Dokumenchevron_rightKKTPchevron_rightIPAchevron_rightKelas 10

KKTP IPA Kelas 10 — Semester 1

KKTPSMAKelas 10ESemester 1

Dokumen KKTP ini membantu guru IPA kelas 10 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN KKTP

KKTP IPA Kelas 10 — Semester 1

IPA · Kelas 10

Semester 1

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

IPA

Semester 1

1. IDENTITAS

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikSemester 1
Pendekatan KKTPrubrik
Semester1

2. INTERVAL NILAI

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
0-5960-6970-8485-100

3. PETUNJUK PENSKORAN

Petunjuk penskoran (deterministik):
• Belum Berkembang (0-59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial.
• Mulai Berkembang (60-69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru.
• Berkembang (70-84): indikator utama tercapai secara mandiri.
• Sangat Berkembang (85-100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru.
Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level.

4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BAB

Kode TP: Bab.Pertemuan.Urutan TP

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
1Murid dapat menjelaskan konsep pengukuran dan peran pentingnya dalam kerja ilmiah berdasarkan pengamatan terhadap fenomena sehari-hari.3
2Murid dapat mengidentifikasi tujuh besaran pokok beserta satuan SI dan dimensinya secara tepat.3
3Murid dapat menurunkan besaran turunan dari besaran pokok serta menentukan dimensinya secara sistematis.3
4Murid dapat menuliskan hasil pengukuran dan data numerik menggunakan aturan notasi ilmiah dengan benar.3
5Murid dapat mengklasifikasikan berbagai alat ukur (panjang, massa, waktu, suhu, arus listrik, intensitas cahaya, tekanan) berdasarkan besaran yang diukurnya.3
6Murid dapat mencocokkan alat ukur yang tepat dengan satuan SI dan dimensi yang sesuai untuk setiap besaran yang diukur.3
7Murid dapat mengidentifikasi komponen-komponen jangka sorong beserta fungsinya, termasuk skala utama, skala nonius, dan nilai skala terkecil.3
8Murid dapat membaca dan mencatat hasil pengukuran panjang, tebal, dan diameter benda menggunakan jangka sorong secara akurat.3
9Murid dapat mengidentifikasi komponen-komponen mikrometer sekrup beserta fungsinya, termasuk skala utama dan skala thimble.3
10Murid dapat membaca dan mencatat hasil pengukuran diameter benda menggunakan mikrometer sekrup secara akurat.3
11Murid dapat menggunakan neraca, stopwatch, dan termometer dengan prosedur yang benar untuk mendapatkan data pengukuran yang akurat.3
12Murid dapat mencatat hasil pengukuran massa, waktu, dan suhu dengan memperhatikan nilai skala terkecil alat ukur yang digunakan.3
13Murid dapat menentukan jumlah angka penting dari hasil pengukuran berdasarkan aturan angka penting yang berlaku.3
14Murid dapat menerapkan aturan penjumlahan dan pengurangan angka penting dalam pengolahan data hasil pengukuran.3
15Murid dapat menerapkan aturan perkalian dan pembagian angka penting dalam pengolahan data hasil pengukuran secara tepat.3
16Murid dapat menyajikan hasil pengolahan data pengukuran dalam bentuk notasi ilmiah dengan jumlah angka penting yang sesuai.3
17Murid dapat mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesalahan pengukuran, meliputi kesalahan sistematis dan kesalahan acak, berdasarkan analisis kasus pengukuran.3
18Murid dapat menjelaskan cara-cara spesifik untuk meminimalkan kesalahan pengukuran guna meningkatkan kualitas data ilmiah.3
19Murid dapat menentukan nilai rata-rata dari data hasil pengukuran berulang menggunakan prosedur perhitungan yang tepat.3
20Murid dapat menentukan nilai ketidakpastian pengukuran berulang dan menuliskan hasil pengukuran secara lengkap beserta ketidakpastiannya.3
21Murid dapat mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah dan membuat prediksi terkait massa jenis benda tak beraturan.3
22Murid dapat menyusun rencana percobaan untuk menentukan nilai massa jenis benda tak beraturan, mencakup variabel, alat ukur yang dipilih, dan langkah-langkah operasional.3
23Murid dapat melakukan pengukuran massa dan volume benda tak beraturan menggunakan alat ukur yang tepat sesuai rencana percobaan.3
24Murid dapat mengolah data hasil pengukuran massa dan volume dalam tabel, menghitung nilai massa jenis beserta ketidakpastiannya dengan menerapkan aturan angka penting.3
25Murid dapat mengevaluasi kesimpulan hasil percobaan massa jenis dengan mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan alternatif.3
26Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan massa jenis benda tak beraturan secara sistematis dalam bentuk laporan percobaan dengan argumen dan bahasa ilmiah yang sesuai.3
27Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang sistem pengukuran dalam kerja ilmiah, meliputi besaran, satuan, dimensi, alat ukur, angka penting, notasi ilmiah, dan ketidakpastian pengukuran melalui asesmen sumatif.3
28Murid dapat menerapkan keterampilan proses ilmiah (merencanakan penyelidikan, mengolah data, mengevaluasi, dan mengomunikasikan hasil) dalam konteks pengukuran melalui soal asesmen sumatif bab.3
29Murid dapat menjelaskan alasan virus disebut makhluk peralihan berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya dibandingkan makhluk hidup dan benda mati.3
30Murid dapat mengidentifikasi pertanyaan ilmiah yang dapat diselidiki terkait karakteristik virus setelah mengamati fenomena pandemi atau gambar virus.3
31Murid dapat mengidentifikasi komponen struktur virus (asam nukleat, kapsid, dan amplop) serta menjelaskan fungsi masing-masing komponen tersebut.3
32Murid dapat membedakan bentuk-bentuk virus (heliks, polihedral, sferis/bulat, dan kompleks) melalui telaah gambar atau model, dan mengomunikasikan hasilnya secara sistematis.3
33Murid dapat mengurutkan dan menjelaskan tahapan daur litik virus (pelekatan, penetrasi, sintesis, perakitan, lisis) berdasarkan hasil telaah sumber belajar.3
34Murid dapat mengolah informasi tahapan daur litik dalam bentuk diagram atau tabel dan menjelaskan hubungan antartahapan berdasarkan bukti dari sumber ilmiah.3
35Murid dapat menjelaskan tahapan daur lisogenik dan menganalisis perbedaan mendasar antara daur litik dan daur lisogenik, termasuk kondisi peralihan dari lisogenik ke litik.3
36Murid dapat mengevaluasi kemungkinan penjelasan alternatif terkait mekanisme replikasi virus dan mengidentifikasi sumber ketidakpastian dalam pemahaman konsep replikasi.3
37Murid dapat mengidentifikasi berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus pada manusia, hewan, dan tumbuhan serta menjelaskan mekanisme virus dalam menyebabkan penyakit tersebut.3
38Murid dapat mengomunikasikan hasil telaah peranan negatif virus secara sistematis dalam bentuk laporan atau presentasi dengan argumen yang didukung bukti ilmiah.3
39Murid dapat menjelaskan peran positif virus dalam bioteknologi (pembuatan insulin, vaksin, tanaman transgenik, GMO, dan viroterapi) berdasarkan hasil telaah sumber ilmiah.3
40Murid dapat menganalisis berbagai cara pencegahan penyebaran virus secara fisik, kimia, dan biologi, kemudian menyusun rekomendasi pencegahan yang tepat berdasarkan jenis virusnya.3
41Murid dapat merancang dan menyajikan produk kampanye ilmiah (poster, infografis, atau video singkat) tentang pencegahan penyakit akibat virus yang relevan dengan isu di lingkungan sekitar secara sistematis dan berbasis bukti.3
42Murid dapat mengevaluasi produk kampanye kelompok lain dengan mengidentifikasi keakuratan konsep virus yang digunakan dan memberikan saran perbaikan yang konstruktif.3
43Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang struktur virus, mekanisme replikasi (litik dan lisogenik), serta peranan virus (positif dan negatif) melalui tes sumatif tertulis.3
44Murid dapat menganalisis kasus atau fenomena terkait virus dalam kehidupan nyata dan menarik kesimpulan berbasis bukti sebagai bagian dari asesmen sumatif.3
45Murid dapat mengidentifikasi konsep unsur, senyawa, dan campuran sebagai pengetahuan prasyarat untuk mempelajari struktur atom melalui kegiatan tanya jawab dan asesmen awal.3
46Murid dapat mengajukan pertanyaan ilmiah tentang sifat diskontinu materi berdasarkan pengamatan fenomena listrik statis di sekitarnya (Aktivitas 3.1).3
47Murid dapat mendeskripsikan perkembangan konsep atom dari pandangan filosofis Yunani Kuno hingga postulat teori atom Dalton secara kronologis dan sistematis.3
48Murid dapat membuktikan bahwa materi bersifat diskontinu melalui Aktivitas 3.2 (membuktikan teori atom Dalton) dan mengomunikasikan hasilnya secara lisan maupun tulisan.3
49Murid dapat menjelaskan bukti eksperimental penemuan elektron melalui percobaan sinar katode (Teori Atom Thomson) dan penemuan proton melalui percobaan sinar alfa (Teori Atom Rutherford) beserta model atom yang dihasilkan.3
50Murid dapat mengidentifikasi sifat muatan listrik dan massa elektron serta proton berdasarkan data hasil percobaan (Aktivitas 3.3 dan 3.4) dan menarik kesimpulan berbasis bukti.3
51Murid dapat menjelaskan penemuan neutron oleh Chadwick dan peranannya dalam menyempurnakan pemahaman tentang partikel penyusun inti atom.3
52Murid dapat mendeskripsikan model atom Niels Bohr, termasuk konsep lintasan elektron, perpindahan elektron antar kulit, dan perbedaannya dengan model atom sebelumnya.3
53Murid dapat membuat karya kreatif (lagu, pantun, puisi, atau media lainnya) tentang partikel subatomik dan sifatnya sebagai bentuk komunikasi ilmiah (Aktivitas 3.5).3
54Murid dapat menggunakan lambang atom, nomor atom, dan nomor massa untuk menentukan jumlah proton, elektron, dan neutron pada suatu atom atau ion secara tepat.3
55Murid dapat membedakan konsep ion (kation dan anion) dan isotop suatu unsur berdasarkan perubahan jumlah elektron dan neutron, serta menyelesaikan soal latihan pada Tabel 3.2 (Ayo Berlatih Subbab D).3
56Murid dapat menuliskan konfigurasi elektron unsur-unsur berdasarkan model atom Niels Bohr dan menentukan elektron valensi dari konfigurasi yang diperoleh.3
57Murid dapat mengevaluasi konfigurasi elektron yang telah dibuat dengan mengidentifikasi kemungkinan kekeliruan dan memperbaiki hasilnya melalui diskusi kelompok.3
58Murid dapat menjelaskan organisasi tabel periodik unsur modern berdasarkan golongan dan periode yang ditentukan oleh konfigurasi elektron suatu unsur.3
59Murid dapat mengklasifikasikan unsur-unsur ke dalam kelompok logam (utama, transisi, aktinida/lantanida), nonlogam, semilogam, dan gas mulia berdasarkan posisinya dalam tabel periodik.3
60Murid dapat menganalisis kecenderungan jari-jari atom dan energi ionisasi unsur dalam satu golongan dan satu periode pada tabel periodik berdasarkan data yang tersedia.3
61Murid dapat menyajikan data jari-jari atom dan energi ionisasi dalam bentuk tabel atau grafik serta menjelaskan pola kecenderungannya dengan argumen yang didukung bukti data.3
62Murid dapat menganalisis kecenderungan afinitas elektron dan keelektronegatifan unsur dalam satu golongan dan satu periode pada tabel periodik berdasarkan data.3
63Murid dapat membandingkan keempat sifat periodik unsur (jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, keelektronegatifan) dan menjelaskan hubungan antar sifat tersebut secara sistematis.3
64Murid dapat mengintegrasikan seluruh konsep bab (partikel subatomik, konfigurasi elektron, tabel periodik, sifat periodik) melalui diskusi pemecahan masalah dan latihan soal komprehensif.3
65Murid dapat mengomunikasikan pemahaman tentang struktur atom dan sifat keperiodikan secara sistematis dan utuh melalui presentasi hasil diskusi kelompok.3
66Murid dapat menunjukkan penguasaan konsep partikel subatomik, perkembangan model atom, lambang atom, ion, isotop, konfigurasi elektron, tabel periodik, dan sifat keperiodikan unsur melalui tes sumatif tertulis.3
67Murid dapat melakukan refleksi terhadap proses belajar pada Bab 3 dengan mengidentifikasi konsep yang telah dikuasai dan yang masih perlu diperkuat sebagai dasar tindak lanjut pembelajaran.3
68Murid dapat mengidentifikasi ciri-ciri reaksi kimia (pembakaran, perkaratan, fermentasi, pengendapan, pembusukan) berdasarkan hasil pengamatan fenomena di sekitar kehidupan sehari-hari.3
69Murid dapat menuliskan persamaan reaksi kimia setara sederhana dengan menggunakan lambang unsur dan koefisien yang tepat berdasarkan konsep kekekalan atom.3
70Murid dapat membandingkan teori logiston dengan hasil percobaan Lavoisier tentang reaksi pembakaran logam, serta menjelaskan alasan ilmiah mengapa teori logiston disanggah.3
71Murid dapat membuktikan melalui percobaan pembakaran pita magnesium bahwa massa logam bertambah karena bergabung dengan gas oksigen, sebagai dasar pengenalan hukum kekekalan massa.3
72Murid dapat membuktikan melalui percobaan balon ajaib bahwa massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi sesuai hukum kekekalan massa (Lavoisier).3
73Murid dapat menganalisis data hasil percobaan untuk menarik kesimpulan tentang berlakunya hukum Lavoisier pada berbagai reaksi kimia sederhana di kehidupan sehari-hari.3
74Murid dapat menjelaskan bunyi hukum Proust dan membuktikannya melalui perhitungan perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa yang selalu tetap.3
75Murid dapat menyelesaikan soal perhitungan sederhana berkaitan dengan hukum Proust untuk menentukan massa unsur atau senyawa dalam suatu reaksi kimia.3
76Murid dapat menjelaskan dan membuktikan melalui perhitungan hukum Dalton bahwa perbandingan massa salah satu unsur dalam dua senyawa berbeda yang dibentuk oleh dua unsur yang sama merupakan bilangan bulat sederhana.3
77Murid dapat menjelaskan dan membuktikan melalui perhitungan hukum Gay Lussac bahwa perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat sederhana pada suhu dan tekanan yang sama.3
78Murid dapat merancang dan melakukan percobaan sederhana (misalnya korosi paku besi atau reaksi air kapur dengan CO₂) untuk membuktikan berlakunya salah satu hukum dasar kimia dalam konteks kehidupan nyata.3
79Murid dapat mengomunikasikan hasil proyek secara sistematis, mencakup data, analisis, dan kesimpulan tentang hukum dasar kimia yang berlaku pada kasus yang diselidiki.3
80Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang persamaan reaksi kimia setara dan hukum-hukum dasar kimia (Lavoisier, Proust, Dalton, Gay Lussac) melalui penyelesaian soal asesmen sumatif secara mandiri.3

5. CATATAN

KKTP ini disusun berdasarkan 8 Tujuan Pembelajaran pada Bab 1 IPA Kelas 10 Fase E. Guru disarankan menggunakan rubrik ini bersama instrumen penilaian yang beragam: tes tertulis untuk TP 1–4, lembar identifikasi/klasifikasi untuk TP 5–6, serta lembar observasi praktikum untuk TP 7–8. Untuk TP 7 dan 8, penilaian keterampilan proses sebaiknya dilakukan saat kegiatan praktikum langsung menggunakan jangka sorong. Murid yang berada pada level Belum Berkembang perlu mendapat program remedial dan pendampingan khusus sebelum melanjutkan ke bab berikutnya.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Dokumen terkait

Perangkat pendamping untuk mapel dan kelas yang sama.

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama KKTP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini telah diverifikasi berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.