Modul AjarBab 5Fase DSemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 7 Bab 5: Merancang Tata Artistik Panggung Teater

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Teater kelas 7 untuk Bab 5 "Merancang Tata Artistik Panggung Teater", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 7 Bab 5: Merancang Tata Artistik Panggung Teater

Seni Teater - Kelas 7

Bab 5

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 5 — Merancang Tata Artistik Panggung Teater

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 5 — Merancang Tata Artistik Panggung Teater
Alokasi Waktu18 JP (18 x 40 menit = 720 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.5.1 Mengeksplorasi tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan yang ada di lingkungan sekitar
  2. TP 7.5.2 Mengeksplorasi tata artistik panggung dengan memanfaatkan teknologi digital
  3. TP 7.5.3 Merancang tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan yang ada di lingkungan sekitar
  4. TP 7.5.4 Merancang tata artistik panggung dengan memanfaatkan teknologi digital

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana ranting pohon kering, dedaunan, atau batu kerikil di sekitar kita dapat diubah menjadi kesan visual sebuah panggung pertunjukan?
  2. Bagaimana susunan titik dan garis dari bahan alam dapat membentuk suasana tertentu dalam tata artistik panggung teater?
  3. Bagaimana kardus bekas, botol plastik, dan kain perca di sekitar kita dapat diubah bentuk, tekstur, atau warnanya untuk menciptakan efek artistik panggung teater?
  4. Mengapa penata panggung memilih memodifikasi tekstur atau warna bahan buatan daripada membiarkannya apa adanya saat membuat properti?
  5. Bagaimana kita dapat memanfaatkan gawai atau komputer untuk menemukan ide latar visual panggung teater yang memukau?
  6. Kata kunci pencarian digital seperti apa yang paling efektif untuk menemukan referensi tata panggung teater dramatis di internet?
  7. Bagaimana warna cahaya lampu dan efek suara digital dapat mengubah suasana adegan di atas panggung secara instan?
  8. Bagaimana kita bisa memanfaatkan aplikasi digital sederhana untuk mencoba berbagai efek pencahayaan dan tata suara panggung sebelum pertunjukan dimulai?
  9. Bagaimana elemen rupa sederhana seperti garis, bidang, dan tekstur dapat digambar menjadi sketsa latar panggung?
  10. Bagaimana kita memanfaatkan bahan alam atau lingkungan sekitar sebagai inspirasi rancangan visual latar pentas teater?
  11. Bagaimana kita dapat mengubah bahan di lingkungan sekitar menjadi rancangan properti dan dekorasi panggung yang menarik?
  12. Elemen rupa apa saja yang perlu dipadukan agar rancangan tata artistik panggung tampak selaras dan mendukung cerita?
  13. Bagaimana aplikasi desain grafis digital mempermudah kita menata elemen tata artistik panggung sebelum dipasang secara nyata?
  14. Fitur apa saja pada aplikasi grafis digital yang dapat digunakan untuk mengatur proporsi latar dan tata letak properti panggung teater?
  15. Bagaimana kita dapat mengatur tata letak dekorasi dan sorot lampu panggung secara seimbang menggunakan aplikasi digital?
  16. Mengapa intensitas dan arah cahaya digital perlu disesuaikan dengan komposisi elemen visual di atas panggung teater?
  17. Bagaimana elemen rupa dari bahan sekitar dan eksplorasi digital dapat berpadu menjadi portofolio rancangan panggung yang utuh?
  18. Mengapa dokumentasi eksplorasi dan perancangan sketsa penting disatukan secara sistematis dalam portofolio tata artistik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Eksplorasi Elemen Rupa Titik dan Garis pada Bahan Alam Lingkungan Sekitar untuk Tata Artistik Panggung — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.1 Mengeksplorasi tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan yang ada di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa sejenak (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengeksplorasi elemen rupa sederhana (titik dan garis) menggunakan bahan alam di lingkungan sekitar untuk kebutuhan visual tata artistik panggung teater (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 3 contoh benda alam konkret (ranting kering lurus, kerikil bulat, dan helai daun palem memanjang), lalu meminta 2-3 perwakilan murid menyebutkan asosiasi visualnya terhadap elemen garis atau titik (acuan jawaban: kerikil diasosiasikan sebagai elemen titik; ranting dan helai daun diasosiasikan sebagai elemen garis lurus/lengkung) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati 3 contoh foto panggung teater sederhana yang mengoptimalkan elemen rupa titik (misal deretan gantungan biji/batu membentuk gugusan bintang) dan elemen rupa garis (misal susunan ranting membentuk hutan atau jeruji pembatas) (7 menit).
  • Murid berpasangan mengidentifikasi bahan-bahan alam di lingkungan sekolah (seperti biji mahoni, batu kerikil, ranting kering, serat pelepah pisang, dan lidi daun kelapa) yang berpotensi merepresentasikan karakter garis (tegak, mendatar, melengkung) atau titik pada panggung pertunjukan (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Dalam kelompok beranggotakan 4 orang, murid melakukan mini games 'Tantangan Formasi Alam': tiap kelompok mengambil wadah berisi aneka bahan alam yang telah dikumpulkan (ranting, kerikil, daun pinus/kering, lidi), lalu secara bergantian dan ceria menyusun 1 konfigurasi garis vertikal/horizontal serta 1 konfigurasi pola titik dalam waktu 3 menit di atas bidang pola mini panggung berukuran 40x40 cm (10 menit).
  • Setiap kelompok menyusun eksplorasi visual tata artistik panggung mini di atas bidang kerja dengan menyusun minimal 2 komposisi visual: (1) komposisi elemen garis dari susunan ranting/lidi/pelepah (misal membentuk kesan pohon kering, tirai pembatas, atau pagar panggung), dan (2) komposisi elemen titik dari susunan batu kerikil/biji/daun bulat (misal membentuk taburan jalan setapak, bintang latar, atau aksen lantai panggung) (17 menit).
  • Kelompok saling berkeliling (galeri berjalan) mengamati hasil eksplorasi tata artistik panggung bahan alam kelompok lain, mengecek kesesuaian penerapan elemen titik dan garis (10 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memaknai pengalaman eksplorasi: bagaimana karakter bahan alam (kelenturan ranting, ketebalan lidi, ukuran kerikil) menentukan kekuatan visual garis dan titik saat dijadikan latar atau properti panggung teater (8 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru merapikan kembali bahan alam dan membersihkan meja kerja panggung mini (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif menyeluruh serta meminta murid mengisi 1 lembar ceklis singkat pemahaman elemen titik-garis dari bahan alam (4 menit).
  • Guru menyampaikan topik untuk pertemuan berikutnya (eksplorasi bentuk, tekstur, dan warna pada bahan buatan) dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pilihan bahan alam bertekstur kaku (ranting, bambu kecil) untuk eksplorasi garis tegas, serta bahan lentur (sulur, serat rumput/daun) dan butiran (kerikil, biji-bijian) untuk eksplorasi garis dinamis dan titik.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan scaffolding didampingi guru dengan panduan membuat pola garis sejajar sederhana terlebih dahulu; kelompok yang lebih cepat ditantang mengeksplorasi variasi garis tebal-tipis bertumpuk dan pola sebaran titik bergradasi.
  • Produk: Variasi wujud eksplorasi panggung mini: dapat berfokus pada eksplorasi tata latar panggung (backdrop sederhana susunan garis ranting) atau eksplorasi tata lantai panggung (blocking titik menggunakan kerikil/biji).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat: Guru menunjukkan 3 benda alam konkret: (1) Ranting kering panjang lurus, (2) Kerikil bundar kecil, (3) Sehelai lidi panjang. Murid mengidentifikasi potensi elemen rupanya untuk panggung. Acuan jawaban benar: (1) Ranting lurus = elemen garis (kesan tegas/tiang panggung); (2) Kerikil = elemen titik (penanda fokus lantai/gugus latar); (3) Lidi = elemen garis (garis tipis/tirai latar).

Proses:

  • Lembar pengamatan guru selama tahap Mengaplikasi: mengamati kemampuan kelompok memilih bahan alam di lingkungan sekitar dan menyusunnya minimal menjadi 1 pola garis (tegak/mendatar/diagonal) dan 1 pola titik yang dapat difungsikan sebagai elemen artistik panggung teater mini.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir (lembar ceklis 2 butir): (1) Murid menentukan 1 bahan alam sekitar untuk elemen titik panggung beserta alasannya (Kriteria: menyebutkan objek butiran seperti biji mahoni/kerikil/bunga cemara dan alasan bentuknya yang terpusat); (2) Murid menentukan 1 bahan alam sekitar untuk elemen garis panggung beserta alasannya (Kriteria: menyebutkan objek memanjang seperti ranting/lidi/akar/pelepah dan alasan bentuknya yang memiliki panjang dan arah).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja eksplorasi penataan bahan alam menjadi elemen garis dan titik panggung
  • Ceklis asesmen proses kerja kolaboratif kelompok saat mengelompokkan dan merangkai bahan alam

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Elemen Titik Menggunakan Bahan AlamBelum mampu menyusun bahan alam lingkungan sekitar menjadi representasi elemen titik untuk tata artistik panggung.Mampu menempatkan bahan alam butiran (seperti kerikil/biji) menjadi representasi titik pada panggung mini namun formasinya belum beraturan dan masih membutuhkan bimbingan penuh guru.Mampu menyusun bahan alam lingkungan sekitar menjadi konfigurasi elemen titik yang jelas (seperti deret titik atau sebaran fokus tata panggung) secara mandiri.Mampu menyusun bahan alam lingkungan sekitar menjadi beragam konfigurasi elemen titik dengan variasi ukuran dan ritme visual panggung yang sangat variatif tanpa bimbingan guru.
Eksplorasi Elemen Garis Menggunakan Bahan AlamBelum mampu menyusun bahan alam lingkungan sekitar menjadi representasi elemen garis untuk tata artistik panggung.Mampu menyusun satu jenis bahan alam memanjang (seperti ranting atau lidi) menjadi elemen garis lurus sederhana dengan arahan guru.Mampu menyusun bahan alam lingkungan sekitar menjadi konfigurasi elemen garis panggung yang terarah (vertikal/horizontal/diagonal) secara tepat dan mandiri.Mampu mengombinasikan aneka bahan alam lingkungan sekitar menjadi jalinan elemen garis panggung yang kaya arah, ketebalan, serta karakter visual secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan bahan alam di lingkungan sekolah memudahkan seluruh murid mengeksplorasi elemen rupa titik dan garis secara aman dan nyaman?
  • Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok selama aktivitas tantangan formasi dan penyusunan miniatur panggung berlangsung?

Murid:

  • Bahan alam apa di sekitar sekolah yang menurutmu paling mudah diubah menjadi garis atau titik untuk panggung pertunjukan?
  • Tantangan apa yang kamu dan kelompokmu hadapi saat menyusun bahan-bahan alam tersebut menjadi tatanan artistik panggung?

Pertemuan 2 — Eksplorasi Elemen Rupa Bentuk, Tekstur, dan Warna pada Bahan Buatan Lingkungan Sekitar untuk Tata Artistik Panggung — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.1 Mengeksplorasi tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan yang ada di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengeksplorasi elemen rupa bentuk, tekstur, dan warna pada bahan buatan di sekitar kita untuk tata artistik panggung (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan memperlihatkan 3 contoh bahan buatan: (1) botol plastik bening, (2) kardus bekas bergelombang, dan (3) kantong plastik hitam, lalu meminta murid mengidentifikasi potensi elemen rupa bentuk, tekstur, dan warna bahan tersebut untuk panggung (acuan diagnostik: botol plastik = bentuk tabung/tekstur licin kaku/warna transparan; kardus = bentuk bidang datar atau kubus/tekstur bergerigi kasar/warna cokelat kusam; kantong plastik = bentuk fleksibel/tekstur tipis berkerut/warna hitam pekat) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati 3 contoh eksplorasi bahan buatan untuk panggung yang disajikan guru: kardus yang dirobek permukaannya memunculkan tekstur bergelombang seperti dinding bata kuno, botol plastik dipotong melingkar menjadi bentuk kelopak bunga, dan plastik kresek disatukan menciptakan gradasi warna latar (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) berdiskusi mengidentifikasi bagaimana manipulasi fisik (meremas, melipat, menggunting, melapisi) pada bahan buatan dapat mengubah elemen bentuk geometris menjadi organis, tekstur halus menjadi kasar, dan memadukan warna kontras untuk keperluan artistik panggung (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengadakan permainan tantangan eksplorasi cepat 'Sulap Tekstur dan Bentuk': setiap kelompok menerima paket bahan buatan (kardus bekas, botol plastik, kantong kresek warna, kain perca) dan dalam waktu cepat berlomba mengubah bahan tersebut menjadi 3 sampel eksplorasi rupa tata artistik (15 menit).
  • Kelompok mengeksplorasi bahan buatan dengan mengolah minimal 3 sampel uji artistik panggung: (1) Sampel Bentuk: mengubah botol/kardus menjadi bentuk baru (misalnya bentuk piramida, corong, atau lengkung arsitektural latar); (2) Sampel Tekstur: menciptakan tekstur kasar/berkerut/berbintik pada kardus atau plastik kresek (misalnya meremas plastik atau mengelupas lapisan kardus); (3) Sampel Warna: memadukan minimal dua warna bahan buatan untuk kesan visual tertentu (misalnya kontras gelap-terang plastik dan kain) dan mencatat hasilnya pada Lembar Eksplorasi Rupa (20 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Setiap kelompok meletakkan 3 sampel hasil eksplorasi rupa bahan buatan di meja masing-masing, kemudian murid melakukan 'galeri keliling' untuk mengamati dan membandingkan variasi eksplorasi bentuk, tekstur, dan warna yang dihasilkan kelompok lain (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan temuan eksplorasi bahwa bahan buatan di sekitar dapat diubah elemen rupa bentuk, tekstur, dan warnanya secara kreatif untuk kebutuhan tata artistik panggung teater (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap proses eksplorasi murid, menyampaikan materi sesi berikutnya tentang eksplorasi referensi visual digital, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan manipulasi bahan sederhana (meremas kresek dan mengelupas kardus), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan ragam bahan buatan tambahan seperti jaring buah atau kawat lunak plastik.
  • Proses: Eksplorasi dilakukan dalam kelompok heterogen dengan pembagian peran eksplorasi bentuk, pengolahan tekstur, dan penataan warna.
  • Produk: Kelompok menghasilkan minimal 3 sampel eksplorasi elemen rupa (bentuk, tekstur, warna) berbahan buatan lingkungan sekitar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: Guru menunjukkan 3 bahan buatan di kelas: (1) botol plastik bening, (2) kardus bekas, (3) kantong plastik hitam. Murid diminta menyebutkan karakteristik awal elemen rupa masing-masing bahan tersebut. Acuan jawaban benar: (1) Botol plastik = bentuk tabung/silindris, tekstur licin kaku, warna transparan; (2) Kardus = bentuk lempeng/bidang datar, tekstur berserat/bergelombang di dalam, warna cokelat; (3) Kantong plastik = bentuk fleksibel/tak beraturan, tekstur tipis/lentur, warna hitam pekat.

Proses:

  • Penilaian kinerja eksplorasi kelompok pada tahap Mengaplikasi menggunakan lembar pengamatan: Mengamati kemampuan murid mengeksplorasi manipulasi bahan buatan menghasilkan: (1) Bentuk baru (kardus/botol dipotong/ditekuk menjadi bentuk tiga dimensi panggung), (2) Tekstur buatan (dikoyak, diremas, atau dilubangi sehingga terasa kasar/berpola), (3) Warna (kombinasi kontras atau gradasi minimal dua warna bahan buatan). Acuan penilaian: terpenuhinya ketiga variasi elemen rupa pada sampel bahan buatan lingkungan sekitar.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk satu sampel karya eksplorasi murid (misalnya: kardus yang dikelupas permukaannya dan ditempeli plastik merah) lalu meminta 2 murid mengidentifikasi elemen rupa yang berhasil dimunculkan. Kriteria penerimaan operasional: Murid secara tepat menunjukkan elemen tekstur kasar bergelombang dari lapisan dalam kardus serta kontras elemen warna merah plastik terhadap warna cokelat kardus untuk efek visual panggung.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja eksplorasi pengolahan elemen rupa (bentuk, tekstur, warna) pada bahan buatan
  • Pemeriksaan Lembar Eksplorasi Rupa kelompok berisi catatan identifikasi 3 sampel bahan buatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Elemen Bentuk pada Bahan BuatanBelum mampu mengubah bentuk bahan buatan, bahan dibiarkan utuh sesuai bentuk aslinya tanpa perlakuan eksplorasi artistik.Mampu mengubah bentuk bahan buatan menjadi 1 bentuk sederhana (misal sekadar memotong lurus) dengan bimbingan penuh guru.Mampu mengeksplorasi dan mengubah bahan buatan menjadi bentuk baru (tiga dimensi/geometris/organis) secara mandiri untuk kebutuhan artistik panggung.Mampu mengeksplorasi dan mentransformasi aneka bahan buatan menjadi lebih dari 2 variasi bentuk panggung yang variatif dan kokoh secara mandiri.
Eksplorasi Elemen Tekstur pada Bahan BuatanBelum mampu mengolah atau memunculkan variasi tekstur baru pada bahan buatan.Mampu memunculkan 1 jenis tekstur baru (misal meremas kantong plastik) setelah diarahkan dan dicontohkan guru.Mampu mengeksplorasi pengolahan bahan buatan sehingga menghasilkan kontras tekstur (kasar, bergelombang, atau berkerut) secara mandiri.Mampu mengeksplorasi manipulasi bahan buatan dengan memadukan beragam tingkatan tekstur (sangat kasar, berkerut halus, berlubang) secara mandiri dan konsisten.
Eksplorasi Elemen Warna pada Bahan BuatanBelum mempertimbangkan kombinasi warna, hanya menggunakan 1 warna dasar bahan buatan tanpa eksplorasi paduan.Mampu memadukan 2 warna bahan buatan tetapi belum menunjukkan kontras atau kesesuaian visual panggung kecuali dengan bantuan guru.Mampu mengeksplorasi dan memadukan minimal 2 warna bahan buatan secara mandiri untuk menghasilkan kesan visual panggung yang jelas.Mampu mengeksplorasi komposisi paduan warna bahan buatan (kontras, monokromatik, atau gradasi) yang kaya secara mandiri dan terencana.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan bahan buatan di kelas berjalan aman, tertib, dan memicu eksplorasi bentuk, tekstur, serta warna secara optimal bagi seluruh murid?
  • Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi setiap kelompok untuk menghasilkan minimal 3 sampel uji elemen rupa tata artistik panggung?

Murid:

  • Teknik pengolahan bahan buatan apa yang paling menarik saat kamu mengubah tekstur atau bentuk kardus dan plastik tadi?
  • Bagaimana hasil eksplorasi warna dan bentuk kelompokmu dapat dimanfaatkan untuk membuat properti atau dekorasi panggung teater?

Pertemuan 3 — Eksplorasi Referensi Visual Digital Tata Artistik Panggung Menggunakan Peranti Digital — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.2 Mengeksplorasi tata artistik panggung dengan memanfaatkan teknologi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu mengeksplorasi tata artistik panggung dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mencari dan mengumpulkan referensi visual panggung teater (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan: murid diminta menjawab secara lisan kata kunci digital apa yang tepat untuk mencari gambar panggung bertema 'hutan misterius' di mesin pencari (acuan jawaban: murid menyebutkan perpaduan kata kunci spesifik seperti 'theatre stage design dark forest', 'tata panggung teater hutan', atau 'set stage backdrop mystery forest') (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan cara melakukan pencarian referensi visual tata artistik panggung secara digital menggunakan peranti gawai/laptop melalui platform pencarian gambar atau papan digital (Pinterest/Google Images) dengan memasukkan variasi kata kunci elemen artistik panggung (misalnya: 'theatre stage set design', 'minimalist backdrop stage', 'dramatic stage lighting and props') (10 menit).
  • Murid mencermati dan mengidentifikasi 3 komponen utama tata artistik panggung pada contoh gambar digital yang ditampilkan guru: latar panggung (backdrop), properti/dekorasi panggung, dan efek visual pencahayaan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Menyenangkan 'Digital Stage Detective': Setiap murid secara mandiri membuka peranti digital masing-masing dan diberi tantangan menemukan 3 referensi gambar tata artistik panggung teater digital dengan ketentuan tema yang dipilih secara bebas (misalnya: tema pedesaan, tema istana megah, atau tema lorong kota malam hari) (15 menit).
  • Murid menyimpan ketiga gambar referensi digital tersebut ke dalam satu dokumen/folder kerja digital atau papan tempel digital dan mencatat elemen artistik yang tampak pada tiap gambar (latar, properti, atau suasana visual panggung) pada Lembar Eksplorasi Visual Digital (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meninjau kembali koleksi referensi gambar panggung digital yang telah dikumpulkannya, memeriksa apakah ketiga gambar tersebut sudah memuat variasi elemen visual artistik panggung (latar dan properti panggung) yang relevan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu simpulan singkat tentang pentingnya keterampilan pencarian digital dalam memperkaya gagasan tata artistik panggung teater (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa pengecekan hasil tangkapan referensi visual digital murid pada Lembar Eksplorasi Digital, memberikan umpan balik, dan menutup sesi pertemuan ke-3 dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan daftar rekomendasi kata kunci bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta tautan pustaka visual digital bagi murid yang membutuhkan panduan pencarian.
  • Proses: Bagi murid yang cepat, diberi tantangan mencari referensi tata panggung dengan sudut pandang panggung tertentu (misalnya: panggung proscenium vs panggung arena); bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi langkah penggunaan kata kunci pencarian pada peranti digital.
  • Produk: Format pengumpulan referensi visual digital dapat berupa folder galeri gawai, dokumen teks sederhana berisikan tangkapan layar, atau kolase digital 3 gambar referensi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal sesi: 'Sebutkan 1 contoh kata kunci yang tepat di mesin pencari internet untuk mencari contoh dekorasi tata artistik panggung teater bertema hutan malam hari!' (Acuan jawaban: memuat kombinasi kata kunci panggung/stage teater dan tema visual, misalnya 'stage design hutan malam', 'backdrop teater hutan', atau 'theatre stage forest night lighting').

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan penelusuran digital: memeriksa apakah murid aktif menggunakan peranti digital untuk mencari dan mengumpulkan minimal 3 gambar referensi tata artistik panggung teater yang memuat elemen latar/properti panggung.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan Lembar Eksplorasi Visual Digital pada akhir sesi pembelajaran (acuan: terkumpulnya 3 gambar referensi visual panggung digital dengan identifikasi elemen panggung yang tampak pada gambar, yaitu komponen latar/backdrop dan properti panggung).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja eksplorasi penelusuran digital referensi panggung pada peranti masing-masing murid
  • Pemeriksaan Lembar Eksplorasi Visual Digital (koleksi 3 gambar referensi tata artistik panggung)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Referensi Visual Tata Artistik Panggung Melalui Teknologi DigitalBelum mampu menemukan gambar referensi tata artistik panggung teater menggunakan peranti digital secara mandiri.Menemukan 1-2 gambar referensi visual tata artistik panggung teater menggunakan peranti digital dengan bantuan bimbingan guru.Menemukan secara mandiri 3 gambar referensi visual tata artistik panggung teater yang relevan dengan memanfaatkan teknologi digital.Menemukan secara mandiri lebih dari 3 gambar referensi visual tata artistik panggung teater yang sangat variatif elemen visualnya (latar, properti, pencahayaan) dengan memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu penelusuran digital dan ketersediaan koneksi/peranti digital di kelas sudah memadai untuk seluruh murid?
  • Apakah arahan penggunaan kata kunci pencarian digital sudah cukup jelas dipahami oleh murid dalam mengeksplorasi gambar panggung?

Murid:

  • Kata kunci pencarian apa yang paling membantumu menemukan gambar panggung teater yang paling menarik?
  • Bagaimana teknologi digital membantumu melihat contoh-contoh tata artistik panggung teater dari berbagai tempat?

Pertemuan 4 — Eksplorasi Pencahayaan dan Tata Suara Panggung Melalui Simulasi Aplikasi Digital — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.2 Mengeksplorasi tata artistik panggung dengan memanfaatkan teknologi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid mengeksplorasi tata cahaya dan tata suara digital melalui 2 pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Jika suasana panggung mencekam pada malam hari, warna cahaya apa yang cocok dan efek suara apa yang mendukung?' (acuan: cahaya biru/redup dan efek suara angin malam/petir/detak jam); (2) 'Fitur apa pada gawai atau aplikasi yang bisa mengatur terang-gelap cahaya dan volume suara?' (acuan: slider dimmer/brightness untuk cahaya dan fader volume untuk suara) (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengeksplorasi pencahayaan dan tata suara panggung menggunakan simulasi aplikasi digital (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak demonstrasi guru mengenai pengoperasian aplikasi simulasi pencahayaan (fitur pemilihan warna/gel filter, intensitas/dimmer, dan sudut sorot) serta pemutar suara digital (soundboard/audio player dengan pengaturan fade-in, fade-out, dan loop) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengeksplorasi fungsi teknis dasar peranti/aplikasi digital pada gawai masing-masing untuk mengenali cara mengubah warna cahaya latar dan mengombinasikannya dengan satu efek suara dasar (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memberikan tantangan simulasi berbasis 3 skenario panggung terstruktur: (1) Skenario 'Fajar di Hutan' (acuan eksplorasi: warna cahaya kuning hangat/jingga lembut dengan intensitas bertahap naik + efek suara kicau burung pagi berkicau); (2) Skenario 'Badai Malam Hari' (acuan eksplorasi: warna cahaya biru tua/kilatan putih intensitas kontras + efek suara gemuruh guntur dan hujan deras); (3) Skenario 'Tegangan/Misteri Ruang Tertutup' (acuan eksplorasi: warna cahaya merah redup/spotlight sempit + efek suara detak jam atau dengungan rendah menegangkan) (5 menit).
  • Murid secara mandiri atau berpasangan melakukan eksplorasi langsung pada aplikasi simulasi digital dengan mencoba mengatur kombinasi warna, intensitas cahaya, dan memadukannya dengan efek suara yang tepat untuk ketiga skenario tersebut (18 menit).
  • Dalam format mini-game 'Tebak Suasana Panggung', perwakilan murid memperagakan hasil pengaturan simulasi cahaya dan suaranya melalui gawai/proyektor, lalu murid lain menebak skenario yang sedang dihidupkan dengan ceria (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi keselarasan antara pilihan warna/intensitas cahaya digital dan efek suara digital yang telah dieksplorasi terhadap suasana adegan panggung (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai cara mengeksplorasi pencahayaan dan tata suara panggung memanfaatkan fitur aplikasi digital (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil eksplorasi simulasi digital murid dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk mulai merancang sketsa fisik tata panggung (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan aplikasi simulasi pencahayaan dengan antarmuka sederhana (preset warna/slider langsung) bagi murid yang membutuhkan panduan, dan aplikasi kontrol audio-visual multi-layer bagi murid yang sudah mahir.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan langkah tombol aplikasi, sedangkan murid mahir diberi kebebasan mengeksplorasi transisi gradasi warna cahaya dan pelapisan (layering) 2 efek suara digital sekaligus.
  • Produk: Hasil eksplorasi dapat berupa tangkapan layar konfigurasi simulasi atau demonstrasi langsung perpaduan cahaya-suara pada gawai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan kesiapan eksplorasi tata artistik digital: (1) 'Jika suasana panggung mencekam pada malam hari, warna cahaya apa yang cocok dan efek suara apa yang mendukung?' (acuan: cahaya biru/redup dan efek suara angin malam/petir/detak jam); (2) 'Fitur apa pada gawai atau aplikasi yang bisa mengatur terang-gelap cahaya dan volume suara?' (acuan: slider dimmer/brightness untuk cahaya dan fader volume untuk suara).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja murid dalam mengeksplorasi pencahayaan (warna dan intensitas) dan tata suara digital pada 3 skenario: (1) Fajar di Hutan (acuan: cahaya kuning/jingga hangat + suara kicau burung); (2) Badai Malam Hari (acuan: cahaya biru gelap/kilat putih + suara guntur/hujan); (3) Tegangan/Misteri (acuan: cahaya merah/spotlight redup + suara detak jam/dengungan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman operasional pada tahap penutup: murid menyebutkan kembali fungsi pengaturan intensitas cahaya digital dan kesesuaian efek suara terhadap pembentukan suasana dramatik (acuan: intensitas mengatur terang/gelap untuk kesan waktu/fokus, efek suara membangun emosi dan realitas suasana).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja eksplorasi simulasi tata cahaya dan tata suara pada aplikasi digital menggunakan lembar pengamatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Pencahayaan Panggung Berbasis DigitalBelum mampu mengoperasikan fitur pengaturan warna dan intensitas cahaya pada aplikasi simulasi digital.Mampu mengatur warna atau intensitas cahaya digital hanya untuk 1 dari 3 skenario secara terbimbing (skenario: Fajar di Hutan, Badai Malam Hari, atau Tegangan/Misteri).Mampu mengeksplorasi dan mengatur variasi warna serta intensitas cahaya digital secara tepat untuk 2 hingga 3 skenario panggung (Fajar di Hutan, Badai Malam Hari, Tegangan/Misteri).Mampu mengeksplorasi variasi warna, intensitas, dan transisi pencahayaan digital secara tepat dan mandiri untuk seluruh (3) skenario panggung.
Eksplorasi Tata Suara Panggung Berbasis DigitalBelum mampu memilih dan memutar efek suara pada aplikasi digital sesuai kebutuhan panggung.Mampu memilih dan membunyikan efek suara digital yang sesuai hanya untuk 1 skenario panggung secara terbimbing.Mampu mengeksplorasi dan memadukan efek suara digital yang tepat untuk 2 hingga 3 skenario panggung (kicau burung fajar, badai/guntur malam, detak jam/misteri).Mampu mengeksplorasi dan mengatur volume serta ketepatan waktu putar efek suara digital secara mandiri dan tepat untuk seluruh (3) skenario panggung.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan aplikasi simulasi digital mempermudah pemahaman murid mengenai konsep tata cahaya dan efek suara panggung?
  • Bagaimana keterlibatan aktif dan antusiasme murid saat melakukan simulasi digital secara mandiri maupun berpasangan?

Murid:

  • Fitur aplikasi digital mana yang paling membantumu memahami cara kerja tata cahaya dan tata suara di panggung teater?
  • Skenario suasana panggung mana yang paling menarik saat kamu eksplorasi menggunakan suara dan cahaya digital?

Pertemuan 5 — Merancang Sketsa Elemen Rupa Tata Latar Panggung dari Bahan Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.3 Merancang tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan yang ada di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu merancang sketsa latar panggung berbasis elemen rupa sederhana dan bahan lingkungan sekitar (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 2 contoh visual sketsa latar panggung teater (Gambar A: sketsa bertekstur susunan ranting kayu/garis vertikal; Gambar B: sketsa bertekstur tumpukan batu kali/bidang lengkung) dan meminta murid mengidentifikasi elemen rupa dominan beserta ide bahan alam yang dapat merepresentasikannya (acuan: Gambar A memuat elemen garis/tekstur kasar dari ranting/bambu; Gambar B memuat elemen bidang/tekstur keras dari batu/tanah) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak telaah panduan perancangan sketsa tata latar panggung: menetapkan tema adegan teater (contoh: suasana tepi hutan atau pemukiman pedesaan), menentukan komposisi elemen rupa sederhana (titik, garis, bidang, tekstur), dan menentukan jenis bahan lingkungan sekitar yang akan diadaptasi ke dalam latar (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan tantangan kreatif 'Kocok Kartu Elemen': murid memilih 1 dari 3 kombinasi tantangan bahan alam yang disiapkan guru (Kombinasi 1: Bambu & Daun Kering; Kombinasi 2: Ranting Kayu & Bebatuan; Kombinasi 3: Sabut Kelapa & Pelepah Pisang) untuk memicu ide visual secara menyenangkan (10 menit).
  • Murid secara mandiri merancang gambar sketsa visual tata latar panggung pada lembar kerja perancangan, memadukan minimal 2 elemen rupa sederhana (garis, bidang, bentuk, atau tekstur), serta membubuhkan label catatan bahan lingkungan sekitar yang direncanakan untuk latar tersebut (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali rancangan sketsa miliknya menggunakan daftar cek mandiri untuk memastikan kesesuaian elemen rupa dan kejelasan penempatan bahan lingkungan sekitar pada sketsa latar panggung (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan prinsip perancangan sketsa tata latar panggung dengan memanfaatkan elemen rupa dari bahan lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap proses berkarya murid serta menyampaikan garis besar materi pertemuan berikutnya mengenai perancangan properti dan dekorasi panggung (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan contoh sketsa pola latar dengan tingkat kompleksitas bertingkat (garis kontur tunggal sederhana vs komposisi lapisan bidang majemuk).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kerangka proporsi panggung bertitik bantu; murid yang mahir merancang variasi sudut pandang panggung secara mandiri.
  • Produk: Sketsa tata latar panggung dapat disajikan dengan arsiran monokrom atau penambahan warna elemen rupa sesuai tingkat kemandirian murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mengidentifikasi elemen rupa dan bahan alam dari 2 gambar sketsa latar panggung. Acuan: Gambar A memuat elemen garis/tekstur ranting/bambu; Gambar B memuat elemen bidang/bentuk bebatuan/tanah.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid merancang sketsa tata latar panggung. Kriteria pengamatan: memuat minimal 2 elemen rupa sederhana (garis/bidang/tekstur/bentuk) dan minimal 1 keterangan bahan lingkungan sekitar yang relevan.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil karya sketsa tata latar panggung murid berdasarkan kelengkapan elemen rupa terpadu dan ketepatan pencantuman bahan alam lingkungan sekitar pada lembar sketsa.

Formatif:

  • Observasi diagnostik identifikasi elemen rupa dan bahan pada asesmen awal.
  • Penilaian unjuk kerja perancangan sketsa tata latar panggung menggunakan lembar observasi kriteria elemen rupa dan bahan lingkungan sekitar.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Perancangan Elemen Rupa pada Sketsa Latar PanggungSketsa latar panggung belum menampilkan elemen rupa sederhana yang jelas.Sketsa latar panggung menampilkan 1 elemen rupa sederhana secara tepat namun belum tersusun rapi.Sketsa latar panggung menampilkan minimal 2 elemen rupa sederhana (garis, bidang, bentuk, atau tekstur) yang tersusun secara tepat dan proporsional.Sketsa latar panggung menampilkan lebih dari 2 elemen rupa sederhana secara terpadu, detail, proporsional, dan sangat harmonis.
Penerapan Konsep Bahan Lingkungan Sekitar pada Rancangan LatarSketsa latar panggung belum mencantumkan keterangan inspirasi bahan lingkungan sekitar.Sketsa latar panggung mencantumkan 1 keterangan bahan lingkungan sekitar tetapi belum terintegrasi jelas pada elemen visual.Sketsa latar panggung mencantumkan minimal 1 bahan lingkungan sekitar yang terintegrasi secara tepat pada bagian elemen visual latar.Sketsa latar panggung mengintegrasikan 2 atau lebih jenis bahan lingkungan sekitar secara tepat, eksploratif, dan fungsional pada detail rancangan latar.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah petunjuk perancangan sketsa memudahkan murid menuangkan elemen rupa secara bebas dan kreatif?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi bahan lingkungan sekitar sebagai konsep visual latar panggung?

Murid:

  • Elemen rupa apa yang paling dominan dan mudah kamu tuangkan ke dalam sketsa latar panggung?
  • Bagaimana bahan lingkungan sekitar membantumu menemukan ide visual bentuk latar teater?

Pertemuan 6 — Merancang Tata Properti dan Dekorasi Panggung Berbasis Elemen Rupa dari Bahan Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.3 Merancang tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan yang ada di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan ruang kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu merancang tata properti dan dekorasi panggung teater dengan memanfaatkan elemen rupa sederhana dari bahan lingkungan sekitar (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 3 pertanyaan lisan tertarget mengenai keterkaitan bahan lingkungan dan elemen rupa panggung teater: (1) 'Jika membutuhkan properti tombak prajurit, bahan lingkungan sekitar apa yang cocok dan elemen bentuk/garis apa yang dominan?' (acuan: bilah bambu/kayu bekas/ranting lurus dengan elemen garis lurus dan bentuk silindris); (2) 'Untuk dekorasi dinding gua batu, bahan apa di sekitar yang memiliki tekstur kasar dan warna tepat?' (acuan: kardus bekas yang diremas/kertas semen bekas/karung goni dengan tekstur kasar dan warna cokelat/kelabu); (3) 'Apa perbedaan fungsi properti aktor dan dekorasi panggung?' (acuan: properti aktor dipegang/digunakan langsung oleh pemeran, dekorasi panggung menghias latar ruang pentas) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati 3 contoh wujud rancangan visual properti dan dekorasi panggung yang memanfaatkan bahan lingkungan sekitar (Contoh 1: Rancangan mahkota raja dari anyaman daun kelapa kering/karton bekas menonjolkan bentuk geometris runcing dan tekstur berserat; Contoh 2: Rancangan gapura desa dari bilah bambu dan dedaunan menonjolkan garis tegak dan warna hijau-kuning; Contoh 3: Rancangan batu tebing dekorasi dari kardus bekas bertekstur lipat/kasar berwarna abu-abu gelap) (10 menit).
  • Dalam aktivitas tantangan ceria 'Tebak Pasangan Elemen & Bahan', murid secara berpasangan mencocokkan kartu kebutuhan panggung dengan bahan lingkungan dan elemen rupa: Kartu A 'Properti tongkat sesepuh desa' dipasangkan dengan 'Ranting kayu melengkung (elemen garis lengkung, tekstur alami kasar, warna cokelat kayu)'; Kartu B 'Dekorasi tirai gubuk' dipasangkan dengan 'Pilin karung rami/kain perca (elemen tekstur serat, bidang menjuntai, warna kusam alami)' (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) menentukan satu skenario naskah sederhana (pilihan: latar pedesaan, kerajaan, atau hutan) lalu mengidentifikasi kebutuhan 1 properti panggung/aktor dan 1 dekorasi panggung (5 menit).
  • Murid membuat gambar rancangan (sketsa desain) properti dan dekorasi panggung pada lembar kerja perancangan, yang mencakup penggambaran visual objek, keterangan elemen rupa yang diolah (garis, bentuk, tekstur, atau warna), serta spesifikasi pemanfaatan bahan lingkungan sekitar (ranting kayu, bambu, kardus bekas, dedaunan kering, karung goni, botol plastik bekas) secara kontekstual (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling bertukar lembar rancangan antarkelompok terdekat untuk saling memeriksa kelengkapan elemen rupa dan kesesuaian bahan lingkungan sekitar yang direncanakan menggunakan daftar cek panduan (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bagaimana elemen rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) memandu perancangan properti dan dekorasi panggung dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil rancangan murid serta menginformasikan bahwa rancangan visual ini akan menjadi dasar perancangan digital pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar contoh sketsa beranotasi elemen rupa untuk murid yang membutuhkan panduan visual konkret, serta lembar sketsa terbuka bagi murid yang telah mahir.
  • Proses: Memberikan bimbingan terfokus pada penentuan elemen rupa spesifik bagi kelompok yang kesulitan, serta mendorong kelompok cepat untuk merancang rincian sambungan bahan secara realistis.
  • Produk: Kelompok bertahap merancang 1 properti utama dengan keterangan 2 elemen rupa; kelompok mahir merancang 1 properti dan 1 dekorasi lengkap dengan anotasi seluruh elemen rupa (garis, bentuk, tekstur, warna) dan alternatif bahan lingkungan sekitar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) Bahan sekitar dan elemen bentuk/garis untuk properti tombak (acuan: ranting/bilah bambu dengan garis lurus dan bentuk silindris); (2) Bahan sekitar dan tekstur/warna untuk dekorasi dinding gua (acuan: kardus bekas berkerut/kertas semen/karung dengan tekstur kasar dan warna abu/cokelat); (3) Perbedaan properti aktor dan dekorasi latar (acuan: properti dipegang/digunakan pemeran, dekorasi menjadi penghias lingkungan pentas). Kriteria ketercapaian: murid mampu menjawab tepat minimal 2 dari 3 pertanyaan.

Proses:

  • Penilaian formatif pengerjaan lembar sketsa rancangan tata properti dan dekorasi panggung. Kriteria ketercapaian: (1) Sketsa visual menggambarkan wujud properti dan dekorasi panggung secara proporsional; (2) Memuat minimal 3 elemen rupa yang dipertimbangkan secara eksplisit (garis, bentuk, warna, atau tekstur); (3) Menyebutkan secara rinci minimal 2 jenis bahan lingkungan sekitar yang digunakan sebagai material pembuatan rancangan (misal: kardus bekas, bilah bambu, ranting kering, sabut kelapa).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (exit slip): Murid menuliskan (1) satu properti dan satu dekorasi yang dirancang, (2) bahan lingkungan yang dipilih, serta (3) elemen rupa utama yang ditonjolkan. Kriteria penerimaan: Menuliskan secara selaras antara fungsi benda panggung, material bahan lingkungan (organik/anorganik bekas sekitar), dan elemen rupa visual yang bersesuaian.

Formatif:

  • Penilaian performa lembar sketsa perancangan tata properti dan dekorasi panggung berbasis elemen rupa dan bahan lingkungan sekitar
  • Observasi partisipasi dan penalaran murid dalam mencocokkan elemen rupa dengan bahan lingkungan pada tahap Memahami

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perancangan Visual Properti dan Dekorasi PanggungSketsa belum menampilkan wujud properti atau dekorasi panggung secara jelas.Sketsa menampilkan wujud rancangan salah satu objek (properti atau dekorasi) dengan bentuk sederhana namun belum proporsional.Sketsa menampilkan rancangan wujud properti dan dekorasi panggung secara jelas dan proporsional.Sketsa menampilkan rancangan wujud properti dan dekorasi panggung secara jelas, sangat detail, proporsional, serta dilengkapi tata letak visual yang terencana.
Pertimbangan Elemen Rupa SederhanaRancangan tidak memuat keterangan elemen rupa sama sekali.Rancangan hanya mempertimbangkan 1 elemen rupa (misal garis saja atau warna saja) secara tertulis atau visual.Rancangan mempertimbangkan minimal 2 hingga 3 elemen rupa (garis, bentuk, tekstur, atau warna) secara tepat dan teridentifikasi.Rancangan mengintegrasikan seluruh elemen rupa (garis, bentuk, tekstur, dan warna) secara harmonis dan tercatat detail pada sketsa rancangan.
Pemanfaatan Bahan Lingkungan SekitarRancangan mengandalkan bahan pabrikan baru dan tidak mencantumkan bahan lingkungan sekitar.Rancangan mencantumkan 1 jenis bahan lingkungan sekitar namun belum sesuai dengan karakteristik bentuk/tekstur objek panggung.Rancangan mencantumkan minimal 2 jenis bahan lingkungan sekitar yang realistis dan sesuai dengan karakteristik objek panggung yang dirancang.Rancangan memadukan beragam bahan alam dan buatan dari lingkungan sekitar secara inovatif, tepat guna, dan realistis untuk diwujudkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid mampu mengidentifikasi keterkaitan antara karakter bahan lingkungan sekitar dengan elemen rupa dalam perancangan panggung?
  • Bagian mana dari aktivitas merancang yang membutuhkan bimbingan teknis lebih intensif bagi kelompok yang lambat berkembang?

Murid:

  • Elemen rupa apa yang paling dominan dan menarik dalam rancangan properti atau dekorasi kelompokmu?
  • Bahan lingkungan sekitar apa yang paling menantang untuk disesuaikan dengan rancangan panggung yang kamu buat?

Pertemuan 7 — Merancang Tata Artistik Panggung Menggunakan Aplikasi Desain Grafis Digital — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.4 Merancang tata artistik panggung dengan memanfaatkan teknologi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran merancang tata artistik panggung memanfaatkan aplikasi desain grafis digital (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis visual singkat: murid mengamati 2 gambar antarmuka alat desain digital lalu menyebutkan fungsi 3 ikon dasar desain (ikon bentuk/shapes, ikon teks, ikon kanvas/layer) untuk menata elemen panggung (acuan: ikon bentuk/shapes berfungsi membuat bidang latar/properti panggung, ikon teks untuk keterangan objek artistik, ikon layer untuk menyusun urutan kedalaman tata latar) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati demonstrasi guru tentang cara membuka kanvas digital pada aplikasi desain grafis (Canva/IbisPaint/aplikasi sejenis), mengatur proporsi panggung (rasio 16:9), serta memasukkan elemen rupa digital (latar belakang panggung, bidang lantai, dan flat back drop) secara runtut (10 menit).
  • Murid melakukan eksplorasi fitur dasar dalam tantangan cepat 5 menit (Joyful Quick Challenge): murid secara individual mencoba fitur duplikasi bentuk, pengubahan warna latar, dan penataan posisi objek maju-mundur (layering) pada kanvas kosong (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membuka lembar kerja rancangan tata artistik digital dengan tema panggung 'Hutan Misterius' atau 'Ruang Tamu Tradisional' dan memilih 1 tema tersebut untuk dirancang secara mandiri pada aplikasi desain grafis digital (5 menit).
  • Murid merancang tata artistik panggung secara digital yang memuat 3 komponen wajib: (1) latar dinding belakang (backdrop), (2) minimal 2 properti panggung utama (misal: pohon dan batu buatan untuk hutan, atau meja dan jendela untuk ruangan), dan (3) penataan tata letak lantai panggung dengan proporsi bidang yang seimbang (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meninjau kembali berkas rancangan tata artistik digital masing-masing, memeriksa kelengkapan 3 komponen wajib artistik, lalu mengekspor hasil kerja dalam format gambar (.jpg atau .png) ke folder tugas kelas (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan proses perancangan tata artistik panggung dengan memanfaatkan teknologi digital dan kelebihan penggunaan layering digital dalam menata tata letak panggung teater (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum atas ketercapaian perancangan digital hari ini dan mengingatkan murid bahwa karya desain digital ini akan dipadukan dengan simulasi pencahayaan pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih pemula dalam aplikasi digital disediakan templat kanvas dengan batas panggung siap pakai; murid mahir mendesain dari kanvas kosong dan bebas menambahkan detail arsitektural latar.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan teknis didampingi secara bertahap dalam menggunakan tool posisi/layer; murid yang mandiri langsung menyusun komposisi secara fleksibel.
  • Produk: Murid pemula menghasilkan rancangan visual panggung digital dengan 3 komponen wajib; murid yang mahir menambahkan variasi detail tekstur digital pada backdrop panggung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid menjawab pertanyaan tertulis/lisan pada kuis diagnostik visual di awal sesi: menyebutkan fungsi dari 3 ikon dasar desain grafis untuk kebutuhan panggung: (1) shapes/bentuk, (2) teks, dan (3) layer/lapisan. (Kunci/acuan: shapes berfungsi membuat bangun geometri latar/properti panggung teater; teks berfungsi memberi label identitas elemen artistik; layer berfungsi mengatur hierarki kedalaman posisi objek depan-tengah-belakang panggung teater).

Proses:

  • Pemeriksaan berkas rancangan grafis digital murid saat pengerjaan inti: memastikan rancangan digital memuat lengkap 3 komponen wajib: (1) backdrop panggung, (2) minimal 2 properti panggung utama, dan (3) penataan tata letak lantai panggung dengan susunan layer yang rapi (kriteria keberhasilan: 3 dari 3 komponen artistik terpasang tepat pada kanvas digital).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan akhir berkas ekspor rancangan digital (.jpg/.png) berdasarkan pemenuhan 3 komponen perancangan tata artistik panggung digital: backdrop, 2 properti panggung, dan keselarasan proporsi panggung teater (kriteria penerimaan: file berhasil diekspor, memuat backdrop tematik yang jelas, memuat minimal 2 elemen properti panggung yang dapat dibedakan, dan memiliki susunan depan-belakang yang logis).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi fungsi 3 ikon dasar alat desain grafis digital untuk panggung teater.
  • Asesmen unjuk kerja proses: observasi ketercapaian merancang tata artistik panggung digital (backdrop, 2 properti panggung, dan komposisi tata letak lantai) menggunakan lembar ceklis rubrik.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perancangan Elemen Tata Latar (Backdrop) DigitalBelum mampu membuat latar dinding panggung (backdrop) menggunakan aplikasi desain grafis digital.Mampu membuat latar dinding panggung digital namun elemen warna atau bentuknya belum mencerminkan tema panggung teater yang dipilih.Mampu merancang latar dinding panggung digital dengan pemilihan warna dan bentuk yang sesuai tema panggung teater secara tepat.Mampu merancang latar dinding panggung digital secara mandiri dengan komposisi bentuk, warna, dan kedalaman bidang visual yang sangat tepat sesuai tema teater.
Perancangan Properti Panggung DigitalBelum mampu menyisipkan atau merancang properti panggung pada aplikasi desain grafis digital.Merancang 1 properti panggung digital pada kanvas panggung teater.Merancang minimal 2 properti panggung digital utama dengan proporsi ukuran yang wajar terhadap panggung.Merancang minimal 2 properti panggung digital utama secara mandiri dengan proporsi ukuran dan peletakan posisi kedalaman yang sangat tepat.
Pemanfaatan Fitur Penataan Digital (Layering dan Tata Letak)Belum mampu memanfaatkan fitur layer atau penataan posisi objek panggung digital sehingga objek saling bertumpuk acak.Memanfaatkan fitur layer tetapi urutan depan-belakang antara properti dan latar panggung masih terbalik.Memanfaatkan fitur layer dengan tepat sehingga susunan backdrop berada di belakang dan properti panggung berada di bidang depan.Memanfaatkan fitur layer dan penataan letak secara konsisten dan mandiri sehingga tata panggung memiliki ilusi kedalaman ruang panggung yang sangat jelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi penggunaan fitur aplikasi desain grafis digital dapat dipahami dan dipraktikkan secara lancar oleh seluruh murid?
  • Bagian mana dari proses merancang tata artistik digital yang paling memerlukan bimbingan teknis intensif?

Murid:

  • Apa kemudahan dan kesulitan yang kamu alami saat merancang tata artistik panggung teater menggunakan aplikasi desain grafis digital dibanding menggambar manual?
  • Apakah elemen rancangan digitalmu sudah berhasil menggambarkan suasana ruang panggung yang kamu inginkan?

Pertemuan 8 — Merancang Komposisi Visual dan Pencahayaan Tata Panggung Berbasis Aplikasi Digital — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.4 Merancang tata artistik panggung dengan memanfaatkan teknologi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran merancang komposisi visual dan efek pencahayaan tata artistik panggung menggunakan aplikasi digital (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan visual pada layar: (1) 'Di manakah posisi lampu sorot utama yang tepat untuk menerangi aktor di tengah panggung tanpa bayangan menutupi latar?' (acuan: dari arah depan-atas menyerong/front spotlight); (2) 'Bagaimana cara menyeimbangkan komposisi bila panggung kiri terisi dekorasi pohon besar?' (acuan: meletakkan elemen pengimbang visual atau pencahayaan berintensitas lebih terang di panggung kanan) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati demonstrasi guru tentang penerapan prinsip komposisi visual (keseimbangan simetris/asimetris, titik fokus/focal point) dan pengaturan lapisan pencahayaan digital (arah datang cahaya/key light, cahaya pengisi/fill light, serta warna cahaya/gel filter) pada kanvas aplikasi desain grafis digital (10 menit).
  • Murid menelaah 1 lembar skenario tata panggung digital sederhana yang memuat 3 kebutuhan artistik: latar malam hari, fokus aktor di area tengah-depan, dan pencahayaan aksen dari samping (acuan: latar biru gelap/navy, lampu sorot hangat pada area tengah-depan, dan lampu samping berintensitas sedang) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan 'Tantangan Komposisi Kilat Digital' secara menggembirakan: murid menyusun 3 elemen dekorasi digital dan 1 efek sorotan cahaya digital dalam waktu 5 menit di aplikasi untuk menciptakan komposisi panggung yang seimbang (5 menit).
  • Murid secara mandiri merancang tata artistik panggung digital lengkap pada aplikasi dengan menyusun 4 elemen wajib: (1) latar panggung digital proporsional, (2) susunan properti dengan komposisi visual seimbang (asimetris atau simetris), (3) efek pencahayaan terarah (menentukan sumber dan sebaran berkas cahaya), dan (4) penerapan warna/atmosfer pencahayaan yang mendukung suasana adegan (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali dan mengevaluasi rancangan digital buatannya menggunakan daftar periksa mandiri komposisi dan pencahayaan digital (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara memadukan komposisi visual dan efek pencahayaan dalam rancangan digital tata artistik panggung teater (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap file proyek rancangan digital yang telah disimpan murid, lalu menutup kegiatan dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan template kanvas panggung dengan garis pandu grid tata letak dan ikon lampu digital; murid yang mahir menggunakan kanvas kosong tanpa garis bantu panduan.
  • Proses: Guru memberikan scaffolding bertahap dalam pengaturan opasitas dan sudut pencahayaan digital bagi murid yang belum terbiasa, sedangkan murid yang mahir mengeksplorasi layering bayangan ganda.
  • Produk: Rancangan digital murid yang memerlukan bimbingan memuat komposisi visual dengan minimal 1 sumber cahaya digital; rancangan murid mahir memuat komposisi visual kompleks dengan minimal 2 kombinasi arah pencahayaan digital (key light dan fill light).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual lisan/tertulis singkat di pendahuluan dengan 2 pertanyaan: (1) Posisi lampu sorot utama untuk menerangi tengah panggung (acuan: depan-atas menyerong); (2) Cara menyeimbangkan komposisi visual panggung bila sisi kiri terisi properti besar (acuan: menempatkan properti penyeimbang atau pencahayaan berintensitas lebih terang di sisi kanan).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid menyusun rancangan digital di aplikasi desain, dinilai dari keterpenuhan 4 elemen wajib: latar panggung, komposisi properti seimbang, efek arah pencahayaan, dan penerapan warna/atmosfer cahaya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di penutup berupa reviu produk rancangan digital terhadap 2 kriteria: keterpaduan tata letak elemen visual dan kesesuaian penempatan efek berkas cahaya digital (kriteria penerimaan: objek visual tidak saling menutupi tanpa sengaja dan arah berkas cahaya digital konsisten dengan sumber lampu yang digambarkan).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja perancangan digital melalui lembar observasi komposisi visual dan pencahayaan digital pada aplikasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perancangan Komposisi Visual Berbasis DigitalMenempatkan elemen latar dan properti digital secara acak tanpa mempertimbangkan keseimbangan tata panggung.Menempatkan elemen latar dan properti digital dengan komposisi visual yang mulai seimbang namun proporsi ukuran objek belum teratur.Menata elemen latar dan properti panggung digital dengan komposisi visual yang seimbang (simetris/asimetris) dan proporsional.Menata elemen latar dan properti panggung digital dengan komposisi visual yang sangat harmonis, seimbang secara konsisten, serta memiliki titik fokus artistik yang jelas secara mandiri.
Perancangan Pencahayaan Panggung Berbasis DigitalBelum menerapkan efek pencahayaan digital atau penempatan efek cahaya tidak memperlihatkan arah dan sumber yang jelas.Menerapkan efek pencahayaan digital sederhana namun arah berkas cahaya belum konsisten dengan elemen panggung.Menerapkan efek pencahayaan digital dengan arah berkas cahaya dan warna atmosfer yang jelas serta konsisten menerangi area panggung yang dituju.Menerapkan perpaduan efek pencahayaan digital (arah, intensitas, dan warna atmosfer) secara terpadu dan presisi mendukung seluruh komposisi visual panggung secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 30 menit pengerjaan mandiri pada aplikasi digital mencukupi bagi seluruh murid untuk menyusun komposisi dan efek cahaya?
  • Bagian mana dari pengaturan pencahayaan digital yang masih menjadi kendala teknis bagi murid?

Murid:

  • Bagian rancangan digital mana yang paling berhasil menunjukkan keseimbangan tata panggung teater buatanmu?
  • Tantangan apa yang kamu hadapi saat mengatur arah dan warna cahaya panggung di aplikasi digital?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.5.1 Mengeksplorasi tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan yang ada di lingkungan sekitar
  • TP 7.5.2 Mengeksplorasi tata artistik panggung dengan memanfaatkan teknologi digital
  • TP 7.5.3 Merancang tata artistik panggung dengan mempertimbangkan elemen-elemen rupa yang sederhana dari bahan yang ada di lingkungan sekitar
  • TP 7.5.4 Merancang tata artistik panggung dengan memanfaatkan teknologi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan agenda pertemuan ke-9 yaitu Pelaksanaan Asesmen Sumatif Portofolio Karya Visual dan Digital Perancangan Tata Artistik Panggung (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, rubrik penilaian portofolio, serta mekanisme kerja kelompok dalam menuntaskan kompilasi bukti perancangan (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok menyimak penjelasan guru mengenai sistematika verifikasi portofolio yang terdiri dari dua bagian: unjuk kerja kurasi eksplorasi bahan alam/buatan dan referensi digital, serta kurasi produk sketsa desain manual dan fail visual digital (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Pelaksanaan Tugas 1 Asesmen Sumatif: Secara serentak dalam kelompok, murid merapikan dan menyajikan unjuk kerja lembar catatan eksplorasi bahan alam/lingkungan sekitar beserta peragaan 5 elemen rupa sederhana (titik, garis, bentuk, tekstur, warna) serta berkas kompilasi referensi visual digital hasil pencarian peranti digital; guru melakukan observasi dan penilaian langsung sesuai rubrik unjuk kerja eksplorasi bahan dan referensi digital (35 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 2 Asesmen Sumatif: Secara serentak dalam kelompok, murid menyusun dan menyatukan artefak lembar sketsa gambar desain tata artistik panggung yang mengintegrasikan susunan bahan lingkungan serta fail rancangan visual tata artistik panggung digital ke dalam bundel portofolio fisik dan repositori digital kelompok; guru memeriksa kelengkapan artefak sesuai rubrik penilaian produk rancangan artistik panggung (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok melakukan cek mandiri kelengkapan portofolio akhir menggunakan daftar centang artefak sumatif untuk memastikan seluruh bukti TP 7.5.1 hingga TP 7.5.4 telah terhimpun secara lengkap (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh berkas portofolio fisik dan tautan/fail digital kelompok serta memberikan umpan balik umum mengenai penyelesaian seluruh rangkaian pembelajaran Bab 5 (2 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: kelompok dengan kendala perangkat digital diberikan akses stasiun komputer kelas untuk pengunggahan fail, tanpa mengubah kriteria ketuntasan bukti portofolio yang dinilai.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian portofolio karya visual dan digital perancangan tata artistik panggung: portofolio kerja kelompok berisi lembar peragaan eksplorasi bahan lingkungan sekitar disertai catatan elemen rupa, berkas kompilasi referensi visual digital, lembar sketsa desain tata panggung fisik, dan fail rancangan visual panggung berbasis aplikasi digital
  • unjuk kerja eksplorasi dan kurasi digital serentak: lembar catatan eksplorasi bahan alam/lingkungan sekitar beserta peragaan elemen rupa sederhana (titik, garis, bentuk, tekstur, warna) dan berkas kompilasi referensi visual digital hasil pencarian peranti digital yang disusun kelompok (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja eksplorasi bahan dan referensi digital)
  • penilaian produk sketsa manual dan desain digital serentak: lembar sketsa gambar desain tata artistik panggung yang mengintegrasikan susunan bahan lingkungan dan hasil ekspor/fail rancangan visual tata artistik panggung digital yang dibuat bersama dalam kelompok (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan artistik panggung)

Sumatif:

  • penilaian portofolio karya visual dan digital perancangan tata artistik panggung: portofolio kerja kelompok berisi lembar peragaan eksplorasi bahan lingkungan sekitar disertai catatan elemen rupa, berkas kompilasi referensi visual digital, lembar sketsa desain tata panggung fisik, dan fail rancangan visual panggung berbasis aplikasi digital
  • unjuk kerja eksplorasi dan kurasi digital serentak: lembar catatan eksplorasi bahan alam/lingkungan sekitar beserta peragaan elemen rupa sederhana (titik, garis, bentuk, tekstur, warna) dan berkas kompilasi referensi visual digital hasil pencarian peranti digital yang disusun kelompok (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja eksplorasi bahan dan referensi digital)
  • penilaian produk sketsa manual dan desain digital serentak: lembar sketsa gambar desain tata artistik panggung yang mengintegrasikan susunan bahan lingkungan dan hasil ekspor/fail rancangan visual tata artistik panggung digital yang dibuat bersama dalam kelompok (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan artistik panggung)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Bahan Lingkungan Sekitar (TP 7.5.1)Memuat catatan eksplorasi bahan lingkungan sekitar yang hanya memperagakan 1-2 elemen rupa sederhana (dari acuan: titik, garis, bentuk, tekstur, warna).Memuat catatan eksplorasi bahan lingkungan sekitar yang memperagakan 3 elemen rupa sederhana (dari acuan: titik, garis, bentuk, tekstur, warna).Memuat catatan eksplorasi bahan lingkungan sekitar yang memperagakan 4 elemen rupa sederhana (dari acuan: titik, garis, bentuk, tekstur, warna) secara runtut.Memuat catatan eksplorasi bahan lingkungan sekitar yang lengkap dan memperagakan seluruh 5 elemen rupa sederhana (titik, garis, bentuk, tekstur, warna) secara tepat.
Eksplorasi Tata Artistik Berbasis Digital (TP 7.5.2)Berkas kompilasi visual digital hanya memuat 1 referensi digital tata artistik tanpa pencatatan fokus elemen pencahayaan atau tata suara.Berkas kompilasi visual digital memuat 2 referensi digital tata artistik yang mencakup salah satu fokus elemen pencahayaan atau tata suara.Berkas kompilasi visual digital memuat 3 referensi digital tata artistik yang mencakup eksplorasi pencahayaan dan simulasi tata suara.Berkas kompilasi visual digital memuat 4 atau lebih referensi visual digital terkurasi lengkap mencakup eksplorasi pencahayaan panggung dan simulasi tata suara panggung secara mendalam.
Rancangan Sketsa Panggung Bahan Lingkungan (TP 7.5.3)Lembar sketsa panggung memvisualisasikan rancangan tanpa mengintegrasikan peletakan bahan lingkungan sekitar pada latar atau properti.Lembar sketsa panggung memvisualisasikan rancangan tata latar fisik dengan mengintegrasikan 1 elemen rupa dari bahan lingkungan sekitar.Lembar sketsa panggung memvisualisasikan rancangan tata latar dan dekorasi fisik secara proporsional dengan mengintegrasikan 2-3 elemen rupa dari bahan lingkungan sekitar.Lembar sketsa panggung memvisualisasikan rancangan tata latar, properti, dan dekorasi fisik secara detail, harmonis, serta memadukan lebih dari 3 elemen rupa dari bahan lingkungan sekitar.
Rancangan Visual Panggung Berbasis Digital (TP 7.5.4)Fail rancangan digital panggung berupa draf visual mentah tanpa komposisi tata letak dan tanpa pencahayaan digital.Fail rancangan digital panggung menampilkan tata letak panggung digital namun pengaturan komposisi visual dan simulasi pencahayaan belum terintegrasi.Fail rancangan digital panggung terwujud utuh dengan pengaturan komposisi visual panggung dan simulasi pencahayaan berbasis aplikasi digital.Fail rancangan digital panggung terwujud sangat rapi dengan komposisi visual seimbang, simulasi pencahayaan panggung dramatik, dan tata ruang digital yang selaras dengan sketsa fisik.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit cukup bagi seluruh kelompok untuk memverifikasi dan menyajikan portofolio karya fisik serta fail digitalnya?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan terhadap empat TP perancangan tata artistik panggung pada bab ini berdasarkan rubrik sumatif?

Murid:

  • Bagian mana dari portofolio tata artistik panggung kelompok kami yang paling berhasil menunjukkan kreativitas pemanfaatan bahan sekitar dan teknologi digital?
  • Pengalaman apa yang paling berharga saat merancang elemen tata panggung teater dari tahap sketsa manual hingga desain visual digital?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater Kelas VII Kemendikbudristek
  2. Bahan alam di lingkungan sekitar sekolah (ranting kering, daun jatuh, batu kerikil, lidi, biji tanaman)
  3. Papan tripleks/karton bekas berukuran 40x40 cm sebagai alas panggung mini
  4. Foto/dokumentasi tata artistik panggung teater berbasis bahan alam
  5. Buku Panduan Guru Seni Teater SMP Kelas VII, Kemendikbudristek
  6. Bahan buatan lingkungan sekitar: kardus bekas kemasan, botol plastik bekas, kantong plastik kresek aneka warna, potongan kain perca/busa
  7. Alat eksplorasi: gunting, perekat/selotip kertas, cutter (digunakan dengan pengawasan guru)
  8. Gawai/laptop/komputer dengan akses mesin pencari gambar (Google Images / Pinterest)
  9. Contoh dokumentasi visual digital tata panggung teater
  10. Lembar Kerja Eksplorasi Visual Digital Panggung Teater
  11. Gawai/Tablet/Komputer dengan aplikasi simulasi tata cahaya (Stage Lighting Simulator / Web-based DMX simulator / Color Screen App)
  12. Aplikasi soundboard / pemutar efek suara digital panggung (Custom Soundboard / Instant Buttons)
  13. Buku Panduan Guru Seni Teater SMP/MTs Kelas VII Kemendikbudristek
  14. Speaker portabel / pelantang suara kelas
  15. Buku Panduan Guru Seni Teater SMP Kelas VII, Kemendikbudristek.
  16. Kertas gambar sketsa panggung / Buku gambar A4.
  17. Alat gambar (pensil 2B, penghapus, penggaris, pensil warna).
  18. Contoh sampel visual bahan lingkungan sekitar (ranting kayu, bambu, sabut kelapa, daun kering, batu).
  19. Buku Panduan Siswa Seni Teater SMP Kelas VII
  20. Kertas gambar sketsa A4 dan alat gambar (pensil, spidol, pensil warna)
  21. Contoh fisik/sampel bahan lingkungan sekitar (ranting kayu, potongan bambu, karton/kardus bekas, karung goni, daun kering)
  22. Gawai/Komputer/Tablet sekolah dengan aplikasi desain grafis (Canva / IbisPaint / Inkscape)
  23. Contoh lembar kanvas digital rasio 16:9 dan aset grafis digital tata artistik panggung
  24. Buku Panduan Guru Seni Teater SMP Kelas VII
  25. Komputer/Laptop/Tablet/Gawai yang terpasang aplikasi desain grafis digital (Canva/IbisPaint/aplikasi sejenis)
  26. Contoh file visual tata panggung teater dengan tata cahaya digital
  27. Buku Panduan Guru Seni Teater SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
  28. Buku Panduan Siswa Seni Budaya / Teater Kelas VII
  29. Bundel dokumen portofolio kelompok: lembar catatan eksplorasi bahan, berkas kompilasi visual digital, sketsa panggung fisik A3, dan fail desain grafis digital/simulasi pencahayaan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.