Konsep Kurikulum

Apa Itu KKTP Kurikulum Merdeka untuk Guru SD

Apa itu KKTP Kurikulum Merdeka dijelaskan untuk guru SD: beda dengan KKM, 3 cara menyusun, contoh di kelas, plus tips agar penilaian lebih adil.

Fitria Sri Sadono 8 menit baca· Diperbarui 18 Juli 2026
Ilustrasi guru SD meninjau kriteria penilaian dan checklist asesmen di meja kerja

Kalau kamu guru SD, pertanyaan apa itu KKTP Kurikulum Merdeka sering muncul saat rapat, saat bikin modul ajar, atau saat diminta “isi kriteria penilaian” di format baru. Singkatnya: KKTP adalah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran — acuan yang kita pakai untuk memutuskan apakah murid sudah mencapai tujuan pembelajaran atau masih butuh bantuan.

Artikel ini mengurai KKTP dengan bahasa ruang guru: bedanya dengan KKM, tiga cara menyusun yang umum dipakai, contoh di kelas SD, plus cara menyambungkannya ke perangkat ajar yang sudah kamu punya.

KKTP itu apa, dalam bahasa sehari-hari

Di Kurikulum Merdeka, pembelajaran diarahkan ke Tujuan Pembelajaran (TP). TP itu “murid diharapkan mampu apa” di unit atau rangkaian pertemuan. Nah, KKTP menjawab pertanyaan lanjutan:

“Dari mana kita tahu murid sudah mencapai TP itu?”

Jadi KKTP bukan “nilai minimal universal” seperti KKM dulu. KKTP adalah kriteria yang menjelaskan bukti ketercapaian untuk tujuan yang sedang diajarkan.

Contoh gampang di IPAS kelas 5:

  • TP: Murid dapat mengidentifikasi komponen abiotik dan biotik di lingkungan sekitar sekolah.
  • KKTP (versi deskripsi): Murid tercapai bila mampu menyebutkan minimal 3 abiotik dan 3 biotik dari pengamatan, serta membedakan keduanya dengan alasan singkat.

Lihat bedanya: yang dinilai bukan “lulus mapel IPAS di angka 75”, melainkan apakah bukti belajar untuk TP itu sudah muncul.

Kalau kamu sedang menyusun alur tujuan dulu sebelum kriteria, buka dulu ATP IPAS Kelas 5 supaya TP-nya runtut, baru KKTP-nya “nyangkut” ke tujuan yang jelas.

Beda KKTP dan KKM (supaya tidak ketuker)

Banyak guru masih menyamakan KKTP dengan KKM. Secara fungsi sama-sama “acuan ketercapaian”, tapi logikanya beda.

Aspek · KKM (lama) · KKTP (Kurikulum Merdeka)

Bentuk · Sering angka tunggal per mapel/kelas · Kriteria per Tujuan Pembelajaran

Fokus · Ketuntasan nilai · Ketercapaian tujuan yang diajarkan

Fleksibilitas · Cenderung seragam · Bisa deskripsi, rubrik, atau interval

Tindak lanjut · Remidi “agar naik angka” · Perbaikan sesuai kriteria yang belum muncul

KKM dulu terasa seperti garis lurus: di atas garis = tuntas, di bawah = belum. KKTP lebih mirip daftar bukti. Murid bisa kuat di satu kriteria, masih goyah di kriteria lain, dan kita tahu bagian mana yang perlu ditolong.

Itu sebabnya KKTP lebih cocok dengan asesmen formatif: kita tidak hanya bilang “belum tuntas”, tapi bisa bilang “sudah bisa membedakan abiotik-biotik, belum bisa memberi alasan dari pengamatan”.

Tiga cara menyusun KKTP yang sering dipakai

Tidak ada “satu format sakti” untuk semua mapel. Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka mengarahkan guru memilih pendekatan yang masuk akal untuk tujuan dan bukti belajarnya. Tiga pendekatan yang paling sering muncul di ruang guru:

1. Deskripsi kriteria

Kamu tulis kondisi “tercapai” dalam kalimat yang bisa diamati.

Cocok untuk: TP yang bukti belajarnya jelas (produk, unjuk kerja, penjelasan lisan).

Contoh (Bahasa Indonesia, menulis deskripsi):

Murid tercapai bila menulis deskripsi 4–6 kalimat tentang benda di kelas, memakai minimal 3 kata sifat tepat, dan ejaan dasar terbaca.

2. Rubrik

Kamu pecah kriteria jadi beberapa aspek, lalu level (misalnya: belum berkembang / berkembang / mahir).

Cocok untuk: keterampilan kompleks (presentasi, proyek, diskusi, karya).

Contoh aspek rubrik presentasi IPAS:

  • Isi (apakah data pengamatan muncul)
  • Bahasa (apakah penjelasan runtut)
  • Kerja sama (bila tugas kelompok)

3. Interval nilai

Kamu tetap pakai rentang angka, tapi angka itu dipetakan ke kriteria, bukan angka mengambang.

Cocok untuk: sekolah yang masih butuh rekap skor di rapor/aplikasi, asalkan guru tahu arti tiap rentang.

Contoh interval sederhana:

  • 0–60: belum memenuhi sebagian besar kriteria
  • 61–80: memenuhi kriteria utama dengan bantuan
  • 81–100: memenuhi kriteria secara mandiri dan konsisten

Yang penting: interval bukan ganti kriteria. Angka hanya ringkasan; yang menuntun perbaikan tetap deskripsi/rubrik di baliknya.

[TUGAS EDITOR: sesuaikan contoh interval dengan praktik rapor di sekolahmu; beberapa satuan pendidikan punya format konversi sendiri]

Cara membuat KKTP untuk guru SD (langkah praktis)

Berikut alur yang biasanya paling hemat waktu di jenjang SD.

1. Pastikan TP-nya sudah “bisa dicek”

KKTP jelek biasanya karena TP-nya kabur.

  • Kabur: “Memahami pecahan”
  • Lebih jelas: “Menyajikan pecahan senilai dari gambar bangun datar yang diarsir”

Kalau TP belum rapi, rapikan dulu di ATP atau di modul ajar. Kamu bisa menengok struktur Modul Ajar IPAS Kelas 5 atau Modul Ajar Matematika Kelas 5 untuk melihat bagaimana tujuan dan aktivitas disusun berurutan.

2. Tentukan bukti belajarnya

Tanya: “Kalau murid sudah mampu, kelihatan dari apa?”

Bukti bisa:

  • jawaban lisan singkat
  • hasil LKPD
  • unjuk kerja
  • produk sederhana (poster, diagram, cerita)
  • observasi selama diskusi

Untuk latihan di kelas, LKPD IPAS Kelas 5 sering jadi sumber bukti yang paling praktis karena langsung menampilkan kerja murid.

3. Pilih bentuk KKTP (deskripsi / rubrik / interval)

Pilih yang paling ringan tapi tetap adil:

  • 1 pertemuan singkat → deskripsi 2–4 kriteria cukup
  • proyek multi-pertemuan → rubrik lebih menolong
  • butuh skor rekap → interval + deskripsi di belakangnya

4. Tulis kriteria dengan bahasa teramati

Hindari kata yang susah dibuktikan: “menguasai”, “paham betul”, “berkarakter baik” (tanpa indikator).

Lebih aman:

  • menyebutkan
  • membandingkan
  • membuat
  • menjelaskan dengan contoh
  • memperbaiki setelah umpan balik

5. Siapkan tindak lanjut

KKTP berguna kalau ada “lalu apa?”:

  • murid yang belum: bimbingan singkat / tugas perbaikan terarah
  • murid yang sudah: pengayaan, bukan cuma soal lebih banyak tanpa arah

6. Uji di satu kelas dulu

Coba di satu TP. Kalau kriteria terlalu ketat, hampir semua “belum”. Kalau terlalu longgar, semua “sudah” meski hasilnya campur. Sesuaikan setelah melihat bukti nyata.

[TUGAS EDITOR: tambah 1 cerita singkat dari kelas 5 (mis. saat kriteria terlalu tinggi di topik pecahan / IPAS) agar E-E-A-T lebih kuat]

Contoh KKTP SD (siap diadaptasi)

Contoh A — IPAS kelas 5 (pengamatan lingkungan)

TP: Mengidentifikasi komponen abiotik dan biotik di lingkungan sekolah.

KKTP (deskripsi):

  1. Menyebutkan minimal 3 komponen abiotik dari hasil pengamatan.
  2. Menyebutkan minimal 3 komponen biotik dari hasil pengamatan.
  3. Memberi 1 alasan singkat mengapa suatu benda digolongkan abiotik atau biotik.
  4. Menyusun temuan dalam tabel atau catatan yang terbaca.

Keputusan cepat di kelas:

  • 4 kriteria muncul → tercapai
  • 2–3 kriteria muncul → berkembang (perlu bimbingan pada bagian yang kosong)
  • 0–1 kriteria → belum, fokuskan ulang ke observasi terbimbing

Contoh B — Matematika kelas 5 (pecahan senilai)

TP: Menentukan pecahan senilai dari representasi gambar.

KKTP (rubrik ringkas):

Aspek · Belum · Berkembang · Mahir

Membaca gambar · Belum menandai bagian yang diarsir · Menandai sebagian benar · Menandai bagian diarsir dengan tepat

Menulis pecahan · Pecahan tidak sesuai gambar · Sesuai, tapi belum senilai · Menulis pecahan dan 1 pecahan senilai benar

Penjelasan · Belum bisa menjelaskan · Menjelaskan dengan bantuan · Menjelaskan mandiri dengan kata sendiri

Contoh C — Bahasa Indonesia kelas 5 (ringkasan singkat)

TP: Menuliskan ide pokok paragraf dalam 1–2 kalimat.

KKTP (deskripsi + interval ringkas):

  • Ide pokok tepat dan ringkas (bukan menyalin seluruh paragraf)
  • Bahasa sendiri, terbaca
  • Tidak menambah detail yang tidak ada di teks

Interval contoh: 0–60 belum, 61–80 berkembang (ada bantuan), 81–100 mandiri.

Kesalahan umum saat menyusun KKTP

  1. Menyalin KKM lama jadi “KKTP = 75” tanpa kriteria. Angka tanpa makna tidak menolong umpan balik.
  2. Kriteria terlalu banyak (10 baris untuk 1 pertemuan). Di SD, 3–5 kriteria inti biasanya cukup.
  3. Kriteria tidak cocok dengan aktivitas. Misal TP-nya praktik, tapi KKTP cuma soal pilihan ganda.
  4. Tidak ada ruang “berkembang”. Kurikulum Merdeka menekankan perkembangan; murid jarang lompat dari “nol” ke “sempurna” dalam sehari.
  5. KKTP dibuat belakangan hanya untuk administrasi. Kalau dibuat setelah penilaian, biasanya tidak jujur ke proses belajar.

Menyambungkan KKTP ke perangkat ajar

Supaya tidak dobel kerja, posisikan KKTP di alur yang sudah ada:

  1. CP → arah fase
  2. TP + ATP → tujuan dan urutannya
  3. Modul ajar → aktivitas + asesmen
  4. KKTP → kriteria ketercapaian di asesmen itu
  5. LKPD / unjuk kerja → bukti

Jadi KKTP bukan dokumen terpisah yang “nambah tumpukan”. Ia menempel di asesmen modul ajar. Kalau modul ajarmu sudah ada aktivitas dan asesmen, tinggal pastikan kriteria ketercapaiannya eksplisit.

Kalau kamu ingin mulai dari perangkat yang sudah terstruktur per kelas, mulai dari Modul Ajar IPAS Kelas 5, lalu sesuaikan kriteria dengan kondisi murid di sekolahmu. Tidak perlu perfect di draft pertama.

FAQ singkat

Apakah KKTP wajib angka?

Tidak selalu. Deskripsi dan rubrik sah. Angka/interval boleh dipakai bila sekolah membutuhkannya, asal terhubung ke kriteria.

Apakah satu mapel cukup satu KKTP?

Umumnya tidak. KKTP menempel ke Tujuan Pembelajaran. Satu mapel punya banyak TP, maka kriteria menyesuaikan TP yang sedang diajarkan.

Apa bedanya KKTP dengan indikator soal?

Indikator soal menuntun penyusunan item asesmen. KKTP menuntun keputusan “sudah tercapai atau belum” berdasarkan bukti. Keduanya saling terkait, tapi bukan hal yang sama.

Kalau murid belum mencapai KKTP, apakah otomatis “tidak naik kelas”?

Tidak. KKTP membantu memetakan apa yang belum dikuasai agar ada perbaikan. Keputusan kenaikan kelas melibatkan banyak pertimbangan, bukan satu kriteria unit saja.

Haruskah KKTP sama untuk semua kelas paralel?

Boleh selaras di tingkat sekolah, tapi bukti dan tingkat bantuan bisa beda. Yang penting kriteria tetap adil dan teramati.

Kesimpulan

Jadi, apa itu KKTP Kurikulum Merdeka? Ringkasnya: kriteria yang menjelaskan kapan Tujuan Pembelajaran dianggap tercapai, berdasarkan bukti yang bisa diamati. Ia menggantikan cara berpikir KKM yang terlalu bergantung pada angka tunggal, dan mengajak kita menilai lebih jujur: murid sudah bisa apa, belum bisa apa, dan butuh bantuan di bagian mana.

Kalau mau praktik langsung:

  1. Ambil 1 TP di kelasmu minggu ini.
  2. Tulis 3–4 kriteria teramati.
  3. Samakan dengan aktivitas di modul ajar / LKPD.
  4. Uji di satu pertemuan, lalu rapikan.

Perangkat yang sudah ada di MejaGuru bisa mempercepat langkah 1–3: lihat ATP IPAS Kelas 5 untuk urutan tujuan, lalu Modul Ajar IPAS Kelas 5 dan LKPD IPAS Kelas 5 untuk aktivitas serta bukti belajar. Sesuaikan dengan murid di depanmu — itu bagian yang tidak bisa diganti template apa pun.

[TUGAS EDITOR: (1) verifikasi istilah/format KKTP dengan praktik terbaru di sekolah editor; (2) tambah 1 contoh nyata dari kelas 5; (3) cek apakah sekolah editor lebih sering pakai deskripsi, rubrik, atau interval agar penekanan artikel diselaraskan]

Lanjutkan dari panduan ke dokumen siap pakai

Jelajahi ATP, Modul Ajar, LKPD, dan perangkat guru lain yang bisa langsung Bapak/Ibu sesuaikan.

Buka Perpustakaan Dokumen