Dokumenchevron_rightKKTPchevron_rightAntropologichevron_rightKelas 11

KKTP Antropologi Kelas 11 — Semester 1

KKTPSMAKelas 11FSemester 1

Dokumen KKTP ini membantu guru Antropologi kelas 11 menyiapkan pembelajaran secara sistematis dan selaras dengan Capaian Pembelajaran resmi.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN KKTP

KKTP Antropologi Kelas 11 — Semester 1

Antropologi · Kelas 11

Semester 1

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

ANTROPOLOGI

Semester 1

1. IDENTITAS

Mata PelajaranAntropologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikSemester 1
Tahun Ajaran2026/2027
Pendekatan KKTPrubrik
Semester1

2. INTERVAL NILAI

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
0-5960-6970-8485-100

3. PETUNJUK PENSKORAN

Petunjuk penskoran (deterministik):
• Belum Berkembang (0-59): indikator dasar belum tercapai; perlu intervensi/remedial.
• Mulai Berkembang (60-69): sebagian indikator tercapai dengan bantuan guru.
• Berkembang (70-84): indikator utama tercapai secara mandiri.
• Sangat Berkembang (85-100): melampaui indikator; mampu mentransfer/menjelaskan ke konteks baru.
Nilai numerik dipetakan ke level di atas sesuai interval. Deskripsi rubrik per TP menjelaskan bukti observasi di tiap level.

4. RINGKASAN KETERCAPAIAN PER BAB

Kode TP: Kelas.Bab.Urutan TP — contoh TP 11.1.1 = Kelas 11, Bab 1, TP ke-1. Penomoran ini penunjuk urutan internal dokumen, bukan format baku Pemerintah.

Bab 1 — Berkenalan dengan Antropologi (5 TP)

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
1TP 11.1.1Menjelaskan konsep dasar Antropologi sebagai disiplin keilmuan dan ruang lingkup kajiannya3
2TP 11.1.2Menjelaskan sejarah perkembangan Antropologi sebagai disiplin keilmuan2
3TP 11.1.3Menjelaskan prinsip-prinsip dasar Antropologi yang mencakup native's point of view (pendekatan emik), relativisme budaya, thick description, dan holistik2
4TP 11.1.4Mengaplikasikan pendekatan emik dan etik dalam praktik pengamatan fenomena budaya di lingkungan sekitar3
5TP 11.1.5Menerapkan prinsip relativisme budaya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman nilai dan norma budaya2

Bab 2 — Antropologi Ragawi (5 TP)

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
6TP 11.2.1Menjelaskan konsep dasar Antropologi sebagai disiplin keilmuan dalam ruang lingkup Antropologi Ragawi dan sejarah perkembangannya2
7TP 11.2.2Menganalisis fenomena budaya secara holistik dengan mengintegrasikan konsep keberagaman biologis manusia2
8TP 11.2.3Menerapkan prinsip relativisme budaya dalam memandang keberagaman ragawi manusia pada kehidupan sehari-hari2
9TP 11.2.4Menganalisis temuan studi kasus terapan Antropologi Ragawi dalam penyelesaian permasalahan kemanusiaan3
10TP 11.2.5Merumuskan rekomendasi solusi berbasis temuan keberagaman manusia untuk mempromosikan penghargaan keragaman di komunitas3

Bab 3 — Kebudayaan Zaman Prasejarah (4 TP)

NoKode TPTujuan PembelajaranJumlah Indikator
11TP 11.3.1Menjelaskan konsep dasar kebudayaan pada zaman prasejarah berdasarkan peninggalan kebendaan dan mata pencaharian3
12TP 11.3.2Menganalisis sistem religi dan simbol kepercayaan manusia pada zaman prasejarah melalui bukti peninggalan tradisi megalitikum3
13TP 11.3.3Mengaplikasikan metode penelitian etnografi secara sederhana untuk menghimpun perspektif komunitas lokal terkait pelestarian situs prasejarah3
14TP 11.3.4Menganalisis temuan lapangan dengan membandingkan perspektif emik warga dan etik peneliti terkait pemanfaatan cagar budaya prasejarah3

5. RUBRIK KETERCAPAIAN PER TUJUAN PEMBELAJARAN

Bab 1 — Berkenalan dengan Antropologi

TP 11.1.1: Menjelaskan konsep dasar Antropologi sebagai disiplin keilmuan dan ruang lingkup kajiannya

Indikator Pencapaian:
1. Mendefinisikan pengertian Antropologi dan objek kajian utamanya (manusia dan kebudayaan).
2. Menguraikan empat cabang utama ruang lingkup kajian Antropologi (antropologi ragawi, sosial-budaya, arkeologi, dan linguistik antropologi).
3. Membedakan fokus kajian Antropologi dengan disiplin ilmu sosial lainnya.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mendefinisikan konsep dasar Antropologi maupun menyebutkan ruang lingkup kajiannya.Mampu mendefinisikan pengertian Antropologi secara harfiah, namun masih memerlukan bimbingan dalam mengelompokkan cabang-cabang ruang lingkup kajiannya.Mampu mendefinisikan konsep dasar Antropologi dan menguraikan empat cabang ruang lingkup kajiannya secara tepat dan mandiri.Mampu menjelaskan konsep dasar dan ruang lingkup Antropologi secara komprehensif serta membandingkan karakteristik khas kajian antropologis dengan ilmu sosial lainnya secara kritis.

TP 11.1.2: Menjelaskan sejarah perkembangan Antropologi sebagai disiplin keilmuan

Indikator Pencapaian:
1. Mengidentifikasi empat fase perkembangan disiplin Antropologi menurut Koentjaraningrat.
2. Menjelaskan karakteristik dan tujuan pengkajian Antropologi pada masing-masing fase sejarah perkembangan keilmuan.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengidentifikasi pembagian fase dalam sejarah perkembangan Antropologi.Mampu menyebutkan fase-fase perkembangan Antropologi, namun masih keliru menjelaskan konteks dan tujuan kajian pada tiap fase.Mampu menjelaskan empat fase perkembangan disiplin Antropologi beserta perubahan orientasi keilmuannya (dari era kolonial hingga antropologi akademis/praktis) secara runtut dan mandiri.Mampu menganalisis secara kritis keterkaitan antara dinamika historis global (kolonialisme hingga pascakolonial) dengan pergeseran paradigma ilmiah dalam Antropologi.

TP 11.1.3: Menjelaskan prinsip-prinsip dasar Antropologi yang mencakup native's point of view (pendekatan emik), relativisme budaya, thick description, dan holistik

Indikator Pencapaian:
1. Mendeskripsikan makna prinsip native's point of view (emik), relativisme budaya, thick description, dan pendekatan holistik.
2. Memberikan contoh kontekstual penerapan masing-masing prinsip dasar Antropologi dalam kajian fenomena budaya.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mendeskripsikan pengertian dari prinsip-prinsip dasar Antropologi.Mampu mendeskripsikan 1-2 prinsip dasar Antropologi, namun kesulitan menjelaskan prinsip thick description dan holistik tanpa bantuan guru.Mampu mendeskripsikan keempat prinsip dasar Antropologi (emik, relativisme budaya, thick description, dan holistik) beserta contoh penerapannya secara mandiri.Mampu menguraikan keterkaitan antarkeempat prinsip dasar Antropologi secara mendalam dan menganalisis bagaimana prinsip-prinsip tersebut mencegah bias etnosentrisme dalam memahami budaya.

TP 11.1.4: Mengaplikasikan pendekatan emik dan etik dalam praktik pengamatan fenomena budaya di lingkungan sekitar

Indikator Pencapaian:
1. Mengumpulkan data fenomena budaya lokal menggunakan sudut pandang warga setempat (emik).
2. Menyusun analisis fenomena budaya berdasarkan sudut pandang konseptual pengamat/ilmiah (etik).
3. Membedakan hasil pengamatan berbasis perspektif emik dan etik secara objektif.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mempraktikkan pengamatan dan belum dapat membedakan data emik dari interpretasi etik.Mampu melakukan pengamatan fenomena budaya sekitar, namun catatan laporannya masih mencampuradukkan pandangan warga setempat dengan opini pribadi pengamat.Mampu mengumpulkan data lapangan dan memisahkan secara jelas antara sudut pandang warga setempat (emik) dengan kerangka analisis pengamat (etik) secara mandiri.Mampu mengintegrasikan pendekatan emik dan etik secara proporsional dalam laporan observasi, merefleksikan posisi diri (refleksivitas) peneliti, serta menyajikan temuan yang kaya makna.

TP 11.1.5: Menerapkan prinsip relativisme budaya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman nilai dan norma budaya

Indikator Pencapaian:
1. Menunjukkan sikap menghargai perbedaan tata nilai dan tradisi tanpa menghakimi berdasarkan ukuran budaya sendiri.
2. Mengidentifikasi contoh tindakan non-etnosentris dalam interaksi pergaulan di sekolah dan masyarakat.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Masih menunjukkan kecenderungan etnosentrisme atau menilai tradisi kelompok lain lebih rendah dibanding tradisi sendiri.Menyadari keberagaman norma budaya di sekitarnya, namun masih memerlukan arahan guru untuk menahan prasangka terhadap norma yang berbeda.Mampu menerapkan prinsip relativisme budaya secara konsisten dengan menghargai dan tidak merendahkan praktik kebudayaan kelompok lain dalam interaksi sosial sehari-hari.Mampu secara konsisten mempraktikkan relativisme budaya serta aktif mempromosikan dialog damai dan mengadvokasi toleransi terhadap keberagaman nilai di lingkungan komunitas.

Bab 2 — Antropologi Ragawi

TP 11.2.1: Menjelaskan konsep dasar Antropologi sebagai disiplin keilmuan dalam ruang lingkup Antropologi Ragawi dan sejarah perkembangannya

Indikator Pencapaian:
1. Mendefinisikan pengertian, tujuan, dan sub-bidang kajian Antropologi Ragawi (somatologi, paleoantropologi, dan genetika manusia).
2. Menguraikan sejarah perkembangan kajian fisik manusia dari pengukuran kraniometri/tipologi ras menuju kajian variasi populasi biologis modern.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menjelaskan pengertian Antropologi Ragawi maupun menyebutkan fokus kajiannya.Mampu menyebutkan definisi Antropologi Ragawi secara ringkas, namun kesulitan menguraikan sub-bidang kajian dan sejarah perkembangannya.Mampu menguraikan konsep, cabang kajian Antropologi Ragawi, dan tahapan sejarah perkembangannya secara tepat dan mandiri.Mampu menganalisis evolusi keilmuan Antropologi Ragawi secara mendalam, termasuk pergeseran kritis dari pendekatan rasisme ilmiah/tipologi ras kuno menuju pemahaman genetika modern.

TP 11.2.2: Menganalisis fenomena budaya secara holistik dengan mengintegrasikan konsep keberagaman biologis manusia

Indikator Pencapaian:
1. Menjelaskan hubungan timbal balik antara adaptasi biologis manusia dan pembentukan kebiasaan/budaya setempat (pendekatan biokultural).
2. Menyajikan analisis holistik atas fenomena budaya lokal yang dipengaruhi oleh aspek biologis dan adaptasi lingkungan manusia.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengaitkan konsep ragawi/biologis manusia dengan fenomena budaya yang ada di masyarakat.Mampu menemukan contoh keterkaitan antara fisik manusia dan budaya, namun alur analisis integratifnya masih belum runtut atau membutuhkan arahan.Mampu menganalisis keterkaitan timbal balik antara kondisi biologis/adaptasi ragawi manusia dengan praktik kebudayaan secara holistik dan mandiri.Mampu menyintesis secara komprehensif pendekatan biokultural dalam membedah fenomena kebudayaan kompleks serta menyajikan data pendukung yang relevan dan ilmiah.

TP 11.2.3: Menerapkan prinsip relativisme budaya dalam memandang keberagaman ragawi manusia pada kehidupan sehari-hari

Indikator Pencapaian:
1. Mendekonstruksi stereotip atau prasangka berbasis ciri ragawi/fisik (warna kulit, tekstur rambut, bentuk tubuh) dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menunjukkan sikap inklusif dan anti-diskriminasi fisik/rasial dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Masih melontarkan atau membenarkan lelucon/prasangka berbasis fisik (body shaming atau stereotip rasial).Menyadari bahwa perbedaan fisik adalah hal alami, namun masih ragu atau pasif dalam merespons stereotip fisik di sekitarnya.Mampu menerapkan prinsip relativisme budaya dengan memandang seluruh variasi ciri fisik manusia secara setara serta menolak segala bentuk diskriminasi ragawi secara mandiri.Mampu menjadi pelopor tindakan anti-diskriminasi ragawi, aktif mengedukasi rekan sebaya tentang asal-usul adaptasi variasi fisik, serta membangun iklim pergaulan yang ramah keberagaman.

TP 11.2.4: Menganalisis temuan studi kasus terapan Antropologi Ragawi dalam penyelesaian permasalahan kemanusiaan

Indikator Pencapaian:
1. Mengidentifikasi fokus kajian terapan antropologi ragawi (forensik, bioarkeologi, atau variasi adaptasi fisik) pada studi kasus kemanusiaan.
2. Menelaah hubungan antara data biologis/ragawi dengan identifikasi dan penyelesaian krisis kemanusiaan.
3. Menyimpulkan signifikansi kontribusi keilmuan antropologi ragawi dalam penanganan kasus hukum atau bencana kemanusiaan.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengidentifikasi data ragawi dalam studi kasus kemanusiaan dan membutuhkan bimbingan penuh guru untuk menelaah kasus terapan antropologi ragawi.Mampu menyebutkan bentuk terapan antropologi ragawi dalam studi kasus kemanusiaan, namun analisis korelasi antara bukti ragawi dan penyelesaian masalah masih belum mendalam serta membutuhkan panduan bertahap.Mampu menganalisis temuan data antropologi ragawi secara mandiri dan menguraikan kontribusinya dalam menyelesaikan permasalahan kemanusiaan pada studi kasus secara logis dan runtut.Mampu menganalisis temuan kasus antropologi ragawi secara komprehensif, mengaitkannya dengan aspek etika kemanusiaan serta keadilan sosial, dan merumuskan refleksi kritis berbasis prinsip-prinsip antropologi.

TP 11.2.5: Merumuskan rekomendasi solusi berbasis temuan keberagaman manusia untuk mempromosikan penghargaan keragaman di komunitas

Indikator Pencapaian:
1. Menguraikan variasi fisik manusia sebagai hasil adaptasi biologis dan evolusi lingkungan, bukan hierarki sosial/rasial.
2. Menyusun usulan program atau kampanye berbasis bukti ilmiah ragawi untuk menekan prasangka atau stereotip di lingkungan sekitar.
3. Menyajikan rekomendasi solusi secara terstruktur, realistis, dan berorientasi pada penghormatan harkat manusia.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengaitkan data keragaman hayati manusia dengan pencegahan stereotip fisik, serta usulan yang dibuat belum relevan dengan konteks komunitas.Mampu mengenali fakta variasi fisik manusia, namun rumusan solusi yang diajukan masih bersifat umum, normatif, dan belum sepenuhnya aplikatif di komunitas tanpa bantuan fasilitator.Mampu merumuskan rekomendasi solusi secara mandiri dengan memanfaatkan konsep variasi biologis manusia untuk mempromosikan sikap inklusif dan penghargaan keragaman di komunitas secara logis.Mampu merumuskan rekomendasi aksi/kebijakan komunitas yang inovatif, solutif, berbasis pemahaman antropologis yang kuat, serta dilengkapi strategi mitigasi potensi konflik sosial secara persuasif.

Bab 3 — Kebudayaan Zaman Prasejarah

TP 11.3.1: Menjelaskan konsep dasar kebudayaan pada zaman prasejarah berdasarkan peninggalan kebendaan dan mata pencaharian

Indikator Pencapaian:
1. Mengklasifikasikan peninggalan kebendaan (artefak) sesuai periodisasi zaman prasejarah.
2. Menghubungkan bentuk teknologi alat batu/logam dengan corak sistem mata pencaharian (berburu-meramu, bercocok tanam, perundagian).
3. Menjelaskan proses adaptasi manusia prasejarah terhadap lingkungan hidupnya melalui transformasi budaya kebendaan.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu membedakan peninggalan kebendaan prasejarah dan belum dapat mengaitkannya dengan corak mata pencaharian masyarakat prasejarah.Mampu mengidentifikasi jenis peninggalan kebendaan zaman prasejarah, tetapi penjelasan mengenai hubungannya dengan corak subsistensi atau mata pencaharian masih terfragmentasi dan perlu pancingan pertanyaan.Mampu menjelaskan konsep kebudayaan prasejarah secara utuh dan mandiri dengan memetakan keterkaitan fungsional antara artefak kebendaan dan perkembangan mata pencaharian manusia masa praaksara.Mampu menguraikan dinamika kebudayaan prasejarah secara mendalam, membandingkan pola adaptasi teknologi antarmasa secara kritis, serta mengaitkan jejak teknologi subsistensi tersebut dengan kehidupan masyarakat tradisional saat ini.

TP 11.3.2: Menganalisis sistem religi dan simbol kepercayaan manusia pada zaman prasejarah melalui bukti peninggalan tradisi megalitikum

Indikator Pencapaian:
1. Mengidentifikasi bentuk dan fungsi artefak/bangunan megalitikum (menhir, dolmen, sarkofagus, punden berundak).
2. Menganalisis makna simbolis peninggalan tradisi megalitikum dalam relasinya dengan sistem pemujaan arwah leluhur.
3. Menyimpulkan perkembangan kesadaran spiritual dan kosmologi manusia prasejarah melalui bukti tradisi batu besar.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu mengidentifikasi peninggalan megalitikum serta belum mengenali makna simbolik kepercayaan di balik struktur megalitik tersebut.Mampu mengenali bentuk fisik bangunan megalitikum, tetapi penafsiran mengenai simbol kepercayaan dan sistem religi di baliknya masih bersifat deskriptif permukaan dan memerlukan bimbingan guru.Mampu menganalisis makna simbolis dan fungsi religius bangunan megalitikum dalam kaitannya dengan pemujaan leluhur dan kosmologi prasejarah secara mandiri dan akurat.Mampu membedah dimensi simbolis dan struktur religi megalitikum secara mendalam, serta melacak kesinambungan tradisi megalitikum yang masih hidup (living megalithic tradition) di berbagai kelompok etnis di Indonesia.

TP 11.3.3: Mengaplikasikan metode penelitian etnografi secara sederhana untuk menghimpun perspektif komunitas lokal terkait pelestarian situs prasejarah

Indikator Pencapaian:
1. Menyusun instrumen observasi dan panduan wawancara etnografis yang relevan dengan pelestarian situs budaya prasejarah.
2. Menerapkan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif sederhana kepada narasumber/warga lokal dengan memperhatikan etika penelitian.
3. Mendokumentasikan data lapangan dalam bentuk catatan lapangan (fieldnotes) secara sistematis.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu menyusun instrumen etnografi sederhana maupun menghimpun pandangan warga lokal tanpa arahan langsung di setiap langkah.Mampu membuat instrumen pengumpulan data sederhana dan mewawancarai informan, namun pencatatan lapangan masih kurang terstruktur dan perlu dibimbing dalam menerapkan etika penelitian etnografi.Mampu mengaplikasikan wawancara dan observasi etnografis secara mandiri, beretika, dan menghasilkan catatan lapangan yang memuat perspektif komunitas lokal secara objektif.Mampu mengaplikasikan teknik etnografi lapangan dengan luwes, membangun hubungan saling percaya (rapport) yang efektif dengan narasumber, serta menghasilkan catatan lapangan yang kaya konteks (thick description).

TP 11.3.4: Menganalisis temuan lapangan dengan membandingkan perspektif emik warga dan etik peneliti terkait pemanfaatan cagar budaya prasejarah

Indikator Pencapaian:
1. Mengelompokkan data temuan ke dalam sudut pandang warga setempat (emik) dan perspektif saintifik/regulasi arkeologi (etik).
2. Membandingkan titik temu, perbedaan, dan potensi ketegangan nilai antara pemaknaan emik dan kerangka analisis etik.
3. Menyajikan sintesis kritis terkait model pengelolaan cagar budaya yang akomodatif terhadap hak komunitas lokal dan kaidah ilmiah.

Belum BerkembangMulai BerkembangBerkembangSangat Berkembang
Belum mampu membedakan konsep emik dan etik, serta kesulitan mengklasifikasikan data temuan lapangan terkait pemanfaatan cagar budaya.Mampu membedakan sudut pandang warga dan peneliti secara konseptual, namun analisis perbandingan antara emik dan etik pada temuan lapangan masih minim elaborasi dan membutuhkan pendampingan.Mampu membandingkan perspektif emik warga dan etik peneliti secara mandiri, objektif, dan proporsional dalam konteks pemanfaatan serta pelestarian cagar budaya prasejarah.Mampu menguraikan dialektika emik-etik secara komprehensif, mengkritisi relasi kuasa dalam penentuan makna cagar budaya, serta merumuskan rekomendasi resolusi konflik pelestarian yang berkeadilan budaya.

6. CATATAN

KKTP semester ini mencakup Bab 1 — Berkenalan dengan Antropologi; Bab 2 — Antropologi Ragawi; Bab 3 — Kebudayaan Zaman Prasejarah (total 14 TP). Satu rubrik per TP; gunakan ringkasan per bab untuk administrasi dan rubrik detail per bab untuk mengajar.

Buat soal dari materi ini

Gunakan Generator Soal AI dengan mapel dan kelas yang sudah terisi.

Buat Penilaian dengan AI

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini merangkum komponen utama KKTP yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan, pelaksanaan, dan administrasi pembelajaran.

Cara pakai dokumen ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan identitas sekolah, nama guru, dan kebutuhan kelas. Tinjau kembali isi dokumen agar selaras dengan kalender dan kondisi belajar setempat.

verified_user

Sesuai regulasi terbaru

Dokumen ini disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Keputusan Kepala BSKAP terbaru.