| 1 | — | Murid dapat menjelaskan pengertian dan fungsi laporan hasil observasi sebagai teks yang mengungkap fakta alam secara objektif berdasarkan teks aural yang disimak. | 3 |
| 2 | — | Murid dapat membandingkan laporan hasil observasi dengan teks deskriptif untuk menemukan perbedaan sifat objektif dan subjektif dalam mengungkap fakta alam. | 3 |
| 3 | — | Murid dapat merumuskan gagasan utama tiap bagian struktur laporan hasil observasi tentang fenomena alam yang disimak dalam bentuk monolog. | 3 |
| 4 | — | Murid dapat mengidentifikasi struktur teks laporan hasil observasi (pernyataan umum, deskripsi bagian, deskripsi manfaat) dari teks yang dibaca secara kritis. | 3 |
| 5 | — | Murid dapat membandingkan informasi berupa gagasan yang akurat dari dua atau lebih teks laporan hasil observasi tentang fenomena alam yang disimak dalam bentuk monolog. | 3 |
| 6 | — | Murid dapat mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dalam laporan hasil observasi tentang fenomena alam untuk menilai kelengkapan dan keakuratan data yang disajikan. | 3 |
| 7 | — | Murid dapat menggunakan teks eksplanasi tentang fenomena alam sebagai sumber pembanding untuk menilai akurasi dan kualitas data dalam laporan hasil observasi yang dibaca. | 3 |
| 8 | — | Murid dapat membandingkan isi laporan hasil observasi dengan teks eksplanasi untuk menentukan tingkat objektivitas informasi yang disajikan tentang fakta alam. | 3 |
| 9 | — | Murid dapat memahami informasi dalam laporan hasil observasi melalui identifikasi kosakata baru dalam konteks topik sains yang digunakan untuk mengungkap fakta alam secara objektif. | 3 |
| 10 | — | Murid dapat mengidentifikasi dan menggunakan kalimat definisi, kalimat deskripsi, serta kata berimbuhan secara tepat sebagai ciri kebahasaan laporan hasil observasi. | 3 |
| 11 | — | Murid dapat merencanakan dan melaksanakan observasi langsung terhadap objek atau fenomena alam di lingkungan sekitar sebagai langkah awal penyusunan laporan hasil observasi yang objektif. | 3 |
| 12 | — | Murid dapat membedakan fakta dan opini dalam data hasil observasi fenomena alam yang dikumpulkan sebagai dasar penulisan laporan yang logis dan etis. | 3 |
| 13 | — | Murid dapat menulis laporan hasil observasi tentang fenomena alam secara logis, kritis, dan etis dengan memperhatikan struktur teks serta unsur kebahasaan yang tepat. | 3 |
| 14 | — | Murid dapat menyertakan kutipan sumber informasi secara tepat dalam laporan hasil observasi untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas data yang disajikan. | 3 |
| 15 | — | Murid dapat mengubah laporan hasil observasi tentang fenomena alam ke dalam format kreatif (infografis, poster, atau video pendek) yang dapat diterbitkan di media cetak maupun elektronik. | 3 |
| 16 | — | Murid dapat menginterpretasi informasi dari laporan hasil observasi tentang fenomena alam untuk mengungkapkan kepedulian terhadap alam melalui produk teks visual atau audiovisual secara kreatif. | 3 |
| 17 | — | Murid dapat mempresentasikan laporan hasil observasi tentang fenomena alam dalam bentuk monolog secara sistematis dan kritis dengan intonasi serta artikulasi yang tepat. | 3 |
| 18 | — | Murid dapat menyesuaikan intonasi dan metode presentasi laporan hasil observasi multimodal dengan minat dan perhatian audiens untuk mengungkapkan kepedulian terhadap fakta alam secara kreatif. | 3 |
| 19 | — | Murid dapat mengevaluasi teks laporan hasil observasi tentang fenomena alam yang disajikan untuk menemukan informasi tersurat dan tersirat serta menilai akurasi datanya menggunakan sumber teks eksplanasi. | 3 |
| 20 | — | Murid dapat menulis atau mempresentasikan laporan hasil observasi tentang fenomena alam secara logis, kritis, dan kreatif sebagai bukti capaian seluruh kompetensi bab ini. | 3 |
| 21 | — | Murid dapat mengevaluasi pesan kritik sosial yang terkandung dalam teks monolog lawakan tunggal yang disimak dengan menyebutkan minimal dua pesan secara tepat. | 3 |
| 22 | — | Murid dapat membedakan pengertian, ciri, dan tujuan teks anekdot sebagai bentuk kritik yang disampaikan secara jenaka berdasarkan teks aural yang disimak. | 3 |
| 23 | — | Murid dapat menentukan struktur teks monolog lawakan tunggal (orientasi, komplikasi, dan koda) dari rekaman atau tayangan yang disimak secara sistematis. | 3 |
| 24 | — | Murid dapat mengevaluasi unsur intrinsik teks anekdot berbentuk teks aural, termasuk tema, tokoh, dan amanat kritik sosial yang disampaikan. | 3 |
| 25 | — | Murid dapat mengevaluasi informasi berupa gagasan dan pesan kritik sosial dari berbagai tipe teks visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna tersurat dan tersirat. | 3 |
| 26 | — | Murid dapat membandingkan akurasi kritik sosial yang disampaikan dalam dua teks berbeda dengan menggunakan sumber informasi lain sebagai pembanding secara kritis. | 3 |
| 27 | — | Murid dapat menginterpretasi informasi dari teks visual dan/atau audiovisual bertema kritik sosial untuk mengungkapkan gagasan serta rasa empati dan kepedulian secara kreatif. | 3 |
| 28 | — | Murid dapat mengidentifikasi dan menggunakan kaidah bahasa kritikan, termasuk pertanyaan retoris dan ungkapan pro/kontra, dalam konteks menyampaikan kritik secara santun. | 3 |
| 29 | — | Murid dapat menulis teks eksposisi hasil penelitian sederhana yang memuat kritik sosial secara logis dan kritis dengan memperhatikan struktur serta kaidah kebahasaan yang tepat. | 3 |
| 30 | — | Murid dapat memublikasikan teks eksposisi kritik sosial yang telah ditulis melalui media elektronik atau digital sebagai bentuk kepedulian terhadap isu di lingkungan sekitar. | 3 |
| 31 | — | Murid dapat mengubah teks anekdot bertema kritik sosial ke dalam bentuk komik potongan (comic strip) dengan mempertahankan pesan kritik, alur, dan unsur humor secara kreatif. | 3 |
| 32 | — | Murid dapat menulis teks multimodal berupa komik potongan yang mengungkapkan kepedulian terhadap isu sosial secara kreatif dan dapat dipublikasikan di media cetak atau digital. | 3 |
| 33 | — | Murid dapat mempresentasikan teks monolog lawakan tunggal berisi kritik sosial secara sistematis, kreatif, dan santun di depan kelas dengan memperhatikan intonasi, ekspresi, dan sikap. | 3 |
| 34 | — | Murid dapat mengungkapkan kepedulian terhadap isu sosial melalui penampilan lawakan tunggal berbentuk monolog secara kreatif dengan menggunakan kaidah bahasa kritikan yang tepat. | 3 |
| 35 | — | Murid dapat menunjukkan kemampuan mengevaluasi pesan dan struktur teks anekdot serta lawakan tunggal, menggunakan kaidah bahasa kritikan, dan menulis atau menyajikan kritik sosial secara jenaka sesuai capaian pembelajaran Bab 2. | 3 |
| 36 | — | Murid dapat menyusun ringkasan dari teks hikayat yang disimak secara lisan dengan mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, alur, latar) dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. | 3 |
| 37 | — | Murid dapat mengungkapkan gagasan awal tentang karakteristik hikayat sebagai cerita lintas zaman melalui diskusi kelompok berdasarkan teks hikayat yang disimak. | 3 |
| 38 | — | Murid dapat menilai dan mengkritisi karakterisasi tokoh serta alur (plot) dalam teks hikayat dengan mengisi tabel analisis dan diagram alur secara kritis. | 3 |
| 39 | — | Murid dapat mengaitkan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam hikayat dengan konteks kehidupan masa lalu dan masa kini secara logis dan bernalar kritis. | 3 |
| 40 | — | Murid dapat menginterpretasi informasi dari teks hikayat dan cerpen untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan (simpati, peduli, empati) terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara kreatif. | 3 |
| 41 | — | Murid dapat membandingkan karakteristik dan nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat dengan cerpen modern sebagai representasi cerita lintas zaman. | 3 |
| 42 | — | Murid dapat memahami dan menerapkan kaidah kebahasaan hikayat dan cerpen sebagai dasar penulisan teks fiksi yang logis dan kreatif. | 3 |
| 43 | — | Murid dapat menulis cerita pendek secara logis, kritis, dan kreatif dengan mengangkat nilai-nilai dari hikayat yang relevan dengan kehidupan masa kini. | 3 |
| 44 | — | Murid dapat menyajikan teks narasi (cerita pendek) dalam bentuk monolog berbantuan media secara runtut dan kreatif di depan kelas. | 3 |
| 45 | — | Murid dapat mempresentasikan cerita pendek yang telah ditulis dengan menggunakan media yang tepat sesuai minat dan perhatian pendengar, serta memublikasikannya di media cetak atau digital. | 3 |
| 46 | — | Murid dapat mengevaluasi unsur intrinsik dan nilai-nilai dalam teks hikayat yang disajikan secara aural maupun tulis sebagai bukti capaian kompetensi menyimak dan membaca pada bab ini. | 3 |
| 47 | — | Murid dapat menulis teks fiksi pendek secara mandiri yang memuat pesan atau nilai dari hikayat dengan memperhatikan kaidah kebahasaan, logika narasi, dan kreativitas sebagai asesmen sumatif bab. | 3 |