MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 3 — Berani Menjadi Sutradara INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Berani Menjadi Sutradara |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 40 menit = 640 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.3.1 Mengidentifikasi karakter tokoh dalam naskah lakon melalui analisis karakteristik dan sosiologis
- TP 9.3.2 Menyusun alur cerita sederhana yang jelas dan mudah dipahami dalam kerangka penyutradaraan
- TP 9.3.3 Mengeksplorasi tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan di lingkungan sekitar
- TP 9.3.4 Merancang tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana serta memanfaatkan teknologi digital
- TP 9.3.5 Memberikan apresiasi dan umpan balik sesuai dengan pengalaman pribadi terhadap rancangan penyutradaraan teman
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana ciri fisik seseorang (seperti usia, postur, atau raut muka) dapat memengaruhi cara ia bereaksi terhadap suatu peristiwa?
- Mengapa seorang sutradara perlu membedah keadaan batin dan watak (psikis) tokoh sebelum menentukan cara tokoh tersebut dimainkan di panggung?
- Bagaimana pekerjaan atau profesi seseorang dapat memengaruhi cara ia berbicara dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari?
- Mengapa seorang sutradara perlu mengetahui latar belakang keluarga, pendidikan, dan status sosial tokoh sebelum mewujudkan lakon ke panggung?
- Bagaimana urutan kejadian dalam sebuah lakon agar penonton dapat memahami cerita secara runtut dan jelas?
- Apa yang terjadi jika peristiwa dalam cerita disusun secara acak tanpa tahapan pengenalan, munculnya masalah, puncak masalah, dan penyelesaian?
- Bagaimana seorang sutradara memetakan tahapan peristiwa lakon ke dalam bentuk bagan visual agar mudah dipahami oleh seluruh kru dan aktor?
- Mengapa setiap babak atau adegan dalam bagan kerangka penyutradaraan harus memiliki peristiwa pemicu dan puncak ketegangan yang jelas?
- Bagaimana sebuah kardus bekas atau ranting kering di halaman sekolah dapat diubah menjadi properti panggung yang memiliki nilai keindahan?
- Elemen rupa apa saja (seperti garis, bentuk, tekstur, atau warna) yang dapat kita ciptakan dari benda-benda di sekitar kita untuk memperkuat suasana pentas?
- Bagaimana aplikasi digital di gawai dapat membantu sutradara membuat sketsa tata letak panggung teater?
- Elemen rupa apa saja yang perlu diatur pada layar digital agar panggung terlihat berkedalaman dan hidup?
- Bagaimana perasaanmu ketika hasil karyamu dihargai dengan jujur dan santun oleh temanmu?
- Mengapa pengalaman kita sendiri saat merancang adegan atau panggung sangat berguna untuk memberi masukan bagi rancangan sutradara teman?
- Bagaimana sebuah buku rancangan penyutradaraan dapat menyatukan gagasan karakter, alur cerita, dan tata artistik secara utuh?
- Mengapa umpan balik tertulis yang jujur dan membangun penting bagi sutradara dalam menyempurnakan rancangan pementasannya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Karakter Tokoh Berdasarkan Dimensi Karakteristik Fisik dan Psikis — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Mengidentifikasi karakter tokoh dalam naskah lakon melalui analisis karakteristik dan sosiologis
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi dimensi fisik (fisiologis) dan watak batin (psikologis) tokoh naskah lakon (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan kutipan deskripsi singkat seorang tokoh: 'Kakek Sura (70 tahun), tubuh bungkuk dengan tatapan mata nanar penuh rasa curiga dan mudah panik'. Murid diminta secara lisan mengelompokkan mana yang termasuk ciri fisik dan mana yang termasuk kondisi psikis (acuan: fisik = 70 tahun, tubuh bungkuk, mata nanar; psikis = penuh rasa curiga, mudah panik) (5 menit).
- Prinsip Menggembirakan: Guru memandu permainan pemanasan singkat 'Tebak Profil Rahasia'. Tiga murid secara bergantian membacakan 2 ciri fisik (misal: rambut ikal, berkacamata) dan 1 sifat psikis (misal: periang dan sabar) dari salah satu rekan sekelas tanpa menyebut nama, lalu teman lain menebak siapa yang dimaksud (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan interaktif guru mengenai 2 dimensi penokohan dalam teater: dimensi fisik/fisiologis (usia, jenis kelamin, postur tubuh, roman muka, ciri khusus) dan dimensi psikis/psikologis (mentalitas, temperamen, tingkat kecerdasan/IQ, emosi batin) (10 menit).
- Murid membaca bersama kutipan naskah lakon pendek 'Pertikaian di Warung Pak Raden' yang menampilkan dialog antara Tokoh A (Pak Raden: pria paruh baya 55 tahun, bicaranya tenang, berhati-hati, sabar, bertubuh tambun) dan Tokoh B (Jaka: pemuda 18 tahun, langkah tergesa, kurus jangkung, temperamen meledak-ledak dan cemas) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok berpasangan (2 orang) untuk menganalisis dan mengidentifikasi rincian ciri fisik dan psikis dari Tokoh Pak Raden dan Tokoh Jaka pada naskah lakon yang dibagikan (15 menit).
- Setiap pasangan menuliskan hasil identifikasinya ke dalam Tabel Karakteristik Tokoh yang memuat kolom: Dimensi Fisiologis (Usia, Ciri Tubuh, Ciri Wajah) dan Dimensi Psikologis (Temperamen, Mentalitas/Emosi) dengan acuan tepat: Pak Raden (Fisik: 55 tahun, tambun; Psikis: tenang, penyabar, berhati-hati) dan Jaka (Fisik: 18 tahun, kurus jangkung, tergesa; Psikis: cemas, temperamen mudah meledak-ledak) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan murid mencocokkan hasil identifikasi kelompoknya dengan penguatan guru di papan tulis, lalu mengevaluasi ketepatan pemilahan antara ciri badaniah luar (fisik) dan kondisi jiwa dalam (psikis) tokoh (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kembali perbedaan mendasar antara identifikasi dimensi fisik (fisiologis) dan psikis (psikologis) tokoh lakon teater (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja pasangan, menyampaikan bahwa dimensi latar belakang sosiologis akan dipelajari pada pertemuan berikutnya, serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, teks cuplikan naskah dilengkapi garis bawah pada kata-kata yang mendeskripsikan ciri fisik dan psikis. Untuk murid yang lebih mahir, disediakan teks naskah polos tanpa penanda visual.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan fisik dan emosi batin didampingi guru melalui pertanyaan penuntun ('apakah ciri ini bisa dilihat langsung oleh mata atau harus dirasakan melalui sifatnya?').
- Produk: Murid boleh mengisi tabel identifikasi karakteristik tokoh dalam bentuk matriks tabel berbutir atau peta konsep visual dua cabang (cabang fisik dan cabang psikis).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Murid mengelompokkan 5 unsur karakter dari deskripsi 'Kakek Sura (70 tahun), tubuh bungkuk dengan tatapan mata nanar penuh rasa curiga dan mudah panik'. Acuan benar: Ciri Fisik = 70 tahun, tubuh bungkuk, mata nanar; Ciri Psikis = penuh rasa curiga, mudah panik.
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja Tabel Karakteristik Tokoh terhadap naskah 'Pertikaian di Warung Pak Raden'. Acuan benar: (1) Tokoh Pak Raden: Fisik mencakup usia 55 tahun dan postur tambun; Psikis mencakup watak tenang, sabar, berhati-hati. (2) Tokoh Jaka: Fisik mencakup usia 18 tahun, postur kurus jangkung, gerak langkah tergesa; Psikis mencakup temperamen mudah meledak-ledak dan kondisi batin cemas.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan 2 butir pada penutup: (1) Sebutkan 2 contoh elemen penokohan yang termasuk dimensi fisik (acuan: usia, bentuk tubuh/roman muka, tinggi/berat badan); (2) Sebutkan 2 contoh elemen yang termasuk dimensi psikis (acuan: temperamen, watak pemarah/penyabar, kecerdasan/emosi batin).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan Tabel Karakteristik Tokoh (Dimensi Fisiologis dan Dimensi Psikologis) secara berpasangan
- Observasi diagnostik lisan pada tahap apersepsi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Dimensi Karakteristik Fisik (Fisiologis) | Belum mampu mengidentifikasi ciri fisik tokoh lakon (0 butir fisik terisi tepat sesuai acuan). | Mengidentifikasi 1-2 ciri fisik tokoh lakon sesuai acuan dengan bantuan guru. | Mengidentifikasi 3-4 ciri fisik tokoh lakon secara tepat sesuai acuan (mencakup usia dan postur kedua tokoh) secara mandiri. | Mengidentifikasi seluruh 5 ciri fisik tokoh lakon secara lengkap dan tepat sesuai acuan (usia, postur, roman muka/gerak kedua tokoh) tanpa kekeliruan. | | Identifikasi Dimensi Karakteristik Psikis (Psikologis) | Belum mampu mengidentifikasi watak atau kondisi psikis tokoh lakon (0 butir psikis terisi tepat sesuai acuan). | Mengidentifikasi 1-2 unsur psikis/watak batin tokoh lakon sesuai acuan dengan bantuan guru. | Mengidentifikasi 3-4 unsur psikis/watak batin tokoh lakon secara tepat sesuai acuan (mencakup temperamen dan emosi kedua tokoh) secara mandiri. | Mengidentifikasi seluruh 5 unsur psikis tokoh lakon secara lengkap dan tepat sesuai acuan (watak tenang, sabar, hati-hati Pak Raden serta temperamen meledak-ledak dan cemas Jaka) tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan pembuka 'Tebak Profil Rahasia' berhasil mengarahkan kepekaan murid dalam memisahkan ciri badaniah luar dan watak batin?
- Apakah murid mengalami kerancuan antara ciri psikis (kejiwaan) dengan latar sosial yang baru akan dipelajari pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah dan paling menantang saat menentukan dimensi fisik versus dimensi batin/psikis seorang tokoh lakon?
- Bagaimana pemahaman tentang ciri fisik dan psikis ini membantumu membayangkan sosok tokoh dalam naskah secara lebih nyata?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Karakter Tokoh Berdasarkan Latar Belakang Sosiologis — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Mengidentifikasi karakter tokoh dalam naskah lakon melalui analisis karakteristik dan sosiologis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi karakter tokoh lakon berdasarkan dimensi sosiologis (pekerjaan, tingkat pendidikan, status sosial, suku/latar belakang, aktivitas sosial, agama/keyakinan) (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang 3 indikator sosiologis dasar dari kutipan teks lakon pendek (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang dimensi sosiologis tokoh dalam seni peran dan penyutradaraan yang mencakup 6 unsur: profesi/pekerjaan, tingkat pendidikan, status sosial/ekonomi, hubungan/aktivitas sosial, latar suku/budaya, dan agama/nilai yang dianut (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) memainkan permainan interaktif 'Kartu Profesi dan Status Tokoh': mencocokkan kutipan dialog kutipan lakon komedi dengan profil sosiologis tokoh yang sesuai (prinsip: Menggembirakan) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berpasangan membaca teks cuplikan naskah lakon 'Rapat Warga Kampung Harapan' yang dibagikan guru, lalu mengidentifikasi 6 unsur dimensi sosiologis dari 2 tokoh (Pak RT dan Slamet) ke dalam Lembar Analisis Sosiologis Tokoh (25 menit).
- Setiap pasangan saling menukar lembar kerja dengan pasangan sebelah untuk saling mencocokkan temuan dimensi sosiologis tokoh berdasarkan teks naskah (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas keterkaitan antara temuan dimensi sosiologis tokoh dengan pemahaman peran sutradara dalam membedah karakter naskah lakon (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan 6 unsur dimensi sosiologis tokoh yang telah diidentifikasi dari naskah lakon (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya (menyusun alur peristiwa lakon), dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks naskah yang kalimat petunjuk sosiologisnya diberi penebalan (bold), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan naskah lakon utuh dengan dialog tersirat.
- Proses: Murid yang mengalami kesulitan dipandu bertahap mulai dari mengidentifikasi pekerjaan dan status sosial terlebih dahulu sebelum ke tingkat pendidikan dan aktivitas sosial.
- Produk: Tingkat kedalaman pengisian: murid pemula mengisi tabel identifikasi dengan frasa/kata kunci langsung dari teks, murid mahir melengkapi dengan simpulan hubungan relasi sosial antartokoh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menyajikan kutipan monolog singkat: 'Sejak lulus STM lima tahun lalu, bengkel kecil inilah tempatku mencari nafkah, melayani para tetangga yang rantai motornya putus.' Murid ditanya secara lisan untuk menyebutkan 3 data sosiologis tokoh: (1) tingkat pendidikan, (2) pekerjaan, (3) aktivitas/lingkungan sosial. Acuan jawaban benar: tingkat pendidikan = lulus STM/menengah kejuruan; pekerjaan = montir/pemilik bengkel motor kecil; aktivitas sosial = berinteraksi dengan warga/tetangga sekitar bengkel.
Proses:- Pengamatan dan penilaian kerja murid saat mengisi Lembar Analisis Sosiologis Tokoh dari teks lakon 'Rapat Warga Kampung Harapan'. Teks lakon memuat kutipan:
- Pak RT: 'Bapak-bapak sekalian, selaku ketua RT yang diamanahkan warga kompleks perumahan ini dan dosen sosiologi di kampus, saya mengajak warga ronda malam tiap Sabtu sesuai kesepakatan paguyuban.'
- Slamet: 'Waduh Pak RT, saya ini buruh angkut pasar induk yang hanya tamatan SD. Tiap Sabtu malam saya lembur membongkar muatan sayur dari desa seberang.'
Acuan identifikasi Tokoh 1 (Pak RT): (1) Profesi: Ketua RT / Dosen sosiologi; (2) Pendidikan: Sarjana/Dosen (pendidikan tinggi); (3) Status sosial: Tokoh masyarakat/kelas menengah; (4) Aktivitas sosial: Mengorganisasi ronda warga dan paguyuban perumahan; (5) Suku/asal: Warga perkotaan/kompleks perumahan; (6) Nilai/keyakinan: Menjunjung musyawarah warga.
Acuan identifikasi Tokoh 2 (Slamet): (1) Profesi: Buruh angkut pasar; (2) Pendidikan: Lulusan SD; (3) Status sosial: Buruh harian/pekerja informal; (4) Aktivitas sosial: Bekerja bersama buruh pasar sayur; (5) Suku/asal: Perantau dari desa seberang; (6) Nilai/keyakinan: Tanggung jawab mencari nafkah keluarga.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (tiket keluar) berisi 2 butir: Murid diminta menentukan dimensi sosiologis tokoh dari cuplikan: 'Ibu Maryam, perawat senior di puskesmas kecamatan, dikenal aktif memimpin perkumpulan arisan ibu-ibu pengajian.' Soal: Tentukan (1) pekerjaan/profesi tokoh, dan (2) salah satu aktivitas sosial tokoh. Acuan jawaban: (1) Profesi = perawat senior puskesmas kecamatan; (2) Aktivitas sosial = pengurus/anggota aktif arisan ibu-ibu atau pengajian.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman konsep dasar unsur sosiologis tokoh
- Penilaian Lembar Analisis Sosiologis Tokoh pada naskah 'Rapat Warga Kampung Harapan' menggunakan rubrik analitis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Karakter Tokoh Berdasarkan Dimensi Sosiologis | Murid mengidentifikasi 1-2 unsur sosiologis tokoh (pekerjaan, pendidikan, status sosial, aktivitas sosial, latar suku, atau nilai) secara tepat sesuai acuan teks lakon. | Murid mengidentifikasi 3-4 unsur sosiologis tokoh secara tepat sesuai acuan teks lakon. | Murid mengidentifikasi 5 unsur sosiologis tokoh secara tepat sesuai acuan teks lakon. | Murid mengidentifikasi seluruh 6 unsur sosiologis tokoh (profesi/pekerjaan, pendidikan, status sosial, aktivitas sosial, latar suku/asal, dan nilai) secara tepat dan lengkap sesuai acuan teks lakon. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks lakon yang dipilih cukup jelas memberikan petunjuk latar belakang sosiologis bagi murid kelas 9?
- Bagian dimensi sosiologis mana yang paling sering tertukar atau sulit diidentifikasi oleh murid?
- Apakah alokasi waktu 2 JP efektif dalam membimbing murid menganalisis sosiologis tokoh secara mandiri dan kolaboratif?
Murid:- Unsur sosiologis apa (pekerjaan, pendidikan, status sosial, aktivitas sosial) yang paling mudah kamu temukan dari teks lakon tadi?
- Bagaimana pemahaman latar sosiologis tokoh membantu kamu membayangkan gaya bicara dan tingkah laku tokoh tersebut di panggung?
Pertemuan 3 — Menyusun Alur Cerita Sederhana Berdasarkan Tahapan Peristiwa Lakon — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.2 Menyusun alur cerita sederhana yang jelas dan mudah dipahami dalam kerangka penyutradaraan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa singkat, dan mengecek kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun alur cerita sederhana yang jelas dan runtut berdasarkan tahapan peristiwa lakon (tahap awal/pemaparan, konflik/masalah, klimaks/puncak, dan peleraian/penyelesaian) (3 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan kuis diagnostik cepat dengan membacakan 4 kalimat peristiwa acak bertema 'Gunung Meletus' berikut: (A) Terdengar letusan menggelegar dan awan panas meluncur, (B) Warga mulai mengungsi ke tempat aman dengan tertib, (C) Tanda bahaya sirine desa berbunyi setelah tanah bergetar pelan, (D) Suasana lereng gunung yang tenang di pagi hari; murid diminta menyusun urutan abjad yang benar secara mandiri pada selembar kertas kecil (acuan urutan benar: D - C - A - B) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai 4 tahapan alur peristiwa lakon sederhana: (1) Tahap Awal (pengenalan situasi/tokoh), (2) Pemunculan Masalah (insiden pemicu ketegangan), (3) Klimaks (puncak pertentangan/peristiwa terbesar), dan (4) Penyelesaian (peleraian atau akhir situasi) (8 menit).
- Permainan 'Baris Alur Berantai': Empat murid perwakilan maju memegang kartu berisi 4 fragmen peristiwa dari cerita 'Telur Purba': Kartu 1: 'Hutan damai dihuni satwa langka yang menjaga telur purba', Kartu 2: 'Pemburu liar menyelinap masuk memasang jebakan', Kartu 3: 'Warga hutan mengepung pemburu yang sedang meraih telur purba hingga terjadi perebutan sengit', Kartu 4: 'Pemburu menyerah dan telur berhasil diselamatkan kembali ke sarangnya'; kelas bersama-sama menyusun urutan berdiri murid dari Kartu 1 sampai Kartu 4 secara tepat dan menggembirakan (acuan: urutan kartu 1 - 2 - 3 - 4) (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja 'Penyusunan Alur Lakon Sederhana' yang memuat satu sinopsis peristiwa aktual di lingkungan sekolah: 'Kehilangan Buku Catatan Rahasia'. Murid mencermati situasi dasar cerita tersebut (5 menit).
- Secara mandiri, murid menyusun alur cerita sederhana yang terdiri atas 4 tahapan peristiwa secara tertulis pada lembar kerja: Tahap Awal (pengenalan tokoh dan latar kelas), Tahap Pemunculan Masalah (buku catatan hilang dan tuduhan muncul), Tahap Klimaks (konfrontasi pembuktian siapa yang membawa buku), dan Tahap Penyelesaian (buku ditemukan tertinggal di perpustakaan dan saling meminta maaf) dengan kriteria runtut, ada keterkaitan sebab-akibat antartahapan, dan kalimat mudah dipahami (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali draf alur cerita yang telah disusun menggunakan daftar periksa mandiri: (1) Apakah sudah ada tahap awal/pengenalan? (2) Apakah ada pemicu masalah? (3) Apakah ada puncak peristiwa? (4) Apakah ada penyelesaian yang jelas? (12 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama prinsip penting dalam menyusun alur cerita, yaitu urutan logis peristiwa dari pengenalan hingga penyelesaian agar cerita jelas dipahami penonton (5 menit).
- Guru memberikan konfirmasi atas capaian belajar murid, mengingatkan bahwa alur yang telah disusun hari ini akan dipindahkan ke dalam bagan kerangka penyutradaraan pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan salam (8 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru menyediakan templat lembar kerja dengan panduan kalimat pemantik di setiap kolom tahapan (misal: 'Pada suatu hari di kelas...', 'Tiba-tiba masalah muncul saat...', 'Ketegangan memuncak ketika...', 'Akhirnya masalah selesai dengan...').
- Proses: Murid yang mahir diarahkan menyusun peristiwa yang memiliki sebab-akibat dramatis lebih tajam pada bagian klimaks secara mandiri penuh tanpa kalimat pemantik bantuan.
- Produk: Semua murid menghasilkan produk yang sama yaitu alur cerita sederhana 4 tahapan peristiwa lakon, dengan variasi kedalaman rincian kejadian sesuai tingkat kemandirian murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis pengurutan 4 peristiwa acak lakon: (A) Terdengar letusan menggelegar dan awan panas meluncur, (B) Warga mulai mengungsi ke tempat aman dengan tertib, (C) Tanda bahaya sirine desa berbunyi setelah tanah bergetar pelan, (D) Suasana lereng gunung yang tenang di pagi hari. Kriteria: Menjawab urutan benar D - C - A - B (Tahap awal -> Pemunculan masalah -> Klimaks -> Penyelesaian).
Proses:- Penilaian penugasan mandiri lembar kerja penyusunan alur cerita lakon sederhana (sinopsis 'Kehilangan Buku Catatan Rahasia'). Kriteria penilaian: memuat lengkap 4 tahapan peristiwa lakon (tahap awal, pemunculan masalah, klimaks, penyelesaian) dengan hubungan sebab-akibat yang runtut dan kalimat yang jelas/mudah dipahami.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif di akhir penugasan: Murid menandai daftar periksa 4 tahapan alur (awal, masalah, klimaks, penyelesaian) pada karyanya dan memastikan tidak ada tahapan yang terbalik atau terlewat sebelum lembar kerja dikumpulkan kepada guru.
Formatif:- Asesmen Awal: Tes singkat penyusunan 4 kalimat peristiwa acak (D - C - A - B)
- Asesmen Proses: Pemeriksaan Lembar Kerja Penyusunan Alur Lakon Sederhana (4 tahapan: awal, pemunculan masalah, klimaks, penyelesaian) menggunakan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Tahapan Peristiwa Lakon (Awal, Masalah, Klimaks, Penyelesaian) | Hanya menyusun 1 tahapan peristiwa atau urutan tahapan tidak memuat struktur alur cerita. | Menyusun 2 dari 4 tahapan peristiwa lakon (misalnya hanya memuat tahap awal dan masalah). | Menyusun 3 dari 4 tahapan peristiwa lakon secara teridentifikasi. | Menyusun lengkap seluruh 4 tahapan peristiwa lakon (awal/pengenalan, masalah, klimaks, dan penyelesaian). | | Keruntutan dan Kejelasan Hubungan Sebab-Akibat Alur Cerita | Urutan antarperistiwa melompat dan tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat peristiwa lakon. | Urutan peristiwa memiliki hubungan sebab-akibat tetapi terdapat bagian alur yang terbalik atau membingungkan. | Urutan peristiwa runtut dan memiliki hubungan sebab-akibat yang logis sebagian besar cerita dengan kalimat yang dapat dipahami. | Urutan seluruh peristiwa runtut, hubungan sebab-akibat antartahapan sangat logis, serta alur cerita disajikan jelas dan mudah dipahami secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu mengidentifikasi dan membedakan antara tahap pemunculan masalah dengan tahap klimaks dalam alur lakon?
- Bagian mana dari langkah penyusunan alur yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Apakah alur cerita yang saya susun sudah memiliki urutan peristiwa yang runtut dari awal sampai penyelesaian?
- Tahapan mana yang paling menantang saat saya menyusun rangkaian peristiwa lakon tadi?
Pertemuan 4 — Menyusun Alur Cerita Sederhana dalam Bagan Kerangka Penyutradaraan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.2 Menyusun alur cerita sederhana yang jelas dan mudah dipahami dalam kerangka penyutradaraan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyusun alur cerita sederhana dalam bagan kerangka penyutradaraan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menjodohkan 3 tahapan alur dramatik dengan definisi ringkasnya pada papan tulis (Tahap 1: Pengenalan/Eksposisi -> Pengantar situasi & tokoh; Tahap 2: Klimaks -> Puncak konflik terbesar; Tahap 3: Resolusi/Penyelesaian -> Penurunan masalah menuju akhir) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati model bagan kerangka penyutradaraan di papan tulis yang memuat 4 kolom utama alur cerita sederhana: (1) Tahapan Lakon [Awal/Eksposisi, Tengah/Komplikasi-Klimaks, Akhir/Resolusi], (2) Peristiwa Utama, (3) Konflik/Pemicu Ketegangan, dan (4) Dampak Kejadian pada Tokoh (10 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat menggembirakan 'Tebak Posisi Adegan': guru membacakan 3 kartu potongan peristiwa acak dari cerita fabel Nusantara: Kartu 1 'Kancil ketahuan mencuri ketimun dan terperangkap', Kartu 2 'Pak Tani memaafkan Kancil dan memberinya bekal', Kartu 3 'Kancil berjalan santai di tepi ladang mencari minum'. Murid secara serempak menunjukkan kartu arah untuk menentukan posisi urutan bagan yang tepat (kunci urutan: Kartu 3 = Awal, Kartu 1 = Tengah/Klimaks, Kartu 2 = Akhir) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Secara berpasangan, murid menerima lembar kerja 'Bagan Kerangka Penyutradaraan Lakon' yang berisi format 4 kolom kosong untuk menyusun alur cerita sederhana bertema kehidupan remaja sekolah (pilihan situasi: kesalahpahaman antarteman, persiapan pentas kelas, atau kejujuran ujian) (5 menit).
- Murid berpasangan menyusun alur cerita sederhana ke dalam bagan kerangka penyutradaraan dengan mengisi secara lengkap dan runtut: peristiwa awal (pengenalan), peristiwa tengah (munculnya komplikasi dan titik puncak klimaks), serta peristiwa akhir (resolusi yang masuk akal dan jelas) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bertukar lembar bagan kerangka penyutradaraan dengan pasangan sebelah untuk saling mengecek apakah perpindahan peristiwa dari awal, klimaks, hingga penyelesaian dalam bagan sudah logis, jelas, dan mudah dipahami alurnya (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya bagan kerangka penyutradaraan sebagai panduan alur cerita lakon yang terstruktur (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menyampaikan informasi topik pertemuan berikutnya mengenai eksplorasi elemen artistik panggung dari bahan sekitar, lalu menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu pemantik peristiwa untuk memandu pengisian 3 babak bagan; murid yang cepat menyusun alur mandiri dengan 4 sub-adegan detail pada bagian komplikasi-klimaks.
- Proses: Bimbingan terarah (scaffolding) diberikan kepada kelompok yang kesulitan menghubungkan sebab-akibat antarperistiwa pada kolom konflik.
- Produk: Murid menyajikan bagan kerangka alur dalam bentuk tabel tertulis rapi atau diagram alur visual berpanah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik menjodohkan 3 tahapan alur dramatik dengan definisi ringkas pada lembar periksa awal (Kunci acuan: 1. Tahap Awal/Eksposisi -> Pengantar situasi awal dan pengenalan tokoh; 2. Tahap Klimaks -> Titik puncak perselisihan/ketegangan tertinggi; 3. Tahap Resolusi -> Cara persoalan diselesaikan menuju akhir lakon).
Proses:- Observasi formatif saat murid berpasangan mengisi 4 kolom bagan alur kerangka penyutradaraan (kriteria ketercapaian: memuat peristiwa awal yang logis, komplikasi menuju klimaks yang jelas, dan penyelesaian yang runtut tanpa adegan terputus).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan keterisian dan kelayakan lembar bagan alur kerangka penyutradaraan berpasangan: memenuhi minimal 3 urutan peristiwa dramatik berkesinambungan (Awal, Klimaks, Akhir) yang jelas dan mudah dipahami.
Formatif:- Penilaian kinerja pengisian lembar kerja 'Bagan Kerangka Penyutradaraan Lakon' menggunakan rubrik ketercapaian alur cerita.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Keruntutan Alur Cerita dalam Bagan Penyutradaraan | Bagan hanya memuat 1 bagian alur (hanya awal atau akhir saja) dan hubungan antarperistiwa belum terlihat jelas. | Bagan memuat 2 bagian alur (misalnya awal dan tengah), namun tahapan penyelesaian akhir belum tersusun secara runtut. | Bagan memuat seluruh 3 tahapan alur (awal, klimaks, akhir) secara lengkap, runtut, jelas, dan mudah dipahami. | Bagan memuat seluruh 3 tahapan alur (awal, klimaks, akhir) secara sangat lengkap dan runtut, disertai rincian pemicu konflik serta dampak kejadian pada tokoh secara terstruktur dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi pengisian format bagan kerangka penyutradaraan 4 kolom dapat dipahami murid dengan mudah?
- Bagian mana dari struktur alur cerita (awal, komplikasi-klimaks, penyelesaian) yang paling banyak memerlukan pendampingan guru?
Murid:- Apakah bagan alur yang saya susun bersama pasangan sudah cukup runtut dan mudah dibayangkan adegannya dari awal hingga akhir?
- Kesulitan apa yang saya hadapi saat menentukan titik puncak (klimaks) cerita ke dalam bagan penyutradaraan?
Pertemuan 5 — Mengeksplorasi Elemen Rupa Sederhana Tata Artistik Panggung dari Bahan Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.3 Mengeksplorasi tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memimpin doa pembuka singkat (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengeksplorasi elemen-elemen rupa sederhana untuk tata artistik panggung menggunakan bahan dari lingkungan sekitar sekolah (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan selembar kardus bekas dan botol plastik, lalu meminta murid menyebutkan 2 elemen rupa sederhana yang bisa ditonjolkan dari bahan tersebut untuk properti panggung (acuan: kardus = tekstur kasar/bidang geometris; botol = garis silinder/transparansi warna) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memandu murid mencermati 4 contoh elemen rupa dasar dalam tata artistik panggung: (1) Garis (dari bilah bambu/tali tambang), (2) Bentuk/Bidang (dari potongan kardus/kotak sepatu), (3) Tekstur (dari permukaan daun kering/kulit jagung/karung goni), dan (4) Warna (dari kain perca/kertas bekas) (10 menit).
- Dalam kelompok kecil (3-4 orang), murid memainkan tantangan seru 'Tebak Potensi Elemen Rupa': guru menunjukkan 3 jenis bahan sekitar (daun pisang kering, botol plastik air mineral, koran bekas) dan tiap kelompok berlomba cepat menuliskan elemen rupa dominan serta potensi fungsinya sebagai objek artistik panggung (acuan: daun pisang = tekstur berserat/warna cokelat alami; botol = bentuk silinder/transparansi; koran = bidang lentur/tekstur cetak) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mengambil kotak eksplorasi bahan yang telah disiapkan (kardus bekas, daun kering, botol plastik, kertas koran, ranting kecil, tali rafia/tambang kecil) untuk diolah secara langsung (5 menit).
- Murid secara berkelompok melakukan eksplorasi fisik dengan menyusun, melipat, merangkai, atau mengombinasikan minimal 2 bahan sekitar menjadi satu bentuk tata artistik panggung sederhana yang mempertimbangkan sedikitnya 3 elemen rupa (garis, bentuk/bidang, tekstur, atau warna) (acuan kriteria: menghasilkan model instalasi/makot latar/properti panggung mini yang memanfaatkan karakteristik fisik bahan sekitar) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok meletakkan hasil eksplorasi tata artistik panggungnya di atas meja masing-masing, kemudian kelompok lain berkeliling mengamati paduan elemen rupa yang terbentuk dari bahan lingkungan sekitar tersebut (7 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan proses eksplorasi: bagaimana karakteristik bahan alami atau limbah sekitar dapat dimaksimalkan untuk menghadirkan efek visual panggung yang kuat tanpa biaya mahal (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari eksplorasi elemen rupa (garis, bentuk, bidang, tekstur, warna) pada bahan sekitar untuk artistik panggung (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan/tertulis singkat tentang identifikasi elemen rupa pada hasil karya kelompok (3 menit).
- Guru menyampaikan kegiatan tindak lanjut untuk pertemuan 6 (merancang tata artistik dengan teknologi digital) dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan variasi bahan: bahan lentur (kertas koran/kain perca), bahan kaku bersudut (kardus/kotak karton), dan bahan alami organik (daun/ranting kering).
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan difasilitasi dengan panduan panduan satu bahan satu elemen rupa terlebih dahulu; kelompok yang lebih mandiri ditantang memadukan 3-4 bahan berbeda sekaligus.
- Produk: Hasil eksplorasi dapat berupa miniatur latar panggung dinding bertekstur, properti simbolik panggung, atau maket elemen dekorasi panggung sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di pembukaan: Menunjukkan 2 benda (kardus bekas dan botol plastik), murid diminta menyebutkan elemen rupa yang menonjol dari benda tersebut untuk kebutuhan panggung teater (acuan: kardus = bidang/tekstur kasar; botol = bentuk silinder/transparansi warna).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan eksplorasi bahan: Mengamati kemampuan murid mengenali dan memadukan minimal 2 jenis bahan sekitar serta mewujudkan minimal 3 elemen rupa (garis, bentuk/bidang, tekstur, atau warna) ke dalam tata artistik panggung sederhana.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Setiap murid menuliskan pada selembar kertas memo 1 bahan sekitar yang dieksplorasi kelompoknya dan 2 elemen rupa yang berhasil ditonjolkan dari bahan tersebut (acuan: jawaban memuat nama bahan lingkungan konkret dan menyebutkan 2 elemen rupa yang sesuai dengan wujud fisiknya, misal ranting pohon = elemen garis dan tekstur kasar).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja eksplorasi bahan lingkungan menjadi elemen rupa tata artistik panggung
- Lembar cek pemahaman identifikasi elemen rupa sederhana
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Elemen Rupa dari Bahan Lingkungan Sekitar | Hanya menggunakan 1 jenis bahan sekitar tanpa mempertimbangkan elemen rupa panggung yang jelas, atau memerlukan bimbingan penuh untuk mengenali elemen rupa bahan. | Menggunakan 1-2 bahan sekitar dan mampu memunculkan 1-2 elemen rupa sederhana (misalnya hanya bentuk atau garis saja), namun eksplorasi artistik belum tampak terstruktur. | Mampu mengeksplorasi minimal 2 jenis bahan lingkungan sekitar secara terpadu dan mewujudkan sedikitnya 3 elemen rupa (garis, bentuk/bidang, tekstur, atau warna) menjadi objek artistik panggung sederhana secara tepat. | Mampu mengeksplorasi lebih dari 2 jenis bahan lingkungan sekitar secara mandiri dan inovatif, memadukan 4 elemen rupa (garis, bentuk/bidang, tekstur, warna) menjadi tata artistik panggung sederhana yang harmonis dan kokoh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penyediaan ragam bahan lingkungan sekitar sudah cukup mendukung keleluasaan murid dalam mengeksplorasi elemen rupa panggung?
- Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok selama tahapan memanipulasi bahan untuk menciptakan efek artistik?
Murid:- Elemen rupa apa yang paling menonjol dan menarik perhatianmu dari bahan bekas atau bahan alam yang kamu olah hari ini?
- Tantangan apa yang kamu hadapi saat mengubah benda sehari-hari di sekitar sekolah menjadi bagian dari tata panggung teater?
Pertemuan 6 — Merancang Tata Artistik Panggung Sederhana dengan Pemanfaatan Teknologi Digital — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.4 Merancang tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana serta memanfaatkan teknologi digital
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merancang tata artistik panggung sederhana dengan mempertimbangkan elemen rupa menggunakan teknologi digital (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang fungsi 4 elemen rupa dasar dalam tata panggung teater: (1) Garis/Bentuk untuk pembatas level lantai, (2) Warna untuk suasana emosi, (3) Tekstur untuk ilusi material latar, dan (4) Ruang untuk blocking gerak aktor (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati demonstrasi guru menggunakan aplikasi desain grafis/sketsa digital sederhana (seperti Canva atau peranti lunak papan sketsa digital) untuk menyusun elemen tata letak panggung tampak atas (floor plan) dan tampak depan (5 menit).
- Murid mengidentifikasi bagaimana elemen-elemen rupa (garis batas, bentuk perabot latar, warna pencahayaan latar, dan komposisi ruang) dapat diwujudkan secara digital melalui fitur bentuk (shapes), palet warna (color palette), dan penataan lapisan (layers) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti tantangan 'Digital Stage Sprint': dalam waktu 5 menit pertama, murid berlomba mengeksplorasi dan memasukkan 3 ikon elemen rupa dasar (bentuk latar, blok warna suasana, dan batas area panggung) di aplikasi digital gawai masing-masing secara antusias (5 menit).
- Murid secara mandiri menyusun rancangan tata artistik panggung digital untuk satu adegan lakon, dengan memasukkan secara lengkap 4 komponen: denah panggung tampak atas, ilustrasi visual tampak depan, palet warna suasana lampu/latar, dan penempatan properti utama panggung (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali rancangan panggung digitalnya menggunakan daftar cek mandiri untuk memastikan kesesuaian elemen garis, bentuk, warna, dan ruang yang telah dirancang (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bagaimana perangkat lunak digital mempermudah sutradara menguji coba elemen rupa panggung sebelum dieksekusi secara fisik (5 menit).
- Guru mengumpulkan berkas/tangkapan layar rancangan digital murid dan menyampaikan bahwa hasil draf ini akan digunakan pada sesi apresiasi di pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan templat kanvas digital berpola grid lantai panggung; murid yang mahir diberikan kanvas kosong dengan tantangan merancang panggung bertingkat (multi-level).
- Proses: Guru memberikan panduan teknis langkah per langkah tombol aplikasi bagi murid yang belum terbiasa, sedangkan murid yang cakap dipersilakan menambahkan efek pencahayaan gradasi digital secara mandiri.
- Produk: Produk akhir berupa berkas gambar rancangan tata artistik panggung digital yang memuat minimal 4 elemen rancangan visual.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta menyebutkan fungsi 4 elemen rupa panggung. Kriteria ketercapaian: (1) Garis/Bentuk = pembuat batas area/struktur dekor, (2) Warna = pembentuk suasana/mood latar, (3) Tekstur = penggambaran karakter bahan permukaan panggung, (4) Ruang = penataan kedalaman area gerak lakon.
Proses:- Observasi guru selama murid merancang di gawai digital: mencatat kemandirian murid dalam menyusun 4 komponen wajib (denah tampak atas, visual tampak depan, skema warna latar, dan letak properti).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan berkas draf rancangan digital murid dengan kriteria operasional penerimaan: memuat denah tata letak panggung tampak atas yang jelas skalanya, visual tampak depan dengan komposisi garis dan bentuk, serta penentuan pilihan warna suasana adegan.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja perancangan tata artistik panggung digital menggunakan rubrik observasi proses
- Daftar cek mandiri kelengkapan 4 elemen rancangan artistik visual pada peranti digital
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perancangan Tata Artistik Panggung Digital | Merancang tata artistik panggung digital dengan hanya memuat 1 dari 4 komponen rancangan (denah tampak atas, visual tampak depan, palet warna, dan letak properti) serta membutuhkan bantuan penuh guru dalam pengoperasian aplikasi digital. | Merancang tata artistik panggung digital dengan memuat 2 dari 4 komponen rancangan secara mandiri, namun elemen rupa (garis, bentuk, warna, ruang) belum tertata proporsional. | Merancang tata artistik panggung digital dengan memuat 3 dari 4 komponen rancangan secara proporsional dan mandiri dengan pemanfaatan fitur aplikasi digital yang tepat. | Merancang tata artistik panggung digital secara mandiri dan lengkap memuat seluruh 4 komponen rancangan (denah tampak atas, visual tampak depan, palet warna, dan letak properti) dengan integrasi elemen rupa (garis, bentuk, warna, ruang) yang sangat harmonis dan detail pada aplikasi digital. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan aplikasi digital berjalan efektif dalam membantu murid memvisualisasikan elemen rupa tata panggung?
- Bagian mana dari pengoperasian aplikasi digital yang paling membutuhkan pendampingan teknis tambahan?
Murid:- Fitur digital apa yang paling membantumu saat merancang tata letak dan warna panggung?
- Elemen rupa apa (garis, bentuk, atau warna) yang menurutmu paling menonjol dalam rancangan panggung digital buatanmu?
Pertemuan 7 — Memberikan Apresiasi dan Umpan Balik terhadap Draf Rancangan Penyutradaraan Teman — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.5 Memberikan apresiasi dan umpan balik sesuai dengan pengalaman pribadi terhadap rancangan penyutradaraan teman
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan meminta setiap murid meletakkan draf buku rancangan penyutradaraan yang sudah dikerjakan di atas meja masing-masing (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang 2 fungsi umpan balik apresiatif dalam teater (apresiasi kelebihan dan saran perbaikan konstruktif) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak panduan guru mengenai teknik apresiasi berbasis formula 'Apresiasi & Saran Konstruktif' yang merujuk pada pengalaman pribadi saat merancang lakon (misalnya: 'Berdasarkan pengalamanku menata lampu/menulis alur, bagian ini sangat menarik karena... dan akan lebih hidup jika...') (10 menit).
- Murid membaca contoh lembar apresiasi model di papan tulis yang memuat catatan kelebihan dan saran perbaikan rancangan penyutradaraan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti aktivitas interaktif gembira 'Estafet Umpan Balik Bertabur Bintang': murid saling bertukar draf rancangan penyutradaraan dengan rekan sebangku atau pasangan yang ditentukan, lalu membaca draf teman dengan saksama (10 menit).
- Murid menuliskan apresiasi (kelebihan karya) dan umpan balik konstruktif (saran perbaikan) pada Lembar Apresiasi Teman berdasarkan pengalaman pribadinya saat menyusun karakter, alur, dan artistik panggung pada pertemuan sebelumnya (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengembalikan draf rancangan beserta Lembar Apresiasi kepada pemiliknya, lalu membacakan catatan apresiasi dan sarannya secara langsung kepada temannya dengan bahasa yang memuliakan dan santun (10 menit).
- Murid penerima umpan balik mencermati masukan yang diterima dan mencatat bagian yang akan disempurnakan untuk persiapan portofolio (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya sikap saling menghargai dan memberi saran yang membangun dalam proses penyutradaraan teater (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap catatan apresiasi murid, menginformasikan bahwa draf yang telah diberi masukan akan dirapikan menjadi Portofolio Buku Rancangan Penyutradaraan pada pertemuan asesmen sumatif berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kalimat pemantik apresiasi bagi murid yang membutuhkan scaffolding bahasa dalam merumuskan umpan balik.
- Proses: Murid yang telah mahir memberikan umpan balik mendalam yang mencakup 3 aspek rancangan sekaligus (karakter, alur, tata panggung), sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan fokus mengapresiasi 1-2 aspek rancangan terlebih dahulu.
- Produk: Catatan apresiasi dan umpan balik dituliskan pada format lembar apresiasi terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan 2 unsur penting dalam memberikan umpan balik pertunjukan/rancangan seni teater agar teman yang dinilai tidak merasa tersinggung dan tahu apa yang harus diperbaiki!' (Kriteria penerimaan/acuan: Murid menyebutkan (1) apresiasi/pujian kelebihan karya dan (2) saran perbaikan/masukan yang membangun).
Proses:- Pemeriksaan pengisian Lembar Apresiasi Murid selama tahap mengaplikasi. Lembar Apresiasi memuat 2 komponen wajib: (1) Catatan Kelebihan (apresiasi terhadap karakter/alur/artistik draf teman yang dihubungkan dengan pengalaman pribadi), dan (2) Catatan Masukan Konstruktif (saran perbaikan konkret tanpa mencela).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif di tahap penutup: Guru memeriksa Lembar Apresiasi yang telah diisi oleh setiap murid. Kriteria ketercapaian: Lembar memuat minimal 1 poin kelebihan rancangan teman dan minimal 1 poin saran perbaikan yang relevan dengan rancangan penyutradaraan.
Formatif:- Penilaian performa pemberian apresiasi dan umpan balik tertulis pada Lembar Apresiasi Rancangan Teman
- Observasi penyampaian umpan balik lisan antarteman
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemberian Apresiasi dan Umpan Balik terhadap Rancangan Penyutradaraan Teman | Belum mampu menuliskan catatan apresiasi kelebihan maupun saran perbaikan rancangan penyutradaraan teman secara jelas, atau catatan masih bernada mencela. | Menuliskan catatan apresiasi kelebihan rancangan penyutradaraan teman, namun belum memberikan saran perbaikan konstruktif, atau sebaliknya. | Menuliskan apresiasi kelebihan dan saran perbaikan konstruktif terhadap draf rancangan penyutradaraan teman dengan santun dan relevan dengan isi draf. | Menuliskan apresiasi kelebihan dan saran perbaikan konstruktif terhadap draf rancangan penyutradaraan teman secara rinci dengan mengaitkannya secara tepat pada pengalaman pribadinya saat merancang karya teater. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah suasana kelas saat murid saling bertukar umpan balik tercipta secara aman, nyaman, dan saling memuliakan tanpa adanya ejekan?
- Apakah instruksi dan format panduan umpan balik membantu murid memberikan masukan yang konkret bagi draf teman?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat memberikan masukan kepada karya temanmu?
- Masukan apa dari teman yang paling bermanfaat untuk menyempurnakan rancangan penyutradaraanmu sendiri?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Mengidentifikasi karakter tokoh dalam naskah lakon melalui analisis karakteristik dan sosiologis
- TP 9.3.2 Menyusun alur cerita sederhana yang jelas dan mudah dipahami dalam kerangka penyutradaraan
- TP 9.3.3 Mengeksplorasi tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan di lingkungan sekitar
- TP 9.3.4 Merancang tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana serta memanfaatkan teknologi digital
- TP 9.3.5 Memberikan apresiasi dan umpan balik sesuai dengan pengalaman pribadi terhadap rancangan penyutradaraan teman
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memfasilitasi penataan ruang kelas menjadi 7 meja kerja kelompok (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir bab serta membacakan panduan teknis penilaian portofolio buku rancangan penyutradaraan dan asesmen silang antarkelompok (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam 7 kelompok (masing-masing 4 murid) menyimak penjelasan guru mengenai 4 komponen wajib dalam Portofolio Buku Rancangan Penyutradaraan: (1) lembar analisis karakter tokoh (karakteristik fisik/psikis & sosiologis), (2) bagan alur peristiwa lakon (pengenalan, konflik, penyelesaian), (3) catatan visual eksplorasi bahan sekitar, dan (4) sketsa digital peletakan tata artistik panggung, serta petunjuk pengisian lembar umpan balik antarkelompok (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas Proyek Kelompok (Durasi 50 menit): Setiap kelompok berkolaborasi secara serentak mengompilasi, menyelaraskan, dan memfinalisasi Buku Rancangan Penyutradaraan kelompok dengan memastikan keempat komponen lengkap dan terpadu (45 menit).
- Tugas Asesmen Silang Individual (Durasi 15 menit dari total alokasi tugas 30 menit): Setiap kelompok saling menukar buku rancangan penyutradaraan sesuai rotasi (Kelompok 1 menelaah milik Kelompok 2, Kelompok 2 ke Kelompok 3, dst., dan Kelompok 7 ke Kelompok 1), lalu setiap murid secara mandiri dan hening mengisi Lembar Umpan Balik dan Apresiasi Tertulis yang memuat ulasan kejelasan karakter tokoh, keruntutan alur lakon, keunikan bahan panggung, sketsa digital, serta saran perbaikan berdasarkan pengalaman belajarnya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Lanjutan Tugas Asesmen Silang (Durasi 15 menit sisa tugas): Murid menyelesaikan catatan umpan balik individual, menyerahkan lembar apresiasi kepada kelompok pemilik karya, dan membaca kembali catatan apresiasi yang diterima dari teman untuk menyadari kekuatan serta hal yang perlu disempurnakan pada rancangan penyutradaraannya (5 menit).
Penutup:- Semua kelompok mengumpulkan dokumen final Buku Rancangan Penyutradaraan beserta bundel lembar umpan balik individu ke meja guru (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas dedikasi dan kerja artistik seluruh murid selama Bab 3 'Berani Menjadi Sutradara', lalu menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan panduan daftar centang (checklist) tata urutan dokumen portofolio bagi kelompok yang memerlukan bantuan pengelolaan tata letak dokumen tanpa mengubah standar isi.
- Proses: Menyediakan pembagian peran yang terstruktur di dalam kelompok (koordinator naskah lakon, penata alur cerita, penata bahan panggung, penata sketsa digital) agar seluruh anggota berkontribusi optimal pada tugas kelompok.
- Produk: Format sketsa digital tata panggung dapat disajikan menggunakan aplikasi desain grafis 2D, peranti lunak presentasi, maupun pemodelan panggung digital sederhana sesuai ketersediaan gawai kelompok.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Portofolio rancangan buku penyutradaraan (director's notebook) dan asesmen silang antarkelompok: Dokumen kompilasi rancangan penyutradaraan kelompok yang memuat analisis karakter, bagan alur cerita, eksplorasi bahan sekitar, sketsa digital tata panggung, serta lembar umpan balik tertulis antarkelompok
- produk proyek kelompok: Buku rancangan penyutradaraan kelompok yang memuat: (1) lembar analisis karakter tokoh (dimensi karakteristik & sosiologis), (2) bagan alur peristiwa lakon (tahapan pengenalan, konflik, penyelesaian), (3) catatan visual pemanfaatan bahan lingkungan untuk tata panggung, dan (4) sketsa/desain digital peletakan tata artistik panggung yang diselesaikan secara kolaboratif serentak oleh seluruh kelompok (dibagi menjadi 7 kelompok beranggotakan 4 murid) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan penyutradaraan)
- penilaian antarteman tertulis serentak: Lembar umpan balik dan apresiasi tertulis yang diisi secara individual oleh seluruh murid secara serentak, berisi tanggapan kritis, ulasan kekuatan, dan saran perbaikan terhadap draf buku rancangan penyutradaraan milik kelompok lain berdasarkan pengalaman belajar (30 menit; individual; instrumen: rubrik lembar umpan balik antarteman)
Sumatif:- Portofolio rancangan buku penyutradaraan (director's notebook) dan asesmen silang antarkelompok: Dokumen kompilasi rancangan penyutradaraan kelompok yang memuat analisis karakter, bagan alur cerita, eksplorasi bahan sekitar, sketsa digital tata panggung, serta lembar umpan balik tertulis antarkelompok
- produk proyek kelompok: Buku rancangan penyutradaraan kelompok yang memuat: (1) lembar analisis karakter tokoh (dimensi karakteristik & sosiologis), (2) bagan alur peristiwa lakon (tahapan pengenalan, konflik, penyelesaian), (3) catatan visual pemanfaatan bahan lingkungan untuk tata panggung, dan (4) sketsa/desain digital peletakan tata artistik panggung yang diselesaikan secara kolaboratif serentak oleh seluruh kelompok (dibagi menjadi 7 kelompok beranggotakan 4 murid) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan penyutradaraan)
- penilaian antarteman tertulis serentak: Lembar umpan balik dan apresiasi tertulis yang diisi secara individual oleh seluruh murid secara serentak, berisi tanggapan kritis, ulasan kekuatan, dan saran perbaikan terhadap draf buku rancangan penyutradaraan milik kelompok lain berdasarkan pengalaman belajar (30 menit; individual; instrumen: rubrik lembar umpan balik antarteman)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Karakter Tokoh (Fisik/Psikis & Sosiologis) [TP 9.3.1] | Memuat analisis kurang dari 2 dimensi karakter (hanya fisik saja atau belum ada dimensi sosiologis). Acuan wajib: (1) fisik, (2) psikis, (3) latar belakang sosiologis. | Memuat 2 dari 3 dimensi karakter secara tepat (misal fisik dan sosiologis tanpa psikis). Acuan wajib: (1) fisik, (2) psikis, (3) latar belakang sosiologis. | Memuat lengkap 3 dimensi karakter tokoh (dimensi fisik, psikis, dan sosiologis) secara tepat sesuai naskah lakon yang dipilih. | Memuat lengkap 3 dimensi karakter tokoh (fisik, psikis, sosiologis) secara mendalam, tepat, serta disertai rincian motivasi tindakan tokoh dalam lakon. | | Bagan Alur Peristiwa Lakon [TP 9.3.2] | Bagan alur lakon hanya memuat 1 tahapan peristiwa (misal hanya pengenalan). Acuan wajib 3 tahapan lakon: (1) pengenalan/eksposisi, (2) puncak konflik/klimaks, (3) penyelesaian/resolusi. | Bagan alur lakon memuat 2 dari 3 tahapan peristiwa (misal pengenalan dan konflik tanpa penyelesaian). Acuan wajib: (1) pengenalan, (2) konflik, (3) penyelesaian. | Bagan alur lakon memuat lengkap seluruh 3 tahapan peristiwa (pengenalan, konflik, penyelesaian) secara runtut, jelas, dan mudah dipahami. | Bagan alur lakon memuat lengkap 3 tahapan peristiwa (pengenalan, konflik, penyelesaian) secara runtut, terperinci dengan ketegangan dramatik yang jelas dan terpadu. | | Eksplorasi Bahan Sekitar untuk Panggung [TP 9.3.3] | Hanya mencatat 1 bahan lingkungan sekitar tanpa deskripsi elemen rupa (garis, bentuk, warna, atau tekstur). | Mencatat 2 bahan lingkungan sekitar dengan mempertimbangkan minimal 1 elemen rupa sederhana secara tepat. | Mencatat minimal 3 jenis bahan dari lingkungan sekitar (seperti kardus bekas, ranting/daun kering, kain perca/plastik daur ulang) dengan pertimbangan elemen rupa sederhana (bentuk, warna, tekstur) yang relevan untuk kebutuhan panggung. | Mencatat minimal 3 jenis bahan dari lingkungan sekitar dengan pertimbangan elemen rupa secara mendalam serta menguraikan kesesuaian fungsinya secara artistik terhadap suasana panggung. | | Rancangan Tata Artistik Panggung Digital [TP 9.3.4] | Sketsa tata artistik panggung belum memanfaatkan media teknologi digital atau tata letak panggung belum terbaca. | Sketsa panggung memanfaatkan teknologi digital namun tata letak elemen panggung (area pemeran, properti utama, latar panggung) belum proporsional. | Merancang tata artistik panggung sederhana memanfaatkan teknologi digital dengan tata letak visual elemen rupa (area akting, set panggung, properti) yang jelas dan proporsional. | Merancang tata artistik panggung memanfaatkan teknologi digital secara presisi, menunjukkan komposisi ruang panggung yang harmonis, pencahayaan, dan tata letak artistik yang fungsional. | | Apresiasi dan Umpan Balik Antarteman [TP 9.3.5] | Memberikan tanggapan umum satu kalimat tanpa merujuk elemen rancangan penyutradaraan teman. | Memberikan ulasan yang menyebutkan kekuatan draf rancangan teman namun belum memuat saran perbaikan konkret. | Memberikan apresiasi tertulis yang memuat ulasan kekuatan serta minimal 1 saran perbaikan yang logis dan relevan berdasarkan pengalaman pribadi terhadap rancangan penyutradaraan kelompok lain. | Memberikan apresiasi tertulis yang memuat analisis kritis kekuatan karya serta minimal 2 saran perbaikan yang sangat operasional dan solutif berdasarkan pengalaman pribadi terhadap rancangan penyutradaraan teman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh instrumen rubrik sumatif dapat memetakan ketercapaian kelima Tujuan Pembelajaran Bab 3 secara objektif dan berkeadilan?
- Bagaimana keterlibatan kolaboratif setiap anggota dalam menghasilkan Buku Rancangan Penyutradaraan yang padu?
- Apakah alokasi waktu 50 menit kerja kelompok dan 30 menit asesmen silang individual terlaksana secara efektif dan tertib?
Murid:- Bagian mana dari Buku Rancangan Penyutradaraan yang paling menantang untuk saya dan kelompok saya selesaikan?
- Apa wawasan baru yang saya peroleh tentang tugas dan tanggung jawab seorang sutradara setelah menyusun buku rancangan dan membaca hasil karya teman?
- Bagaimana umpan balik yang saya berikan kepada kelompok teman mencerminkan pemahaman saya terhadap seni penyutradaraan teater?
SUMBER BELAJAR- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Puskurbuk.
- Lembar Kerja Murid: Tabel Tiga Dimensi Tokoh (Fokus Dimensi Fisiologis dan Dimensi Psikologis).
- Naskah lakon pendek teater realis 'Pertikaian di Warung Pak Raden'.
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SMP/MTs Kelas IX (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2022), Unit 3: Berani Menjadi Sutradara, Tabel Tiga Dimensi Tokoh halaman 176-177
- Naskah lakon pendek 'Rapat Warga Kampung Harapan'
- Kartu permainan 'Kartu Profesi dan Status Tokoh'
- Lembar Kerja Analisis Dimensi Sosiologis Tokoh
- Buku Panduan Guru Seni Teater SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Kartu fragmen peristiwa cerita 'Telur Purba' (4 kartu urutan).
- Lembar Kerja Murid: Bagan Penyusunan Alur Lakon 4 Tahapan.
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022).
- Contoh lembar format bagan kerangka penyutradaraan lakon.
- Kartu peraga cuplikan peristiwa cerita fabel/remaja.
- Buku Panduan Guru Seni Teater SMP Kelas IX (Kemendikbudristek 2022, Unit 3: Berani Menjadi Sutradara)
- Bahan alam dan daur ulang sekitar sekolah: kardus bekas, kertas koran, botol plastik, ranting kayu kering, dedaunan kering, tali/benang
- Alat penunjang artistik: gunting, lem kertas/kayu, selotip/lakban
- Buku Panduan Guru Seni Teater SMP Kelas IX (Kemendikbudristek)
- Gawai/tablet/komputer dengan aplikasi desain grafis gratis (Canva atau sejenisnya)
- Koneksi internet dan lembar panduan ikon tata panggung digital
- Buku Panduan Guru Seni Teater SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022), Unit 3
- Draf Rancangan Penyutradaraan masing-masing murid
- Lembar Kerja/Format Catatan Apresiasi Pertunjukan dan Rancangan Kelas
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
- Contoh Portofolio Buku Rancangan Penyutradaraan (Director's Notebook).
- Aplikasi desain digital sederhana (aplikasi presentasi/grafis ponsel pintar atau laptop).
- Lembar Asesmen Silang Umpan Balik Antarkelompok.
|