilnya melalui diskusi kelompok. | 3 |
| 58 | — | Murid dapat menjelaskan organisasi tabel periodik unsur modern berdasarkan golongan dan periode yang ditentukan oleh konfigurasi elektron suatu unsur. | 3 |
| 59 | — | Murid dapat mengklasifikasikan unsur-unsur ke dalam kelompok logam (utama, transisi, aktinida/lantanida), nonlogam, semilogam, dan gas mulia berdasarkan posisinya dalam tabel periodik. | 3 |
| 60 | — | Murid dapat menganalisis kecenderungan jari-jari atom dan energi ionisasi unsur dalam satu golongan dan satu periode pada tabel periodik berdasarkan data yang tersedia. | 3 |
| 61 | — | Murid dapat menyajikan data jari-jari atom dan energi ionisasi dalam bentuk tabel atau grafik serta menjelaskan pola kecenderungannya dengan argumen yang didukung bukti data. | 3 |
| 62 | — | Murid dapat menganalisis kecenderungan afinitas elektron dan keelektronegatifan unsur dalam satu golongan dan satu periode pada tabel periodik berdasarkan data. | 3 |
| 63 | — | Murid dapat membandingkan keempat sifat periodik unsur (jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, keelektronegatifan) dan menjelaskan hubungan antar sifat tersebut secara sistematis. | 3 |
| 64 | — | Murid dapat mengintegrasikan seluruh konsep bab (partikel subatomik, konfigurasi elektron, tabel periodik, sifat periodik) melalui diskusi pemecahan masalah dan latihan soal komprehensif. | 3 |
| 65 | — | Murid dapat mengomunikasikan pemahaman tentang struktur atom dan sifat keperiodikan secara sistematis dan utuh melalui presentasi hasil diskusi kelompok. | 3 |
| 66 | — | Murid dapat menunjukkan penguasaan konsep partikel subatomik, perkembangan model atom, lambang atom, ion, isotop, konfigurasi elektron, tabel periodik, dan sifat keperiodikan unsur melalui tes sumatif tertulis. | 3 |
| 67 | — | Murid dapat melakukan refleksi terhadap proses belajar pada Bab 3 dengan mengidentifikasi konsep yang telah dikuasai dan yang masih perlu diperkuat sebagai dasar tindak lanjut pembelajaran. | 3 |
| 68 | — | Murid dapat mengidentifikasi ciri-ciri reaksi kimia (pembakaran, perkaratan, fermentasi, pengendapan, pembusukan) berdasarkan hasil pengamatan fenomena di sekitar kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 69 | — | Murid dapat menuliskan persamaan reaksi kimia setara sederhana dengan menggunakan lambang unsur dan koefisien yang tepat berdasarkan konsep kekekalan atom. | 3 |
| 70 | — | Murid dapat membandingkan teori logiston dengan hasil percobaan Lavoisier tentang reaksi pembakaran logam, serta menjelaskan alasan ilmiah mengapa teori logiston disanggah. | 3 |
| 71 | — | Murid dapat membuktikan melalui percobaan pembakaran pita magnesium bahwa massa logam bertambah karena bergabung dengan gas oksigen, sebagai dasar pengenalan hukum kekekalan massa. | 3 |
| 72 | — | Murid dapat membuktikan melalui percobaan balon ajaib bahwa massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi sesuai hukum kekekalan massa (Lavoisier). | 3 |
| 73 | — | Murid dapat menganalisis data hasil percobaan untuk menarik kesimpulan tentang berlakunya hukum Lavoisier pada berbagai reaksi kimia sederhana di kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 74 | — | Murid dapat menjelaskan bunyi hukum Proust dan membuktikannya melalui perhitungan perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa yang selalu tetap. | 3 |
| 75 | — | Murid dapat menyelesaikan soal perhitungan sederhana berkaitan dengan hukum Proust untuk menentukan massa unsur atau senyawa dalam suatu reaksi kimia. | 3 |
| 76 | — | Murid dapat menjelaskan dan membuktikan melalui perhitungan hukum Dalton bahwa perbandingan massa salah satu unsur dalam dua senyawa berbeda yang dibentuk oleh dua unsur yang sama merupakan bilangan bulat sederhana. | 3 |
| 77 | — | Murid dapat menjelaskan dan membuktikan melalui perhitungan hukum Gay Lussac bahwa perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat sederhana pada suhu dan tekanan yang sama. | 3 |
| 78 | — | Murid dapat merancang dan melakukan percobaan sederhana (misalnya korosi paku besi atau reaksi air kapur dengan CO₂) untuk membuktikan berlakunya salah satu hukum dasar kimia dalam konteks kehidupan nyata. | 3 |
| 79 | — | Murid dapat mengomunikasikan hasil proyek secara sistematis, mencakup data, analisis, dan kesimpulan tentang hukum dasar kimia yang berlaku pada kasus yang diselidiki. | 3 |
| 80 | — | Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang persamaan reaksi kimia setara dan hukum-hukum dasar kimia (Lavoisier, Proust, Dalton, Gay Lussac) melalui penyelesaian soal asesmen sumatif secara mandiri. | 3 |