MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 2 — Merangkai Cerita Merangkai Peristiwa INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Merangkai Cerita Merangkai Peristiwa |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 40 menit = 640 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.2.1 Mengidentifikasi karakter dalam sebuah cerita melalui peristiwa aktual
- TP 9.2.2 Menyusun alur cerita sederhana yang jelas dan mudah dipahami berdasarkan peristiwa aktual
- TP 9.2.3 Memainkan peran dalam sebuah pertunjukan sederhana di kelas berdasarkan rangkaian cerita peristiwa aktual
- TP 9.2.4 Memberikan apresiasi dan umpan balik sesuai dengan pengalaman pribadi terhadap adegan pertunjukan kelas
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Saat melihat peristiwa nyata yang baru saja terjadi di sekolah, bagaimana kita mengenali sifat atau karakter orang-orang yang terlibat di dalamnya?
- Mengapa mengenali watak tokoh secara tepat menjadi langkah penting sebelum merangkai sebuah cerita teater?
- Bagaimana latar sosial seseorang (seperti pekerjaan, lingkungan tempat tinggal, atau status ekonomi) membentuk cara ia bersikap dalam menghadapi suatu peristiwa?
- Jika kita membaca teks berita tentang aksi gotong royong warga mengatasi banjir, petunjuk apa saja dalam teks yang menunjukkan karakteristik dan watak tokoh yang terlibat?
- Bagaimana sebuah cerita pertunjukan memperkenalkan latar situasi dan tokoh utamanya sebelum masalah besar muncul?
- Apa yang memicu sebuah peristiwa aktual berubah menjadi alur cerita yang memiliki masalah yang jelas?
- Apa yang membuat ketegangan dalam sebuah cerita mencapai titik paling seru atau menegangkan?
- Bagaimana sebuah masalah dalam cerita peristiwa aktual diselesaikan agar alurnya tuntas dan mudah dipahami pembaca?
- Bagaimana gerakan tubuh dan nada suara dapat mengubah seseorang menjadi tokoh lain secara meyakinkan?
- Bagaimana caramu menyampaikan situasi genting dalam peristiwa aktual di sekolah hanya melalui aksi peran langsung?
- Bagaimana cara kita menjaga kekompakan saat memainkan peran bersama kelompok dalam satu panggung?
- Apa yang perlu diperhatikan seorang aktor agar perpindahan antaradegan dalam pertunjukan sederhana kelas berjalan lancar?
- Bagaimana perasaanmu ketika melihat adegan teman yang peristiwanya pernah kamu alami sendiri?
- Mengapa pengalaman pribadimu dapat membantumu memberikan apresiasi dan saran yang bermakna bagi pemeran adegan?
- Bagaimana merangkai peristiwa aktual di sekitar kita menjadi sebuah karakter dan alur cerita pertunjukan teater yang utuh?
- Mengapa penghayatan karakter dalam bermain peran bersama kelompok menentukan kejelasan cerita di atas panggung?
- Bagaimana pengalaman pribadimu saat menyaksikan adegan teman membantumu memberikan apresiasi dan umpan balik yang membangun?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Tokoh dan Watak dalam Cerita Berdasarkan Peristiwa Aktual Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.1 Mengidentifikasi karakter dalam sebuah cerita melalui peristiwa aktual
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi tokoh dan watak karakter dalam cerita drama pendek yang diangkat dari peristiwa aktual di lingkungan sekolah (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat: guru membacakan satu cuplikan peristiwa kantin sekolah ('Rani melihat sampah plastik berserakan di meja kantin, lalu langsung mengambil dan membuangnya ke tempat sampah terpilah'), kemudian meminta murid menyebutkan tokoh dan wataknya (acuan jawaban benar: Tokoh = Rani; Watak = peduli lingkungan/bertanggung jawab/cekatan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai konsep karakter dalam cerita teater (tokoh protagonis, antagonis, atau pendukung) serta cara menganalisis watak melalui ucapan, tindakan, dan reaksi tokoh terhadap peristiwa nyata di sekolah (10 menit).
- Murid secara berkelompok (3-4 orang) membaca Teks Cerita 1 bertema peristiwa aktual sekolah berjudul 'Antrean di Koperasi Kejujuran' yang memuat 3 tokoh: (1) Pak Joko (penjaga koperasi, penyabar dan teliti), (2) Dimas (murid yang terburu-buru dan ceroboh), serta (3) Sarah (murid yang tertib, jujur, dan berani mengingatkan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu cepat 'Tebak Topeng Watak' secara berpasangan: murid mencocokkan 4 kartu kutipan tindakan dengan 4 kartu sifat karakter yang tersedia (Kartu 1: 'Mengembalikan dompet jatuh ke ruang piket' -> Jujur; Kartu 2: 'Menyerobot barisan wudu saat bel berbunyi' -> Tidak sabar/tidak tertib; Kartu 3: 'Menenangkan teman yang menangis karena nilai ulangan' -> Empati/peduli; Kartu 4: 'Menolak diajak menyontek saat ujian' -> Berprinsip teguh) (15 menit).
- Murid dalam kelompok menerima Lembar Analisis Karakter berisi Teks Cerita 2 bertema peristiwa aktual 'Pentas Seni Sekolah yang Nyaris Batal'. Setiap kelompok mengidentifikasi 3 tokoh beserta wataknya berdasarkan bukti tindakan dalam teks: (1) Gilang (ketua panitia: pantang menyerah dan solutif), (2) Maya (bendahara: cemas/pesimistis tetapi teliti), dan (3) Doni (anggota perlengkapan: santai/meremehkan waktu) (acuan: tepat mengidentifikasi ketiga nama tokoh, watak masing-masing, dan kutipan kalimat tindakan pembuktiannya) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompok saling menukarkan lembar kerja untuk mencocokkan hasil identifikasi tokoh dan watak dengan lembar acuan pembanding yang dibuka guru di layar proyektor, lalu mendiskusikan persamaan serta perbedaan temuan watak tokoh (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai cara mengidentifikasi karakter dan watak tokoh dari peristiwa nyata di sekolah (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini serta memberikan asesmen akhir berupa tiket keluar (exit ticket) singkat (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks peristiwa aktual dengan variasi panjang kalimat dan kompleksitas konflik (teks 1 paragraf untuk kelompok yang butuh bimbingan, teks narasi penuh 3 paragraf untuk kelompok mahir).
- Proses: Memberikan panduan kata kunci sifat (bank kata sifat) bagi murid yang membutuhkan perancah (scaffolding), serta menantang murid cepat untuk menganalisis motivasi internal di balik watak tokoh pada teks yang sama.
- Produk: Format penyajian hasil identifikasi karakter dapat berupa tabel isian terstruktur atau diagram jejaring tokoh, dengan kompetensi identifikasi tokoh dan watak yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan singkat di pendahuluan: Guru membacakan satu peristiwa aktual sekolah ('Rani melihat sampah plastik berserakan di meja kantin, lalu langsung mengambil dan membuangnya ke tempat sampah terpilah'). Murid diminta menyebutkan nama tokoh dan wataknya. Acuan jawaban benar: Tokoh = Rani; Watak = peduli lingkungan/tanggung jawab/inisiatif.
Proses:- Formatif kinerja tugas kelompok: Mengidentifikasi tokoh dan watak pada Teks Cerita 2 ('Pentas Seni Sekolah yang Nyaris Batal'). Acuan jawaban lengkap: (1) Tokoh Gilang: watak pantang menyerah/solutif (bukti: mencari genset pengganti saat listrik padam); (2) Tokoh Maya: watak pencemas/pesimistis namun teliti (bukti: panik takut dana rugi tetapi buku kas rapi); (3) Tokoh Doni: watak meremehkan/santai (bukti: menunda sewa kabel hingga hari pelaksanaan).
Akhir Pertemuan:- Tiket keluar (exit ticket): Murid membaca 1 kalimat peristiwa aktual sekolah ('Budi tetap mengakui kesalahannya yang memecahkan pot bunga di depan ruang guru meskipun tidak ada saksi yang melihat'). Murid menuliskan nama tokoh dan 1 watak karakter tokoh tersebut pada selembar kertas. Acuan jawaban benar: Tokoh = Budi; Watak = jujur / ksatria / berani bertanggung jawab.
Formatif:- Penilaian performa kerja kelompok pada Lembar Analisis Karakter (identifikasi 3 tokoh dan wataknya dari teks peristiwa aktual sekolah)
- Observasi partisipasi dan ketepatan pada permainan kartu 'Tebak Topeng Watak'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Tokoh dalam Cerita Peristiwa Aktual | Belum mampu mengidentifikasi tokoh atau hanya menyebutkan 1 dari 3 tokoh pada Teks Cerita 2 secara tepat dengan bimbingan penuh. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 tokoh pada Teks Cerita 2 (Gilang, Maya, Doni) secara tepat. | Mampu mengidentifikasi seluruh 3 tokoh pada Teks Cerita 2 (Gilang, Maya, dan Doni) secara tepat secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh 3 tokoh pada Teks Cerita 2 (Gilang, Maya, Doni) serta peran keterlibatannya dalam peristiwa secara tepat dan mandiri. | | Identifikasi Watak Karakter Berdasarkan Bukti Tindakan | Belum mampu mengidentifikasi watak karakter atau salah mengaitkan watak dengan bukti tindakan pada Teks Cerita 2. | Mampu mengidentifikasi watak 1-2 tokoh pada Teks Cerita 2 disertai bukti tindakan yang sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi watak seluruh 3 tokoh pada Teks Cerita 2 (Gilang: pantang menyerah/solutif; Maya: cemas/teliti; Doni: santai/meremehkan) disertai bukti kutipan tindakan yang sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi watak seluruh 3 tokoh pada Teks Cerita 2 beserta bukti tindakan dan alasan logis pemicu watak tersebut secara tepat dan mendalam. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan teks cerita berbasis peristiwa aktual sekolah memudahkan murid mengidentifikasi watak karakter secara realistis?
- Bagian mana dari kegiatan identifikasi karakter yang paling memicu penalaran kritis murid dalam membedakan watak tokoh?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah dan paling menantang saat kamu menebak watak tokoh dari peristiwa nyata di sekolah?
- Setelah kegiatan hari ini, tanda-tanda apa saja dari tindakan seseorang yang membantumu mengenali karakternya?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Karakteristik dan Latar Sosial Tokoh dalam Cerita Berdasarkan Berita Aktual — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.1 Mengidentifikasi karakter dalam sebuah cerita melalui peristiwa aktual
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan presensi, lalu menyampaikan tujuan pertemuan yaitu mengidentifikasi karakteristik fisik/watak dan latar sosial tokoh dalam cerita berbasis peristiwa berita aktual (3 menit).
- Murid menyimak diagnostik awal singkat: Guru membacakan cuplikan berita 3 kalimat: 'Pak Badar (48 tahun), seorang pemulung bertubuh kurus berkaus lusuh, mengembalikan tas berisi uang Rp50 juta yang ditemukannya di tempat pembuangan sampah kepada pemiliknya tanpa meminta imbalan sedikit pun.' Murid secara lisan mengidentifikasi nama tokoh, ciri fisik, watak, dan latar sosialnya (acuan: Tokoh = Pak Badar; Fisik = 48 tahun, kurus, berkaus lusuh; Watak = jujur/amanah/ikhlas; Latar sosial = pemulung/masyarakat ekonomi bawah) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati pemodelan guru di papan tulis mengenai cara mengidentifikasi dua dimensi karakter tokoh dalam cerita berbasis berita aktual: dimensi karakteristik personal (ciri fisik, usia, perangai/watak) dan dimensi sosiologis/latar sosial (profesi, status ekonomi, peran kemasyarakatan, lingkungan pergaulan) (8 menit).
- Murid berpasangan mengikuti kuis cepat 'Tebak Dimensi Tokoh': Guru menyebutkan 4 data cuplikan lalu murid secara berpasangan cepat-cepatan mengangkat kartu label 'Karakteristik' atau 'Latar Sosial': (1) 'Budi mudah panik dan berjalan bungkuk' -> Karakteristik; (2) 'Bu Ratna bekerja sebagai buruh pabrik tekstil dan tinggal di rumah susun' -> Latar Sosial; (3) 'Kakek Joyo berwatak sabar dan ramah' -> Karakteristik; (4) 'Pak Kades menjabat ketua paguyuban tani desa' -> Latar Sosial (acuan: pasangan klasifikasi di atas) (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Guru membagikan lembar kerja berisi Teks Berita Aktual: 'Aksi Heroik Relawan Dapur Umum Pasca-Kebakaran Pasar Induk'. Teks memuat 3 tokoh cerita: (1) Bu Siti: wanita paruh baya, pedagang sayur di pasar yang terbakar, berwatak gigih dan suka menolong, tinggal di perkampungan padat dekat rel; (2) Fajar: pemuda 19 tahun bertato dan gesit, anak putus sekolah yang bekerja serabutan, berwatak sigap dan bertanggung jawab mengangkat karung beras; (3) Pak Aris: pria 55 tahun berpakaian rapi, ketua RW berwatak tegas dan bijak, menjadi penengah pembagian logistik (10 menit).
- Dalam kelompok berpasangan, murid membaca teks dan mengidentifikasi karakteristik (fisik/watak) serta latar sosial (pekerjaan/posisi sosial) dari ketiga tokoh tersebut ke dalam tabel analisis karakter yang disediakan pada lembar kerja (acuan: Bu Siti: fisik/watak = paruh baya, gigih, suka menolong; latar sosial = pedagang pasar terbakar, warga kampung padat; Fajar: fisik/watak = 19 tahun, bertato, gesit, sigap, bertanggung jawab; latar sosial = pemuda serabutan putus sekolah; Pak Aris: fisik/watak = 55 tahun, rapi, tegas, bijak; latar sosial = ketua RW/pemimpin lingkungan setempat) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan pasangan bertukar hasil lembar kerja dengan pasangan sebelah untuk melakukan pencocokan silang identifikasi karakter (memeriksa keterpenuhan ciri fisik/watak dan latar sosial ketiga tokoh sesuai acuan teks berita) serta memberikan tanda centang validasi (10 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana latar sosial dalam peristiwa nyata memberikan alasan yang masuk akal bagi watak dan tindakan seorang tokoh dalam cerita (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap ketelitian murid dalam membedakan ciri personal/watak dengan latar sosial tokoh berdasarkan bukti tekstual (7 menit).
- Guru menyampaikan bahwa hasil identifikasi karakter ini akan menjadi fondasi untuk menyusun bagian awal alur cerita pada pertemuan berikutnya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, teks berita dilengkapi sorotan warna (highlight kuning untuk karakteristik dan hijau untuk latar sosial). Untuk murid yang cepat, teks berita disajikan utuh tanpa penanda warna.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan pengarah untuk menemukan profesi dan watak tokoh; murid cepat menganalisis secara mandiri.
- Produk: Tabel analisis karakter untuk murid lambat memuat pemandu berupa rincian butir kolom yang terstruktur; murid cepat menuliskan analisis karakter ketiga tokoh beserta kutipan bukti kalimat dari teks berita secara lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan terhadap cuplikan berita Pak Badar di awal pelajaran (acuan: Tokoh = Pak Badar; Karakteristik = 48 tahun, kurus, berkaus lusuh, jujur/ikhlas; Latar sosial = pemulung/masyarakat ekonomi bawah).
Proses:- Observasi saat murid mengerjakan tabel analisis identifikasi karakteristik dan latar sosial ketiga tokoh (Bu Siti, Fajar, Pak Aris) pada lembar kerja Teks Berita Aktual (acuan: Bu Siti = paruh baya, gigih/suka menolong, pedagang pasar; Fajar = 19 tahun/bertato/gesit, sigap/tanggung jawab, pemuda serabutan; Pak Aris = 55 tahun/rapi, tegas/bijak, ketua RW).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan hasil lembar kerja pencocokan silang identifikasi karakter tokoh untuk memastikan murid mampu membedakan karakteristik fisik/watak dan latar sosial secara tepat minimal pada 2 dari 3 tokoh berita.
Formatif:- Penilaian proses identifikasi karakteristik dan latar sosial tokoh menggunakan lembar observasi dan lembar kerja analisis teks berita aktual.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Karakteristik Tokoh (Fisik dan Watak) dari Cerita Berita Aktual | Mengidentifikasi karakteristik fisik dan watak secara tepat pada kurang dari 2 tokoh sesuai teks acuan. | Mengidentifikasi karakteristik fisik dan watak secara tepat pada 2 dari 3 tokoh sesuai teks acuan. | Mengidentifikasi karakteristik fisik dan watak secara tepat pada seluruh 3 tokoh sesuai teks acuan dengan sedikit bimbingan guru. | Mengidentifikasi karakteristik fisik dan watak secara tepat dan lengkap pada seluruh 3 tokoh sesuai teks acuan secara mandiri. | | Ketepatan Mengidentifikasi Latar Sosial Tokoh (Pekerjaan/Status/Lingkungan) dari Cerita Berita Aktual | Mengidentifikasi latar sosial secara tepat pada kurang dari 2 tokoh sesuai teks acuan. | Mengidentifikasi latar sosial secara tepat pada 2 dari 3 tokoh sesuai teks acuan. | Mengidentifikasi latar sosial secara tepat pada seluruh 3 tokoh sesuai teks acuan dengan sedikit bimbingan guru. | Mengidentifikasi latar sosial secara tepat dan lengkap pada seluruh 3 tokoh sesuai teks acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara dimensi karakteristik personal (watak/fisik) dan latar sosial tokoh dalam peristiwa aktual?
- Apakah penggunaan teks berita faktual memudahkan murid dalam menangkap realitas karakter tokoh sebelum mereka merangkai cerita?
Murid:- Bagian mana dari latar sosial tokoh dalam berita tadi yang paling membantumu memahami watak atau tindakannya?
- Apakah kamu menemukan kesulitan saat membedakan ciri fisik/watak dengan status sosial tokoh dalam teks?
Pertemuan 3 — Menyusun Bagian Awal dan Pengenalan Masalah pada Alur Cerita Sederhana Berdasarkan Peristiwa Aktual — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.2 Menyusun alur cerita sederhana yang jelas dan mudah dipahami berdasarkan peristiwa aktual
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyusun bagian awal dan pengenalan masalah pada alur cerita sederhana berdasarkan peristiwa aktual (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis cepat pengurutan alur cerita untuk memetakan kesiapan murid menyusun alur cerita (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang struktur awal alur cerita yang mencakup bagian pembuka/eksposisi (situasi latar dan pengenalan tokoh) serta pemantik/pengenalan masalah (insiden pemicu terjadinya ketegangan awal) menggunakan bagan alur cerita visual (8 menit).
- Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pasang Peristiwa' secara berpasangan untuk mengidentifikasi mana yang berfungsi sebagai 'bagian awal' dan mana yang berfungsi sebagai 'pengenalan masalah' dari 3 pasang kartu situasi peristiwa aktual (12 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara berpasangan atau mandiri memilih 1 dari 2 peristiwa aktual sekolah yang disajikan: Peristiwa A (Antrean kantin yang kacau saat jam istirahat akibat pergantian sistem pembayaran kupon) atau Peristiwa B (Keterlambatan pembagian tugas kerja bakti kelas akibat jadwal piket tertukar) (5 menit).
- Murid menyusun draf bagian awal (latar waktu, tempat, dan perkenalan tokoh utama) serta pengenalan masalah (peristiwa pemantik munculnya friksi) pada Lembar Kerja Alur Cerita Sederhana secara runtut dan mudah dipahami (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali bagan alur yang telah disusun untuk memastikan alur bagian awal dan pengenalan masalah memiliki keterkaitan sebab-akibat yang logis dan jelas, lalu mencentang lembar periksa mandiri (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan esensi perancangan bagian awal dan pengenalan masalah dalam alur cerita drama (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil kerja penyusunan alur murid dan menginformasikan bahwa alur ini akan dilanjutkan ke tahap puncak konflik pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh potongan alur sederhana berupa panduan rumpang (scaffolding) untuk murid yang memerlukan bimbingan bertahap.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyusun alur dengan panduan kalimat pemandu; murid yang mahir langsung menyusun alur naratif mandiri dengan hubungan kausalitas yang lebih rinci.
- Produk: Format penyusunan alur dapat berupa bagan urutan peristiwa berpoin atau deskripsi paragraf singkat, asalkan memuat bagian awal dan pengenalan masalah secara jelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid mengurutkan 3 fragmen kalimat peristiwa acak menjadi alur pembuka yang runtut. Tiga fragmen acak: (1) Bel tanda masuk berdering sementara tas Doni hilang dari bangku; (2) Doni duduk santai membuka buku PR di kelas pada pagi hari yang tenang; (3) Suasana kelas mendadak tegang ketika Doni mulai menanyai teman sebangkunya. Acuan urutan benar: 2 - 1 - 3 (kriteria: murid tepat menempatkan nomor 2 sebagai bagian awal, nomor 1 sebagai peristiwa pemicu masalah, dan nomor 3 sebagai perkembangan awal masalah).
Proses:- Observasi ketercapaian penyusunan alur pada LKPD. Bahan permainan kartu 'Pasang Peristiwa' pada tahap Memahami mencakup 3 pasang: Pasang 1: [Awal: Bel istirahat berbunyi murid berjalan ke kantin -> Pengenalan Masalah: Loket kupon makanan tiba-tiba kehabisan uang kembalian]; Pasang 2: [Awal: Pagi hari murid berkumpul di lapangan untuk kerja bakti -> Pengenalan Masalah: Daftar pembagian alat kebersihan hilang dari papan pengumuman]; Pasang 3: [Awal: Regu teater berlatih vokal di teras kelas -> Pengenalan Masalah: Ruang latihan dikunci dan kunci dibawa guru piket yang bertugas ke luar]. Kriteria pengamatan: murid mampu memasangkan minimal 2 dari 3 pasang kartu dengan tepat sesuai fungsi alurnya.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan Lembar Kerja Penyusunan Alur: Murid mengumpulkan bagan alur yang memuat: (1) Bagian Awal (latar situasi dan tokoh utama teridentifikasi jelas), dan (2) Pengenalan Masalah (adanya peristiwa pemicu konflik yang logis bersumber dari peristiwa aktual yang dipilih). Kriteria penerimaan operasional: alur disajikan runtut dari situasi tenang menuju munculnya hambatan awal tanpa melompat langsung ke klimaks/resolusi.
Formatif:- Asesmen diagnostik pengurutan alur kartu
- Penilaian proses penyusunan Lembar Kerja Alur Cerita Sederhana (bagian awal dan pengenalan masalah)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyusunan Bagian Awal Alur Cerita | Belum mampu menyusun bagian awal alur; latar situasi dan pengenalan tokoh tidak disebutkan sama sekali. | Mampu menyusun bagian awal alur tetapi hanya memuat latar situasi atau pengenalan tokoh saja, alur belum jelas. | Mampu menyusun bagian awal alur secara jelas memuat latar situasi dan pengenalan tokoh utama berdasarkan peristiwa aktual. | Mampu menyusun bagian awal alur secara jelas, lengkap, runtut, dan mudah dipahami dengan penggambaran latar situasi serta pengenalan tokoh utama yang hidup berdasarkan peristiwa aktual. | | Penyusunan Pengenalan Masalah pada Alur Cerita | Belum mampu menyusun pengenalan masalah; alur cerita tidak memiliki peristiwa pemicu konflik. | Menyusun peristiwa pemicu masalah tetapi tidak memiliki keterkaitan logis dengan bagian awal peristiwa aktual yang dipilih. | Menyusun pengenalan masalah dengan peristiwa pemicu yang logis dan jelas berhubungan dengan bagian awal alur cerita. | Menyusun pengenalan masalah secara runtut, logis, dan sangat mudah dipahami dengan hubungan sebab-akibat yang kuat dari bagian awal cerita. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan secara jelas antara bagian awal (latar/tokoh) dan peristiwa pengenalan masalah dalam menyusun alur cerita?
- Bagian mana dari aktivitas penyusunan alur yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Apakah saya sudah dapat menyusun alur cerita pembuka dan pemicu masalah yang mudah dipahami oleh pembaca?
- Kesulitan apa yang saya hadapi ketika menghubungkan peristiwa aktual sehari-hari ke dalam bagan alur cerita?
Pertemuan 4 — Menyusun Puncak Konflik dan Penyelesaian pada Bagan Alur Cerita Berdasarkan Peristiwa Aktual — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.2 Menyusun alur cerita sederhana yang jelas dan mudah dipahami berdasarkan peristiwa aktual
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun bagian puncak konflik (klimaks) dan penyelesaian (resolusi) pada bagan alur cerita sederhana kelanjutan dari pertemuan sebelumnya (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: murid membaca satu kartu skenario peristiwa aktual 'Pencemaran Sampah Plastik di Selokan Depan Sekolah': (1) Awal: Selokan sekolah mulai tersumbat botol plastik; (2) Masalah: Air meluap saat hujan gerimis. Guru menanyakan dua opsi kelanjutan konflik: Opsi A: 'Hujan deras datang hingga banjir merendam lorong kelas dan murid terpaksa dievakuasi' vs Opsi B: 'Bel masuk kelas berbunyi dan murid belajar matematika'. Murid diminta memilih mana yang merupakan puncak konflik/klimaks cerita (acuan jawaban: Opsi A, karena menunjukkan eskalasi masalah/ketegangan tertinggi peristiwa banjir sampah) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati bagan alur cerita sederhana yang ditampilkan guru, membedakan secara spesifik fungsi bagian puncak konflik (titik krisis atau ketegangan tertinggi) dan bagian penyelesaian (keputusan/tindakan yang menuntaskan krisis) berdasarkan peristiwa aktual (10 menit).
- Guru mengadakan kuis cepat 'Tebak Puncak vs Penyelesaian' secara interaktif dan ceria: Guru membacakan 2 potongan peristiwa: (1) 'Warga sekolah dan pengurus OSIS bergotong royong mengeruk tumpukan sampah plastik hingga aliran selokan kembali lancar', (2) 'Air bah sampah meluap masuk menjebol pintu ruang perpustakaan hingga buku-buku terancam rusak'. Murid berlomba mengacungkan kartu label 'Puncak Konflik' atau 'Penyelesaian' (acuan jawaban: nomor 1 adalah Penyelesaian; nomor 2 adalah Puncak Konflik) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid membuka draf bagan alur cerita peristiwa aktual yang telah memuat bagian awal dan pengenalan masalah dari Pertemuan 3 (10 menit).
- Murid menyusun draf bagian puncak konflik pada bagan alur cerita dengan menuliskan peristiwa ketegangan tertinggi yang logis kelanjutan dari masalah yang ada (15 menit).
- Murid menyusun draf bagian penyelesaian pada bagan alur cerita dengan menuliskan peristiwa akhir yang menuntaskan puncak konflik tersebut sehingga alur cerita utuh dan mudah dipahami (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang keseluruhan 4 kotak bagan alurnya (awal, pengenalan masalah, puncak konflik, penyelesaian) secara mandiri untuk memeriksa keruntutan logika sebab-akibat alur cerita (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan fungsi penting puncak konflik dan penyelesaian dalam melengkapi bagan alur cerita sederhana (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap draf bagan alur cerita yang telah lengkap disusun dan menyampaikan bahwa bagan ini akan menjadi bekal lakon peran di pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh struktur kalimat pemantik klimaks (misalnya kata kunci: 'Tiba-tiba...', 'Puncaknya saat...') dan penyelesaian ('Akhirnya...', 'Sejak peristiwa itu...') bagi murid yang memerlukan panduan konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan penuntun sebab-akibat untuk menghubungkan masalah ke puncak konflik, sedangkan murid yang lebih cepat dapat menyusun detail peristiwa penyelesaian yang memiliki dampak lebih mendalam.
- Produk: Format penulisan bagan alur cerita dapat berupa bagan kotak diagram alir panah bertingkat atau peta konsep urutan peristiwa, selama memuat unsur puncak konflik dan penyelesaian yang runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan cepat berbasis kartu skenario: Murid menentukan opsi klimaks dari skenario 'Pencemaran Sampah Plastik di Selokan Sekolah'. Pilihan: Opsi A 'Hujan deras datang merendam lorong kelas dan evakuasi murid'; Opsi B 'Bel masuk berbunyi dan murid belajar biasa'. (Acuan jawaban: Opsi A adalah puncak konflik karena merupakan titik krisis/ketegangan tertinggi).
Proses:- Observasi formatif saat murid mengisi bagan alur: Memeriksa apakah rumusan puncak konflik menyajikan titik masalah tertinggi dan penyelesaian memberikan jalan keluar yang logis terhadap masalah peristiwa aktual tersebut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyerahkan lembar bagan alur cerita lengkap. Kriteria penerimaan operasional: (1) Kotak Puncak Konflik memuat eskalasi ketegangan peristiwa yang berakar dari masalah awal; (2) Kotak Penyelesaian memuat tindakan atau akhir peristiwa yang menuntaskan ketegangan tersebut secara logis dan runtut.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penulisan bagan alur cerita: memeriksa kesesuaian bagian puncak konflik dan penyelesaian cerita peristiwa aktual pada bagan alur murid.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyusunan Puncak Konflik | Belum mampu menyusun puncak konflik; peristiwa yang ditulis tidak menunjukkan ketegangan masalah atau tidak berhubungan dengan peristiwa awal. | Mampu menyusun peristiwa puncak konflik, tetapi ketegangan yang digambarkan masih datar atau belum logis sebagai kelanjutan masalah. | Mampu menyusun puncak konflik yang jelas berupa ketegangan/krisis tertinggi yang logis dari peristiwa aktual. | Mampu menyusun puncak konflik yang sangat jelas, tajam, dan memiliki hubungan sebab-akibat yang kuat serta terstruktur rapi pada bagan alur. | | Penyusunan Penyelesaian Alur Cerita | Belum mampu menyusun bagian penyelesaian; cerita dibiarkan menggantung tanpa solusi peristiwa. | Mampu menyusun bagian akhir cerita, tetapi penyelesaian yang ditulis belum menuntaskan puncak konflik yang terjadi. | Mampu menyusun penyelesaian yang jelas dan logis dalam menuntaskan krisis puncak konflik peristiwa aktual. | Mampu menyusun penyelesaian alur cerita yang tuntas, runtut, dan memperjelas keseluruhan rangkaian cerita secara mudah dipahami. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit efektif dalam memandu murid menyusun puncak konflik hingga penyelesaian alur cerita?
- Bagian mana dari bagan alur cerita yang paling banyak mengalami kendala logika alur pada murid?
Murid:- Apakah kamu merasa peristiwa puncak konflik yang kamu tulis sudah menjadi titik paling menegangkan dalam ceritamu?
- Bagian penyelesaian mana yang menurutmu paling memuaskan untuk menyelesaikan masalah dalam alur ceritamu?
Pertemuan 5 — Memainkan Peran Tokoh Menggunakan Olah Tubuh dan Vokal dalam Adegan Peristiwa Aktual — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.3 Memainkan peran dalam sebuah pertunjukan sederhana di kelas berdasarkan rangkaian cerita peristiwa aktual
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu memainkan peran tokoh dalam sebuah pertunjukan adegan sederhana di kelas yang diangkat dari peristiwa aktual (4 menit).
- Asesmen awal: Guru meminta 3 perwakilan murid secara bergiliran memeragakan 1 reaksi spontan tubuh dan vokal untuk situasi 'melihat tumpukan sampah berserakan di depan kelas' (acuan respons tepat: gestur menutup hidung/mundur dengan vokal keluhan bernada spontan; jika hanya diam atau berdiri tegak tanpa perubahan gestur/suara, murid membutuhkan bimbingan langsung) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memberikan pemodelan eksplorasi peran: memperagakan gestur tubuh (postur membungkuk versus tegap) dan proyeksi vokal (suara berbisik panik versus nada tegas mengumumkan) saat merespons sebuah peristiwa aktual di sekolah (7 menit).
- Murid dalam kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya mengamati kartu adegan peristiwa aktual yang dibagikan guru, yaitu 'Peristiwa Antrean Panjang di Kantin Sekolah Saat Jam Istirahat Sempit' dengan 3 peran tokoh: (1) Murid yang Terburu-buru, (2) Petugas Kantin yang Kewalahan, dan (3) Pengurus OSIS yang Mengatur Barisan (acuan peran: murid menentukan pembagian peran tokoh sesuai skenario tersebut) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Latihan pemanasan menyenangkan 'Cermin Suara dan Gerak': Secara berpasangan, satu murid melakukan 1 gerak tubuh dan ekspresi vokal tokoh kantin, lalu pasangannya menirukan persis, dilakukan bergantian secara riang untuk melatih kelenturan tubuh dan keberanian vokal (10 menit).
- Dalam kelompok beranggotakan 3 orang, murid berlatih memainkan peran masing-masing sesuai adegan kantin selama 10 menit, memadukan olah tubuh (langkah kaki, sikap bahu, mimik) dan vokal (artikulasi kalimat seruan, volume) sesuai peran tokohnya (10 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran memainkan adegan pertunjukan sederhana di depan kelas berdurasi 2-3 menit per kelompok, membawakan peran tokoh dalam rangkaian peristiwa antrean kantin secara utuh (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan melakukan perenungan singkat terbimbing mengenai bagaimana penyesuaian olah tubuh dan vokal memengaruhi penghayatan mereka dalam memainkan peran tokoh tadi (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman dan konfirmasi pencapaian memainkan peran kepada kelompok yang tampil (10 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan menyampaikan bahwa keterampilan memainkan peran ini akan dilanjutkan ke penyatuan kelompok adegan yang lebih lengkap pada Pertemuan 6, lalu berdoa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan aksi peran sederhana dengan panduan kalimat dialog pendek bagi kelompok yang membutuhkan dukungan.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan latihan vokal dan gestur terarah bersama guru sebelum tampil; kelompok yang lebih mahir diberi tantangan mengembangkan variasi reaksi fisik tokoh saat puncak antrean tanpa teks.
- Produk: Semua murid memainkan peran tokoh secara langsung di depan kelas dalam adegan peristiwa aktual.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Peragaan spontan reaksi tubuh dan vokal 1 tokoh dalam situasi peristiwa aktual (acuan jawaban tepat: murid menunjukkan perubahan postur tubuh misal menutup hidung/mundur dan mengeluarkan vokal keluhan atau peringatan spontan yang sesuai konteks peristiwa aktual).
Proses:- Observasi saat latihan dan penampilan adegan pertunjukan sederhana di kelas: mengamati kesesuaian permainan peran tokoh (penerapan gerak tubuh tokoh dan kesesuaian vokal tokoh dengan skenario adegan kantin).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Setiap murid menyebutkan 1 perubahan fisik (olah tubuh) dan 1 variasi suara (vokal) yang berhasil mereka wujudkan saat memainkan peran tokohnya hari ini (kriteria penerimaan: menyebutkan aksi nyata tubuh yang diperagakan seperti bahu membungkuk/berkacak pinggang dan kualitas vokal seperti nada tinggi/bicara tergesa-gesa sesuai tokoh).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja memainkan peran tokoh dalam adegan pertunjukan sederhana menggunakan lembar observasi proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memainkan peran tokoh dalam pertunjukan sederhana | Belum mampu memainkan peran tokoh, dialog dan gerak tubuh tidak menunjukkan karakter tokoh dalam adegan. | Memainkan peran tokoh dalam adegan sederhana namun masih kaku dan sering keluar dari karakter tokoh saat adegan berlangsung. | Memainkan peran tokoh dalam adegan pertunjukan sederhana di kelas secara konsisten dengan paduan olah tubuh dan vokal yang sesuai karakter tokoh. | Memainkan peran tokoh dalam adegan pertunjukan sederhana di kelas secara sangat hidup, konsisten, luwes, dan sepenuhnya menyatu dengan karakter tokoh dari awal hingga akhir adegan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan dan penampilan kelompok mencukupi bagi seluruh murid untuk mempraktikkan permainan peran?
- Bagian mana dari aktivitas olah tubuh dan vokal yang paling membantu murid masuk ke dalam karakter perannya?
Murid:- Tantangan apa yang paling kamu rasakan saat harus mengubah suara dan gerak tubuhmu menjadi tokoh lain di depan teman-teman?
- Bagaimana perasaanmu ketika berhasil membawakan peran tersebut di depan kelas bersama kelompokmu?
Pertemuan 6 — Memainkan Peran Bersama Kelompok dalam Rangkaian Adegan Pertunjukan Sederhana di Kelas — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.3 Memainkan peran dalam sebuah pertunjukan sederhana di kelas berdasarkan rangkaian cerita peristiwa aktual
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan peran: murid menyebutkan peran kelompoknya dalam peristiwa aktual yang dipilih dan mendemonstrasikan pose beku (freeze cue) peran masing-masing selama 5 detik (kriteria kesiapan: pose menunjukkan status karakter dalam cerita peristiwa aktual tanpa tertawa atau ragu) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu memainkan peran bersama kelompok dalam rangkaian adegan pertunjukan sederhana di kelas berdasarkan cerita peristiwa aktual (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid bersama kelompok menyimak lembar alur teknis 3 babak pertunjukan sederhana (Babak 1: Munculnya peristiwa aktual; Babak 2: Puncak persoalan antarperan; Babak 3: Penyelesaian bersama) untuk memahami urutan blocking dan giliran dialog antartokoh (10 menit).
- Murid melakukan permainan pemanasan ansambel 'Sambung Respon Spontan': dalam lingkaran kelompok, satu murid melakukan aksi fisik karakter lalu anggota lain merespons dengan aksi karakter masing-masing secara berantai tanpa jeda (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok melakukan gladi bersih singkat memainkan peran mereka melintasi rangkaian adegan 1 hingga 3 secara berkesinambungan di area panggung kelas (15 menit).
- Setiap kelompok menampilkan pertunjukan peran sederhana di hadapan kelas secara bergantian sesuai alur peristiwa aktual yang telah dirancang, dengan memainkan perannya masing-masing dalam jalinan interaksi kelompok (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok duduk bersama mengevaluasi konsistensi peran masing-masing dan kelancaran jalinan adegan yang baru saja mereka mainkan di panggung kelas (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan ansambel dan komitmen bermain peran yang telah ditampilkan seluruh kelompok (3 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya keterhubungan antarperan dalam menjaga keutuhan pertunjukan kelompok, lalu menutup pembelajaran dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok dapat memilih kompleksitas rangkaian peristiwa aktual (situasi 2 babak atau 3 babak penuh) sesuai kesiapan kelompok.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan titik blocking di lantai panggung dan aba-aba ketukan transisi adegan oleh guru, sedangkan murid yang mandiri mengelola transisi panggung secara otonom.
- Produk: Variasi durasi penampilan pertunjukan sederhana antara 4 hingga 7 menit per kelompok tanpa mengurangi pemenuhan adegan peristiwa aktual.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan peran singkat: Murid diminta memperagakan pose beku (freeze cue) peran kelompoknya selama 5 detik (acuan ketercapaian: murid langsung menunjukkan gestur peran yang konsisten dengan watak tokoh dalam peristiwa aktual kelompoknya tanpa keluar dari karakter).
Proses:- Observasi keterlibatan dan kesinambungan memainkan peran antartokoh dalam rangkaian adegan pertunjukan sederhana kelas (acuan observasi: (1) konsistensi karakter dari adegan awal hingga akhir; (2) ketepatan respons aksi-reaksi terhadap pasangan main dalam rangkaian adegan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman ketercapaian peran: Tiap kelompok menuliskan satu kalimat evaluasi peran kelompok pada kartu kendali panggung (kriteria penerimaan: menyebutkan secara konkret adegan mana yang peran antartokohnya paling padu dan adegan mana yang transisi perannya sempat terhambat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan peran kelompok menggunakan lembar observasi ansambel peran
- Penilaian diri kesiapan peran sebelum dan sesudah gladi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian dan Konsistensi Memainkan Peran | Keluar dari karakter peran selama pertunjukan berlangsung dan tidak merespons aksi tokoh lain dalam kelompok. | Memainkan peran namun terkadang keluar dari karakter atau terlambat merespons aksi tokoh lain saat pergantian adegan. | Konsisten memainkan peran sesuai karakter dari adegan awal hingga akhir serta merespons aksi tokoh lain dengan tepat dalam rangkaian adegan. | Sangat konsisten memainkan peran secara utuh tanpa jeda canggung, memperlihatkan kedalaman interaksi peran yang menghidupkan seluruh rangkaian adegan kelompok. | | Keterpaduan Adegan Pertunjukan Kelompok | Rangkaian adegan terputus-putus dan terjadi kekacauan urutan peran antaranggota kelompok. | Rangkaian adegan berjalan namun transisi antarperan masih canggung dan memerlukan jeda penyesuaian yang lama. | Rangkaian adegan berjalan lancar dan terpadu, antartokoh saling mendukung perpindahan peran dari awal hingga penyelesaian cerita peristiwa aktual. | Rangkaian adegan mengalir sangat mulus dengan ritme transisi antartokoh yang dinamis dan harmonis di seluruh bagian pertunjukan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan ruang kelas dan alokasi giliran tampil memberikan kesempatan yang adil bagi setiap kelompok untuk memainkan perannya secara optimal?
- Bagian mana dari bimbingan latihan ansambel yang paling efektif membantu murid yang pasif menjadi lebih berani berinteraksi di panggung?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat memainkan peran bersama teman satu kelompok di panggung kelas tadi?
- Apakah peran yang kamu bawakan berhasil menyatu dan merespons tindakan peran temanmu sepanjang rangkaian adegan?
Pertemuan 7 — Memberikan Apresiasi dan Umpan Balik Sesuai Pengalaman Pribadi terhadap Latihan Adegan Teman — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.4 Memberikan apresiasi dan umpan balik sesuai dengan pengalaman pribadi terhadap adegan pertunjukan kelas
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu memberikan apresiasi dan umpan balik adegan pertunjukan kelas berdasarkan keterhubungan dengan pengalaman pribadi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan untuk memetakan kesiapan murid dalam memberikan apresiasi berbasis pengalaman pribadi terhadap contoh klip/adegan singkat simulasi guru (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan lembar panduan mengenai dua komponen catatan apresiasi: (1) kelebihan adegan yang dirasakan menyentuh atau relevan dengan pengalaman pribadi penonton, dan (2) umpan balik/saran perbaikan berdasarkan perbandingan dengan peristiwa nyata yang pernah dialami (8 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti permainan cepat 'Cermin Rasa', di mana satu murid menyebut satu cuplikan peristiwa (misal: antre kantin yang ricuh) dan pasangannya mengutarakan dalam 1 kalimat respon apresiasi atau saran berdasarkan pengalamannya sendiri saat mengantre di tempat umum (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menyaksikan latihan adegan berdurasi 3-4 menit yang diperagakan oleh kelompok perwakilan di depan kelas secara langsung (10 menit).
- Murid secara mandiri mengisi Lembar Apresiasi Pertunjukan Kelas dengan menuliskan minimal 1 catatan kelebihan adegan dan minimal 1 umpan balik/saran perbaikan yang eksplisit merujuk pada pengalaman pribadi murid (15 menit).
- Murid secara bergantian menyampaikan apresiasi dan umpan balik tertulisnya kepada kelompok pemeran dalam forum apresiasi kelas (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dan guru mendiskusikan bagaimana sudut pandang pengalaman pribadi penonton memperkaya umpan balik tanpa harus memaksakan persepsi sepihak (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan esensi memberikan apresiasi yang santun, objektif, dan bertolak dari pengalaman nyata (4 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat melalui penyerahan lembar catatan apresiasi, memberikan konfirmasi bahwa pada pertemuan berikutnya (pertemuan 8) akan dilaksanakan asesmen sumatif bab, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan kalimat pemantik (scaffolding: 'Menurut pengalaman saya saat mengalami hal serupa di..., adegan ini terasa nyata pada bagian..., dan saranku sebaiknya...').
- Proses: Murid dengan kecepatan belajar lebih tinggi diminta memberikan rincian komparasi peristiwa pribadi yang lebih spesifik pada catatan umpan baliknya secara mandiri.
- Produk: Catatan apresiasi dan umpan balik dituangkan pada lembar kerja refleksi apresiasi adegan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika kamu melihat teman memperagakan adegan dimarahi karena terlambat sekolah, bagaimana caramu memberikan saran pemeranan berdasarkan pengalaman pribadimu saat pernah/melihat orang terlambat?' (Kriteria penerimaan: respon memuat minimal 1 komentar yang mengaitkan reaksi pemeran dengan situasi nyata keterlambatan yang pernah dialami/disaksikan murid).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Apresiasi Pertunjukan Kelas selama tahap Mengaplikasi dengan rubrik ketercapaian apresiasi dan umpan balik berdasarkan pengalaman pribadi (Acuan kriteria: memuat minimal 1 apresiasi kelebihan dan 1 umpan balik saran perbaikan yang keduanya menyertakan acuan pengalaman pribadi murid).
Akhir Pertemuan:- Cek kelengkapan penyerahan Lembar Apresiasi Pertunjukan Kelas di penutup. Kriteria penerimaan operasional: lembar memuat identitas kelompok yang diamati, 1 catatan kelebihan adegan yang dihubungkan dengan pengalaman pribadi penonton, serta 1 catatan saran perbaikan adegan yang merujuk pada peristiwa nyata pengalaman murid.
Formatif:- Penilaian proses observasi saat murid menyusun catatan apresiasi dan menyampaikan umpan balik berbasis pengalaman pribadi menggunakan lembar cek kriteria
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Apresiasi Adegan Berdasarkan Pengalaman Pribadi | Belum mampu menuliskan apresiasi kelebihan adegan yang dikaitkan dengan pengalaman pribadi. | Menuliskan apresiasi kelebihan adegan tetapi belum mengaitkannya secara jelas dengan pengalaman pribadi. | Menuliskan minimal 1 apresiasi kelebihan adegan yang dikaitkan secara jelas dengan pengalaman pribadi. | Menuliskan lebih dari 1 apresiasi kelebihan adegan secara mendalam dan terinci berdasarkan pengalaman pribadi secara mandiri. | | Pemberian Umpan Balik Sesuai Pengalaman Pribadi | Belum mampu menuliskan umpan balik atau saran perbaikan adegan berdasarkan pengalaman pribadi. | Menuliskan saran perbaikan adegan yang bersifat umum tanpa menyertakan rujukan pengalaman pribadi. | Menuliskan minimal 1 umpan balik/saran perbaikan adegan yang merujuk secara konkret pada pengalaman pribadi. | Menuliskan lebih dari 1 umpan balik/saran perbaikan adegan yang sangat jelas, santun, dan didasarkan pada perbandingan pengalaman nyata secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mampu menghubungkan peristiwa yang disaksikan dalam latihan adegan dengan pengalaman riil yang pernah mereka rasakan sendiri?
- Apakah kegiatan apresiasi berjalan dalam suasana yang saling memuliakan dan membangun kepercayaan diri murid?
Murid:- Bagian adegan teman mana yang paling mengingatkanmu pada pengalaman pribadimu sendiri?
- Apakah kamu merasa terbantu dan dihargai ketika menerima masukan dari teman yang pernah mengalami peristiwa serupa?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.1 Mengidentifikasi karakter dalam sebuah cerita melalui peristiwa aktual
- TP 9.2.2 Menyusun alur cerita sederhana yang jelas dan mudah dipahami berdasarkan peristiwa aktual
- TP 9.2.3 Memainkan peran dalam sebuah pertunjukan sederhana di kelas berdasarkan rangkaian cerita peristiwa aktual
- TP 9.2.4 Memberikan apresiasi dan umpan balik sesuai dengan pengalaman pribadi terhadap adegan pertunjukan kelas
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di ruang kelas/pertunjukan teater (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-8 sebagai Sesi Asesmen Sumatif Bab 2 untuk mengukur ketercapaian identifikasi karakter, penyusunan alur cerita, pemeranan pertunjukan sederhana, dan refleksi apresiasi pribadi (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tugas 1 (Bagan Alur dan Karakter) dan Tugas 3 (Refleksi Apresiasi Pribadi), lalu menjelaskan petunjuk teknis 3 rangkaian tugas sumatif beserta rubrik penilaiannya (3 menit).
- Murid dalam 6 kelompok (masing-masing 4-5 orang) menyimak urutan giliran tampil pementasan berdurasi 5 menit per kelompok dan memastikan kesiapan ruang pentas serta lembar kerja (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Seluruh kelompok secara serentak menuliskan identifikasi minimal 3 karakter (nama tokoh, watak/karakteristik fisik-psikologis, dan peran sosial) serta menyusun bagan alur peristiwa aktual yang memuat 4 bagian runtut: (1) Bagian Awal/Pengenalan, (2) Pengenalan Masalah, (3) Puncak Konflik/Klimaks, dan (4) Penyelesaian, pada Lembar Kerja Kelompok (25 menit).
- Tugas 2: Setiap kelompok secara bergantian menampilkan adegan pertunjukan peran sederhana berdurasi 5 menit per kelompok berdasarkan bagan alur dan karakter yang telah disusun (total 6 kelompok x 5 menit = 30 menit; kelompok lain mengamati secara cermat untuk bahan apresiasi) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Tugas 3: Seluruh murid secara mandiri dan serentak mengisi Lembar Refleksi Apresiasi Pribadi yang memuat: (1) apresiasi objektif terhadap minimal 1 adegan kelompok lain yang berkesan berdasarkan pengamatan langsung, dan (2) umpan balik serta refleksi pengalaman pribadi selama proses bermain peran (12 menit).
Penutup:- Murid mengumpulkan seluruh Lembar Kerja Kelompok (Tugas 1) dan Lembar Refleksi Individu (Tugas 3) kepada guru (1 menit).
- Guru memberikan konfirmasi penutupan bab atas dedikasi dan kerja teater seluruh kelompok, merangkum pencapaian Bab 2, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses penyediaan teks cetak bertulisan besar atau bantuan pembacaan instruksi lembar kerja bagi murid dengan hambatan visual/membaca tanpa mengubah struktur bagan alur dan karakter yang diisi.
- Proses: Pemberian giliran tampil yang fleksibel dalam urutan kelompok dan penyediaan area panggung yang dapat diakses kursi roda atau mobilitas khusus tanpa mengubah durasi pentas 5 menit.
- Produk: Format penyampaian refleksi apresiasi individu dapat ditulis tangan langsung pada lembar kerja atau didiktekan/diketik secara digital bagi murid berkebutuhan khusus dengan indikator capaian yang tetap sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis asesmen sumatif melalui konfirmasi kelengkapan kelompok (6 kelompok beranggotakan 4-5 murid) dan kesiapan tema peristiwa aktual sekolah/berita yang telah dipilih (acuan: tiap kelompok memiliki 1 peristiwa aktual terdefinisi).
Proses:- Observasi guru terhadap kepatuhan waktu penulisan bagan kelompok (25 menit) dan ketertiban penonton saat kelompok lain tampil di panggung kelas.
Sumatif Bab:- penugasan perancangan adegan, unjuk kerja kelompok, dan lembar refleksi-apresiasi: lembar kerja identifikasi karakter dan bagan alur cerita peristiwa aktual, penampilan adegan peran pertunjukan sederhana berdurasi 4-5 menit per kelompok, serta lembar catatan apresiasi dan umpan balik pribadi
- penugasan kelompok tertulis serentak: lembar kerja kelompok berisi identifikasi karakter (karakteristik tokoh) dan bagan alur peristiwa runtut berdasarkan peristiwa aktual yang dikerjakan bersamaan oleh seluruh kelompok (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian teks dramatik (kelengkapan karakter dan keruntutan alur))
- unjuk kerja pementasan kelompok bergantian: penampilan peran adegan sederhana di kelas berdurasi 5 menit per kelompok (6 kelompok x 5 menit = 30 menit; kelompok beranggotakan 4-5 murid sehingga mencakup 28 murid satu kelas) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemeranan (penghayatan karakter, vokal, dan kesesuaian alur))
- penugasan tertulis serentak: lembar catatan refleksi individu yang memuat apresiasi objektif dan umpan balik konstruktif terhadap adegan kelompok lain berdasarkan pengalaman menonton dan bermain peran yang dikerjakan serentak di akhir sesi (20 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian apresiasi dan refleksi pribadi)
Sumatif:- penugasan perancangan adegan, unjuk kerja kelompok, dan lembar refleksi-apresiasi: lembar kerja identifikasi karakter dan bagan alur cerita peristiwa aktual, penampilan adegan peran pertunjukan sederhana berdurasi 4-5 menit per kelompok, serta lembar catatan apresiasi dan umpan balik pribadi
- penugasan kelompok tertulis serentak: lembar kerja kelompok berisi identifikasi karakter (karakteristik tokoh) dan bagan alur peristiwa runtut berdasarkan peristiwa aktual yang dikerjakan bersamaan oleh seluruh kelompok (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian teks dramatik (kelengkapan karakter dan keruntutan alur))
- unjuk kerja pementasan kelompok bergantian: penampilan peran adegan sederhana di kelas berdurasi 5 menit per kelompok (6 kelompok x 5 menit = 30 menit; kelompok beranggotakan 4-5 murid sehingga mencakup 28 murid satu kelas) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemeranan (penghayatan karakter, vokal, dan kesesuaian alur))
- penugasan tertulis serentak: lembar catatan refleksi individu yang memuat apresiasi objektif dan umpan balik konstruktif terhadap adegan kelompok lain berdasarkan pengalaman menonton dan bermain peran yang dikerjakan serentak di akhir sesi (20 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian apresiasi dan refleksi pribadi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Karakter Tokoh (TP 9.2.1) [Acuan Tugas 1: mengidentifikasi minimal 3 tokoh mencakup nama tokoh, watak/karakteristik, dan latar/peran sosial] | Mengidentifikasi 1 tokoh secara tepat sesuai acuan, atau mengidentifikasi lebih dari 1 namun tidak memuat watak maupun latar sosial. | Mengidentifikasi 2 tokoh secara tepat mencakup nama, watak, dan latar sosial sesuai acuan. | Mengidentifikasi minimal 3 tokoh secara tepat mencakup nama, watak, dan latar sosial sesuai acuan namun deskripsi masih sangat singkat. | Mengidentifikasi minimal 3 tokoh secara lengkap dan mendalam mencakup nama, watak/karakteristik fisik-psikologis, dan latar sosial yang sangat selaras dengan peristiwa aktual. | | Penyusunan Alur Cerita Peristiwa Aktual (TP 9.2.2) [Acuan Tugas 1: memuat 4 bagian runtut yaitu (1) Pengenalan/Awal, (2) Masalah, (3) Puncak Konflik, (4) Penyelesaian] | Hanya menyusun 1 dari 4 bagian alur cerita dengan jelas, atau bagian alur tidak runtut dan tidak berkaitan dengan peristiwa aktual. | Menyusun 2 dari 4 bagian alur cerita dengan jelas dan runtut sesuai peristiwa aktual. | Menyusun 3 dari 4 bagian alur cerita secara runtut dan jelas berdasarkan peristiwa aktual. | Menyusun seluruh 4 bagian alur cerita (pengenalan, masalah, puncak konflik, penyelesaian) secara lengkap, runtut, jelas, dan mudah dipahami berdasarkan peristiwa aktual. | | Memainkan Peran dalam Pertunjukan Sederhana (TP 9.2.3) [Acuan Tugas 2: penghayatan peran tokoh, olah tubuh/gerak peran, vokal peran, dan kesesuaian dengan rangkaian alur] | Hanya memenuhi 1 dari 4 kriteria acuan pemeranan (penghayatan, tubuh, vokal, atau alur) saat tampil dalam kelompok. | Memenuhi 2 dari 4 kriteria acuan pemeranan saat tampil dalam durasi 5 menit. | Memenuhi 3 dari 4 kriteria acuan pemeranan secara konsisten sesuai rangkaian alur cerita yang telah disusun. | Memenuhi seluruh 4 kriteria acuan pemeranan (penghayatan watak tokoh meyakinkan, olah tubuh ekspresif, vokal jelas terdengar, dan adegan selaras runtut dengan alur cerita) secara utuh. | | Apresiasi dan Umpan Balik Pribadi (TP 9.2.4) [Acuan Tugas 3: memuat 2 unsur yaitu (1) apresiasi objektif adegan kelompok lain, dan (2) umpan balik konstruktif berdasarkan pengalaman pribadi] | Hanya menuliskan komentar umum singkat tanpa memuat apresiasi objektif maupun umpan balik konstruktif. | Memuat 1 dari 2 unsur acuan (hanya apresiasi objektif atau hanya umpan balik) secara sederhana. | Memuat kedua unsur acuan (apresiasi objektif dan umpan balik konstruktif) namun belum mengaitkannya secara mendalam dengan pengalaman pribadi saat bermain peran. | Memuat kedua unsur acuan secara lengkap: apresiasi objektif yang mendalam terhadap adegan pertunjukan kelompok lain dan umpan balik konstruktif yang berlandaskan pengalaman pribadi saat berlatih/bermain peran. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit untuk tugas tertulis alur karakter dan 30 menit untuk penampilan 6 kelompok terlaksana secara tepat dan tertib?
- Bagaimana ketepatan instrumen rubrik sumatif dalam memetakan pencapaian kompetensi teater murid dari TP 9.2.1 hingga TP 9.2.4?
Murid:- Bagian mana dari memerankan karakter atau merangkai alur cerita peristiwa aktual yang paling bermakna bagiku?
- Pelajaran berharga apa yang kuperoleh dari menyaksikan penampilan dan memberikan umpan balik kepada kelompok teman?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SMP/MTs Kelas IX (Unit 2: Merangkai Cerita Merangkai Peristiwa)
- Teks narasi peristiwa aktual lingkungan sekolah ('Antrean di Koperasi Kejujuran' dan 'Pentas Seni Sekolah yang Nyaris Batal')
- Kartu permainan 'Tebak Topeng Watak'
- Lembar Kerja Murid (Analisis Karakter Tokoh)
- Buku Panduan Guru Seni Teater SMP/MTs Kelas IX (Unit 2: Merangkai Cerita Merangkai Peristiwa, Kegiatan 1)
- Lembar Kerja Murid: Teks Berita Aktual 'Aksi Heroik Relawan Dapur Umum Pasca-Kebakaran Pasar Induk' dan Tabel Analisis Karakter
- Set kartu label kuis 'Karakteristik' dan 'Latar Sosial'
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022, Unit 2 Halaman 82-84)
- Set kartu skenario 'Pasang Peristiwa'
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Bagan Alur Cerita Sederhana
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SMP/MTs Kelas IX (Unit 2: Merangkai Cerita Merangkai Peristiwa).
- Lembar Bagan Alur Cerita 4 Kotak (Awal, Masalah, Puncak Konflik, Penyelesaian).
- Kartu contoh kutipan teks peristiwa aktual lingkungan sekolah.
- Buku Panduan Guru Seni Teater SMP Kelas IX (Kemendikbudristek 2022) Unit 2
- Ruang kelas yang ditata sebagai area panggung terbuka
- Kartu skenario peristiwa aktual sekolah: Antrean Kantin Sekolah
- Buku Panduan Guru Seni Teater SMP/MTs Kelas IX (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2022, Unit 2)
- Naskah bagan alur adegan kelompok berbasis peristiwa aktual
- Ruang kelas yang ditata menjadi arena pertunjukan sederhana (area bermain dan area penonton)
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SMP/MTs Kelas IX (Unit 2, Lembar Apresiasi Pertunjukan Kelas)
- Lembar Kerja Murid: Catatan Apresiasi dan Umpan Balik Adegan Kelas
- Ruang kelas / area latihan pentas sederhana
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022, Unit 2: Merangkai Cerita Merangkai Peristiwa)
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 2 (Format Identifikasi Karakter, Bagan 4 Tahap Alur Cerita, dan Format Catatan Apresiasi-Refleksi)
- Panggung/ruang kelas yang dikondisikan untuk pementasan teater sederhana beserta properti sederhana kelas
- Stopwatch/pengatur waktu untuk memastikan ketepatan durasi pentas 5 menit per kelompok
|