| 1 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian dan fungsi teks diskusi dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan teks aural yang diperdengarkan. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat mengidentifikasi konteks penggunaan teks diskusi sebagai sarana menyampaikan gagasan dan pesan secara lisan maupun tulisan. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat menganalisis gagasan, pandangan, dan pesan yang disampaikan dalam teks diskusi berbentuk teks aural (rekaman/video diskusi). | 3 |
| 4 | — | Murid dapat menyebutkan topik, pandangan pro, pandangan kontra, dan resolusi dalam teks diskusi yang disimak. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat menganalisis informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan pesan dalam teks diskusi yang dibaca. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat mengidentifikasi struktur teks diskusi (isu, argumen pro, argumen kontra, dan simpulan/resolusi) dari teks yang dibaca. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menemukan makna tersurat dalam teks diskusi visual dan/atau audiovisual secara tepat. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat menemukan makna tersirat dalam teks diskusi visual dan/atau audiovisual dengan memberikan alasan yang logis. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat menginterpretasi informasi dari teks diskusi untuk mengungkapkan pendapat pro atau kontra secara tertulis dengan alasan yang relevan. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat menghubungkan informasi dalam teks diskusi dengan konteks kehidupan nyata sebagai bentuk ungkapan kepedulian. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat mengevaluasi kualitas argumen dalam teks diskusi berdasarkan ketepatan fakta, logika, dan keruntutan penyampaian gagasan. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat menilai kredibilitas sumber informasi yang digunakan dalam teks diskusi menggunakan sumber informasi pembanding. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat mengidentifikasi kaidah kebahasaan teks diskusi, termasuk penggunaan konjungsi pertentangan dan kata-kata persuasif. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menjelaskan makna denotatif, konotatif, dan kiasan dari kosakata baru yang ditemukan dalam teks diskusi. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat menyusun kerangka teks diskusi yang memuat isu, argumen pro, argumen kontra, dan simpulan/resolusi secara logis dan sistematis. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat mengembangkan kerangka menjadi teks diskusi yang utuh dengan menggunakan kosakata baru bermakna denotatif, konotatif, dan/atau kiasan. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat menyunting teks diskusi yang telah ditulis dari segi struktur, kebahasaan, dan ketepatan argumen secara kritis. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat merevisi teks diskusi berdasarkan hasil suntingan agar lebih logis, kritis, dan menarik. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat mempresentasikan gagasan, pandangan, dan argumen pro/kontra dalam forum diskusi secara lisan dengan percaya diri dan logis. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat merespons argumen peserta lain dalam forum diskusi dengan menyampaikan sanggahan atau dukungan secara santun dan kritis. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat menyajikan teks diskusi dalam bentuk teks multimodal (misalnya poster argumentasi, infografis pro-kontra, atau video pendek) secara kreatif. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat mengungkapkan kepedulian terhadap isu sosial melalui penyajian teks diskusi multimodal dengan pesan yang jelas dan menarik. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menunjukkan kemampuan menganalisis, menginterpretasi, dan mengevaluasi teks diskusi secara tertulis sebagai bukti pencapaian kompetensi membaca dan menyimak. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat menunjukkan kemampuan menulis dan/atau mempresentasikan argumen dalam teks diskusi sebagai bukti pencapaian kompetensi menulis dan berbicara. | 3 |
| 25 | — | Melalui kegiatan menyimak pembacaan pantun, murid dapat mengidentifikasi ciri-ciri pantun (jumlah baris, sampiran, isi, dan pola rima) dari teks pantun yang didengarkan dengan tepat. | 3 |
| 26 | — | Melalui kegiatan menyimak pantun, murid dapat menganalisis unsur intrinsik pantun (sampiran dan isi) dari teks pantun yang dibacakan dengan benar. | 3 |
| 27 | — | Melalui kegiatan membaca teks pantun, murid dapat menganalisis informasi berupa gagasan, arahan, atau pesan yang tersurat dan tersirat dalam pantun dengan tepat. | 3 |
| 28 | — | Melalui kegiatan membaca teks pantun, murid dapat menginterpretasi isi pantun untuk mengungkapkan pendapat atau kepedulian terhadap pesan yang terkandung dalam pantun. | 3 |
| 29 | — | Melalui kegiatan membaca dan diskusi, murid dapat menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis pantun (pantun anak, pantun muda, pantun tua, pantun jenaka, pantun nasihat) beserta contohnya dengan benar. | 3 |
| 30 | — | Melalui kegiatan diskusi, murid dapat menjelaskan fungsi pantun dalam kehidupan sehari-hari sebagai sarana komunikasi, hiburan, dan penyampaian nasihat dengan jelas. | 3 |
| 31 | — | Melalui kegiatan membaca dan mengamati teks, murid dapat menganalisis persamaan dan perbedaan struktur serta ciri-ciri pantun, syair, dan gurindam secara tepat. | 3 |
| 32 | — | Melalui kegiatan membaca teks pantun, syair, dan gurindam, murid dapat mengevaluasi perbedaan fungsi dan isi ketiga bentuk puisi rakyat tersebut dengan alasan yang logis. | 3 |
| 33 | — | Melalui kegiatan membaca dan menganalisis teks pantun, murid dapat membedakan kosakata bermakna denotatif, konotatif, dan kiasan yang digunakan dalam pantun dengan tepat. | 3 |
| 34 | — | Melalui kegiatan analisis teks pantun, murid dapat menginterpretasi makna konotatif dan kiasan dalam baris sampiran dan isi pantun untuk memahami pesan yang disampaikan. | 3 |
| 35 | — | Melalui kegiatan latihan terbimbing, murid dapat menulis pantun sesuai struktur (sampiran dan isi) dan kaidah (empat baris, pola rima a-b-a-b) dengan benar. | 3 |
| 36 | — | Melalui kegiatan menulis pantun, murid dapat menggunakan kosakata baru bermakna denotatif, konotatif, dan kiasan untuk memperindah pantun yang ditulis. | 3 |
| 37 | — | Melalui kegiatan menulis kreatif, murid dapat menulis pantun yang memuat ungkapan kepedulian, nasihat, atau gagasan secara logis, kreatif, dan indah sesuai konteks kehidupan sehari-hari. | 3 |
| 38 | — | Melalui kegiatan menulis pantun, murid dapat menyunting pantun milik sendiri maupun teman berdasarkan kesesuaian struktur, rima, dan kejelasan pesan yang disampaikan. | 3 |
| 39 | — | Melalui kegiatan membaca nyaring, murid dapat membacakan pantun secara lisan dengan lafal, intonasi, dan penghayatan yang tepat di hadapan teman. | 3 |
| 40 | — | Melalui kegiatan melisankan pantun, murid dapat menyajikan ungkapan kepedulian melalui pantun yang dilisankan secara ekspresif dan komunikatif. | 3 |
| 41 | — | Melalui kegiatan menyempurnakan dan memublikasikan pantun, murid dapat mempresentasikan pantun terbaik hasil karyanya dalam bentuk monolog atau pameran karya kepada audiens. | 3 |
| 42 | — | Melalui kegiatan publikasi, murid dapat menyajikan pantun dalam bentuk teks multimodal (poster, majalah dinding, atau unggahan digital) yang memuat ungkapan kepedulian secara kreatif dan menarik. | 3 |
| 43 | — | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan kemampuan menganalisis unsur intrinsik, isi, jenis, dan fungsi pantun secara tertulis dengan tepat. | 3 |
| 44 | — | Melalui asesmen sumatif, murid dapat menulis pantun sesuai struktur dan kaidah yang memuat pesan atau ungkapan kepedulian menggunakan kosakata bermakna denotatif, konotatif, dan kiasan. | 3 |